Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 170808 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Allenidekania
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
"Untuk mengetahui hubungan antara hasil pengukuran tekanan darah dengan waktu pengukuran yang dilakukan setelah klien bangun tidur dan menentukan waktu yang tepat untuk pengukuran tekanan darah setelah kiien bangun tidur, dilakukan penelitian kuantitatif analitik terhadap 120 klien di Rumah Sakit Bhakti Yudha Depok dari tanggal 27 Desember 2001 sampai dengan 22 Januari 2002. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan bermakna / korelasi tinggi / sangat kuat (r = 0,99 - 1) antara hasil pengukuran tekanan darah dengan waktu pengukuran yang dilakukan setelah klien bangun tidur dan waktu pengukuran tekanan darah terbaik adalah 20 menit setelah klien bangun tidur."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5222
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Tujuan Umum:
mampu melakukan pengukuran tekanan darah (secara tidak langsung).
Tujuan Khusus:
1. Mengukur tekanan darah arteri brakhialis dengan cara auskultasi.
2. Menyebutkan nilai tekanan darah arteri brakhialis menurut metode lama dan metode baru."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 1998
TA-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tri Utami Pramudyastuti
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26520
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Siti Mardhiyah
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2010
S26590
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Budhiantini Bagyo Moeliodihardjo
"ABSTRAK
Sefalometri rontgenografik lateral merupakan sarana yang sangat membantu dalam bidang orthodonsi baik untuk keperluan klinis maupun penelitian. Pada umumnya analisis sefalometri rontgenografik lateral dilakukan dari hasil penapakan sefalometri lateral rontgenografik secara manual yang cukup sederhana karena hanya membutuhkan alat-alat yang sederhana yaitu dengan pinsil, kertas asetat, penggaris dan busur. Salah satu dari cara manual yang dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi komputer pada saat ini adalah cara Rocky Mountain. Pada teknik ini setelah dilakukan penapakan secara manual, seluruh penapakan tersebut harus dipindahkan dengan alat digitizer ke layar monitor. Apabila terdapat kesalahan pengukuran, tidak dapat langsung diperbaiki pada rekaman penapakan tersebut (data sekunder), melainkan harus dilakukan penapakan ulang dari sefalogram asli.
Pada penelitian ini sefalometri rontgenografik lateral tersebut direkam secara langsung dengan memanfaatkan kemampuan pengolahan citra digital komputer garlic yaitu dengan alat penangkap citra (image grabber). Hal ini dilaksanakan tanpa harus melakukan pemindahan seluruh hasil penapakan manual seperti yang diterapkan pada cara Rocky Mountain, karena data yang disimpan adalah data primer. Hasil perekaman sefalogram dengan teknik ini memungkinkan dilakukannya perbaikan kesalahan dan memeriksa ketepatan penapakan. Teknik ini selanjutnya disebut sebagai teknik komputer.
Sampel yang digunakan adalah 30 sefalogram yang dipakai sebagai sampel pada penelitian lain mengenai pertumbuhan. Ketiga puluh data tersebut telah pula diukur secara manual dan cara yang dipakai oleh Rocky Mountain Orthodontic (RMO) diagnostic services. Hasil pengukuran secara manual dan dengan RMO dibandingkan dengan teknik komputer memakai Test statistik ?Anova? satu arah. Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara cara manual, cara RMO, dan teknik komputer.
Untuk menguji kehandalan (reliability) teknik komputer, dilakukan pengukuran oleh dua operator yang berbeda, dan hasilnya dibandingkan satu sama lain dengan ?students t-test?. Pada tes kehandalan ini tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara hasil pengukuran kedua operator."
1993
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dwi Pangastuti Marhaeni
"Pada dasa warsa ini banyak fenomena sosial yang terjadi dilingkungan masyarakat kita. Salah satu diantaranya adalah dengan semakin terbukanya kesempatan mencari pekerjaan bagi wanita, yang mengakibatkan berubahnya pola berpikir dan pola hidup mereka.
