Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58321 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Zulkifli Djunaidi
Depok: Lembaga Penelitian Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Setyo Sarwanto Moersidik
"Limbah cair rumah sakit yang mengandung limbah klinis jika dibuang ke badan penerima tanpa pengolahan lebih dahulu dapat membahayakan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, pengolahannya diperlukan untuk menghasilkan effluen yang sesuai dengan standar effluen yang diisyaratkan yang diindentifikasikan dalam parameter Padatan Tersuspensi, Zat Organik (KMnO4),BOD, COD, N dan P.
Salah satu cara mereduksi kontaminan yang terkandung dalam limbah cair rumah sakit adalah dengan proses pengolahan secara fisis-kimiawi dengan menggunakan bahan koagulan PAC (Polyaluminiumrium Chloride) dikenal sebagai koaguian yang mampu mereduksi secara optimal kandungan turbiditas dalam pengolahan air bersih.
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui efektifitas reduksi PAC jika digunakan dalam pengolahan limbah cair, khususnya limbah cair rumah sakit. Penelitian dilakukan di lapangan dengan menggunakan alat simulasi pengolahan fisis-kimiawi. Pemeriksaan dilakukan terhadap kondisi air baku dan air hasil olahan dengan parameter uji melipuli pH, Turbiditas, Padatan Tersuspensi, Zat Organik (KMnO4), BOD, COD. N-Amonia dan P. Sebelum penelitian, terlebih dahulu dilakukan Jar test guna mengetahui dosis optimum yang akan diterapkan selama penelitian. Dengan membandingkan hasil pemeriksaan air olahan dengan hasil pemeriksaan air bakunya dapat diketahui tingkat reduksi dari koagulan PAC yang menunjukkan efektifitasnya.
Dari hasil penelitian, diperoleh bahwa PAC jika digunakan dalam pengolahan limbah cair - khususnya limbah rumah sakit - memang cukup efektif dalam mereduksi turbiditas, yaitu dengan dosis 50 mg/l didapat reduksi turbiditas maksimum 79%; tetapi tidak cukup efektif dalam mereduksi kontaminan lainnya dimana reduksi pada kontaminan lainnya maksimum hanya 56% (Zat Organilr KMnO4). Penggunaan unit saringan pasir cepat sesudah proses koagulasi tidak banyak manambah tingkat reduksi kontaminan, dimana turbiditas tersebut hanya naik menjadi 82%. Selain hasil penelitian yang berkaitan dengan penggunaan koagulan PAC lersebut, diperoleh pula tingkat effisiensi yang rendah dari alat simulasi yang pada umumnya berada di bawah harga kisaran effisiensi pengolahan teoritis."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1994
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Novanto Edi Sakti
"Mutu effluent yang dihasilkan sejumlah rumah sakit masih di atas baku mutu effluent yang dipersyaratkan bagi rumah sakit, juga pada saat peneliti melakukan residensi II pada bulan Agustus - November 2002 ditemukan cemaran asap dari incinerator dan kadar Ammonium dari limbah cair yang melebihi baku mutu yang dipersyaratkan. Oleh karena itu penting untuk mengetahui bagaimana sistem pengelolaan limbah cair dan klinis Rumah Sakit Haji Jakarta sehingga dapat diterapkan Metode dan Teknologi serta Sumber Daya Manusia yang terlibat beserta proses monitoring atau pemantauan pengelolaan limbah cair dan klinis rumah sakit.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan upaya untuk menggali informasi sedalam-dalamnya tentang pengelolaan limbah cair dan Minis di Rumah Sakit Haji Pondok Gede Jakarta; juga dalam rangka untuk mengetahui sampai sejauh mana pemahaman para petugas dalam proses pengelolaan limbah cair dan klinis rumah sakit. Responden diambil secara Non Probability Sampling, menggunakan metode Purposive Sampling yang dilengkapi dengan pedoman wawancara sebagai instrumen.
Hasil penelitian berupa wawancara mendalam, pengamatan dan analisis dokumen. Untuk pengelolaan limbah Minis menggunakan metode Incinerasi, sedangkan untuk limbah cair adalah Biological Treatment; metode yang dianjurkan dalam sanitasi rumah sakit. Sedangkan teknologinya digunakan Incinerator dan STP - WWTP. Personil yang terlibat sudah mempunyai latar belakang pendidikan tentang kesehatan lingkungan. Dari aspek monitoring mengacu kepada standar atau parameter yaitu uji emisi untuk incinerator dan Keputusan Gubernur KDKI Jakarta No. 582/1995 untuk limbah cair.
