Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10290 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Moeninggar S.
"Alternative Risk Transfer (ART) is the tool that arises to answer the challenge in making a risk transfer prosess more efficient. As a part of the solution in turbulent business world, ART is still in the evolution strages, especially when it comes to the implementation strges in developing countries that are still lack of with infrastructure. In our point of view, it seems that the most viable way to implement ART in Indonesia is form the dimension of ART in reinsurance relationship. Insurers will find it more efficient when they implement the multi year finite risk contract agreement compare to the traditional reinsurance contract. However, the interesting part is the development of the securitization in insurance product to capital market.Looking fraom the industry, this is a serious threat toward insurance industry since the product will bring a new relief on the industry map of competition. Nevertheless, securitization is a part of ART?s solution set to answer the limitation of capacity in the industry and the challenge to more demanding companies in relying its business in predictable cash flow. Despite those two methods, ART has another from that has been longed implemented in Indonesia, captives. In this paper, we try to formulate the three models in ART and what they offer to answer the problems that we have in Indonesia?s insurance industry."
Economics and Finance in Indonesia, 2000
EFIN-XLVIII-3-Sept2000-275
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Ira Widayanti
"Metode Credit Risk+ telah banyak digunakan untuk mengukur risiko kredit portofolio dengan karakteristik small balances dengan high volumes, seperti pada portofolio kartu kredit, dimana probability of default (PD) masing-masing account tidak saling mempengaruhi satu sama lainnya. Seperti yang telah disadari sebelumnya bahwa metode Credit Risk+ ini memiliki beberapa kelemahan yaitu salah satunya adalah mengabaikan pengaruh faktor eksternal seperti risiko pasar dan suku bunga.
Dalam penelitian ini penulis mencoba menarik hubungan antara beberapa faktor makro ekonomi terhadap probability of default eksposur kartu kredit setiap band. Nilai Expected Loss, Value at Risk (Unexpected Loss), dan Economic Capital dihitung dengan menggunakan unexpected number of default yang berasal dari hasil regresi linier PD terhadap variabel makro ekonomi.

Credit Risk+ method has been applied to measure credit risk of portfolios with small balances and high volumes such as credit cards porfolio, in which the probability of default (PD) of each account is mutually exclusive. As known before, there are some limitations of this method, like disregarding the influence of external factors such as market risk and interest rate risk.
In this research, the author is trying to find any correlations between macroeconomics variables and probability of default of credit cards exposures in each band. The values of Expected Loss, Value at Risk and Economic Capital will be measured by using unexpected numbers of default which are originated from single linear regression of PD to macroeconomics variables."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2010
T28121
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuannisa Aisanafi
"Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh manajemen risiko perusahaan terhadap kinerja, serta pengaruh intellectual capital sebagai variabel moderasi, menggunakan Teori Keagenan sebagai dasar teori. Dengan menggunakan sektor perbankan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tahun 2014-2016 berjumlah 118 observasi, penelitian ini membuktikan bahwa manajemen risiko perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar, karena pelaksanaannya cenderung hanya memenuhi kewajiban atas peraturan. Praktik manajemen perusahaan belum dilaksanakan secara holistik karena beberapa bank masih mematuhi peraturan bank sentral tentang manajemen risiko secara parsial, dilihat dari skor tingkat manajemen risiko perusahaan pada masing-masing kelompok bank buku 1,2,3, dan 4. Sebaliknya, manajemen risiko perusahaan terbukti positif signifikan mempengaruhi kinerja operasi, karena membantu meminimalisir biaya yang mungkin terjadi akibat kerugian yang harus ditanggung, meningkatkan efisiensi, yang berujung pada peningkatan kinerja operasi. Intellectual capital terbukti signifikan sebagai variabel moderasi dengan pengaruh melemahkan pada pengaruh manajemen risiko perusahaan terhadap kinerja pasar dan operasi,disebabkan oleh pengaruh value added human capital yang negatif dan mengindikasikan ketidakefisienan biaya. Dengan kata lain, intellectual capital memakan biaya besar, sehingga investor menangkap secara negatif.

