Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 120302 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ritonga, Noah Chrisella Gabriel
"Makian atau umpatan merupakan sebuah perilaku bahasa yang lazim dalam budaya tutur lisan. Makian seringkali juga ditemukan dalam sketsa komedi atau sketch comedy. Dalam sebuah sketsa, seringkali menggunakan berbagai variasi kata makian beserta fungsinya yang juga beragam. Fungsi kata makian yang beragam dalam dialog muncul secara kontekstual yang dapat dilihat dari unsur nonverbal, seperti ekspresi wajah, suara, dan gerak tubuh. Menurut Andersson dan Trudgill serta Burridge dan Stebbins, kata makian memiliki empat fungsi, yakni abusive, expletivestylistic atau auxiliary, dan social atau humorous. Penelitian ini akan membahas bentuk makna dan fungsi kata makian dalam  tiga video sketsa komedi Slupschutters tahun 2019 dengan menggunakan metode desktriptif kualitatif serta penghitungan data. Hasil analisis menunjukkan beberapa temuan baru seperti kata tunggal yang bermakna positif bisa berfungsi sebagai kata makian dan terdapat variasi penggunaan interjeksi dalam tuturan lisan.
Pursing or swearing is a language behavior that is common in oral speech culture. Swearing can also be found in a sketch comedy. In a sketch, there are various swearwords with their own functions. Contextually, the variations of swearwords` function can be seen from nonverbal elements, such as facial expression, voice, and gesture. According to Andersson and Trudgill and Burridge and Stebbins, there are four functions of swearwords (expletive, abusive, stylistic/auxiliary, social/humorous). This journal focuses on the analyzing the swearwords` form of meaning functions in the three episodes of sketch comedy Sluipschutters (2019) based on context and speech situations they are spoken. This research uses qualitative descriptive method, supported by calculation of datas. Analysis` results show that there are several new findings, such as a single word that has a positive meaning can be used as a swear word and there are some variation in the use of interjection in oral speech

"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Rizka Yulianti
"ABSTRAK
Kata makian adalah sebuah kata yang digunakan untuk menghakimi, mengintimidasi dan merendahkan seseorang. Namun secara kontekstual, tidak semua kata makian mengacu pada hal negatif. Kata makian akan bersifat positif, seperti candaan atau pun tanda keakraban, tergantung dari konteks tutur dan situasi penuturan. Penelitian ini akan membahas fungsi makian menurut Andersson dan Trudgill serta Burridge dan Stebbins dalam film Belanda untuk remaja berjudul Ben X dengan menggunakan metode deskriptif analisis. Selain itu, model SPEAKING dan unsur-unsur nonverbal, seperti ekspresi wajah, suara, dan gerak tubuh, juga akan digunakan dalam paper ini.Penelitian bertujuan untuk memaparkan fungsi kata makian secara tepat dan benar sesuai konteks, sehingga menghindari kesalahpahaman antar penutur dan objek tutur. Kata makian memiliki empat fungsi, yakni expletive, abusive, stylistic atau auxiliary, dan social atau humorous. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat dua belas kata makian dan dominasi oleh fungsi abusive. Selain itu, ditemukan kata makian yang memuat dua fungsi sekaligus. Dalam film tersebut, kata makian tidak hanya ditemukan dengan tujuan intimidasi, tetapi juga untuk menunjukkan solidaritas antar kelompok.

