Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 23235 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Hutabarat, Jemsly
"It is a popular view that transfer price has direct impact for performance of the company, but (may be) not for the corporation. Transfer price normally based on market price, percentage of market price, at cost, cost plus mark-up, arbitration, and negotiation, is occasionally to become a magic parameter for starting a corporation. Hie several objectives of transfer price strategy are: performance evaluation of subsidiary / strategic business unit (SBU); management motivation; price control; market control; increase competitiveness of subsidiary / strategic business unit (SBU); overcome the currency fluctuation; 'prestige9 of association; increase profit of joint venture; reduce monetary risk; manage the cash of subsidiary / SBU; and improve relationship with local government. In this paper we argue that, in certain condition, transfer price has no impact for profitability of the corporation. Transfer price is a part of corporate strategy, not business strategy, npt functional strategy. Never think to improve the company with only change the transfer price. That's not a significant effect. The important thing are how to become more efficient with reducing or maintaining the organization cost and how to increase the revenue from outside of the corporation"
2005
MUIN-XXXIV-11-Nov2005-45
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Dedy Hendrawan
"Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk dapat mengetahui alternatif lain dari proxies likuiditas yang mengantikan volume dan frekuensi trading; 2) untuk dapat membuktikan bahwasanya bid-ask spread sebagai proxies likuiditas alternatif dapat memberikan hasil yang akurat. Sementara data yang digunakan adalah data harga bid and ask serta harga penutupan dari 7 obligasi konvensional dan 7 sukuk ijarahnya selama Januari 2006 hingga Desember 2007. Metode yang digunakan adalah pemodelan data panel.
Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa Bid-ask spread dapat digunakan sebagai alternatif lain dari proxies likuiditas mengantikan volume dan frekuensi trading. Bid-ask spread pun secara signifikan dapat digunakan untuk menentukan besaran premi risiko obligasi konvensional dan sukuk ijarahnya.

The aims of the research are 1) to find out the proper proxies of liquidity to alternate the volume and trading frequency till we can use it in term of corporate bonds and its sukuk; 2) to acknowledge that bid-ask spread as proxies of liquidity can improve and assert the significant implication of liquidity unto risk premium accurately cq. corporate bonds and its sukuk. Hopefully it will appropriate with the theory. The database used in this research is data of bid-ask prices taken from January 02, 2006 till December 28, 2007 based on Government Custodian. The technical model used to is Panel Data Model.
The result shows that bid-ask spread more appropriate used as proxies of liquidity than volume and trading frequency regarding relation between liquidity and risk premium in term of corporate bonds and its sukuk. In the other side, bid-ask spread as proxies of liquidity indeed can improve and assert the significant implication of liquidity unto risk premium accurately."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2008
T24982
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
I Ketut Salam
"ABSTRAK
Likuiditas dan pertumbuhan mempunyai hubungan yang sangat erat,
karena pada umumnya pertumbuhan suatu perusahaan selalu diimbangi
atau dibarengi dengan menurunnya tingkat likuiditas. Di kalangan
para ahli keuangan tampaknya terdapst suatu kesepakatan yang konser
vatif, bahwa pertumbuhan aktiva tak lancar dan aktiva lancar
permanen sebaiknya dibiayai dengan modal sendiri atau pinjaman
jangka panjang. Sedang aktiva lancar yang berfluktuasi pada dan
di atas batas tertinggi trend aktiva lancar permanen sebaiknya
dibiayai de!1gan pinjaman jangka pendek.
Obyek perturnbuhan biasanya direpresentasikan oleh aktiva tak
lancar, aktiva non-finansial atau aktiva non-kas. Sejalan d~ngan
pendekatan ini, paling tidak terdapat tiga model pertumbuhan,
yaitu pertumbuhan dalam salah satu dari tiga kelompok aktiva
tersebut. Sejalan dengan model tersebut, likuiditas operasional
juga dapat direpresentasikan oleh sa.lah satu dari tiga model
likuiditas, yakni Lokuiditas Operasional - Aktiva Tidak Lancar,
Likuiditas Operasional - Aktiva Non Finansial atau Likuiditas
Operasional - Aktiva Non Kas.