This research is intended to investigate the impact of enterprise risk management to firm performance, with intellectual capital as a moderating variable, using Agency Theory as the underlying theory. By using banking sector listed in Indonesia Stock Exchange for the period 2014-2016 amounted to 118 observations, this study proves that enterprise risk management does not give significant impact to market performance, because its implementation is merely to comply with regulations. The enterprise risk management practices have not yet implemented holistically by the banks, some banks still comply to the central bank's regulations partially, proven by the degree of enterprise risk management in each group of banks. On the other way, enterprise risk management is proven to be positively significant in improving operating performance, because it helps minimize costs that might incur losses that must be borne by the company, increase efficiency, which then improve the operating performance. Intellectual capital is proven to be significant as a moderating variable that has weakening effect, for both market and operating performance. This is due to the negative impact of value added of human capital which indicates the cost inefficiency. Namely, intellectual capital is assumed and considered as costly, so that investors capture it negatively."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
T54588
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Sakina
"Penelitian ini membahas tentang analisis risiko pengendalian internal atas prosedur pengelolaan aset tetap pada Perum Perumnas. Penelitian ini menjabarkan dengan detail prosedur yang berlaku dalam pengelolaan aset tetap kemudian mengidentifikasi risiko terkait. Penelitian ini menganalisis mitigasi yang telah dilakukan dan respon perusahaan terhadap risiko yang ada. Penyusunan skripsi menggunakan metode studi kasus. Hasil dari penelitian adalah pengendalian internal atas prosedur pengelolaan aset tetap pada Perum Perumnas Regional III telah dilakukan dengan baik. Digunakan pedekatan COSO Internal Control Framework Update 2014 atas risiko-risiko yang teridentifikasi dari lima prosedur terkait pengelolaan aset tetap terdapat 6,56% (4 risiko) berada pada kuadran I yang berarti kombinasi dari risiko yang memiliki nilai probabilitas hampir pasti terjadi dan dampaknya sangat besar apabila risiko terjadi. Hasil penelitian terdapat 93,44% (57 risiko) berada pada kuadran II yang berarti kombinasi dari risiko yang memiliki nilai probabilitas hampir tidak mungkin terjadi dan dampaknya sangat besar apabila risiko terjadi. Risiko-risiko yang telah teridentifikasi telah dilakukan mitigasi serta respon reducing dan sharing apabila risiko terjadi. Empat dari lima komponen dari COSO Internal Control Framework Update 2014 telah dilakukan dengan baik oleh manajemen Perum Perumnas Regional III yaitu lingkungan pengendalian (control environment), aktivitas pengendalian (control activities), informasi dan komunikasi (information and communication), pengawasan (monitoring).

This research discusses about risk analysis of internal control over fixed asset management procedures at Perum Perumnas. This research describes in detail the procedures that apply fixed asset management then identifies the related risks. This research analyze the mitigation that has been done and the companys response to the existing risks. This research is compiling the research using case study method. Result of the research are internal control over the procedure for fixed asset management at Perum Perumnas Regional III has been done well. Using the 2014 COSO internal control framework approach to the risk identified from five procedures related to fixed assets management there are 6.56% (4 risks) in quadrant I, which means combination of risks that have a probability value almost certainly occurs and the impact is very large if the risk occurs. And there are 93.44% (57 risks) in quadrant II, which means that combination of risks that have a probability value is almost impossible and the impact is very large if the risk occurs. The risks that have been identified have been mitigated as well as reducing and sharing responses when risks occur. Four of five components of 2014 COSO internal control framework have been done well by the management of Perum Perumnas Regional III, there is control environment, control activity, information and communication, and monitoring."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jansen Julianto Lepar
"ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengungkapan risiko dalam laporan tahunan perusahaan dengan biaya ekuitas pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013 dan 2014. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 75 perusahaan yang termasuk dalam sektor industri manufaktur, dengan total observasi sebanyak 150. Pengungkapan risiko diukur menggunakan metode analisis isi dengan menghitung jumlah kata yang dalam kalimat yang diidentifikasikan sebagai pengungkapan risiko, sedangkan biaya ekuitas diestimasikan dengan menggunakan metode Capital Assets Pricing Model (CAPM). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa adanya hubungan signifikan positif antara pengungkapan risiko dengan biaya ekuitas. Hal ini menunjukan bahwa pengungkapan risiko dapat mengubah persepsi risiko investor, sehingga membutuhkan peningkatan pengembalian sebagai kompensasi atas peningkatan tingkat risiko yang pada akhirnya akan meningkatkan biaya ekuitas perusahaan.

