Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 45581 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Niniek Harsini
"Meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas manusia, sebagai akibat perkembangan daerah industri dan posisi strategis Kota Cilegon, sebagai jalur lalu Iintas Sumatra-Jawa, membawa resiko untuk terjadinya gangguan kesehatan masyarakat terutama penyakit infeksi menular dan gangguan fungsi saluran pernapasan. Dampak negatifnya telah dirasakan oleh sebagian masyarakat Kota Cilegon dengan keluhan mata pedih dan sesak napas. Pihak Dinas Pengendalian Lingkungan Hidup Pertambangan dan Energi (DPLHPE) Kota Cilegon telah menghimbau kepada masyarakat untuk mewaspadai terhadap limbah fly ash. Dinas Kesehatan Kota Cilegon belum dapat memastikan apakah peningkatan kejadiaan ISPA berkaitan dengan dampak negatif sebagai daerah industri.
Fasilitas kesehatan khusus untuk penyakit paru-paru sebagai tempat rujukan masalah paru, pelatihan, pendidikan dan penelitian telah direncanakan di Kota Cilegon, dengan prioritas pertama untuk mengatasi masalah TB paru.
Tujuan peneiitian ini mengkaji aspek-aspek kelayakan, untuk mengetahui apakah pendirian semacam Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru di Kota Cilegon layak didirikan, sebelum perencanaan ini diusulkan kepada Pemerintah daerah Kota Cilegon.
Penelitian operasional ini dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk mendiskripsikan hasil konsensus dari analisa kelayakan, dengan cara dokumentasi data sekunder dari berbagai sumber, wawancara mendalam terhadap ll orang informan, wawancara kuesioner terhadap 80 orang penderita TB paru dewasa yang berobat di Puskesmas serta Consensus Decision Making Group untuk mendapatkan keputusan kelayakan. Upaya pemberantasan TB paru dianalisis dengan Strength-Weakness-Opportunities-Threats (SWOT) untuk mengetahui posisi dalam Internal Eksternal matrik guna mendukung kajian aspek kelayakan.
Hasil penelitian menunjukkan dari tahun 2001-2003, jumlah penduduk terutama golongan usia produktif, kepadatan penduduk, penderita penyakit saluran pernapasan dan jumlah kendaraan mengalami peningkatan. Prediksi kualitas udara menurut informan akan mengalami penurunan dan 97% pasien TB paru dewasa menyatakan bersedia dirujuk ke klinik yang lebih Iengkap seperti BP4 apabila pengobatan di Puskesmas tidak mengalami kemajuan. Aspek pasar menunjukkan pendirian klinik paru pemerintah semacam BP4 mempunyai peluang pengguna.
Tinjauan tentang aspek hukum dan kebijakan menunjukkan BP4 didukung SK MenKes Rl dan Pemda Cilegon. Manfaat BP4 yang besar bagi masyarakat menunjukkan aspek sosial ekonomi. Kajian aspek tehnis menghasilkan Iokasi BP4 yaitu Desa Kalitimbang Kecamatan Cibeber dan dari kajian ekonomi diperkirakan kebutuhan lahan sesuai nilai juai obyek pajak sebesar Rp 25.000.000,- sedang bangunan sebesar Rp 2.184.000.000,-. Kajian manajemen menghasilkan rancangan bentuk organisasi, kedudukan dan struktur beserta rencana kegiatan BP4. Upaya pemberantasan TB paru menunjukkan posisi Hold and Maintain dengan strategi market penetration dan product development.
Hasil CDMG memutuskan bahwa BP4 di Kota Cilegon layak didirikan, dengan dilakukan strategi perbaikan faktor internal, baik input maupun proses yaitu peningkatan jumlah dan kinerja SDM Serta perencanaan program. Mengingat adanya kekuatan hukum dan besarnya peluang pasar dari BP4 maka disarankan diusulkan ke Pemda Kota Cilegon, dengan terlebih dahulu melakukan penelitian analisa biaya operasional dan dengan pertimbangan segi psikologi pasien maka nama BP4 diusulkan menjadi UPTD Pusat Unggulan Kesehatan Paru Kota Cilegon."