Yang menjadi pertanyaan adalah, dari ketiga model ini, konsep
mana yang paling ideal dan ukt1ran apa yang dapat digunakan untuk
memutuskan bahwa konsep yang satu relatif lebih unggul dari
konsep-konsep lainnya. Vntuk itu perlu dikembangkan model-model
hubungan antara pertumbuhan dan likuiditas. Dengan menggunakan
model regresi sederhana, maka coefficient of determination atau
lazim dikenal sebagai R2 , dapat dijadikan ukuran untuk menilai
apakah konsep yang satu lebih unggul dari konsep lainnya.
Indikator yang paling jelas dari pertumbuhan suatu perusahaan
antara lain adalah pendapatan atau penjualan. Oleh karena itu,
ukuran pertumbuhan dan peningkatan likuiditas relatif dapat
dinyatakan sebagai persentasi dari penjualan. Dengan perkataan
lain, pe~tumbuhan dan peningkatan likuiditas relatif periode
kedua dinyatakan sebagai persentasi dari penjualan periode kedua.
Dalam tulisan ini dilakukan analisa berdasarkan tiga model pendekatan
seperti tersebut di atas, dirnana berdasarkan pembuktian
hipotesa dan analisa tersebut dapat disimpulkan bahwa sepanjang
coefficient of determination atau R~ cukup berarti, ketiga model
tersebut yaitu model Likuiditas Operasional - Aktiva Tak Lancar,
Aktiva Non Finansial dan Aktiva Non Kas, dapat saling mengisi dan
sangat berguna sebagai sarana analisa dan evaluasi.
Pembuktian hipotesa serta analisa atas laporan-laporan keuangan
PT BAT Indonesia menunjukkan bahwa hubungan antara konsep-konsep
likuiditas yang tradisional dan perturnbuhan ternyata menghasilkan
yang tidak berarti. Temuan ini merupakan konf irmasi lebih
lanjut terhadap studi Ernst (1984).
Sementara itu dapat diduga bahwa perubahan sisa laba tidak
mempunyai korelasi dengan pertumbuhan, karena kebijakan dividen
banyak tergantung pada faktor lain, seperti pengaruh pemegang
saham mayoritas misalnya. Oleh karena itu, model-model tersebut
dapat dipergunaka n sebagai sarana analisa ataupun prediksi, sepanjang
tetap dibarengi dengan kemampuan manajemen untuk rnengakomod
asikan faktor-faktor luar yang sering tidak bersifat kuantitatif."
1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hilmi
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kemampuan piutang dan pembiayaan yang jatuh tempo mampu menutupi dana pihak ketiga yang jatuh tempo. Dana pihak ketiga menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan. Semakin besar dana pihak ketiga menunjukkan semakin besar kepercayaan terhadap bank tersebut.
Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dana pihak ketiga pada Bank Muamalat Indonesia Hal ini lumrah karena kredibilitas bank tersebut sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang mampu mengatasi terpaan krisis ekonomi 2007-2008. peningkatan tersebut diikuti dengan penigkatan piutang dan pembiayaan yang dilakukan oleh BMI. Pada tahun 2001 ada peningkatan dana mudharabah 2l.67%, musyarakah -1.l5%, murahbahah 42.61% dan istisna 34.42% sedangkan pada tahun 2004 ada peningkatan sebesar dana mudharabah 101 .59%, musyarakah 933.3%, murahbahah 43.66% dan istisna -0. 52%.
Sedangkan komponen dana pihak ketiga pada BMI terlihat pada tabungan mudharabah dan deposito mudharabah yang cenderung stabil. Pertumbuhan tabungan mudharabah terlihat sangat stabil dari tahun ketahun. Pada tahun 2000 sebesar 21.64%, 2001 sebesar 22.04%, dan 2004 sebesar 22.79%. sedangkan pada deposito mudharabah cenderung naik. Pada tahun 2000 34-17%, pada tahun 2001 sebesar 41.10% dan 52.27%.
Akan tetapi jika melakukan analisa dengan matching Concept deposits mudharabah pada tahun 2003 dana pihak ketiga yang jatuh tempo kurang dan 1 bulan mampu ditutupi dengan piutang sebesar 24%,dan umur 1-3 bulan mampu ditutupi sebesar 18%, serta 3-12 bulan mampu ditutupi 46%. Sehingga ada dan pihak ketiga yang jatuh tempo harus ditutupi dan pinjaman antar bank atau melalui money market.
Sedangkan pada deposito dolar menunjukkan dana pihak ketiga yang jatuh tempo terhadap pembiayaan yang jatuh tempo menunjukkan yang kurang dari 1 bulan ditutupi sebesar 7%, dan 1-3 bulan ditutupi sebesar 5%, serta 3-12 bulan mampu ditutupi 32%."