ABSTRACT
Swear word is a word used to judge, intimidate and humiliate someone. But contextually, not all of swear words consist of negative nuance. Swear word can be used positively, such as in jokes and as form of solidarity, depending on the context. This reseacrch focuses on the function of swear words present in The Dutch film Ben X ,a film for teenagers. This research uses descriptive analytic method. The SPEAKING model and nonverbal elements, such as facial expressions, sounds, and gestures, will allso be used in his ressearch. This paper aims to identify and describe the function of swear words in an appropriate and correct manner according to the context to avoid misunderstanding. Swear word has four functions, namely expletive, abusive, stylistic or auxiliary, and social or humorous. The result shows that there are twelve swear words and it is dominanced by the abusive function. In addition, swear word can contain of two functions at once. In the film, swear words are not only found with the intention to intimidate, but also to show solidarity among groups."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Diani Abdianillah
"Dalam bukunya Funktionen von Jugendsprache, Susanne Augenstein mengemukakan bahwa salah satu fungsi bahasa remaja adalah alat mengekspresikan diri. Memaki adalah hal yang lumrah dilakukan oleh manusia, termasuk remaja. Memaki merupakan reaksi verbal terhadap rasa frustrasi atau kegagalan. Kehidupan remaja yang penuh konflik ini dapat dilihat dalam film Türkisch für Anfänger, di mana terdapat beberapa kata makian yang tidak diketahui jenis makiannya. Tujuan dari penulisan jurnal ini adalah untuk mengetahui jenis makian dalam film tersebut berdasarkan teori yang dikemukakan Jannis Androutsopoulos. Menurut Androutsopoulos, secara umum kata makian dibedakan menjadi dua, yaitu distanzierende Beschimpfung (makian yang menjauhkan) dan harmlose Beschimpfung (makian yang tidak menyakiti). Kemudian dia membaginya menjadi empat jenis, yaitu: rituelle (makian ritual), gerechtfertigte (makian yang dibenarkan), typisierende (makian yang menghakimi), dan distanzierende Beschimpfung (makian yang menjauhkan). Dari sebelas kata makian yang dianalisis, ditemukan gerechtfertigte, typisierende, dan distanzierende Beschimpfung, sementara itu tidak ditemukan harmlose Beschimpfung, walaupun pada akhir film para pemeran utama menjalin hubungan baik.

On her book Funktionen von Jugendsprache, Susanne Augenstein claims that one of the function of youth language is a tool for expressing the feeling. People are likely to swear, including teenagers. Swearing is verbal reaction towards frustration or failure. Teenagers´ life that full of conflicts can be seen in a film titled Türkisch für Anfänger, where swear words can be found, yet are not classified into particular kind of swear words. The purpose of this academic writing is to classify the kind of swear words in this film based on the theory of Jannis Androutsopoulos. According to Androutsopoulos, swear words are generally divided into two kinds, distanzierende Beschimpfung (distanced swear word) and harmlose Beschimpfung (harmless swear word). Then he divided them into four parts, rituelle (ritual swear word), gerechtfertigte (justified swear word), typisierende (judgmental swear word), and distanzierende Beschimpfung (distancing swear word). Eleven analyzed words are classified as gerechtfertigte, typisierende, and distanzierende Beschimpfung, whereas harmlose Beschimpfung can be found here, though in the end of the film the lead characters make a good relationship."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Margaretha Novirsta Sani
"ABSTRAK
Beberapa iklan menggunakan headline yang dapat memudahkan pembaca untuk mengetahui pesan dari sebuah iklan. Pemilihan headline tidak terlepas dari pemilihan kata yang menarik serta keterkaitannya dengan gambar dalam iklan. Penggunaan kata pada headline, baik headline yang secara langsung maupun tidak langsung menyampaikan pesan iklan, tidak terlepas dari target iklan tersebut dan cenderung menggunakan kata yang memiliki makna berdasarkan konteks iklan tersebut. Oleh karena itu, sering ditemukan kata-kata pada headline iklan yang mengalami perubahan makna dan memiliki asosiasi dengan gambar dalam iklan tersebut. Dalam penelitian ini, penulis menganalisis enam iklan dalam laman Machtsmit.de. Penelitian ini berfokus pada perubahan makna kata pada headline iklan dan keterkaitan kata tersebut dengan gambar yang ditampilkan dalam iklan. Analisis iklan ini menunjukkan proses perubahan makna kata yang ada pada headline iklan dan peran gambar dalam menunjang pesan yang ingin disampaikan melalui headline dalam iklan. Perubahan makna yang ada dalam iklan terbagi dalam beberapa jenis yang sebagian besar iklan menunjukkan bentuk perluasan makna. Perubahan makna ini juga menunjukkan adanya keterkaitan antara kata dengan gambar yang ada dalam iklan.