ABSTRACT
The purpose of this study is to determine the relationship between risk disclosure in the company?s annual report with cost of equity of companies listed in the Indonesian Stock Exchange in 2013 and 2014. Sample used in this study is 75 companies included in manufacturing sector. Risk disclosure is measured using the method of content analysis by counting the number of words in sentences that are identified as risk disclosure, while the cost of equity is estimated using Capital Assets Pricing Model (CAPM). The result of this study showed that there is a significant positive relationship between risk disclosure and cost of equity. This finding shows that the risk disclosures may change investors' perception of risk, so it requires an increase in the return to compensate the increase in risk level which will eventually increase the cost of equity."
2016
S64432
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naufal Ispratama Pradipta
"Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuipengaruh struktur kepemilikan dan tata kelola perusahaan terhadaprisk taking sebelum periode krisis tahun 2006-2007 dan peningkatan struktur modal selama periode krisis tahun 2008-2009 pada institusi keuanganyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2006-2009.Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Erkens et al. (2012). Pengujian hipotesis menggunakanregresi linear berganda dengan sampel 50 institusi keuangan.
Penelitian ini mengacu pada penelitian yang dilakukan oleh Erkens et al. (2012). Penelitian ini membahas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi risk taking sebelum periode krisis dan peningkatan struktur modal selama periode krisis. Faktor-faktor tersebut yaitu kepemilikan institusi, pemegang saham terbesar, keterwakilan pemegang saham di komisaris, dan tata kelola perusahan. Penelitian ini kan melihat bagaimana peran dari dominasi pemegang saham dari tiga faktor diawal dan peran dari tata kelola perusahaa sebagai pengawas perusahaan.

This research aims to know the effect of ownership structure and corporate governance toward pre-crisis risk taking and equity capital raising during crisis of financial institution listed at Indonesia Stock Exchange period 2006-2009.This study refers to Erkens et al. (2012). Hypotheses testing used multiple regression using 50 sample of financial institution.
This study refers to Erkens et al. (2012). This study discuss about impact of pre-crisis risk taking and capital raising during crisis, such as ownership structure, large shareholder, share-friendly board, and corporate governance. This study shows how ownership dominan (ownership interest) on risk implementation and capital policies. And adition, this study shows corporate governance?s role which to control manager?s decision.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2013
S45159
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Situmeang, L.Trinita
"Tesis ini berfokus pada permodelan dan perkiraan tail losses dari Asuransi hafta benda dengan menggunakan Generalized Pareto distribution (GPD), dirnana pennodelan untuk klaim - klaim besar dilakukan melalui pendekatan Peaks over Threshold untuk mendapatkan gambaran atas klaim - klaim di atas threshold. Pcncntuan threshold tlilakukan dengan melakulmn plot atas estimator Hill. Kolmogorv-Smirnov dan Loglikelihood Ratio goodness-ofljit test dilakukan untuk meneliti apakah dsitribusi dan model yang dipilih sudah oocok dan valid. Operational Value at Risk and Expected Shorwlll dihitung dan dibandingkan hasilnya dengan fomaulasi dari referensi. Risk Capital dihitung sebagai selisih antara expected loss untuk Setiap kejadian dalarn Setahun dan nilai klaim 99? quantile. Dampaknya pada struktur excess of loss reinsurance serta penggunaan rekomendasi kapasitas yang dapat dikelola sendiri dibahas sebagai bagian dari stratcgi yang dapat dilakukan perusahaan. Estimator Hill didapatkan dari kejadian klaim ekstrim dengan 5 < I mengindikasikan hipotesa distribusi GPD diterima. Dcngan threshold yang ditetapkan dengan metode PWM dihasilkan Operational Value at Risk dan Expected Shoryall dqneroleh pada 95"' dan 99"° quantile. Tes validitas model dengan Kupiec test dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99% mengindikasikan metode EVT dengan Generalzked Pareto distribution (GPD) POT valid digunakan untuk permodelan klaim - klaim besar ehingga dapat diwnakan sebagai alat untuk menganalisa dan mengukur risk capital dad kerugian - kcrugian yang tcrjadi pada Asuransi hafta benda.