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T17572
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fachrial Banyu Asmoro
"[Dalam pasar keuangan, mendapatkan suatu abnormal return merupakan suatu hal
yang diinginkan oleh semua investor baik itu investor skala besar, skala kecil, trader,
maupun oleh perusahaan efek dalam hal ini broker. Berbagai macam teknik dalam
melakukan suatu transaksi dilakukan oleh para investor, untuk mendapatkan
abnormal return, mulai dengan melakukan suatu riset untuk mendapatkan intrinsic
value dari sebuah perusahaan sampai dengan melakukan suatu tindak kejahatan
dalam pasar keuangan. Tindak kejahatan yang terjadi dalam pasar keuangan dapat
bermacam-macam bentuknya mulai dari penipuan dalam bertransaksi sampai dengan
manipulasi pasar. Dalam hal menanggulangi kerugian yang mungkin didapatkan oleh
masing-masing pelaku keuangan, para otoritas dalam negeri membuat bermacammacam
regulasi. Namun dalam hal ini, tindakan manipulasi pasar merupakan
tindakan kejahatan yang sangat sulit untuk dibuktikan, seperti yang telah
diungkapkan oleh Jarrow (1992). Tesis ini mengukur tingkat volatilitas dan likuiditas
sebagai proksi untuk indikasi manipulasi pasar dalam bursa saham Indonesia. Dalam
meneliti manipulasi pasar, volatilitas dan likuiditas dijadikan sebuah acuan yang
dapat menggambarkan perilaku dari investor untuk menipu investor lainnya dalam
mendapatkan abnormal return. Metode pengukuran yang digunakan adalah dengan
mengukur order cancellation dari masing-masing jenis saham seperti yang telah
dilakukan oleh Chan dan Ma (2014). Dengan demikian dapat dianalisis pengaruh
order cancellation ini dalam tindakan kejahatan manipulasi pasar yang berupa orderbased
manipulation;In financial markets, getting an abnormal return is something that is desired by all
investors both large-scale investors, small-scale traders, as well as by the company in
this case securities broker. Various techniques in performing a transaction carried out
by the investor, to obtain abnormal return, started by doing some research to get the
intrinsic value of a company until committing a crime in the financial markets.
Crimes that occurred in the financial markets vary from fraud in transactions through
market manipulation. In terms of handling the losses that is gained by each of the
financial actors, the authorities in the country make the various regulations. But in
this case, the action of market manipulation is very difficult to prove, as has been
revealed by Jarrow (1992). This thesis measures the volatility and liquidity levels as a
proxy for an indication of market manipulation in the Indonesian stock market. In
researching market manipulation, volatility and liquidity can be used as a reference
for describing the behavior of other investors to defraud investors in obtaining
abnormal returns. Measurement method used is to measure the cancellation order of
each type of shares as has been done by Chan and Ma (2014). Thus it can be analyzed
the effect of this cancellation order in the criminal market manipulation in the form of
an order-based manipulation;In financial markets, getting an abnormal return is something that is desired by all
investors both large-scale investors, small-scale traders, as well as by the company in
this case securities broker. Various techniques in performing a transaction carried out
by the investor, to obtain abnormal return, started by doing some research to get the
intrinsic value of a company until committing a crime in the financial markets.
Crimes that occurred in the financial markets vary from fraud in transactions through
market manipulation. In terms of handling the losses that is gained by each of the
financial actors, the authorities in the country make the various regulations. But in
this case, the action of market manipulation is very difficult to prove, as has been
revealed by Jarrow (1992). This thesis measures the volatility and liquidity levels as a
proxy for an indication of market manipulation in the Indonesian stock market. In
researching market manipulation, volatility and liquidity can be used as a reference
for describing the behavior of other investors to defraud investors in obtaining
abnormal returns. Measurement method used is to measure the cancellation order of
each type of shares as has been done by Chan and Ma (2014). Thus it can be analyzed
the effect of this cancellation order in the criminal market manipulation in the form of
an order-based manipulation;In financial markets, getting an abnormal return is something that is desired by all
investors both large-scale investors, small-scale traders, as well as by the company in
this case securities broker. Various techniques in performing a transaction carried out
by the investor, to obtain abnormal return, started by doing some research to get the
intrinsic value of a company until committing a crime in the financial markets.