ABSTRACT
Several advertisements use headlines which make the reader understand the message behind the advertisements easier. The Selection of headline is inseperable from the selection of interesting word and the interrelation the picture in the advertisements. The use of the word in the headline, either the direct or indirect headline conveys advertising messages, can not be separated from the target the advertisements, and it tends to use words that have meanings based on the context of the advertisement. Therefore, it is often found the words in the advertisement headlines change the meaning and have an association with the image in the advertisement. In this thesis, the author analyze six advertisements in website Machtsmit.de. The analyses focus on the change of meaning of the words in Machsmit.de advertisements. This advertisement analysis shows the process of changing about the meaning of words in the headline and the role of images that supports the message to be conveyed by the headline in the advertisements. The change of meaning in the advertisement is divided into several types which most of them show the extension meanings. The change of meaning also indicates the relation between the words with images in the advertisements.
"
2016
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Yuanda Putri
"Penelitian ini membahas mengenai penerjemahan kata umpatan dalam novel Pasung Jiwa yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman dengan judul Gebunden. Pembahasan penelitian ini adalah pergeseran dalam terjemahan, yaitu pergeseran bentuk dan makna. Selain itu, penelitian ini juga membahas kecenderungan penerjemahan mengenai orientasinya pada bahasa sumber atau pada bahasa sasaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh kata umpatan yang telah diterjemahkan mengalami pergeseran pada tiap penerjemahannya, baik itu pergeseran bentuk maupun pergeseran makna. Penerjemahan kata umpatan lebih cenderung berorientasi pada bahasa sasaran agar dapat dipahami baik oleh pembaca dari bahasa sasaran.

This research attemps to explain the translation of swear words found in novel Pasung Jiwa by Okky Madasari which is translated into german with the title Gabunden. The focus discussion of this research is the shifts in translation, namely the shift of meaning in translation and the shift of form in translation. Besides, this research also attempts to explain the tendency of translator about their orientation of translation to the source language or to the target language. This research applies the qualitative method in form of literature study. The result shows that the translated swear words mostly have more than two shifts of translation. The translation of swear words tends to be more target language oriented in order to be well understood by readers of the target language."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2018
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kaban, Abdul Manan Akbar
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S46946
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bancin, Berna Detta
"Kata scheiβe merupakan salah satu contoh kata vulgar dalam bahasa Jerman yang memiliki fungsi komunikatif. Di samping itu, kata ini adalah kata umpatan yang paling sering digunakan di negara berbahasa Jerman. Kata ini memiliki lebih dari satu makna dan dapat diaplikasikan dalam berbagai ujaran. Penggunaannya juga dapat ditemukan dalam iklan. Kemunculan kata scheiβe dalam iklan turut menimbulkan makna afektif yang tergantung dari konteks iklannya.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis makna apa yang muncul dari penggunaan kata-kata Vulgarismen scheiβe yang ditampilkan iklan Astra, Media Markt, dan TOOM, serta ada tidaknya perubahan makna kata tersebut beserta fungsi komunikatifnya yang digunakan dalam iklan. Berdasarkan hasil penelitian, makna kata scheiβe yang muncul dalam iklan memiliki makna yang berbeda-beda sesuai dengan konteks kalimat dalam iklan. Penggunaan kata ini dalam iklan juga memiliki makna afektif yang berbeda sesuai dengan konteks masing-masing iklan.

