Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 106559 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Dunggio, Muhammad Yusuf Ramly
"ABSTRAK
Pada perhitungan Scalling Index biasanya dilakukan analisis sepuluh ion (Ten Ion Analysis) untuk menganalisis air formasi. Analisis sepuluh ion adalah serangkaian analisis kuantitatif yang meliputi 5kation yaitu : Ca , Mg , Ba , Sr , dan Na serta 5 anion yaitu : SO4 , Cl , OH , HCO3 , CO3 termasuk didalamnya pH, kerapatan jenis (Specific Grafity) dan resistivitas. Hasilnya kemudian diolah secara perhitungan untuk mengetahui dampak dari keberadaan ion tersebut terhadap kecenderungan pembentukan senyawa-senyawa dengan kelarutan kecil yang dapat menyebabkan terbentuknya kerak.
Masalah yang seringkali timbul akibat pembentukan kerak adalah penyempitan pipa-pipa pengeboran yang berakibat pada berkurangnya kapasitas produksi, selain kerusakan dini peralatan pengeboran. Kedua hal tersebut jika ditinjau dari segi ekonomi sangatlah tidak ekonomis dan cenderung merugikan. Untuk itu banyak upaya dilakukan guna mencegah timbulnya kerak ataupun menghilangkan kerak yang pernah terbentuk."
2008
TA1696
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Wida Herbinta
"Latar Belakang: Manajemen jalan nafas alternatif dengan menggunakan Laryngeal Mask (LM) yang dilakukan perawat sebagai penolong pertama yang melakukan resusitasi jantung paru (RJP) pada situasi henti jantung didalam rumah sakit sebelum tim resusitasi datang. Penelitian ini meneliti perawat dengan pengalaman minimal melakukan manajemen jalan nafas akan lebih mudah melakukan pemasangan Laryngeal Mask Supreme pada manekin dibandingkan dengan pemasangan Laryngeal Mask Unique.
Metode: Sebanyak 86 perawat dengan pengalaman manajemen jalan nafas minimal ikutserta sebagai subyek penelitian. Materi tentang anatomi jalan nafas, teknik, demonstrasi dan latihan pemasangan LM Supreme dan LM Unique pada manekin diberikan sampai subyek penelitian mampu memasang alat tersebut. Data penelitian diambil setelah pemberian materi selesai. Kemudahan pemasangan ditentukan jika memenuhi semua kriteria dari variabel keberhasilan pemasangan, jumlah upaya pemasangan < 2 kali dan lama waktu pemasangan < 30 detik.
Hasil: Pemasangan LM Supreme yang mudah didapatkan sebesar 82 (52,6%) dan LM Unique 74 (47,4%). Pemasangan LM Supreme yang tidak mudah didapatkan sebesar 4 (25,0%) dan LM Unique 12 (75,0%). Uji statistik dengan uji Chi Square didapatkan perbedaan bermakna dalam hal kemudahan pemasangan (p<0,05).
Kesimpulan: Pemasangan LM Supreme yang dilakukan oleh perawat pada manekin lebih mudah dibandingkan dengan pemasangan LM Unique.

Background: Alternative airway management using the Laryngeal Mask by nurses who performed the first cardiac pulmonary resuscitation (CPR) on the situation in hospital cardiac arrest before resuscitation teams arrived. This study examined nurses with minimal experience doing airway management will be easier to perform the insertion of the Laryngeal Mask Supreme on manikins compared with Laryngeal Mask Unique insertion.
Methods: Eighty six nurses with minimum experience of airway management were participate in the study. The material on airway anatomy, technique of insertion, demonstration and practice insertion of Supreme Laryngeal Mask and Unique Laryngeal Mask on the manikins is given until subjects were able to insert the tool. The data were taken after the administration of the material is complete. Ease of installation is determined if it meets all the criteria of the variable success of the insertion, the number of attempts <2 times and installation time <30 sec.
Results: Insertion of the Supreme Laryngeal Mask easily obtained for 82 (52.6%) and Unique Laryngeal Mask 74 (47.4%). Insertion Supreme Laryngeal Mask that is not easy to come by 4 (25.0%) and LM Unique 12 (75.0%). Statistical test Chi Square test found a significant difference in terms of ease of insertion (p <0.05).