Crimes that occurred in the financial markets vary from fraud in transactions through
market manipulation. In terms of handling the losses that is gained by each of the
financial actors, the authorities in the country make the various regulations. But in
this case, the action of market manipulation is very difficult to prove, as has been
revealed by Jarrow (1992). This thesis measures the volatility and liquidity levels as a
proxy for an indication of market manipulation in the Indonesian stock market. In
researching market manipulation, volatility and liquidity can be used as a reference
for describing the behavior of other investors to defraud investors in obtaining
abnormal returns. Measurement method used is to measure the cancellation order of
each type of shares as has been done by Chan and Ma (2014). Thus it can be analyzed
the effect of this cancellation order in the criminal market manipulation in the form of
an order-based manipulation, In financial markets, getting an abnormal return is something that is desired by all
investors both large-scale investors, small-scale traders, as well as by the company in
this case securities broker. Various techniques in performing a transaction carried out
by the investor, to obtain abnormal return, started by doing some research to get the
intrinsic value of a company until committing a crime in the financial markets.
Crimes that occurred in the financial markets vary from fraud in transactions through
market manipulation. In terms of handling the losses that is gained by each of the
financial actors, the authorities in the country make the various regulations. But in
this case, the action of market manipulation is very difficult to prove, as has been
revealed by Jarrow (1992). This thesis measures the volatility and liquidity levels as a
proxy for an indication of market manipulation in the Indonesian stock market. In
researching market manipulation, volatility and liquidity can be used as a reference
for describing the behavior of other investors to defraud investors in obtaining
abnormal returns. Measurement method used is to measure the cancellation order of
each type of shares as has been done by Chan and Ma (2014). Thus it can be analyzed
the effect of this cancellation order in the criminal market manipulation in the form of
an order-based manipulation]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"It is popular view that transfer price has direct impact for performance of the company but (may be) not for the corporation...."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Sulystari
"Telah banyak penelitian yang dilakukan untuk melihat apakah saham -saham yang dikategorikan sebagai saham value dapat memberikan imbal hasil yang lebih baik dibandingkan dengan saham – saham yang dikategorikan sebagai saham growth, atau dikenal dengan istilah value premium. Peneliti melakukan penelitian di pasar modal Indonesia dengan jangka waktu pengamatan selama sepuluh tahun dari tahun 2002 hingga 2012, dengan periode evaluasi per kuartal. Peneliti menggunakan P/E dan P/BV sebagai dasar untuk membedakan antara saham value dengan saham growth. Kelompok saham value maupun saham growth juga akan dibagi lagi berdasarkan kapitalisasi pasarnya menjadi dua bagian, kapitalisasi pasar besar dan kapitalisasi pasar kecil dan menengah, dengan cara membagi dua sama besar seluruh saham di pasar berdasarkan urutan kapitalisasi pasarnya. Selanjutnya dilakukan penghitungan imbal hasil masing – masing kelompok yang telah ditentukan, untuk kemudian dianalisa hasilnya. Hasilnya melalui penelitian ini Peneliti juga mendapatkan kesimpulan bahwa value premium juga terjadi di pasar modal Indonesia, dan berlangsung sejak kuartal 1 tahun 2002 hingga waktu terakhir dari penelitian ini kuartal akhir 2012.