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T13169
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ninuk Rahayuningrum
"The rapid development in every field especially industry does not only give positive implication such as economic growth, work force absorption, foreign exchange reserve enhancement, and society revenue improvement, but also from when seen from aspect of living environment inevitable causes negative impacts, such as water resource pollution by industry liquid pollution. The existence of Ordinance No. 32 Year 2004 covers living environment controlling affairs as obligated affair of region city government, Based on that, Region/City Area Government has he authority to make policy in living environment field including industrial sector in order to develop industrial activities that orient to environment knowledge. The Cilegon city government has shown its commitment to living environment organization by issuing the policy in the living environment field, which is Region Regulation No. 2 year 2004 regarding Controlling of Environment Pollution and. Deterioration. This policy aims to maintain and keep environment quality according to its functions so harmonized and balanced environment can be concrete to support gradual development. This policy is expected to benefit the development of living environment preservation while keeping conducive condition to the development of economy. This policy gives authority to Department of Living Environment, Energy and Mining to Cilegon city as the policy executor. According to Hogwood and Gunn (1985: 197), the success of policy implementation needs fulfillment of 9 conditions which are: adequate resources needed, harmonization in the resources, independent institution executor, similar vision and goal towards the policy to be implemented, good coordination and communication. Meanwhile, Weimer and Mining (1992: 325) said that three (3) factors become focus of success possibility of a policy, namely logics from that policy, there is good cooperation and coordination needed to support policy implementation; there is capable and committed executor on policy implementation. Using qualitative descriptive method, it is known that policy implementation of living environment organization by Department of Living Environment, Energy and Mining (DLEEM) of Cilegon city does not succeed well in organizing its environment. Based on observation conducted by DLEEM of Cilegon city throughout clean river program, the quality of Kedung Ingas and Cibeber rivers is not good enough. This is mainly caused by the pollution of industrial liquid pollution as proved by data resulted from industry observation, which is potential to liquid pollution since some industrial liquid pollution exceed the quality standard determined. The policy goal is not achieved because variable authority, human resources, budgeting, and medium and infrastructure as well as coordination. The authority is weak because the authority as regulated in region regulation is not clearly understood by related parties. There is conflict of interest because the policy implementation of living environment organization is across sector and disciplines- The insufficient authority is influential to compliance of responsible party as targeted group and execution apparatus from other institutions to obey it. Human resources especially the quality is not sufficient to implement controlling of water pollution from industrial activities. This comes from the picture of low knowledge/proactive ability in doing observation in controlling water pollution by the industry. Explicit ability is sufficient due to uniformity of science disciplines from DLEEM executor such as Technique of Environment, Biology, and Chemistry which when combined with social and management science. They will become power in controlling industrial liquid pollution into the water resources of Cilegon city. The budgeting support is not sufficient yet and thus becomes the weakness in controlling industrial liquid pollution into water resources. The support of good medium and infrastructure, either in the form of operational vehicle supply or laboratory equipment, are not sufficient to support the activity of living environment controlling especially liquid pollution by industry activity. Mechanism of living environment organization involves related institutions, coordination between institutions is needed but they are not concrete yet considering no standards of networks between sectors and the concept of bureaucracy attitudes towards networking is not developing yet. To increase the success of policy implementation of living environment, several efforts must be done, namely:
a.To conduct good cooperation and coordination between related institutions by communicating effectively.
b.To empower society to help observe industry pollution.
c.To improve ability, executor needs motivation from the leader.
d.To introduce and facilitate efforts for waste minimization throughout clean production program.
e.Supporting budgeting, sufficient medium and infrastructure are needed in policy implementation in living environment field."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T21533
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ratih Purnamasari
"Sumber daya kesehatan yang terbatas dan cakupan yang rendah merupakan masalah kesehatan di Indonesia, hal ini disebabkan karena anggaran yang terbatas untuk kesehatan. Program-program kesehatan tidak dapat dilaksanakan dengan baik karena ketidakcukupan anggaran operasional. Pelayanan antenatal adalah bagian dari program KIA yang sangat penting untuk menurunkan angka kematian dan kesakitan ibu dan bayi serta mendeteksi secara dini komplikasi kehamilan. Cakupan pelayanan antenatal di Kota Cilegon rendah, yaitu K4 = 68,91%, Fe1= 77,4 %, Fe3 = 57,8 %, TT1 = 36,8 % dan TT2 = 28,7 %.