Conclusion: Insertion of the Laryngeal Mask Supreme performed by nurses on a manikins easier than the insertion of the Laryngeal Mask Unique.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2014
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 1990
TA6
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Jihand Aulia Sashiomarda
"ABSTRAK
Petir merupakan fenomena alam yang bersifat desruktif yang dapat membahayakan kehidupan makhluk hidup. Data pemetaan petir sangat dibutuhkan oleh perusahaan asuransi untuk membuktikan bahwa lokasi tersebut tersambar petir. Data pemetaan petir tersebut diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dari perangkat Lightning Detector yang terbatas dan relatif mahal harganya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah sistem yang dapat mendeteksi lokasi petir dengan bermodalkan smartphone android dengan metode trilateration. Prinsip kerja sistem ini dimulai dari perangkat android yang merekam gelombang elektromagnetik dan suara guntur yang dihasilkan petir. Sistem pengenalan suara petir berbasis Convolutional Neural Network (CNN) digunakan dalam sistem yang dibangun. Selanjutnya data lokasi (lintang dan bujur) dari Global Positioning System (GPS) akan dikirim ke server untuk dihitung sehingga mendapatkan nilai jarak antara dari lokasi petir dan lokasi perangkat android. Beberapa perangkat android (minimal tiga perangkat) akan menghasilkan titik perpotongan dengan metode trilateration. Titik perpotongan tersebut dapat diasumsikan lokasi petir.

ABSTRACT
Lightning is a destructive natural phenomenon in nature that can endanger the lives. Lightning mapping data is needed by insurance companies to prove that the location was struck by lightning. The lightning mapping data was obtained from the Meteorology, Climatology and Geophysics Agency (BMKG) from the Lightning Detector device which was limited and relatively expensive. Therefore, this study aims to create a system that can map the distribution of lightning with an android smartphone using the trilateration method. The working principle of this system starts from an android device that records electromagnetic waves and the sound of thunder generated by lightning. The lightning voice recognition system based on the Convolutional Neural Network (CNN) is used in the built system. Then the location data (latitude and longitude) from the Global Positioning System (GPS) will be sent to the server to be calculated so that the distance between the location of the lightning and the location of the android device is obtained. Some android devices (at least three devices) will generate the intersection point by the trilateration method. The point of intersection can be assumed to be the location of the lightning."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"Terdapat beragam metode pengambilan data yang digunakan untuk penilaian kondisi terumbu karang, salah satunya adalah metode transek foto bawah air (Underwater Photo Transect= UPT). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi apakah metode UPT layak dipakai sebagai metode alternatif untuk penilaian kondisi terumbu karang dengan cara membandingkan antara data yang diperoleh menggunakan metode UPT dengan data yang diperoleh dengan menggunakan metode lain yang telah dikenal umum, yaitu metode transek sabuk (Belt Transect=BT) dan transek garis intersep (Line Intercept Transect=LIT). Hasilnya menunjukkan bahwa persentase tutupan biota dan substrat tidak berbeda nyata antar ketiga metode.
"
OLDI 38:3 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Samosir, Biborn Tua
"ABSTRAK
PT. X adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang produksi bingkai foto.
Perakitan tempat dilakuknnnya penelitian ini, merupakan salah satu divisi yang ada di perusahaan ini, selain divisi pengolahan kayu dan divisi finishing kayu.
Dalam rangka pengalihan sebagian kapasitas produksi ke pabrik yang baru, maka pihak perusahaan melakukan pengalokasian tenaga kerja langsung, agar jumlah tenaga kerja langsung yang ada pabrik yang lama dalam jumlah yang seimbang dengan jumlah kapasitas produksi baru.
Berdasarkan keadaan yang ada di atas, maka diadakan penelitian tentang berapa jumlah tenaga kenja yang seimbang untuk kondisi kapasitas produksi yang baru, agar efisiensi produksi dapat ditingkatkan menjadi lebih tinggi dari efisiensi produksi yang lama.