Scheiβe is one of the examples of the vulgar words in German that has communicative function. Beside that, this word is one of the frequently used German swearwords in German speaking countries. It has more than one meaning and it can also be applied in so many different uses. The use of this word can be found in advertisement as well. The appearance of this word in ads has the affective meaning based on the ads context.
This research aims to know what kind of meaning does this word have which is shown in the Astra, Media Markt, and Toom's ads; to know whether it has different meaning as well as its communicative function in ads. Based on the result,the word scheiβe in ad have different meanings according to the context of the sentence in the ad. The use of this word in ad also has an affective different meanings according to the context of each ad
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2016
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Meliala, Amanda Cornella
"Dalam berinteraksi dengan sesama manusia, bahasa adalah sarana penting yang digunakan manusia - tidak hanya untuk berkomunikasi, melainkan juga untuk menjalin hubungan dengan orang lain di sekitarnya. Bahasa menjadi penting dalam kehidupan, karena bahasa merupakan alat yang digunakan manusia untuk menuangkan gagasan, menyampaikan informasi, mengemukakan pendapat, dan mengungkapkan perasaan. Skripsi ini merupakan suatu penelitian mengenai salah satu fungsi bahasa yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan, yaitu fungsi ekspresif atau emotif, yang terdapat pada data tuturan yang diambil dari novel Breaking Dawn karya Stephenie Meyer.
Fokus penelitian ini adalah analisis terhadap fungsi dan bentuk tuturan ekspresif yang terdapat pada Buku Satu - dari tiga ‘buku’ - pada Breaking Dawn, yang diceritakan menurut perspektif Bella Swan. Untuk menganalisis korpus data ini, digunakan teori tindak tutur yang dikemukakan oleh John Austin dan John Searle, dan fungsi bahasa oleh Dell Hymes.
Dengan melakukan penelitian ini, penulis menemukan bahwa dari seluruh tuturan ekspresif yang dianalisis, fungsi tuturan yang paling sering muncul ialah fungsi pengungkap kegugupan dan fungsi penyampai perasaan menyesal. Selain itu, bentuk tuturan yang paling banyak digunakan ialah bentuk tindak tutur langsung literal, satu dari empat bentuk tindak tutur menurut kategori yang diutarakan Searle. Hasil temuan penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi bidang linguistik dan menambah referensi dalam penelitian selanjutnya, terutama mengenai fungsi ekspresif.

In interacting with other human beings, language is an important means used - not only to communicate, but also to make a relation with others around them. Language is important in one’s life because it is the device that one uses to deliver ideas, convey information, propose opinions and express feelings. This essay is a study about one of the language functions that is used to express feelings, called the expressive or emotive function, occurring in the novel Breaking Dawn written by Stephenie Meyer.
This study analyzes the functions and forms of expressive speech acts found in Book One - one of three ‘books’ - of Breaking Dawn, which is told from the perspective of Bella Swan, one of its main characters. The theory of speech acts by John Austin and John Searle, and the theory of language functions by Dell Hymes will be applied to analyze the data.
This study has found that the speech function that appears the most is the function to express nerve and the expressive speech to apologize. It is also found that the speech form most frequently used is the direct literal speech act, one of the four speech act forms categorized by Searle. The findings of this study are expected to contribute to the linguistics and could add on to the reference in further related studies, especially in the research about expressive function.
"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2013
S45591
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hafshoh Arrobbaniyah
"Skripsi ini membahas tentang "Bentuk dan Makna Sorban di Indonesia". Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui bentuk serta makna sorban yang berkembang di Indonesia. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kepustakaan (library search) dengan mencari sumber-sumber referensi yang berkaitan dengan sorban dan perkembangannya di dunia dan Indonesia, serta metode wawancara dengan narasumber untuk menunjang sumber referensi. Analisis yang digunakan adalah teori akulturasi yang dikemukakan oleh Yong Yun Kim serta konsep komodifikasi agama dalam menganalisis makna sorban di Indonesia oleh Pattana Kitiarsa. Hasil dari analisis ini adalah bentuk sorban di Indonesia merupakan hasil akulturasi dengan bentuk sorban di Timur Tengah, khususnya Yaman dan India. Selain sebagai komodifikasi agama, sorban juga dapat bermakna sebagai komoditas.

This undergraduate thesis discusses about "The Form and Meaning of Turban in Indonesia". To determine the form and meaning of turban in Indonesia is the purpose of this study. The methodology which is used in this study is the study of literature (library search) to find the source of references which relating to the turban and its development in the world and Indonesia, also the interviews with informants to support the reference. This undergraduate thesis used the theory of acculturation propounded by Young Yun Kim to analyze the forms of a turban in Indonesia, and the concept of commodification of religion propounded by Pattana Kitiarsa to analyze the meaning of turban in Indonesia. The results of this study is the form of turban in Indonesia is an acculturation product with the turban in Middle East, especially in Yemen and India. Aside from being a religious symbol, turban can also meaningful as a commodity."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S58718
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>