There have been many studies around the world to discovery whether value stocks could gives a return that beat growth stocks return, or known as value premium. Reseacher make a research about Indonesia Capital Market during ten years period of observation from 2002 until 2012, which evaluated quarterly. Researcher using P/E and P/BV to difference the group of value stocks and growth stocks. Moreover that group will also divided into two group based on its market capitalization, big market capitalization and middle and small market capitalization, by divided the whole market into two groups based on its market capitalization. After that, researcher count the return from each group made, then analysis the result. From this research, the researcher found that value premium also happen in Indonesia capital market, and happens since first quarter 2002 until end of time of this research at last quarter 2012.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadi Adli Sandika
"ABSTRAK
Pertumbuhan sektor komersial Indonesia termasuk di Jawa Timur meningkat setiap tahunnya. Hal ini berdampak pada peningkatan permintaan LPG komersial di Jawa Timur. Akan tetapi, produksi LPG di Indonesia tidak mampu memenuhi permintaan LPG. Di lain hal, cadangan gas bumi di Indonesia cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk alternatif bahan bakar LPG tersebut. Terdapat dua metode penyaluran gas bumi untuk komersial yang dapat dimanfaatkan selain menggunakan pipa, yaitu CNG dan LNG. Tujuan penelitian ini adalah menentukan peran CNG dan LNG retail dalam mengatasi masalah keterbatasan pasokan LPG dan memperoleh analisis keekonomian CNG dan LNG retail yang digunakan sebagai alternatif LPG komersial. Adapun metode yang digunakan adalah dengan menggunakan perhitungan harga CNG dan LNG kemudian dilanjutkan dengan metode cash flow dengan menggunakan indikator IRR, NPV, dan Payback Period. Hasil dari penelitian ini adalah CNG dan LNG retail memiliki peran sebagai alternatif LPG. Dengan harga rata-rata CNG lebih murah sekitar 12,78% dan LNG 17,93% dari LPG. CNG dan LNG retail juga memberikan keuntungan bagi pelanggan di penelitian ini dalam masa Payback Period sebesar Rp 164.875.503 sampai Rp 28.437.023.977 dengan CNG, bila menggunakan LNG, maka keuntungan yang diperoleh berkisar pada Rp 767.859.020 sampai Rp 23.413.574.701. Adapun IRR keseluruhan CNG retail yang didapatkan adalah sebesar 23% dan LNG retail sebesar 31%. Nilai NPV keduanya bernilai positif dan Payback Period CNG adalah 4 tahun sedangkan Payback Period LNG adalah 3 tahun. Bila dibandingkan dengan listrik, rata-rata persentase selisih antara harga listrik dan CNG retail adalah sebesar 23,63 % sedangkan untuk LNG retail adalah sebesar 28,14%.

ABSTRACT
The growth of Indonesia's commercial sector, including in East Java, is increasing every year. This has an impact on increasing the demand for commercial LPG in East Java. However, LPG production in Indonesia is unable to meet LPG demand. On the other hand, natural gas reserves in Indonesia are high enough so that they can be used for alternative LPG fuels. There are two methods of distributing natural gas for commercial use that can be used in addition to using pipes, namely CNG and LNG. The purpose of this study is to determine the role of CNG and LNG in overcoming the problem of LPG supply limitations and obtain an economic analysis of retail CNG and LNG used as alternatives to commercial LPG. The method used is to use CNG and LNG price calculations and then proceed with the cash flow method using the IRR, NPV, and Payback Period indicators. The results of this study are CNG and LNG have a role as alternative LPG. With an average CNG price of around 12,78% and LNG 17,93% lower than LPG, CNG and LNG also provided benefits for customers in this study for a Payback period of Rp 164.875.503 to Rp 28.437.023.977 with CNG, if using LNG, the benefits range from Rp. 767.859.020 to Rp. 23.413.574.701. The overall IRR of CNG obtained was 23% and LNG was 31%. Both NPV values are positive and Payback Period CNG is 4 years and Payback Period LNG is 3 years."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Windi Yulianti
"[ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perhatian investor terhadap
likuiditas dan volatilitas saham di ASEAN-5. Perhatian investor di proksikan
dengan menggunakan aplikasi Google Trends dan ditampilkan dalam bentuk
Google Search Volume (GSV). Pengujian dilakukan dengan menggunakan
analisis regresi data panel dengan model Fixed Effect dan pemilihan panel option
Seemingly Unrelated Regression (SUR) selama periode 2010 sampai dengan
2014. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa perhatian investor berpengaruh
secara signifikan terhadap likuiditas serta volatilitas saham di ASEAN-5. Pada
akhirnya penelitian ini mengantarkan kita pada sebuah konklusi dimana pencarian
informasi yang tinggi mampu menurunkan illikuiditas suatu saham dikarenakan
dapat mengurangi asimetri informasi yang terjadi antara informed investor dan
un-informed investor. Sehingga dengan meningkatnya likuiditas suatu saham
maka akan berimplikasi pada volatilitas saham yang diperdagangkan.