Kelebihan tenaga kelja yang ada akan dialokasikan untuk divisi perakitan pada pabrik yang baru.
Dengan menggunakan metode-metode dalam penyeimbangan lintas, dalam hal ini yang digunakan metode Peringkat Bobot Posisi dan metode COMSOAL, dapat diperoleh hasil penyeimbangan berupa jumlah tenaga kerja langsung, stasiun kerja yang baru, nilai efisiensi, tundaan waktu (balance delay) dan Iain-lain. Setelah penelitian dan perhitungan dilalcukan, basil yang diperoleh ternyata menunjukkan bahwa kenerja lintas terpasang pada kondisi awal memang cukup rendah dihandingkan dengan hasil penyeimbangan lintas yang dilakukan setelah penelitian. Hasil perhitungan diperoleh, diselesaikan dengan menggunakan bantuan program komputer QSOM

"
1996
S36657
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widhariyani Purnomoputri
"Pendahuluan: Analisis foto ekstraoral tampak frontal dan lateral sangat penting dalam penegakkan diagnosis dan pembuatan rencana perawatan ortodonti. Analisis dengan metode konvensional merupakan gold standard dalam analisis foto ekstraoral, namun umumnya memakan waktu. Perkembangan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence kini dapat mempermudah analisis foto ekstraoral, dengan menggunakan WebCeph. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan hasil pengukuran foto ekstraoral tampak frontal dan lateral antara WebCeph dengan metode konvensional pada pasien ortodonti. Metode: Foto ekstraoral tampak frontal dan lateral dari 35 subjek penelitian didapatkan sesuai kriteria inklusi. Terdapat 17 parameter hasil pengukuran foto ekstraoral yang dianalisis. Uji paired t test digunakan untuk menguji perbedaan kedua metode. Interclass correlation coefficient (ICC) dan Bland-Altman plot digunakan untuk menguji reliabilitas antara kedua metode. Hasil: Selain pada sudut nasofasial, nasolabial dan mentolabial, tidak terdapat perbedaan hasil pengukuran foto ekstraoral tampak frontal dan lateral pada seluruh parameter antara kedua metode (p<0.05). Seluruh parameter menunjukkan kesepakatan hampir sempurna antara kedua metode (ICC>0.81). Kesimpulan: Meskipun terdapat perbedaan signifikan pada beberapa parameter antara WebCeph dengan metode konvensional, namun tidak terlihat perbedaan secara klinis.

Introduction: Analysis of extraoral photos in frontal and lateral views is crucial in establishing the orthodontics diagnosis and treatment planning. Conventional analysis methods are considered to be the gold standard in extraoral photo analysis, but its time consuming. The development of digital technology based on artificial intelligence now facilitates extraoral photo analysis, using WebCeph. Objective: This study aims to analyze the differences in measurement of frontal and lateral extraoral photos between WebCeph and conventional methods on orthodontics patients. Methods: Frontal and lateral extraoral photos of 35 subjects were obtained according to inclusion criteria. Seventeen parameters of extraoral photo measurements were analyzed. Paired t tests were used to evaluate the differences between the two methods. Interclass correlation coefficient (ICC) and Bland-Altman plots were used to determine agreement between the two methods. Results: Except for nasofacial, nasolabial, and mentolabial angles, all other parameters presented no significant differences between the two methods in measurement of frontal and lateral extraoral photos (p <0.05). All parameters showed almost perfect agreement between the two methods (ICC> 0.81). Conclusion: Although significant differences were detected in some measurements between WebCeph and conventional methods, but there was no clinically significant difference."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2024
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Anak Agung Sagung Paramitha Maharani Putra