Tujuan umum penelitian untuk mengatasi kekurangan sumber daya pelayanan antenatal di Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes dan Posyandu. Tujuan khusus untuk mendapatkan gambaran besarnya kecukupan tenaga, biaya operasional serta sarana pelayanan antenatal sesuai standar di Puskesmas, Pustu, Polindes dan Posyandu.
Penelitian ini menganalisa kecukupan sumber daya tenaga (beban kerja, tugas rangkap, jumlah tenaga bidan di desa), biaya operasional (biaya administrasi dan biaya transport) , sarana pelayanan antenatal yang dilaksanakan di Puskesmas Purwakarta, Citangkil, Ciwandan dan Jombang pada akhir Desember 2005 sampai awal Januari 2006. Penelitian memanfaatkan data sekunder tahun 2004 dan data primer dari bidan.
Disain penelitian non eksperimental dan deskriptif. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, format isian dan check list. Sumber daya pelayanan antenatal dari masing-masing Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes dan Posyandu dianalisa dengan membuat perbandingan sumber daya aktual dengan normatif.
Hasil penelitian sumber daya tenaga pelayanan antenatal didapatkan bahwa semua bidan di Puskesmas dan bidan di desa beban kerjanya ringan. Bidan Puskesmas mempunyai kerja rangkap, sedangkan bidan di desa sebagian besar tidak mampunyai tugas rangkap. Tenaga bidan di desa di empat Puskesmas masih kurang.
Biaya administrasi pelayanan antenatal yang dibutuhkan di seluruh jenis tempat pelayanan (Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes dan Posyandu) berkisar antara Rp 18.255.000,00 – Rp 26.225.000,00. Kurangnya antara Rp 10.926.000,00 – Rp 19.844.500,00.
Biaya transport pelayanan antenatal yang dibutuhkan di seluruh jenis tempat pelayanan berkisar antara Rp 12.800.000,00 – Rp 19.680.000,00. Kurangnya berkisar antara Rp 6.862.000,00 – Rp 16.192.000,00.
Biaya biaya administrasi dan transport pelayanan antenatal di Puskesmas Kecamatan berkisar antara Rp 31.055.000,00 – Rp 45.905.000,00. Kurangnya berkisar Rp 19.097.500,00 – Rp 35.809.500,00.
Sarana pelayanan antenatal di seluruh Puskesmas, Puskesmas pembantu, Polindes dan Posyandu masih kurang, kecuali di Puskesmas pembantu Purwakarta sarana sudah cukup.
Saran untuk Puskesmas agar melaksanakan kunjungan K4 bersamaan dengan hari Posyandu, mengusulkan agar Dinas Kesehatan membuat kebijakan penggunaan dana pelayanan dasar PKPS-BBM untuk kegiatan pelayanan antenatal, mengusulkan retribusi 100 % dikembalikan ke Puskesmas serta membuat proposal ke pihak swasta.
Saran untuk Dinas Kesehatan agar membuat perhitungan kebutuhan tenaga bidan, menerapkan P2KT (Perencanaan dan Penganggaran Kesehatan Terpadu) untuk menyusun kegiatan program kesehatan sesuai kebutuhan, mengusulkan agar Depkes membuat kebijakan tertulis untuk penggunaan dana PKPS-BBM agar lebih fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kegiatan di Puskesmas.

The insufficiency of health resources and the low of health service coverage are health problems in Indonesia, which is caused by the limitation of health budget. Health programs cannot be carried out well because of the insufficiency of operational budget. Antenatal care is part of KIA program, which is very important to decrease mortality rate and morbidity rate of mother and infant, to early detect pregnancy complication. Antenatal care coverage in Cilegon City is low; many of the programs have not reached the targets, namely K4=68.91%, Fe1=77.4%, Fe3=57.8%, TT1=36.8%, and TT2=28.7%.
