Ditemukan 108932 dokumen yang sesuai dengan query
Afif Farhan Rizqullah
"
ABSTRAKSetiap manusia membutuhkan kenyamanan ketika sedang berada didalam suatu ruang, agar dapat menunjang aktivitasnya dan menciptakan ruangan yang ideal. Salah satu hal yang dapat menciptakan ruangan yang ideal adalah ruangan yang memiliki kenyamanan akustik yang baik seperti ruangan yang tenang dan tidak menimbulkan kebisingan. Menurut Leslie L. Doelle (1986), kebisingan adalah suara yang menganggu dan dapat menimbulkan permasalahan yang ada seperti gangguan kesehatan rohani dan jasmani kita. Maka dari itu, penulis melakukan studi kasus pada penulisan skripsi yang dibuat dan akan membahas mengenai kenyamanan akustik pada suatu ruang yaitu didalam kamar hotel, yang bertujuan untuk memahami lebih dalam konsep dan kriteria-kriteria dari kenyamanan akustik.
ABSTRACTEvery human being needs comfort while in a room, so he can support his activities and create an ideal room. One of the things that can create an ideal room is a room that has good acoustic comfort such as a quiet room and no noise. According to Leslie L. Doelle (1986), noise is a noise that disturbs and can cause existing problems such as our spiritual and physical health problems. Therefore, the author conducted a case study on the writing of the thesis that was made and will discuss the comfort of acoustics in a room that is in a hotel room, which aims to understand more deeply the concepts and criteria of acoustic comfort."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Esti Paramita
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2001
S48274
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Khairuzzadi
"Stasiun kereta api adalah prasarana yang mendukung sarana transportasi kereta api sebagai tempat menaikkan/menurunkan penumpang. Di dalam stasiun pengelola memberikan informasi berupa audio melalui speaker yang berisikan informasi jadwal kereta datang, informasi keterlambatan, informasi perubahan jadwal dan informasi lainnya yang terkait dengan kebutuhan pengelolaan stasiun. Pada standar pelayanan minimum pada Peraturan Menteri Nomor 63 Tahun 2019 dijelaskan bahwa agar suara informasi dapat didengar dengan baik, suara informasi yang disampaikan harus memiliki kekerasan suara 20 desibel lebih keras daripada suara di sekitarnya. Oleh karena itu, skripsi ini ditulis untuk menilai apakah Stasiun Universitas Indonesia telah mencapai standar tersebut sehingga penyampaian informasi dapat berjalan dengan baik. Penilaian dilakukan dengan membandingkan kekerasan suara bising pada latar belakang (background noise) stasiun dengan kekerasan suara yang dikeluarkan dari speaker. Proses perbandingan dilakukan setelah mengukur secara langsung kekerasan suara tersebut dengan menggunakan sound level meter. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa akustik pada stasiun sudah memnuhi standar namun tidak merata pada semua areanya. Oleh karena itu, pada area yang yang tidak memenuhi standar harus dilakukan perbaikan agar kualitas akustik menjadi lebih baik dan proses penyampaian suara menjadi lebih efektif.
A train station is an infrastructure that supports railway transportation by serving as a location for passengers to board and alight from trains. Inside the station, the management provides audio announcements through speakers, delivering information such as train schedules, delays, schedule changes, and other station-related updates. According to the minimum service standards outlined in Ministerial Regulation No. 63 of 2019 penned by the Ministry of Transportation, announcement sounds must be 20 decibels louder than the surrounding noise to ensure they are audible. This thesis aims to assess whether Universitas Indonesia Station meets this standard, to make sure that the informations are delivered effectively. The assessment involves comparing the station's background noise levels with the sound pressure levels of the speaker announcements. This comparison is conducted after directly measuring the sound pressure levels using a sound level meter. The results indicate that the station's acoustics meet the standard but are inconsistent across all areas. Therefore, improvements are needed in areas that do not meet the standard to enhance acoustic quality and ensure a more effective audio communication."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Parkin, P.H.
London: Faber and Faber, 1969
729.29 PAR a
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Manurung, Sarah Saraswati
"Gereja digunakan sebagai tempat ibadah bagi komunitas Kristen & Katolik, di mana kegiatan seperti berkhotbah, berdoa dan menyayi berlangsung. Akustik dalam arsitektur itu penting karena kegiatan yang dilakukan di dalam gereja di antara komunitas-komunitas besar. Skripsi ini akan didasarkan pada dua gereja yaitu Katedral dan Gereja St. Immanuel, Jakarta Pusat dimana pemeriksaan dan studi struktur interior akan dilakukan untuk memahami pekerjaan akustik di dalamnya. Pengaturan dan bagaimana ruangnya, juga memainkan peran penting karena dapat memengaruhi gelombang suara. Analisis bagaimana ruang interior bulat dan persegi panjang serta posisi kursi akan dilakukan, untuk memahami bagaimana suara menyebar di dalam ruangan. Bahan bangunan juga penting karena memainkan peran penting baik sebagai reflektor, penyerap atau resonator yang mempengaruhi kekuatan, frekuensi dan gema suara di dalam. Ini penting karena suara yang dianggap sudah volume maksimum dapat merusak telinga manusia dan juga bisa menjadi polusi suara bagi orang lain yang tidak ada di dalam gereja. Sebaliknya, kebisingan dari luar bisa menjadi gangguan bagi orang yang di dalam Gereja sehingga analisis tentang bagaimana bangunan membatasinya dari itu akan dilakukan juga. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kualitas akustik kedua Gereja yang dipilih untuk memahami bagaimana perbedaan dimensi, bentuk dan bahan mempengaruhi akustiknya. Dengan demikian akustik gereja penting karena memiliki korelasi yang kuat dengan kegiatan yang dilakukan di dalamnya.