"Pada sistem transnmisi long-haul fiber optik yang menggunakan input daya yang tinggi dan memiliki jarak transmisi yang jauh, gangguan-gangguan dapat terjadi selama proses propagasi. Gangguan-gangguan ini dapat dikategorikan menjadi efek linear dan non-linear yang dipengaruhi oleh kebergantungan intensitas terhadap medium indeks n. Efek-efek ini dibagi terbagi menjadi beberapa orde dan dianalisa secara terpisah karena setiap orde memiliki efek yang berbeda satu sama lain. Pada penelitian ini, dispersi yang menjadi bagian dari efek linear dan beberapa efek non linear akan dianalisa. Secara lebih spesifik, fokus utama dari paper ini adalah keberadaan pulse broadening, pulse oscillation, dan evolusi spektral yang terjadi di dalam pulsa signal. Pendekatan yang baru mengenai pemodelan metode orde tinggi dari NLSE diajukan untuk menjadi topik pembahasan skripsi ini untuk mendeteksi dan menganakusa efek-efek tersebut. Skema baru ini menggunakan high orders sequence, SSFM, dan Symmetrized SSFM yang akan digunakan untuk menganalisa setiap orde di dalam NLSE. Skema baru ini didasarkan kepada deret orde tinggi dari NLSE yang akan digunakan untuk mengklasifikasikan efek-efek dari parameter-parameter yang ada. Selanjutnya, beberapa metode chirping dari setuap input pulsa juga akan didiskusikan untuk mengkomparasi pulsa yang sudah ataupun belum diberlakukan efek chirping. Sehingga ditemukan bahwa metode chirping juga mempengaruhi hasil dispersi karena kebergantungan dari parameter-parameter-parameter orde tinggi NLSE terhadap metode chirping. Selain itu ditemukan pula bahwa hasil terbaik untuk simulasi berada pada nilai rata-rata PBR yaitu 2,4833 untuk nilai variabel non linear yang tetap, 1,8944 untuk nilai tetap, dan nilai intensitas fiber sebesar 2,433 a.u pada 0,1 untuk TOD. Analisa lebih lanjut terhadap hasil simulasi MATLAB juga dijabarkan di dalam tugas akhir ini.

In a long-haul optical fiber transmission system which uses a high power input and a long distance transmission, disturbances can occur during the propagation process. These disturbances can be categorized into linear and non-linear effects which are affected by the intensity dependence of fiber optic refractive index n . These effects are divided into several orders and analyzed separately since each of the orders has different effects. In this research, dispersion which is part of the linear effect and some of the non linear effects are analyzed. More specifically, the main focus of this paper will be on the phenomena of pulse broadening, oscillation and spectral evolution that occur within a signal pulse. A novel approach which is based on the modeling of high order method of NLSE, SSFM, and Symmetrized SSFM within the modelled equation were proposed in this final project in order to detect and analyze those effects. This new scheme is based on the high order sequence of NLSE which will be used to classify the effects of the parameters. Furthermore, various chirping methods for each input pulse were also discussed to compare the chirped and unchirped pulses. Consequently, it was found that the chirping method affected the dispersion result due to the dependencies of high order parameter with respect to the chirping constants and the best result of PBR found in the average of 2,4833 for constant non linearity variabel, 1,8944 for constant variabel, and 2,433 at 0,1 for best intesity fiber in TOD. Further analysis of the MATLAB results is also presented in this paper based on each output."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2015
S60423
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita Panca Wardhani
"Semivariogram adalah fungsi yang dapat menyatakan korelasi spasial pada data spasial. Semivariogram digunakan untuk mencari bobot pada kriging. Semivariogram mempunyai beberapa parameter diantaranya sill dan range. Parameter tersebut biasanya ditaksir berdasarkan plot semivariogram yang dihitung dari data sampel terhadap jaraknya. Metode ini biasa disebut metode klasik. Namun pada skripsi ini akan digunakan metode lain untuk menaksir parameternya. Metode yang digunakan adalah metode linear programming.
Sesuai dengan cara kerja linear programming yang dapat menghasilkan solusi optimal, diharapkan parameter yang ditaksir dengan metode linear programming lebih baik dibandingkan dengan metode klasik. Dalam tugas akhir ini metode klasik dan metode linear programming diterapkan untuk kasus data tertentu dan hasilnya adalah metode linear programming menghasilkan taksiran parameter yang lebih baik dibandingkan metode klasik, berdasarkan uji statistik tertentu. Selain itu, metode linear programming juga..."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
S27868
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>