Kesimpulan penelitian bahwa pengelolaan limbah cair dan klinis sudah mengacu kepada peraturan atau ketentuan yang berlaku seperti Permenkes No.986/MENKES/PER/XI/I992, maupun Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia. Saran untuk standar atau parameter limbah cair yang digunakan sebaiknya menggunakan Kep-58/MENLH/I2/1995, sedangkan cemaran asap yang timbul akibat incinerator dapat ditinggikan cerobongnya, bila pemindahan lokasi tidak dapat dilakukan.

The quality of effluent which producted from several hospital still exceed effluent's standard of hospital; also when researcher was undergoing residence II on August - November 2002, it found incinerator's smoke contamination and Ammonium level of liquid waste exceed effluent's standard. Considering the following facts, it's important to understand the method, technology and Human Resources who incharged, along with monitoring process of hospital's liquid waste and clinic treatment.
The approach of research is qualitatif, to get information deeply about treatment analysis of liquid waste and clinic in Haji Hospital Jakarta; also in framework to understand how deep comprehensive of officer in liquid waste and clinic treatment. Sample is being taken as Non Probability Sampling, utilizing Purposive Sampling Method and fully equipped with interview directive.
The result shaped in-depth interview, observation and content analysis. For clinic waste utilizing incinerate method, whereas for liquid waste using Biological Treatment; method that recommended in hospital sanitation. The technology making use of Incinerator and STP - WWTP. The officers who incharged have have sanitation's educational background. The monitoring process is referring to standard which is emission exam for incinerator and Decision of KDKI Jakarta's Governor No. 582/1995 for liquid waste.
The conclusion is liquid waste and clinic treatment have been following to regulation and legislation as well, like Permenkes No. 986/MENKES/PER/XI/1992, as well as Hospital's Sanitation Standard in Indonesia. Suggestion to recommend is standard for liquid waste preferable referring to Kep-58/MenLH/12/1995, whereas smoke contamination that emerged as impact of incinerator may heighten of chimney, if location moving is impossible.
Bibliography : 36 ( 1992-2002 )
"
Depok: Universitas Indonesia,
T12975
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Christopo Rusli
"Penyediaan teknologi pengolahan l imbah cair sebagai strategi pendekatan end of pipe treatment yang diterapkan pada suatu rumah sakit saat ini, kenyataannya masih menimbulkan masalah pencemaran dan Kerusakan lingkungan. Untuk mencegah pencemaran dan keru sakan lingkungan inilah maka penyediaan teknologi pengolahan limbah cair di rumah sakit harus direnca nakan, dioperasikan, dan dipelihara sekaligus dipadukan dengan pen rapan minimisasi limbah agar kualitas fluen limbah cair yang dihasilkan tetap memenuhi baku untuk limbah air rumah sakit sesuai dengan keputusan MenLH Nomor: 058/MenLH/12/1995.
Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan rumah sakit d apat berbentuk padat, cair, maupu n gas, yang dapat digolongkan menjadi limbah domestik dan limbah klinik.
Beberapa akibat yang meru gikan yang diakibatkarn oleh adanya li mbah cai r adalah: I. Gangguan terhadap kesehatan, 2. Gangguan terhadap kehid upan aquatik, 3. Gangguan terhadap keindahan dan kenyaman, dan 4. Gangguan ferhadap air tanah dan air permukaan.
Dari berbagai penelitian tentang pengelolaan limbah rumah sakit; khususnya pengolahan limbah cair dan berdasarkan asil survey Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD)-Propinsi DKI Jakarta terhadap kualitas limbah rsair rumah sakit yang dibuang ke Permasalahan diatas inilah yang mendorong peneliti untuk meneliti limbah cair di Rumah Sakit Islam Jakarta:
1. Apakah ada organisasi sistern pengelolaan limbah cair di Rumah Sakit Islam?
2. Apakah Instalasi Pengolahan Limbah Cair (IPAL) sudah berfungsi dengan baik?
3. Apakah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tangki septik dapat mengelola limbah cair secara menyeturuh?
4. Seberapa jauh persepsi masyarakat sekitar rumah sakit terhadap kemungkinan pencemaran sungai dan air tanah dangkal oleh lim bah cair Rumah Sakit Islam Jakarta.
Tujuan Penelitian
1. Dilakukannya evaluasi sistem pengolahan Iimbah cair dengan metode Siklus Pemecahan Masalah di Rumah Sakit Islam Jakarta.
2. Diketahuinya fungsi sistem pengolahan li mbah cair.
3. Diketahuinya kapasitas dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan tangki septik (septic tank).
4. Diketahuinya persepsi masyarakat sekita!r rumah sakit terhadap kemungkinan pencema ran sungai dan air tanah dangkal oleh lim bah cair Rumah Sakit Islam Jakarta.