Perubahan sikap wanita ini secara tidak langsung menimbulkan masalah-masalah dalam keluarga khususnya yang berkaitan dengan pendidikan anak. Disinyalir waktu yang tersedia untuk berkumpul dengan keluarga dirumah bagi wanita bekerja cenderung akan berkurang, sehingga komunikasi dengan anak dengan sendirinya akan berkurang pula.
Kondisi semacam ini akan berbeda dengan yang dialami wanita yang tidak bekerja, mereka mempunyai lebih banyak kesempatan untuk berkumpul bersama anak-anaknya. Namun demikian pada kenyataannya wanita yang tidak bekerja justru banyak mempunyai kegiatan-kegiatan diluar rumah sehingga komunikasi dengan anak berkurang pula.
Penelitian ini akan mengungkapkan apakah pola komunikasi suami istri antara keluarga ibu bekerja dan tidak bekerja berpengaruh terhadap prestasi belajar. Kemudian juga untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan pole komunikasi suami istri pads keluarga ibu bekerja dan tidak bekerja.
Karena dalam penelitian ini yang diukur adalah persepsi anak maka sebagai sampel diambil anak-anak SD kiss VI di daerah Ciputat Kab.Tangerang, Jawa-Barat sebanyak 150 siswa, dengan komposisi 75 anak dari ibu bekerja dan 75 anak dari ibu tidak bekerja. Sedangkan teknik pengukurannya dilakukan dengan cara Stratified Random Sampling. Sedangkan pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan kuesioner.
Melalui analisa statistik diketahui bahwa pola komunikasi suami istri tidak berpengaruh terhadap prestasi belajar anak. Kemudian juga tidak ada perbedaan pola komunikasi suami istri antara keluarga ibu bekerja maupun tidak bekerja."
1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiji
"ABSTRAK
Di zaman modern ini banyak sekali orang mengalami
gangguan psikis yang bahkan muncul menjadi simtom
fisik yang terutama berkaitan langsung dengan tekanan
berbagai persoalan hidup. Gangguan tersebut misalnya
dalam bentuk stress, hipertensi, cemas, dan gangguan
jiwa lain yang pangkal persoalannya adalah menurunnya
spiritualitas manusia pada umumnya. Penurunan itu
diperbesar oleh gaya hidup manusia itu yang lebih
berpusat pada dirinya sendiri, seiring dengan kemajuan
teknologi di berbagai bidang sehingga timbullah gejala-
gejala ?penyakit? orang modern seperti itu.
Akar persoalan timbulnya gangguan psikis semacam
itu sebenarnya adalah memudarnya perasaan tenang dalam
hidup. Ketenangan dan kebahagiaan yang memiliki dimen-
si rohani dan spiritualitas agak dikesampingkan oleh
sebagian besar orang yang justru terjebak ke dalam
pencapaian kepuasan hidup yang lebih berpijak pada
pemenuhan materi. Sehingga manusia menjadi lebih rentan
dengan stress, cemas, dan tekanan persoalan hidup yang kian kompleks.
Bagaimana ketanangan itu bisa diperoleh ? Atau
jika pertanyaan itu agak dipersempit : apa yang harus
kita lakukan supaya relaks ? Jawabannya adalah banyak
hal dan cara yang bisa dilakukan untuk bisa mencapai
semua itu. Akan tetapi banyak ahli dan praktisi menya-
takan dan mempraktekkan bahwa latihan spiritual merupa-
kan salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan.
Meditasi, yang menjadi topik penelitian ini meru-
pakan bentuk latihan spiritual yang dijadikan upaya
untuk mencapai ketenangan. Meditasi adalah suatu isti-
lah umum yang dipakai oleh semua keyakinan hidup, agama
dan kepercayaan. Islam, sepanjang pengetahuan saya
tidak melarang umatnya menjalankan meditasi sepanjang
tidak mempersekutukan Tuhan.
Pengaruh meditasi terhadap fisik banyak diteliti
para ahli pada subyek yang melaksanakan meditasi,
terutama tradisi yoga, zen Budhisme maupun transenden-
tal meditation dan ternyata terbukti bisa afektif
membangkitkan respon relaksasi. Selain perubahan fisik,
ternyata meditasi mempengaruhi kondisi psikologis
seseorang. Gifford-May & Thompson (1994) mencatat
hasil-hasil penelitian para ahli berkaitan dengan
perubahan paikologis, yang menyangkut perubahan kogni-
tif, emosional dan perseptual.
