Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 114067 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Dwi Retno Juniarti
"ABSTRAK
Adsorpsi zat warna Disperse red 50 pada kain poliester dilakukan dengan
dengan menggunakan surfaktan Lauril glukosida sebagai agen pendispersi untuk
mencegah aglomerasi serta meningkatkan kelarutan zat warna Disperse red 50
dalam air. Proses pewarnaan kain poliester menggunakan zat warna dispersi
terbagi menjadi dua yaitu dengan adanya carrier dan tanpa carrier (suhu tinggi).
Untuk menghindari penggunaan suhu tinggi maka pada penelitian ini dilakukan
studi adsorspi zat warna dispersi pada kain poliester dengan menggunakan
metode sonikasi dan akan dibandingkan dengan adsorpsi zat warna dispersi pada
kain poliester dengan adanya carrier yaitu vanillin. Hasil optimasi metode
sonikasi menunjukkan adsorpsi berlangsung optimum pada konsentrasi surfaktan
55 ppm, waktu sonikasi 10 menit, waktu kontak 100 menit, pH 4 dan suhu 90oC.
Hasil optimasi dengan adanya carrier menunjukkan adsorpsi berlangsung
optimum pada konsentrasi surfaktan 55 ppm, massa vanillin 0.125 g, waktu
kontak 50 menit, pH 4 dan suhu 90oC. Sementara itu hasil optimasi adsorpsi tanpa
sonikasi maupun carrier berlangsung optimum pada konsentrasi surfaktan 55
ppm, waktu kontak 60 menit, pH 4 dan suhu 90oC. Studi kinetika menunjukkan
laju adsorpsi zat warna dispersi pada kain poliester paling cepat dengan adanya
carrier yaitu 0,01212 g/mg menit dan laju adsorpsi dengan sonikasi 0,0195 g/mg
menit. Sementara itu laju adsorpsi zat warna dispersi pada kain poliester tanpa
sonikasi maupun penambahan carrier memiliki laju adsorpsi paling lambat yaitu
0,0142 g/mg menit. Proses adsorpsi Disperse red 50 pada kain poliester dengan
dan tanpa sonikasi mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir. Sedangkan
proses adsorpsi Disperse red 50 dengan penambahan carrier vanillin mengikuti
model isoterm adsorpsi Freundlich.

ABSTRAK
Adsorption disperse red 50 at polyester fabrics using Lauryl glucoside as
surfactant to prevent aglomeration of Disperse red 50, an azo disperse dyes and
increase their solubility in water. Main methods of dyeing polyester with disperse
dyes are using high temperature and the presence of accelerating agent or carrier
in low temperature. To avoid using High temperature in dyeing process, This
reserach using another method which is sonication to decrease dyes particle size.
Sonication is expected to make dyes adsorbed to polyester fabrics easily. This
reserach also compare sonication method to carrier method. Vanillin used as
carrier in this reserach. Optimum condition of adsorption with sonication occur at
concentration of surfactant 55 ppm, sonication time 10 minute, contact time 100
minute, pH 4, and temperature 90oC. Optimum condition of adsorption with the
presence of carrier occur at concentration of surfactant 55 ppm, vanillin 0.125g,
contact time 50 minute, pH 5, and temperature 90oC. Meanwhile, optimum
condition of adsorption without both of sonication and carrier occur at
concentration of surfactant 55 ppm, contact time 60 minute, pH 4, and
temperature 90oC. Kinetics studies for all of methods fitted well with pseudo
second order with adsorpstion rate for sonication method 0,0195 g/mg minute, for
carrier method 0,0212 g/mg minute and without both sonication and carrier
0,0142 g/mg minute. Adsorption of disperse red 50 at polyester fabrics with the
presence of carrier fitted well with Freundlich isotherm model. Meanwhile
without the presence of carrier, adsorption fitted well with Langmuir isotherm
model."
