Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 88547 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Kinan Nur Mahdiyyah
"Pada abad 21 metode pembayaran yang berlaku di Indonesia adalah uang tunai, ATM/kartu debit, kartu kredit, mobile banking, internet banking, dompet digital, NFC, QR, dan closed loop. Skripsi ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi metode pembayaran konsumen Generasi Z dan pengaruh faktor performance expectancy (PE), effort expectancy (EE), self-esteem, serta pain of payment (POP) terhadap preferensi metode pembayaran pada konsumen Generasi Z. Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisi skala, pertanyaan tertutup, dan pertanyaan terbuka. Temuan menunjukkan sembilan metode pembayaran yang berlaku di Indonesia umum dimiliki dan digunakan oleh konsumen Generasi Z. Analisis multiple regression menunjukkan PE uang tunai secara signifikan memengaruhi penggunaan uang tunai (t(92) = 0.002, p = 0,002). Analisis factorial ANOVA repeated menunjukkan terdapat main effect yang signifikan pada POP, PE, EE, dan self-esteem (F(3, 273) = 359,97, p = 0,00), jenis metode pembayaran (F(5, 455) = 51,43, p = 0,00), dan interaksi POP, PE, EE, dan self-esteem dengan jenis metode pembayaran (F(15, 1365) = 20,37, p = 0,00). Analisis pengalaman tidak menyenangkan ketika menggunakan metode pembayaran menunjukkan setiap metode pembayaran berpotensi menimbulkan pengalaman tidak menyenangkan.

The payment methods that apply in Indonesia in the 21st century are cash, ATM/debit cards, credit cards, mobile banking, internet banking, digital wallets, NFC, QR, and closed loop. This research aims to explore the payment method preferences of Generation Z Consumers and the influence of performance expectancy (PE), effort expectancy (EE), self-esteem, and pain of payment (POP) impact on payment method preferences of Generation Z consumers. The research was conducted using a questionnaire containing scales, closed questions, and open questions. Findings show that the nine payment methods that apply in Indonesia are commonly owned and used by Generation Z consumers. Multiple regression analysis show that the PE of cash significantly influences the use of cash (t(92) = 0.002, p = 0,002). Repeated factorial ANOVA analysis show that there is a significant main effect on POP, PE, EE, and self-esteem (F(3, 273) = 359,97, p = 0,00), the type of payment method (F(5, 455) = 51,43, p = 0,00), and the interaction of POP, PE, EE, and self-esteem with the type of payment method (F(15, 1365) = 20,37, p = 0,00). Analysis of unpleasant experiences when using payment methods show that each payment methods has the potential to cause unpleasant experiences. "
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Anggie Augustian Wijaya
"Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis preferensi Generasi Z dalam mengonsumsi konten berita digital, studi pada akun Instagram @votemedia.id. Penelitian ini mengembangkan @votemedia.id, sebagai platform berita digital dari internal mahasiswa/i Produksi Media Universitas Indonesia. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif berdasarkan wawancara mendalam dan berlandaskan uses and gratifications theory, platform ini akan diuji terhadap mahasiswa/i Program Studi Produksi Media Universitas Indonesia yang termasuk dalam Generasi Z dan aktif menggunakan Instagram sebagai sumber informasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z lebih menyukai konten berita yang bersifat visual proporsional, informasi relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan dikemas secara kreatif melalui fitur-fitur Instagram seperti carousel, reels, dan stories. Faktor interaktivitas, kedekatan emosional, dan nilai informasi menjadi elemen penting dalam menarik perhatian mereka. Akun Instagram @votemedia.id dinilai sudah relevan dengan karakteristik Generasi Z, namun masih perlu dioptimalkan dari sisi konsistensi konten, gaya komunikasi, serta strategi interaksi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi praktis dalam mengelola akun media digital yang menyasar Generasi Z, serta berkontribusi terhadap pengembangan jurnalisme digital dan komunikasi media sosial yang efektif.