Church is used as a place of worship for the Christian and Catholic community, where activities such as preaching, praying and singing takes place in. The architectural acoustics is important due to the activities done inside the church among the big community. This paper will be based on two churches which are the Cathedral and St. Emmanuel Church, Central Jakarta where examination and studies of the interior structure will be done to understand the work of acoustics within. Arrangements and how the space is, also plays an important role as it might affect the sound-wave. Analyzing how the round and rectangular interior space as well as the seat positioning will be done, to understand how the sound spread within the room. Materials of the building is also important as it plays an important role as either reflectors, absorbent or resonators which effect the strength, frequency and reverberation of the sound inside. This is important because sound that is seen as the maximum volume can destruct the human’s ears and could even end up being a noise pollution for others that are not inside the church. The other way around too, noise from outside could be a disturbance for the people inside the Church so analysis on how the building confine itself away from it will be done too. This paper aims to compare the acoustics quality of the two chosen Churches to understand how the difference in dimension, form and materials effects the acoustics. Thus the acoustics of the church is important as it has a strong correlation with the activities that is done within. Church is used as a place of worship for the Christian and Catholic community, where activities such as preaching, praying and singing takes place in. The architectural acoustics is important due to the activities done inside the church among the big community. This paper will be based on two churches which are the Cathedral and St. Emmanuel Church, Central Jakarta where examination and studies of the interior structure will be done to understand the work of acoustics within."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Doelle, Leslie L.
Jakarta: Erlangga, 1990
729.29 DOE a
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Anggun Hadi Prianto
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1999
S47905
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Analundy Rafika Naura Yunardy
"Pertunjukan wayang orang mengadaptasi cerita-cerita epik Mahabharata dan Ramayana yang mengandung pesan-pesan moral, sembari memasukkan unsur-unsur sendratari. Meskipun dulunya pertunjukan ini dilakukan di ruang semi- terbuka, namun kini telah bergeser menjadi pertunjukan di ruang tertutup. Gedung Pertunjukan Wayang Orang termasuk ke dalam jenis ruangan teater, sehingga penting untuk menganalisis performa akustik dalam teater pertunjukan agar ruang teater dapat mendukung narasi dari pertunjukan wayang orang dan jenis pertunjukan lain yang sejenis. Analisis meliputi material yang digunakan dalam gedung teater, variabel performa akustik ruang berupa pengukuran reverberation time, sound pressure level, dan D50 dengan menggunakan software rhinoceros dengan plug-in pachyderm. Studi kasus dilakukan di Teater Wayang Orang Bharata untuk menganalisis performa akustiknya dan wawancara dengan penonton di teater. Hasil pengukuran menunjukan bahwa secara keseluruhan performa akustik Teater Wayang Orang Bharata cukup baik dan hanya memerlukan perbaikan di beberapa area untuk mencapai kualitas akustik yang lebih optimal. Teater dapat menambahkan material penyerap suara, melakukan penyesuaian sistem akusitk, dan melakukan pengawasan secara berkala untuk menjaga kondisi akustik supaya tetap optimal.
Wayang Orang performances adapt epic stories from the Mahabharata and Ramayana, which contain moral messages, while incorporating elements of traditional dance drama. Although these performances were originally conducted in semi-open spaces, they have now shifted to enclosed theater spaces. The Wayang Orang Performance Hall falls into the category of theater spaces, making it important to analyze the acoustic performance of the theater to ensure that it supports the narrative of Wayang Orang performances and similar types of performances. The analysis includes the materials used in the theater building and the acoustic performance variables, such as measurements of reverberation time, sound pressure level, and D50, using Rhinoceros software with the Pachyderm plug-in. A case study is conducted at the Wayang Orang Bharata Theater to analyze its acoustic performance and includes interviews with the theater audience. The measurement results show that overall, the acoustic performance of the Wayang Orang Bharata Theater is quite good, requiring only minor improvements in some areas to achieve optimal acoustic quality. The theater can add sound-absorbing materials, adjust the acoustic system, and conduct regular monitoring to maintain optimal acoustic conditions."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Fahmi Lutfi
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2000
S48235
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Universitas Indonesia, 1996
TA203
UI - Tugas Akhir Universitas Indonesia Library