The general objective of this research are to address the lack of resources of the antenatal care at Health center, sub Health center, Polindes, and Posyandu. Particularly, this research is aimed at obtaining the description of the sufficiency rate of manpower, operational budget and antenatal care facilities in line with standards at Health center, sub Health center, Polindes, and Posyandu.
This research only analyze the sufficiency of manpower resources (workload, concurrent responsibilities, the number of midwives in villages), operational budget (administration budget and transport budget), and facilities for the antenatal care carried out at Health center of Purwakarta, Citangkil, Ciwandan, and Jombang from the end of December 2005 until the beginning of January 2006. The research uses secondary data from KIA at 2004 treasurer and primary data from the whole midwives.
The design of the research is non-experimental and descriptive. The instruments used to collect the data are questionnaires, forms, and check lists. The antenatal care resources from each Health center, sub Health center, Polindes, and Posyandu were analyzed by comparing the actual resources with the normative ones.
The result shows that all midwives at Health center and villages have mild workload. Health center midwives have concurrent responsibilities, whereas midwives at villages do not. The number of midwives in all villages still lack.
The administration budget for antenatal care needed in all type of service place (Health center, sub Health center, Polindes and Posyandu) ranging from IDR 18.255.000,00 to IDR 26.225.000,00, lack of ranging from IDR 10.926.000,00 to IDR 19.844.500,00.
The transport budget for antenatal care needed in all type of service place range from the IDR 12.800.000,00 to IDR 19.680.000,00. Lack of ranging from IDR 6.862.000,00 – IDR 16.192.000,00.
The administration and transport budget for antenatal care at Health center District range from the IDR 31.055.000,00 to IDR 45.905.000,00. Lack of range IDR 19.097.500,00 to IDR 35.809.500,00.
Facilities for antenatal care in all Health center, sub Health center, Polindes and Posyandu are still less, except in sub Health center of Purwakarta have enough.
It is recommended that Health center optimize home visit especially K4 for pregnant women at the same time with the day of Posyandu, proposing the Health Office to make the policy of elementary service fund usage of PKPS-BBM for the activity of antenatal care, proposing retribution 100 % returned to health center and also make the proposal to private sector.
It is recommended that Health Office to making calculation of requirement of midwives, implement P2KT (Integrated Health Planning and Budgeting) to compile the Health services activity of according to requirement, proposing Depkes to make the policy written by usage of to fund of PKPS-BBM more flexible can be adapted for activity in Health Center.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2006
T41314
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurhadi Raharjo
"Penyakit tuberkulosis (TBC) masih merupakan masalah kesehatan dan pembangunan dimana Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus terbesar ke tiga di dunia. Cakupan program penanggulangan TBC di Kabupaten Cianjur masih rendah, sehingga Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4) Cianjur sebagai unit pelaksana di bidang kesehatan pare hares mampu bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur dalam menanggulangi masalah TBC paru di Kabupaten Cianjur. Agar penerapan DOTS di masa yang akan datang dapat berlangsung baik, perlu diketahui penerapan strategi DOTS di BP4 Cianjur saat ini. Penelitian bertujuan mengetahui penerapan strategi DOTS di BP4 Cianjur.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif yang dibantu dengan analisis data sekunder. Penelitian ini memiliki keterbatasan yaitu hasilnya tergantung pada sejauh mana informan memiliki pemahaman dan keterlibatan terhadap pelaksanaan penerapan strategi DOTS di BP4 Cianjur.
Dari basil penelitian diketahui penerapan dengan strategi DOTS di BP4 Cianjur belum optimal dan masih banyak permasalahan yang harus diperbaiki. Apabila dengan segera diperbaiki, BP4 Cianjur dapat menjadi unit pelayanan kesehatan paru yang baik di Kabupaten Cianjur karena BP4 Cianjur mempunyai peluang yang besar dalam penanganan TBC paru.