2016
S64242
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Yuliana Kartika
"Adsorpsi zat warna Disperse Red-60 pada kain poliester menggunakan green carrier dari ekstrak daun pohpohan (Pilea melastomoides) telah berhasil dilakukan. Dalam penelitian ini, akan dibandingkan tiga metode antara lain metode adsorpsi menggunakan green carrier, vanillin, dan tanpa carrier. Pada penelitian ini dilakukan karakterisasi kain poliester, surfaktan lauryl glukosida, dan carrier menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR). Zat warna Disperse Red-60 dilakukan karakterisasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dan Fourier Transform Infra Red (FTIR).Karakterisasi FTIR green carrier menunjukkan bahwa senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan polifenol pada ekstrak daun pohpohan dapat berperan sebagai carrier. Karakterisasi FTIR pada Disperse Red-60 menunjukkan bahwa terdapat gugus fungsi hidroksil, amina, dan keton. Penentuan jumlah zat warna yang teradsorpsi dilakukan dengan cara mengukur absorbansi larutan sisa pencelupan menggunakan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang maksimum. Spektrum UV-Vis menunjukkan panjang gelombang maksimum Disperse Red-60 pada 589 nm. Nilai qe pada adsorpsi Disperse Red-60 menggunakan green carrier, vanillin, dan tanpa carrier saat kondisi optimum adalah 6,1931 ; 5,1253; dan 4,6956 mg/g. Proses adsorpsi zat warna Disperse Red-60 pada kain poliester pada ketiga metode adsorpsi mengikuti isoterm adsorpsi Freundlich. Kapasitas adsorpsi untuk metode green carrier,vanillin, dan tanpa carrierberturut-turut 323,9330 mg/g ;208,73mg/g; 70,7702 mg/g. Kinetika reaksi ketiga metode mengikuti orde dua semu. k2 green carrier = 0,0135 g/mg menit , k2 vanillin= sebesar 0,010 g/mg menit, dan k2 tanpa carrier = 0,00295. Berdasarkan kapasitas dan kinetika adsorpsi, adsorpsi Disperse Red-60 terbaik adalah dengan metode menggunakan green carrier.

Adsorption of Disperse Red-60 on polyester fabrics using green carier from a leaf extract pohpohan (Pilea melastomoides) have been done. In this research, will be compared three methods such as adsorption using green carrier, vanillin and without carrier. Polyester fabrics, surfactant lauryl glucoside, and carrier characterized by Fourier Transform Infra Red (FTIR). Disperse Red-60 were characterized using UV-Visible spectrophotometer, and Fourier Transform Infra Red (FTIR). FTIR characterization showed that the compound of alkaloids, flavonoids, and polyphenols on a leaf extract pohpohan can be used as carrier. FTIR characterization on Disperse Red 60 showed that the compound of hydroxyl, amina, and ketones. U-Vis spectra show maximum wavelength on Disperse Red-60 in 589 nm. Adsorption of Disperse Red-60 on polyester fabrics in three methods fitted well with Freundlich isoterm model. But in method without carrier fitted well with Langmuir isoterm. Capacity adsorption in(KF) is KF green carrier 323,9330 mg/g, KF vanillin = 208,73 mg/g and KF tanpa carrier = 70,7702 mg/g. Kinetics studies fitted well with pseudo second order where k2 green carrier = 0,0135 g/mg menit , k2 vanillin= sebesar 0,010 g/mg menit, and k2 without carrier = 0,00295 g/mg menit. Based on capacity and kinetics adsoption, the best adsorption of Disperse Red-60 is using green carrier."
2016
S64956
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Syifa Audia
"ABSTRAK
Zat warna dispersi merupakan zat warna khusus yang digunakan untuk mewarnai kain poliester. Pada penelitian ini, dilakukan studi terhadap proses adsorpsi zat warna Disperse Blue 56 pada kain poliester dengan metode tanpa carrier (100) dan dengan penambahan carrier (90). Carrier yang digunakan merupakan senyawa aktif dari Ekstrak Daun Alang-alang (EDA). Banyaknya zat warna yang teradsorp pada kain diketahui dengan mengukur nilai absorbansi awal dan sisa menggunakan Spektrofotometer UV-Vis. Dilakukan uji variasi beberapa variabel pada sistem, yaitu konsentrasi surfaktan, konsentrasi carrier, waktu kontak, pH, dan suhu untuk menentukan kondisi optimum. Kondisi optimum adsorpsi Disperse Blue 56 tanpa carrier dicapai pada konsentrasi surfaktan 75 ppm, waktu kontak 50 menit, pH 5, dan suhu 100, sementara kondisi optimum adsorpsi Disperse Blue 56 dengan carrier EDA