This paper focus on modeling and estimating tail parameters of property insurance loss severity by using extreme value theory with Generalized Pareto distribution (GPD), providing a model for large losses through Pealw over Threshold 's approach to derive a natural model _Hur the point process of large losses exceeding a high threshold The thresholds are determinded through mean excess plot and PHI! plot. Kolmogonf-Smirnov and Loglilcelihood Ratio goodness-ofjit test are conducted to assess how good the fit is. Operational Value at Risk and Expected Shormzll are also calculated and compare th results by using the _kzrmulation from rekrences. Risk Capital is calculated as the dwerence between the expected loss jar any one risk annually and 99" quantile of large loss. The impact on excess of loss reinsurance structure and the use of recommended retention are provided. Hill 's estimator is derived from extreme losses with C < l with hypothesis of GPD can be accepted. With defined threshold and shape parameter is derived through PWM method, Operational Value at Risk and Expected Shortfall are derived from 95"' and 99" quantile. Test on validity ofthe model with the Kupiec test on the confidence level of 95%, and 99% indicated that Generalized Pareto distribution (GPD) providing a valid model jar large losses through Peaks over Threshold 's approach as a tool to anabtze and measure risk capital of property insurance loss severity."
Depok: Universitas Indonesia, 2011
T33898
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Nasution, Chaidir
"[ABSTRAK
Kelemahan dari pendekatan Basic Indicator Approach (BIA), Standardised Approach (SA), & Alternative Standardised Approach (ASA) terutama dari penggunaan gross income yang digunakan sebagai proxy untuk eksposur risiko operasional, kemudian tidak memperhitungkan fakta bahwa eksposur risiko operasional meningkat dengan ukuran bank secara non-linear. Penulis mencoba menganalisa pendekatan New Standardised Approach (NSA) yang baru saja diperkenalkan oleh BCBS291 (Oktober 2014) dengan dua strategi yang terdiri dari penyempurnaan perhitungan SA dengan menggunakan business indicators (BI) sebagai proxy perhitungan modal risiko operasional dan meningkatkan kalibrasi dari koefisien perhitungan modal risiko operasional berdasarkan range gross income tanpa melihat lagi faktor β (beta) dari 8 (delapan) business lines. BI menggunakan 3 (tiga) makro komponen, yaitu interest component, services component, dan financial. Pendekatan NSA terlihat cukup konservatif didalam mengalokasikan Operational Capital at Risk (OpCaR) dengan nilai pencadangan yang lebih besar dibandingkan dengan BIA & SA. Kemudian untuk melihat efisiensi alokasi OpCaR dalam penelitian ini dianalisa pendekatan AMA dengan metode Actuarial Loss Distribution Approach menggunakan matriks dimensi 8 (delapan) business lines (BL) dan 7 (tujuh) event type (ET). Dengan mencari distribusi yang paling fit untuk mengestimasi frekuensi dan severitas dari kerugian operasional, dari matriks [ ] hanya dapat mengisi 21 data pada matriks [ ] yang seluruhnya berjumlah 56. Pada Akhirnya hasil OpCaR dengan LDA jauh lebih efisien dan mendekati nilai real losses bank ABC dibandingkan dengan NSA.

ABSTRACT
One of the weaknesses from Basic Indicator Approach (BIA), Standardized Approach (SA), and Alternative Standardized Approach (ASA) is the use of gross income as proxy for operational risk exposure. Moreover, it does not take into account the fact that operational risk exposure increases non-linearly with the size of the bank. The Author tries to analyze the New Standardized Approach (NSA) that recently introduced by BCBS291 (October 2014) with two strategies consisting of, improvement of the SA calculations using business indicators (BI) as a proxy for operational risk capital calculation and improve calibration of coefficient in the measurement of operational risk capital based on range of gross income without seeing another β (beta) factor of 8 (eight) business lines. BI using three (3) macro components, there are interest component, services component, and financial component. NSA looks fair and more conservative in allocating Operational Capital at Risk (OpCaR) with higher number than BIA and SA. Moreover, we want to see the efficiency of OpCaR allocation in this study by analyzing AMA with Actuarial Loss Distribution Approach using dimensional matrix between 8 (eight) business lines (BL) and 7 (seven) event types (ET) as comparison. By searching for the most fit distribution to estimate the frequency and severity of operational losses of the matrix [ ], we get 21 instead of 56 data of matrix [ ]. At the end of analysis, OpCaR result from LDA is much more efficient and closer to the real value of the ABC bank losses compared to NSA., One of the weaknesses from Basic Indicator Approach (BIA), Standardized Approach (SA), and Alternative Standardized Approach (ASA) is the use of gross income as proxy for operational risk exposure. Moreover, it does not take into account the fact that operational risk exposure increases non-linearly with the size of the bank. The Author tries to analyze the New Standardized Approach (NSA) that recently introduced by BCBS291 (October 2014) with two strategies consisting of, improvement of the SA calculations using business indicators (BI) as a proxy for operational risk capital calculation and improve calibration of coefficient in the measurement of operational risk capital based on range of gross income without seeing another β (beta) factor of 8 (eight) business lines. BI using three (3) macro components, there are interest component, services component, and financial component. NSA looks fair and more conservative in allocating Operational Capital at Risk (OpCaR) with higher number than BIA and SA. Moreover, we want to see the efficiency of OpCaR allocation in this study by analyzing AMA with Actuarial Loss Distribution Approach using dimensional matrix between 8 (eight) business lines (BL) and 7 (seven) event types (ET) as comparison. By searching for the most fit distribution to estimate the frequency and severity of operational losses of the matrix [ ], we get 21 instead of 56 data of matrix [ ]. At the end of analysis, OpCaR result from LDA is much more efficient and closer to the real value of the ABC bank losses compared to NSA.]"
2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zuletane Maska
"Risiko operasional merupakan salah satu risiko yang wajib diperhitungkan oleh bank. Modal yang dikeluarkan oleh bank untuk menutup kerugian akibat risiko pada manajemen risiko operasional disebut Economic Capital (EC). EC dihitung sebagai Value at Risk (VaR) pada tingkat kepercayaan tertentu. Pada penentuan EC risiko operasional terdapat 56 kemungkinan jenis risiko yang terjadi sehingga diperlukan agregasi untuk nilai total risiko operasional. Ada dua asumsi dalam perhitungan nilai agregasi risiko dengan menggunakan Loss Distribution Approach (LDA) yaitu saling bebas atau saling bergantung sempurna. Namun, untuk memperoleh perhitungan EC yang adil perlu memperhatikan struktur ketergantungan antar risiko. Salah satu metode untuk mengatasi masalah tersebut adalah copula. Ada dua famili copula yang terkenal, yaitu Elliptical Copula dan Archimedean Copula. Salah satu kelas dari Archimedean Copula adalah copula Gumbel. Penelitian ini akan menggunakan copula Gumbel dalam perhitungan agregasi EC. Copula Gumbel dapat memodelkan ketergantungan antara kejadian ekstrim dengan baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai perhitungan agregasi EC mulai mencapai konvergen pada banyak sampel dan nilai perhitungan agregasi EC yang dihasilkan copula Gumbel lebih besar 1,91% daripada nilai perhitungan agregasi EC yang dihasilkan copula Frank.