Dalam rangka perbaikan penerapan program di masa yang akan datang, peneliti menyarankan sebaiknya diagnosis disesuaikan dengan Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis yaitu dengan pemeriksaan dahak SPS. Dilakukan penambahan tenaga pelaksana yang jumlah dan jenisnya memerlukan kajian lebih lanjut. Dilakukan upaya peningkatan kemampuan manajemen BP4 Cianjur melalui pelatihan maupun pelimpahan wewenang yang lebih besar disertai dengan pembinaan teknis dan pengawasan yang memadai.. Penyuluhan sebaiknya dikelola dengan baik, perlu disiapkan tenaga khusus yang bertanggung jawab melaksanakan penyuluhan. Apabila memi-ingkinkan segera dibentuk Komite DOTS Kabupaten Cianjur sehingga diharapkan program penanggulangan TBC dapat terkoordinasi dengan baik dalam satu sistem yang terintegrasi.

Analysis on Implementation of Introduction DOTS Strategy in Cianjur Lung Clinic (BP4 Cianjur) to Fight Against Lung Tuberculosis in Cianjur District, 2003-2004 Tuberculosis still remains a major problem of health and development in Indonesia, which placed Indonesia in the third rank of lung tuberculosis cases in the world. Tuberculosis reduction program coverage in Cianjur district is still low, so the Cianjur Lung Clinic (BP4 Cianjur) should be able to collaborate with the Cianjur District Health Office to cope with the lung tuberculosis problem. To ensure the DOTS implementation could be working well, it needs to know how the DOTS implementation in BP4 Cianjur is carried out.
This is a qualitative approach study and supported by secondary data. This study has limitation on how the informan has the understanding and involvement on the execution of the DOTS strategy in BP4 Cianjur.
The result of this study show that implementation of the lung tuberculosis following the DOTS strategy is not optimal yet and still has a lot of problems that should be taken care. BP4 Cianjur could become the best lung clinic in Cianjur district because BP4 Cianjur has great potential in handling lung tuberculosis.
In order to enhance program implementation in the future based on this study, it recommend that the diagnostic of tuberculosis cases should be in compliance with the National Tuberculosis Handbook which uses sputum smear microscopy.. Recruiting more human resources with the numbers and types needs should be studied further. Any effort to improve the management ability of BP4 Cianjur through training and delegation of authority, including technical assistance and appropriate monitoring. Quality training for patients is therefore critical to success, it is important to assign a person who has the responsibility to train people. When it is possible, directly establish DOTS Committee in the Cianjur District, so the lung tuberculosis reduction program could be well organized and coordinated in one integrated system.
"
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T13112
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wahyu Hapsari
"Tingginya tingkat kompetisi antar Rumah Sakit menyebabkan Rumah sakit yang bermutu dan berteknologi canggihlah yang akan menang dalam kompetisi.
Dengan meningkatnya jumlah pasien persalinan yang ada yang menyebabkan pula meningkatnya kasus - kasus persalinan yang memerlukan operasi menimbulkan keinginan Rumah Bersalin dan Klinik KURNIA untuk membangun kamar operasi sendiri.
Mengingat harga investasi ini cukup mahal maka perlu dilakukan analisis investasi yang baik .
Penelitian yang dilakukan dengan desain studi kasus dan pendekatan secara kualitatif dan kuantitatif ini merupakan penelitian tentang kelayakan Finansial pembangunan kamar operasi di suatu rumah sakit swasta di Cilegon dengan tujuan agar rumah sakit tersebut dapat memberikan pelayanan yang canggih dan bermutu kepada masyarakat tetapi dengan tarif yang rendah.
Perhitungan dilakukan dengan memperhatikan biaya investasi, biaya operasional, dan biaya pemeliharaan. Yang kemudian dilakukan analisis kelayakan investasinya dengan metode NPV.
Dari hasil perhitungan anaiisis kelayakan investasi diketahui nilai NPV sebesar Rp. 94.4.373.216,-. Dengan nilai NPV positif tersebut berarti proyek ini layak untuk dikerjakan.
Karena pembangunan kamar operasi ini layak maka disarankan kepada Direksi RB & Klinik Kumia untuk membuat Master Plan dan Bisniss Plan.