Penelitian ini memfokuskan diri pada zikir, seba-
gai salah satu bentuk latihan spiritual, dan sangat
dekat dangan meditasi. Zikir adalah penyabutan dan
ingatan pada Tuhan secara terus-menerus dengan khidmat.
Dalam melakukan zikir, kesadaran kita arahkan untuk
mengingati Allah, menyebut nama-Nya, dangan tujuan
mendekatkan diri dan mencari keridhaan Allah.
Zikir seperti juga meditasi, mempunyai teknik dan
metode yang berbeda-beda. Di Indonesia banyak kelompok
pengamal zikir dengan semangat tasawuf yang tergabung
dalam tarekat yang tersebar di seluruh nusantara. Kata Tarekat (secara harafiah diartikan "ja1an") mengacu
baik kepada sistem latihan meditasi maupun amalan
(muraqabah, zikir, wirid, dan sebagainya) yang dihu-
bungkan dengan sederet sufi, organisasi yang tumbuh di
seputar metode sufi yang khas ini. Para pengamal zikir
menggunakan metode zikir jahar (zikir keras) dan zikir
khafi (zikir diam).
Penulis membandingkan di antara dua metode yang
umum dipakai ini mana yang lebih efektif bisa membang-
kitkan respon relaksasi. Secara teoritis, metode Jahar
lebih efektif dibandingkan metode Khafi. Namun dari
hasil penelitian di empat kelompok pengamal zikir
ternyata hasilnya tidak signifikan berbeda. Berbagai
faktor di lapangan mempengaruhi sehingga hasilnya
seperti itu.
Namun hal panting yang patut dicatat adalah bahwa
zikir ini bisa dijadikan alternatif penyembuhan bagi
mereka yang mengalami hipertansi karena terbukti mampu
menurunkan tekanan darah apabila dilakukan secara benar
dan intensif. Bahkan baik untuk mencapai kesehatan
jiwa, sehingga grang bisa terhindar dari kecemasan,
stress, dan ketergantungan obat dalam menghadapi teka-
nan hidup yang makin kompleks."
1998
S2766
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhammad Yusuf Fathoni
"Latar Belakang: Variabilitas Tekanan Darah (VTD) didefinisikan sebagai rerata variasi tekanan darah sepanjang hari dikur dengan Pemeriksaan Tekanan Darah Ambulatori (PTDA). VTD yang berlebihan berpotensi memicu kejadian kardiovaskular terutama pada pasien kardiovaskular dengan resiko tinggi. VTD jangka pendek digunakan sebagai stratifikasi resiko namun masih terdapat ketidak jelasan VTD manakah yang lebih bermakna untuk melihat luaran kariovaskular terutama pada pasien hipertensi dengan penyakit kardiovaskular
Tujuan: Mengetahui hubungan VTD dengan luaran kardiovaskular pada populasi hipertensi dengan penyakit kardiovaskular yang melakukan pemeriksaan PTDA di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita
Metode: Sebuah penelitian kohort retrospektif dengan subjek penelitian hipertensi dengan penyakit kardiovaskular yang melakukan PTDA
Hasil: Dari total 197 subjek yang memenuhi kriteria inklusi terdapat hipertensi sustained sebesar 139 (70,6%). VTD berupa riser sebesar (30.5%), non-dipper (43.1%), dipper (23.9%) dan extreme dipper (2%). Sedangkan untuk lonjakan tekanan darah pagi hari didapatkan sebanyak (50.8%). Selama pemantauan terjadi luaran kardiovaskular sebesar 16,2%. Analisis multivariat menggunakan cox regression menunjukan bahwa variabilitas tekanan darah tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap luaran kardiovaskular
Kesimpulan: Variabilitas tekanan darah berupa penurunan tekanan darah malam hari, lonjakan tekanan darah pagi hari dan weighted Standard deviation tidak berhubungan degan luaran kardiovaskular pada pengamatan minimal 1 tahun."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2022
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>