Operational risk is one of a risk that must be calculated by the bank. The capital that the bank has issued to cover the risk of loss due to operational risk management is called Economic Capital (EC). EC is calculated as Value at Risk (VaR) at a certain confidence level. In the EC determination of operational risk there are 56 possible types of risks that occur so that the aggregation for a total value of operational risk is needed. There are two assumptions in the calculation of the value of risk aggregation using the Loss Distribution Approach (LDA) that is independent or completely dependent. However, to obtain the fair calculation of EC, it has to notice the dependence stucture between risk. One method to overcome this problem is copula. There are two famous families of copula, namely Elliptical Copula and Archimedean Copula. Gumbel copula is one of the Archimedean Copula. This study will used Gumbel copula in the calculation of EC aggregation. Gumbel copula can model the dependence between extreme events well. These results indicate that the aggregate value calculation EC began to reach convergent on many samples 105 and the value calculated by the aggregation EC Gumbel copula produced 1,91% greater than the value calculated by the aggregation of EC produced Frank copula."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2015
T44514
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratna Mahardika
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko, kemungkinan terjadinya dan dampaknya, serta respon dan rencana pengendalian pada pengelolaan aset tetap di Badan Pengelola Aset Daerah BPAD Provinsi DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara mendalam dan penyebaran kuesioner kepada pemilik risiko pada fungsi yang terkait perencanaan, pengadaan, dan penatausahaan. Hasil dari penelitian ini adalah perencanaan, pengadaan, dan penatausahaan termasuk kategori risiko sedang. Hasil dari penelitian ini mengidentifikasikan bahwa perencanaan memiliki 8 risiko, pengadaan memiliki 41, sedangkan penatausahaan memiliki 11 risiko. Respon yang dipilih untuk mengurangi risiko pada perencanaan adalah dengan mengurangi dampak dan mengurangi kemungkinan terjadinya, pada pengadaan adalah dengan mengurangi dampak, sedangkan pada penatausahaan adalah dengan mengurangi dampak serta mengurangi dampak dan kemungkinan terjadinya risiko.Kata kunci: Manajemen risiko; pengelolaan aset tetap; rencana pengendalian risiko; risiko; Provinsi DKI Jakarta.

ABSTRACT
The aim of this research is to analyze the risk, the probability of occurrence and its impact, also response and control plan in fixed asset management in Local Government Asset Management Agency of DKI Jakarta Provincial Government. This study used a qualitative method with case study approach. Data collection is done through in depth interview and questionnaires to the risk owner in association with plan, procurement, and administration function. The results showed that planning, procurement, and administration included in medium risk category. The results identified that planning has 8 risks, procurement has 41 risks, while administration has 11 risks. Selected responses to reduce the risk in planning are reducing the likelihood level and reducing the consequences level, in procurement is reducing the consequences level, while in administration are reducing the consequences level and the combination of both responses."
2017
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>