Investment Analysis of Operating Theater at Kurnia Clinic and Obstetric Hospital in Banten 2004Highly competition among hospitals causes the quality and sophisticated hospital that will win the competition. The increasing of obstetric patients and cases in which needed medical surgery caused Kurnia Clinic and Obstetric intended to build an operating theatre. Considering the investment cost for development an operating theatre was quite expensive so it was needed a good investment analysis.
This study that used case study design with quantitative and qualitative approach was a financial feasibility study of operating theatre development at private hospital in Cilegon so that the hospital could provide a quality and modem service to the community with affordable tariff.
The calculation was conducted on considering of investment, operating, and maintenance cost. Then investment feasibility was conducted with NPV method.
The result of investment feasibility analysis showed that NPV value was IDR 944,373,216. The positive value meant that the development project was feasible to be done.
Due to the operating theatre development was feasible, it was recommended to the board of directors of Kurnia Clinic and Obstetric Hospital to prepare its master plan and business plan.
References: 21 (1952-2003)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2004
T12801
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hana Johan Sastradijaya
"Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat dalam pendokumentasian asuhan keperawatan di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon. Masalah ini timbul dilatarbelakangi dengan kinerja perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon yang belum optimal dimana tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan yang diberikan oleh perawat pelaksana hanya 57,50 % (2003) dan perawat pelaksana yang membuat dokumentasi asuhan keperawatan dengan Iengkap dan benar hanya 53,67% (2003).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kinerja perawat dan faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan kinerja perawat ditinjau dari karakteristik individu yang meliputi umur, tingkat pendidikan dan lama bertugas, karakteristik organisasi yang meliputi sumber daya, kepemimpinan dan imbalan serta karakteristik psikologis yang meliputi motivasi dan pembelajaran.
Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan seksional silang (Cross Sectional). Sampel penelitian adalah seluruh perawat pelaksana di ruang rawat inap Rumah Sakit Umum Daerah Cilegon sejumlah 48 orang sebagai total sampel. Data yang diperoleh adalah data primer melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur terhadap responden perawat pelaksana dan data sekunder didapat dari dokumentasi asuhan keperawatan di pencatatan medis (medical record).
Hasil analisis bivariat dengan uji statistik chi-square menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur dengan kinerja, kepemimpinan dengan kinerja dan pembelajaran dengan kinerja. Tidak ada hubungan yang bermakna antara pendidikan dengan kinerja, lama bertugas dengan kinerja, sumber daya dengan kinerja, imbalan dengan kinerja dan motivasi dengan kinerja.
Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk melaksanakan proses pembelajaran yang benar kepada setiap perawat pelaksana melalui pelatihan formal yang diadakan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan, sehingga diharapkan penelitian ini dapat dilanjutkan oleh peneliti lain dengan menggunakan desain yang lebih baik validitasnya tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja perawat."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2004
T13176
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Yuliyanti
"Skripsi ini membahas mengenai Efek Ekonomi Berganda yang terjadi di Kawasan Wisata Kuliner Bundaran Perumnas Cilegon. Adanya efek berganda ini tentu tidak terlepas dari adanya partisipasi masyarakat sekitar dalam membentuk kreativitas lokal sehingga menciptakan lokasi wisata kuliner di Kota Cilegon. Adannya lokasi wisata tentu akan menimbulkan efek ekonomi berganda yang akan bermanfaat bagi masyarakat itu sendiri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data yang dilakukan yaitu melalui pengamatan dan wawancara. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menciptakan lokasi-lokasi tujuan wisata lainnya di Kota Cilegon.