dicapai pada konsentrasi surfaktan 55 ppm, konsentrasi ekstrak 17,5 ppm, waktu kontak 70 menit, pH 4, dan suhu 90. Selain itu dibandingkan pula dengan carrier vanilin yang memiliki nilai optimum pada konsentrasi surfaktan 75 ppm, konsentrasi carrier 70 ppm, waktu kontak 50 menit, pH 4, dan suhu 90. Proses adsorpsi Disperse Blue 56 tanpa carrier mengikuti model isoterm adsorpsi Langmuir dengan nilai Qm sebesar 9,1525 mg g-1dan pemodelan kinetika adsorpsi orde dua semu dengan nilai konstanta laju (k2) sebesar 0,0221 g mg-1 menit-1. Proses adsorpsi Disperse Blue 56 dengan carrier vanilin mengikuti model isoterm adsorpsi Freundlich dengan nilai Kf sebesar 48,6071 mg/g, sedangkan penggunaan carrier EDA tidak mengikuti model isoterm Langmuir maupun Freundlich. Pemodelan kinetika adsorpsi dari penggunaan carrier EDA maupun vanilin mengikuti orde dua semu dengan konstanta laju (k2) sebesar 0,0081 g mg-1 menit-1dan 0,0028 g mg-1 men

ABSTRAK
Disperse Dye is a special dye which used to coloring polyester fabric. In this study, carried out a study of the adsorption process Disperse Dye Blue 56 on the polyester fabrics with a method without carrier (100℃) and with the addition of the carrier (90℃). Carrier which used is the active compounds from the Cogongrass leave extract (EDA). The amount of dye on fabrics determined by measuring the absorbance value of the initial and residual use UV-Vis Spectrophotometer. Tested the variation of some variables in the system, namely the surfactant concentration, carrier concentration, contact time, pH, and temperature to determine the optimum conditions. The optimum condition of adsorption of Disperse Blue 56 with no carrier is achieved at a concentration of 75 ppm surfactant, a contact time of 50 minutes, pH 5, and a temperature of 100℃, while the optimum adsorption conditions Disperse Blue 56 with carrier EDA achieved on the surfactant concentration 55 ppm, the concentration of the extract 17.5 ppm, contact time of 70 minutes, pH 4, and a temperature of 90 ℃. Moreover compared well with vanillin carrier that has optimum value at a concentration of surfactant 75 ppm, 70 ppm carrier concentration, contact time of 50 minutes, pH 4, and a temperature of 90 ℃. The adsorption of Disperse Blue 56 without carrier follows the Langmuir adsorption isotherm models with Qm value of 9.1525 mg g-1 and the adsorption kinetics modeling of pseudo second-order rate constant value (k2) of 0.0221 mg g-1 min-1. The adsorption process Disperse Blue 56 with carrier vanillin following the model of Freundlich adsorption isotherms with Kf value of 48.6071 mg / g, while the use of EDA carrier did not follow the Langmuir and Freundlich isotherm models. Modelling of the adsorption kinetics of vanillin and EDA following the pseudo second-order rate constant (k2) of 0.0081 mg g-1 min-1 and 0.0028 g mg-1 min-1."
2016
S64247
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Dyah Utami S.A.
"Zat warna yang ditambahkan ke dalam makanan dengan tujuan membuat makanan tersebut menjadi lebih menarik tidak semuanya aman untuk dikonsum-si. Secara teoritis dan berdasarkan percobaan diketahui bahwa zat warna sintetik golongan azo dapat menimbulkan kanker. Karena metabolitnya yaitu amin aro-matis primer bersifat karsinogen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis zat warna yang ada pada makanan berwarna merah, kuning dan jingga. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan serat bulu domba. Identifikasi senyawa azo di-lakukan dengan merefluks larutan hasil ekstraksi menggunakan serbuk seng hingga senyawa azo tereduksi. Penambahan pereaksi p-DAB HCl membuktikan terdapatnya gugus amin aromatis primer yang menunjukkan adanya senyawa azo. Nilai Rf hasil kromatografi kertas menunjukkan bahwa zat warna azo pada sampel saos cabai adalah Ponceau 4R dan Sunset Yellow FCF, sedangkan pada sampel kerupuk merah dan kerupuk jingga adalah Sudan I. Penentuan kadar Ponceau 4R dan Sunset Yellow FCF pada saos cabai dilakukan secara spektrofotometri UV-Vis menggunakan metode analisis multikomponen, hasilnya menunjukkan kadar Ponceau 4R sebesar 0,00378 dan Sunset Yellow sebesar 0,0218 %."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2005
S32501
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>