ABSTRACT
The objective of this research is to analyze the effect of investor attention on stock
liquidity and volatility in ASEAN-5. Investor attention exclusively provided by
Google Search Volume in the Google Trends application. This research uses panel
data regression analysis with Fixed Effect model and uses panel option Seemingly
Unrelated Regression (SUR) during the period from 2010 to 2014. The result of
this research shows that investor attention significantly influence stock liquidity
and volatility in ASEAN-5. Ultimately, these results lead us to a conclusion, that
the high search of online information can reduce stock illiquidity because investor
attention is one of the efforts to reduce the asymmetry information between
informed investor and un-informed investor. Therfore, the increasing of the
liquidity on a stock will affect the volatility of share trade.;The objective of this research is to analyze the effect of investor attention on stock
liquidity and volatility in ASEAN-5. Investor attention exclusively provided by
Google Search Volume in the Google Trends application. This research uses panel
data regression analysis with Fixed Effect model and uses panel option Seemingly
Unrelated Regression (SUR) during the period from 2010 to 2014. The result of
this research shows that investor attention significantly influence stock liquidity
and volatility in ASEAN-5. Ultimately, these results lead us to a conclusion, that
the high search of online information can reduce stock illiquidity because investor
attention is one of the efforts to reduce the asymmetry information between
informed investor and un-informed investor. Therfore, the increasing of the
liquidity on a stock will affect the volatility of share trade., The objective of this research is to analyze the effect of investor attention on stock
liquidity and volatility in ASEAN-5. Investor attention exclusively provided by
Google Search Volume in the Google Trends application. This research uses panel
data regression analysis with Fixed Effect model and uses panel option Seemingly
Unrelated Regression (SUR) during the period from 2010 to 2014. The result of
this research shows that investor attention significantly influence stock liquidity
and volatility in ASEAN-5. Ultimately, these results lead us to a conclusion, that
the high search of online information can reduce stock illiquidity because investor
attention is one of the efforts to reduce the asymmetry information between
informed investor and un-informed investor. Therfore, the increasing of the
liquidity on a stock will affect the volatility of share trade.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Tri Sukoco
"PT. XYZ adalah perusahaan yang didirikan dan dimiliki oleh keluarga yang mempunyai kekuatan politik kuat di negara Indonesia ini dan pengaruh politik ini secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi operasional bisnisnya. Penelitian studi kasus ini dilatarbelakangi oleh penurunan kinerja keuangan dan operasional PT. XYZ yang terus mengalami penurunan bisnis dan berhenti beroperasi pada tahun 2021. Masalah mendasar yang dihadapi PT. XYZ adalah tidak tersedianya modal kerja untuk menjalankan operasi bisnis dan hutang perusahaan yang belum terbayar yang telah menimbulkan potensi risiko yang tinggi bagi perusahaan. PT. XYZ menyiapkan informasi memorandum mengenai usulan likuidasi yang disampaikan kepada PT. ABC sebagai pemegang saham, dengan maksud agar ada keputusan strategis dari PT. ABC untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi PT. XYZ. Data primer dan data sekunder dikumpulkan dari analisis laporan keuangan, wawancara dengan manajemen serta data sekunder dari penelitian sebelumnya dan data informasi dari PTUN. Hasil dari penelitian ini adalah analisis kinerja keuangan dan analisis risiko yang memberikan rekomendasi kepada PT. XYZ dan PT. ABC dalam mengambil keputusan terkait masalah going concern dan proposal likuidasi PT. XYZ. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi PT. XYZ, PT. ABC, pemerintah (pajak, Peradilan Tata Usaha Negara), dan ilmu pengetahuan pada umumnya. Sampai dengan selesainya proses penelitian ini belum ada keputusan yang diberikan oleh PT. ABC apakah akan menyetujui atau menolak usulan likuidasi PT. XYZ.

PT. XYZ is a company founded and owned by a family that has strong political power in Indonesia and this political power influences directly or indirectly affects its business operations. This case study research was motivated by the ongoing loss of financial and operational performance of PT. XYZ which continues to experience a decline in business and stops operating in 2021. The fundamental problem faced by PT. XYZ is the unavailability of working capital to run business operations and the company's unpaid debts that have created a high potential risk for the company. PT. XYZ prepares information on the liquidation proposal memorandum submitted to PT. ABC as a shareholder, with the intention that there is a strategic decision from PT. ABC to solve the problems faced by PT. XYZ. Primary data and secondary data have collected from financial statement analysis, interviews with management as well as secondary data from previous research and information data from the administrative court. The results of this research are financial performance analysis and risk analysis that provide recommendations to PT. XYZ and PT. ABC in making decisions regarding going concern issues and PT. XYZ's liquidation proposal. This research has expected to be useful for PT. XYZ, PT. ABC, the government (tax, State Administrative Court), and science in general. Until the completion of this research there has been no decision given by PT. ABC whether to approve or reject the proposed liquidation of"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>