This thesis discusses the multiplier effect of economic that happened in the Kawasan Wisata Kuliner Bundaran Perumnas Cilegon. The existence of this double effect would not be separated from their community participation in the shaping of local creativity to create a culinary tourist sites in the Cilegon city. There is tourist sites would have caused multiplier effect of economic that would be beneficial to the community itself. This study used a qualitative approach. The data collection is done through observation and interviews. The results of this study are expected to create the locations of other tourist destinations in the Cilegon city.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2016
S66486
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Johannes Bregas Pinandhita
"Pemilihan umum menjadi salah satu tombak terpenting berjalannya demokrasi di Indonesia. Untuk mengamankan dan menertibkan pemilu 2024, Polres Cilegon meluncurkan aplikasi Cilegon Election on Hand (CEO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa keberlanjutan dari aplikasi ini setelah pemilu 2024 berakhir dan bagaimana implementasi aplikasi ini dapat berkontribusi pada usaha Satu Data Polri untuk pemolisian prediktif. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif dengan melakukan studi pustaka, dokumentasi, dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini menemukan bahwa aplikasi CEO memiliki potensi keberlanjutan setelah Pemilu 2024 usai karena komponen penting Continual Security seperti adanya legitimasi hukum, urgensi dan manfaat penggunaan aplikasi, motivasi dan komitmen pengguna, evaluasi berkala, serta pelatihan SDM. Kemudian, peneliti menyimpulkan bahwa Polres Cilegon telah berkontribusi pada keselarasan aplikasi CEO terhadap prinsip Satu Data Polri untuk mendukung pemolisian prediktif yang handal secara garis besar. Manfaat teoritis penelitian ini yaitu membuktikan penggunaan teori Continuity Security dan Pemolisian Prediktif dapat menjelaskan fenomena studi kasus dalam ranah implementasi teknologi digital untuk pengawasan pemilu oleh lembaga kepolisian di Indonesia. Secara praktis, penelitian ini bermanfaat bagi lembaga kepolisian untuk mereplikasi kesuksesan implementasi CEO pada inisiatif digital lainnya dan dapat memberikan evaluasi kepada praktisi pengembang aplikasi. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat menambah khasanah keilmuan terkait kepolisian dan pengembangan teknologi yang berdampak terhadap Masyarakat Indonesia. Batasan dan saran penelitian juga dijabarkan pada studi ini.

General elections are one of the most important spearheads of democracy in Indonesia. To secure and organize the 2024 elections, the Cilegon Police launched the Cilegon Election on Hand (CEO) application. This study aims to analyze the sustainability of this application after the 2024 elections end and how the implementation of this application can contribute to the Satu Data Polri effort for predictive policing. This study uses a qualitative approach method by conducting literature studies, documentation, and interviews as data collection techniques. This study found that the CEO application has the potential for sustainability after the 2024 Election is over because of important Continual Security components such as legal legitimacy, urgency and benefits of using the application, user motivation and commitment, periodic evaluation, and HR training. Then, the researcher concluded that the Cilegon Police have contributed to the alignment of the CEO application with the Satu Data Polri principle to support reliable predictive policing in general. The theoretical benefits of this study are to prove that the use of the Continuity Security and Predictive Policing theories can explain the phenomenon of case studies in the realm of implementing digital technology for election supervision by police institutions in Indonesia. Practically, this research is useful for police institutions to replicate the success of CEO implementation in other digital initiatives and can provide evaluation to application developer practitioners. This research is expected to add to the scientific knowledge related to the police and the development of technology that has an impact on Indonesian society. Research limitations and suggestions are also described in this study.
"
Jakarta: Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sarah Hasianetara
"TPA Bagendung sebagai satu-satunya TPA di Kota Cilegon sehingga memiliki peluang untuk memanfaatkan jumlah sampah yang terkumpul untuk dikembangkan pengolahannya. Selain itu, di dalam sampah yang tertimbun di TPA dihasilkan gas metana yang juga dapat dimanfaatkan melalui produksi LFG. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan sampah yang terkumpul di TPA Bagendung berpotensi untuk produksi RDF dengan nilai kalor 2.400,51 kkal/kg dan dari timbunan sampah di TPA Bagendung berpotensi untuk menghasilkan 1.613.215,11 m3 atau 1.076,25 Mg gas metana. Kemudian, pengolahan sampah dapat mempertahankan daya tampung TPA Bagendung dan mengurangi emisi karbon hingga 35%, sedangkan pemanfaatan gas TPA dapat mengurangi potensi gas metana terlepas ke udara atau menjadi emisi. TPA Bagendung berpotensi untuk berkelanjutan dengan utamanya adalah aspek lingkungan melalui meraih peluang nilai keekonomian RDF dan pengurangan emisi dengan pemanfaatan kekuatan dari faktor internal pengelolaan TPA Bagendung.