Metode penelitian yang igunakan adalah metode evaluasi sistem analisis Siklus Pemecahan Masalab ( Problem Solving Cycle) metode ini memP.unyai 7 (tujuh) komponen yang dievaluasi dan sating mempengaruhi yaitu masukan (input), proses (process), keluaran (output), outcome, dampak [impact), umpan balik (feedback) dan lingkunga n (environment) yang berada dil ar sistem, Setiap komponen menggunakan beberapa parameter yang akan di analisis. Setiap parameter terdapat ua tolok ukur yaitu tolok ukur standar (Standard .Jlgures) dan tolok uku r basil pengamatan (Observe figures) dengan pendekatan sistem ( system approach) yaitu denga, n menyqsun urutan prioritas masalah dan menetapkan prioritasjalan keluar. (Sihombi ng, 2001. AzWar, r 98).
Hasil dan Pembahasan menunjukan bahwa, komitmen manajemen puncak tidak berjalan sehingga tidak a a pe hatian masyarakat rumah sakit terhadap pengelolaan li mbah. Sehingga teknologi pengolahan limbah rumah s kit tidak sesuai dengan persyaratan yang tetah dikelu arkan oleh pemerinta yang mengnaruskan p,engelolaan limbah bagi rumah sakit limbah cair Rumah Sakit Islam Jakarta se bagian besar atau hampir 70%.

Provision of technology of wastewater as end of pipe treat ent strategy appli eCJ at hospital has brought about environmental damage and pollution recently. To prevent environmental damage and pollution, technology of wastewater treatment should be well as be incorporated into application of waste minimization in erder that the quality standard of hospital wastewater required by the environmen tal ministerial decree numoer: 058/MenLH/1211995.
The waste produced by the hospital may be ·n the form of solid material, liquid, and gas which can be classified in to domestic and Glinic aste. Some perilous result due to the waste is: I . Deteriorates heal th, 2. Deteriorates llie aquatic life, 3. Deteriorates beauty and convinienc , and 4. deteriorates ground water and smface water.
From the research regarding the hospital waste management in big city, especially wastewater processing, and as res It of Enviromental Impact Management Agency (BPLHD)-DKI Jakarta to the qu ality of hospital' wastewater tha t th rown into the
1. Is there any organization management system of wastewater in Jakarta Islamic Hospital
2. Is the Wastewater Treatment Installation have functioned properly?
3. Is the Wastewater Treatment Installation and septik tank can organize wastewater by totally?
4. How far the perception of the society surrounding Jakarta Islamic Hospital about the wastewater pollution from hospital activities.
The objecti ve of this research is:
1. Done the evaluation of Wastewater Treatment Installation with Problem Solving Cycle in Jaka rta Islamic Hospital.
2. Known the function of Wastewater Treatment Installation.
3. Known the capacity of Wastewater Treatment Installation and septic tank.
4. Known of the perseption of the society su rrouding the Jakarta Islamic Hospital about the wastewater pollutiCi>n from hospital acti ities.
The Analysis System Problem Solving Cycle was used to evaluate the proper wa . of WC ..Stewater management and Wasterwater Installation. This method have 7 ev luated components and is influencing each other that is i nput, process, output, outcome, im pact, feed back and environment residing in outside system. Eaeh component use some parameter to anal is. Each garameter there are two measu ring s ndard of figures and observe figures with use of approach system that is by C@mpilin_g priority sequence o£ problem of and specify way out priori.
The result of research shown that; the commitment of u pper management is not implemented, i t makes the society of this hospital does not care to the wastewater management So, the hospital wastewater technology management is not comply witH required standard quality from govemment in order that liospital should managed His wasterwater before aischarged to the elilvironment Most or almost 70% Jakarta Islamic Hospital's wastewater are using septic tank technlog:y ana 30% using Wastewater Treatment with cascade aeration technology.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2003
T11898
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rahma Febrina
"Rumah Sakit berpotensi untuk mencemari lingkungan dan kemungkinan menimbulkan kecelakaan serta penularan penyakit. Hal ini dapat dihindari dengan melakukan pengelolaan sampah rumah sakit. Tujuan dari penelitian ini adalah didapatkannya gambaran hasil dari pelaksanaan sistem pengelolaan sampah padat di Rumah Sakit X tahun 2011. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional dengan analisis bersifat deskriptif observasional.
Hasil dari penelitian Rumah Sakit X memperoleh skor sebesar 60 %. Penilaian proses pengelolaan limbah dilakukan berdasarkan Penilaian Pemeriksaan Kesehatan Lingkungan (Inspeksi Sanitasi) Rumah Sakit dari Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 1204/Menkes/SK/X/2004. Secara keseluruhan Rumah Sakit X belum memenuhi skor minimum sebesar 80% untuk pengelolaan limbah padat rumah sakit tipe B.

