Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 94303 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Krisnina Akbar
"ABSTRAK
Masalah kebhinekaan masyarakat Amerika telah banyak dibahas. Namun pembahasan tentang pandangan masyarakat Amerika terhadap Katolik jarang dikemukakan. Seperti diketahui, kebudayaan masyarakat Amerika sangat dipengaruhi oleh agama Protestan. Tentu kedatangan kelompok Katolik sangat mempengaruhi kestabilan kondisi masyarakat pada waktu itu karena perbedaan agama tersebut, terutama pada abad-19 pertengahan hingga awal abad-20. Hal Ini dapat dilihat dari kondisi peranan kelompok Irlandia Katolik dalam politik pada waktu itu.
Untuk menerangkan permasalahan tersebut diatas, pertama-tama akan dijelaskan secara Iintas suasana abad-19 yang penuh dengan perubahan akibat terjadinya social gab seperti yang terlihat pada Bab.I, latar belakang permasalahan.
Tulisan ini lebih lanjut menggambarkan keadaan kelompok Irlandia Katolik di Eropa (Inggris), yang ternyata merupakan latar belakang sejarah Katolik yang amat kelam. Hal itu sebenarnya hanyalah merupakan masalah politis, dan sebagai akibatnya kelompok mereka menjadi tertindas, sepanjang abad bahkan dijauhi dan dilegitimasi secara negatif. Citra negatif tentang Katolik akhirnya terbawa pada generasi-generasi selanjutnya, sehingga ketika kelompok ini memasuki wilayah Amerika, kontan masyarakat Amerika pada waktu itu mengibarkan peperangan terhadap kelompok Imigran ini. Sekaligus dalam Bab II ini di bicarakan pula tentang kondisi kegiatan kelompok lrlandia di Amerika didalam menghadapi prasangka buruk (prejudice) karena agama. Tetapi karena kepiawaannya, kelompok ini dalam ?berorganisasi? justru dapat berperan terutama di bidang politik. Hal ini akhirnya malah berbalik, dan menyebabkan perasaan anti Katolik yang merajalela dalam organisasi The Nativist dan The Know Nothing.
Begitu berartinya peranan kelompok sehingga di dalam percaturan watak bangsa, tak dapat diabaikan begitu saja. Namun demikian hal itu bukan semata-mata karena kehadirannya. Suasana perkembangan jaman dan realitas masyarakat Amerika dan waktu ke waktu juga turut mempengaruhi. Salah satunya adalah perkembangan Intelektual yang memunculkan Ide Pluralisme. Yaitu suatu pemikiran mengenai watak bangsa atau identitas kebangsaan Amerika yang berdasarkan pada kondisi kebhinekaan Ethnik. Hal ini bukan lagi mencerminkan kesamaan ataupun 'kesepakatan berubah' menjadi satu ciri khas yang lama, yaitu ciri khas kebudayaan Anglo Saxon. Watak bangsa yang berdasarkan falsafah pluralism tersebut pada hakekatnya menyadarkan dan memberi peringatan tentang perlunya pemahaman kebhinekaan sebagai sifat atau ciri bangsa Amerika. Seperti halnya alam fana ini, juga tidak dapat diterminasi secara seragam. Alam bersifat terbuka, keterbukaan akan senantiasa membawa perubahan-perubahan. Dan perubahan-perubahan itu tidak mungkin dapat disamakan. Begitulah realitanya.
Dalam pembahasan watak bangsa pada Bab.III, dinyatakan tentang berbagai sudut pandang didalam memahaminya. Khusus pada tulisan ini pembahasan watak bangsa mengacu kepada Ethnic Encyclopedia of f Harvard University yang dapat dipandang melalui isu nasional pada waktu itu, yaitu pada masalah suku bangsa (ethnic) dan agama, sehingga penjelasan bukan berdasarkan teori-teori psikologi antropologi. Beberapa hal yang turut mempengaruhi pembentukan watak bangsa juga tertulis di sini, di antaranya adalah beberapa warisan budaya inggris dan pengalaman politik. Memang Pada Abad 19, Masalah Anglo Conformity menjadi semacam kewajiban bagi para imlgran. Tetapi hal itu berkembang bersamaan dengan kesadaran berbagal kelompok Ethnik untuk saling berjuang memantapkan keberadaanya di tengah kelompok masyarakat Amerika berdasarkan azas pluralisme.
Selanjutnya pada Bab IV akan diketengahkan mengenai peranan kelompok Irlandia Katolik dalam pendidikan, agama dan politik dalam membentuk watak bangsa Amerika. Dipilihnya bidang itu karena memang bidang-bidang tersebut yang paling menonjol. Walaupun sebetulnya buruh Industri yang didominasi kelompok Irlandia Katolik juga mencuat menimbulkan masalah, tetapi hal ini terkait pada bidang politik."
Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 1994
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Iwan Sulistiawan
"Tesis ini berusaha menunjukkan bahwa orang Irlandia Katolik di Kota New York pada pertengahan abad ke-19 mengaktifkan keyakinan keagamaan mereka sebagai satu-satunya jalan untuk memenangkan konflik melawan diskriminasi orang WASP (White Anglo-Saxon Protestant), dan kemenangan ini lalu mengantar orang Irlandia Katolik masuk ke dalam golongan dominan di New York.
Bab Pendahuluan tesis ini mendefinisikan dan menguraikan masalah penelitian tersebut dan memberikan kerangka teori yang dipakai, yakni teori-teori atau konsep-konsep yang mendefinisikan tentang kesukubangsaan dan keyakinan keagamaan dan hubungan antara keduanya, terutama dalam hubungannya dengan konflik antar-sukubangsa. Teori atau konsep-konsep yang digunakan antara lain adalah konsep-konsep dari Parsudi Suparlan, Fredrik Barth, dan Milton Yinger.
Bab-bab selanjutnya menguraikan sejarah imigrasi ke Amerika secara umum dan secara bertahap pembahasan dipersempit ruang lingkupnya menjadi imigrasi orang Irlandia Katolik di New York yang menumbuhkan gerakan nativisme orang WASP yang merasa terancam dengan kehadiran mereka sehingga melakukan serangkaian tindakan diskriminatif terhadap orang Irlandia Katolik. Bab-bab selanjutnya menguraikan konflik simbolik dan konflik fisik antara orang Irlandia Katolik dan orang WASP di mana orang Irlandia Katolik mengaktifkan keyakinan keagamaan mereka termasuk memakai simbol-simboI dan ritual untuk memenangkan konflik.
Tesis ini juga lalu menunjukkan bahwa dalam konflik tersebut terserap pula keinginan orang Irlandia Katolik untuk naik kelas atau masuk ke dalam golongan dominan dengan cara menjadikan orang Kulit Hitam sebagai sasaran dalam penyerangan mereka dalam konflik yang dipicu oleh kemarahan kepada orang WASP.

This thesis is trying to show that the Irish Catholics in New York City in the middle of the 19 century activated their religious belief as the one and only way to gain victory in their conflict against the WASP (White Anglo-Saxon Protestants). This victory made their way to enter the dominant ethnic groups in New York City.
The Introductory Chapter of this thesis defines and explains the subject matter of this thesis and gives the theoretical framework, namely the theories or concepts of ethnicity and religious belief and the relation of the former and the latter, especially in relation to inter-ethnic conflict. The concepts being used are among others those of Parsudi Suparlan, Fredrik Barth, and Milton Yinger.
The following chapters describe the history of immigration to America, narrowing the focus down to the immigration of the Irish Catholics to New York City which aroused nativism and nativist movement of the threatened WASP people. The continuing chapters discuss the symbolic and then physical conflicts of the Irish catholics and the WASPs where the Irish Catholics activated their religious belief that included the use of religious symbols and rituals to gain victory.
This thesis finally also shows that there was also the intention of the Irish Catholics to enter the dominant groups by attacking the Blacks during the physical conflict which was triggered by their anger towards the WASPs.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2005
T15072
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
O`Casey, Sean
London: Macmillan, 1949
822.9 OCA c
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shannon, William V.
New York: Macmillan, 1963
973.046 162 SHA a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lessman, Julie
Grand Rapids, MI: Revell, 2008
813.6 LES p I
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shaw, Bernard, 1856-1950
New York : Penguin Books, 1934
891.62 SHA b
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
O`Farrell, Patrick
Sydney: New South Wales University Press, 1984
994 OFA l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lewis, Anthony
Jakarta: Pradnya Paramita, 1984
347.035 973 Lew p
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Haposan, Verdynand
"Penulisan mengenai gerakan fundamentalisme ini ditujukan untuk melengkapi penulisan tentang sejarah gerakan keagamaan di Amerika, penulisan dilakukan dengan menggunakan metode sejarah yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristic, kritik interpretasi dan historiografi. Penulisan ini tidak menggunakan sumber lisan, tetapi hanya menggunakan sumber-sumber tertulis. Hasil penulisan ternyatamenunjukkan bahwa Moral Majoriti sebagai kelompok fundamentalisme bereaksi terhadap guncangan budaya yang banyak terjadi di awal tahun 1980-an.Organisasi keagamaan itu melakukan berbagai aksi kampanye untuk mengembalikan Amerika ke kondisi awal yaitu bentuk tradisionalisme. Hasil yang tecapai adalah keberhasilan dengan timbulnya kesadaran dari masyarakat Amerika bahwa agama adalah aspek penting di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2009
S12541
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Anderson, Chester G.
London: Thames & Hudson, 1967
823.912 92 AND j
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>