Bagendung Landfill is the only landfill in Cilegon City so it has the opportunity to utilize the amount of waste collected to develop its processing. In addition, methane gas is produced in the waste that is buried in the landfill which can also be utilized through the production of LFG. This study was conducted with a quantitative approach using quantitative methods.The results of this study indicate that the waste collected at Bagendung landfill has the potential for RDF production with a calorific value of 2,400.51 kcal/kg and from the waste pile at Bagendung landfill has the potential to produce 1,613,215.11 m3 or 1.076,25 Mg of methane gas. Then, waste processing can maintain the capacity of Bagendung Landfill one year longer than planned and reduce carbon emissions by 35%, while landfill gas utilization can reduce the potential for methane gas to be released into the air or become emissions. Bagendung Landfill has the potential to be sustainable with the main aspect being the environment through seizing opportunities for RDF economic value and emission reduction by utilizing the strengths of the internal factors of Bagendung Landfill management."
Jakarta: sekolah Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Rahmaningsih
"Permasalahan yang terjadi dilingkungan yang tidak dapat dihindari di berbagai negara adalah polusi udara. Terdapat banyak penyebab terjadinya pencemaran udara, salah satunya yaitu yang disebabkan oleh partikel debu, terutama pada PM2,5. PM2,5 yang didefinisikan sebagai partikel udara ambien yang berukuran hingga 2,5 mikron. Polusi udara tidak hanya terjadi di udara ambien, tapi juga dapat terjadi di udara dalam ruang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pajanan konsentrasi PM2,5 dalam ruang terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal di sekitar kawasan indsutri Kelurahan Tegalratu Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon. Jenis penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan April-Mei 2022. Pemilihan sampel penelitian ini dilakukan secara acak berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditetapkan. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 200 orang dewasa. Dari hasil analisis didapatkan sebanyak 124 orang dewasa (87.3%) memiliki konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya tidak memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru, sedangkan terdapat 34 orang dewasa (58.6%) yang konsentrasi PM2,5 dalam rumahnya memenuhi syarat menderita gangguan fungsi paru. Hasil penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara pajanan konsentrasi PM2,5 terhadap gangguan fungsi paru pada orang dewasa yang tinggal kawasan industri. Variabel confounding yang mempengaruhi terhadap pajanan konsentrasi PM2,5 diantaranya yaitu penggunaan obat nyamuk bakar, status gizi, umur, riwayat penyakit, bahan bakar masak, jenis lantai rumah dan status merokok. Kesimpulan dari penelitian ini ditemukannya hubungan yang signifikan antara Konsentrasi PM2,5, umur, status gizi, dan jenis lantai rumah dengan kejadian gangguan fungsi paru.

Environmental problems that can not be avoided in various countries is air pollution. There are many causes of air pollution, one of which is caused by dust particles, especially in PM2,5. PM2,5 is defined as ambient air particles that are up to 2.5 microns in size. Air pollution occurs not only in the ambient air, but also in the indoor air. This study aim to determine the relationship of indoor PM2,5 concentration exposure against lung function impairment of adults living around Industrial Area Tegalratu Village, Ciwandan District, Cilegon. This research uses a cross-sectional study design. Data collection was conducted on April to May 2022. The participants were identified using random sampling method based on inclusion and exclusion criteria that have been set. The number of samples in this study were 200 adults. The analytical results obtained of 124 adults (87.3%) had PM2,5 concentrations in their homes were not qualified to suffer from lung function impairment, while there were 34 adults (58.6%) whose PM2,5 concentrations in their homes were qualified to suffer from lung function impairment. The results of this study found a significant associated between exposure to PM2,5 concentrations of lung function impairment in adults living in industrial areas. Confounding variables that affect exposure to PM2,5 concentrations include the use of mosquito coils, nutritional status, age, disease history, cooking fuels, type of house floor and smoking status. The conclusion of this study found a significant relationship between PM2,5 concentration, age, nutritional status, and type of house floor with the incidence of lung function impairment."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>