Hospital has potential to pollute the environment, cause injury and disease infection. This could be avoided by carrying out the waste management of the hospital. The objective of this study was to get description of the implementation of solid waste management system at hospital X on 2011. The method of this study was cross sectional design. The analysis method was observasional descriptive.
The result of this study's hospital X got score of 60%. Assessment of the process of the waste management was carried out was based on the Assessment of the environmental examination (the Sanitation Inspection) the Hospital from the Decision Health Minister of Republic of Indonesia the number 1204/Menkes/SK/X/2004. On the whole the X Hospital did not yet fill the minimal score of 80% for the solid waste management of the B type hospital.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Ni Putu Wendi Yunianti
"Tugu Ibu Depok hospital is a type C hospital. As a health care provider, Tugu Ibu hospital has many activities and provides many services. With the Bed Occupancy Rate (BOR) of 50-70%, the hospital generates quite a lot both medical and non-medical solid waste. The hospital should organize and conduct waste minimization program to prevent pollution.
The objective of this research was to analyze the waste minimization efforts and management of medical and non-medical solid waste. This research used qualitative and quantitative approaches. Data collection was done using in-depth interviews, observation, and document review.
The results of this research showed that the Tugu Ibu Depok hospital has conducted a program of waste minimization through waste reduction by sorting it (segregation and housekeeping). The hospital has never been reused nor recycled the waste. The management of solid waste from sorting, collecting, transportion, storage and waste disposal are properly organized. Medical waste incineration has been done by third party.
To improve waste minimization efforts, specific standard operating pdures (SOP) to reduce and reuse waste is needed. It is also suggested to conduct training Latar Melanon waste minimization and reuse techniques. Strong commitme fro top-level management is needed.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2012
S42827
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
"Pengelolaan limbah oleh kontraktor di Jakarta dilakukan dengan beberapa cara antara lain: membayar truk untuk mengangkut, menjual limbah, digunakan kembali dalam proyek atau memberikan dengan cuma-cuma. Metode ini berbeda-beda tergantung pada proyek konstruksi sebagai penghasil limbah dan perusahaan kontraktor sebagai pengelola limbah. Adanya faktor-faktor internal maupun eksternal sangat mempengaruhi kontraktor untuk mengelola limbah proyeknya. Faktor-faktor tersebut bisa saja faktor yang mendorong, memudahkan, ataupun penghambat. Namun pada akhirnya tergantung faktor mana yang lebih mendominasi sehingga mewujudkan suatu upaya tidaklanjut oleh pihak kontraktor dalam upaya penanganan limbah konstruksi, khususnya upaya penggunaan kembali material bekas pada proyek konstruksi. Analisa data yang digunakan yaitu analisa pembobotan, pengelompokkan (cluster), non parametik, korelasi. Dari hasil analisa tersebut, dapat disimpulkan bahwa faktor pendorong merupakan faktor yang paling berpengaruh dalam upaya perngelolaan limbah konstruksi, dan faktor kualitas material bekas merupakan faktor yang menentukan limbah dapat digunakan kembali, sedangkan faktor pengaturan bangunan/building code merupakan faktor yang paling menghambat. Namun dengan tujuan untuk mendapatkan biaya yang lebih murah, maka kontraktor masih mengusahakan untuk menggunakan kembali material bekas, tetapi hanya meterial bekas tertentu seperti kayu/papan yang memiliki peluang terbesar karena masih memadai untuk menggantikan material baru. Kata kunci : pengelolaan, penggunaan kembali, limbah konstruksi, kontraktor."
Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2003
S35436
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
cover
Iis Suwartini
"ABSTRAK
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sendangsari bertujuan untuk mengurangi limbah minyak jelantah dan kulit pisang menjadi barang bernilai ekonomis. Kegiatan tersebut turut mendukung program pemeriantah desa bebas sampah dan bela beli Kulonprogo. Produk yang dihasilkan berupa sabun souvenir. Metode pelaksanaan pengabdian meliputi observasi awal, sosialisasi kegiatan, penyuluhan bahaya minyak jelantah bagi tubuh dan lingkungan, pelatihan pengolahan limbah minyak jelantah dan limbah kulit pisang menjadi sabun souvenir, pelatihan kemasan produk, pelatihan pemasaran produk. Output kegiatan pengabdian masyarakat terciptanya strategi pemsaran yang kompetetif. Meningkatkan keterampilan dan peningkatan pendapatan masyarakat."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka, 2018
300 SYU 1:2 (2018)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>