This study aims to analyze the preferences of Generation Z in consuming digital news content, with a case study of the Instagram @votemedia.id. The research focuses on developing @votemedia.id as a digital news platform managed by students of the Media Production Program at Universitas Indonesia. Using a qualitative descriptive approach based on in-depth interviews and grounded in the Uses and Gratifications Theory, this platform is examined through the lens of students in the Media Production Program who belong to Generation Z and actively use Instagram as a source of information. The findings reveal that Generation Z tends to prefer news content that is visually proportional, relevant to daily life, and creatively presented through Instagram features such as carousel, reels, and stories. Elements such as interactivity, emotional closeness, and information value play a crucial role in capturing their attention. @votemedia.id is considered relevant to the characteristics of Generation Z but still requires optimization in terms of content consistency, communication style, and interaction strategies. This research is expected to serve as a practical reference for managing digital media accounts that target Generation Z. Additionally, it aims to contribute to the development of digital journalism and effective social media communication. "
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Hamdan Bintara
"Kehadiran internet telah memberikan dampak yang mendalam pada berbagai aspek masyarakat, terutama pada generasi muda seperti Generasi Y (Millenial) dan Generasi Z. Generasi ini, yang tumbuh di era digital, menunjukkan perilaku dan sikap yang khas yang dipengaruhi oleh penggunaan internet yang luas. Propensity score matching (PSM) digunakan untuk menganalisis pengaruh variabel otonomi tingkat upah terhadap Lokasi desa/ kota, jenis kelamin, status perkawinan, jabatan, pendidikan, status pekerjaan utama, dan pengalaman di Indonesia pada sub sampel generasi Y dan Z. Penggunaan dan pemilihan metode PSM dalam penelitian ini juga bertujuan untuk mengurangi bias seleksi yang disebabkan karena variabel otonomi internet yang bersifat tidak acak. Pengaruh internet dalam bekerja pada generasi Y dan Z diketahui mempunya hasil yang siginifikan di mana pengaruh penggunaan internet dalam bekerja pada upah di generasi Y dan Generasi Z lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak menggunakan internet dalam pekerjaannya di mana generasi Y lebih tinggi 6 persen dibandingkan generasi Z. Jika melihat kelompok jabatan pengaruh internet white-collar generasi Y lebih tinggi dibandingkan generasi Z sedangkan pada jabatan Grey-collar pengaruh penggunaan internet lebih tinggi pada pada generasi Z. Selanjutnya berdasarkan wilayah, daerah Non-Jawa diketahui signifikan dan pengaruh internet pada upah lebih tinggi pada generasi Y.

The presence of the internet has had a profound impact on various aspects of society, especially on younger generations such as Generation Y (Millennials) and Generation Z. These generations, having grown up in the digital era, exhibit distinct behaviors and attitudes influenced by their extensive use of the internet. Propensity score matching (PSM) is used to analyze the impact of wage autonomy variables on village/city location, gender, marital status, job position, education, main employment status, and experience in Indonesia within the sub- samples of Generation Y and Z. The use and selection of the PSM method in this study also aims to reduce selection bias caused by the non-random nature of internet autonomy variables. The effect of internet use on work among Generations Y and Z has shown significant results where the influence of internet use on wages is higher for those who use the internet in their work compared to those who do not, Generation Y higher 6 percent than Generation Z. When looking at job categories, the influence of the internet is higher for white-collar jobs in Generation Y compared to Generation Z, while for grey-collar jobs, the impact of internet use is higher in Generation Z. Furthermore, based on regions, it is found that in non-Java areas, the effect of the internet on wages is higher for Generation Y."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Taufik Rinaldi
"Teknologi yang ada saat ini telah mengubah perusahaan dan organisasi dalam melakukan bisnisnya. Dalam era informasi saat ini, teknologi informasi seperti internet digunakan oleh banyak perusahaan sebagai komplemen terhadap cara tradisional dalam menjadikan produk dan layanannya dapat dijangkau oleh pelanggannya. Industri perbankan di Indonesia saat ini saling berlomba-lomba dalam penggunaan teknologi untuk meraih keunggulan kompetitif. PT Bank ?XX? Tbk, sebagai bank ketiga terbesar di Indonesia meresponnya dengan mengembangkan aplikasi electronic delivery channel (e-channel) untuk memudahkan nasabahnya memanfaatkan layanan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Laporan proyek akhir ini menggunakan metodologi RUP untuk melakukan analisa dan disain aplikasi e-channel berdasarkan kebutuhan yang diadaptasi dari kesempatan dan permasalahan dari PT. Bank "XX" Tbk. Untuk dapat menyesuaikan diri dengan perubahan kebutuhan bisnis yang cepat, pendekatan design pattern digunakan untuk menghasilkan desain aplikasi e-channel yang fleksibel dan reusable sehingga dapat mengantisipasi kemungkinan perubahan di masa mendatang serta pengembangan aplikasi lebih lanjut. Design pattern yang digunakan dalam proyek akhir ini adalah GOF(Gang-of-Four) pattern dan GRASP pattern. Metode penentuan tujuan disain yang diperkenalkan oleh CT Arrington digunakan sebagai panduan untuk melakukan pemilihan secara sistematis design pattern yang tepat terhadap permasalahan-permasalahan disain yang dibahas dalam laporan ini. Dengan mendefinisikan tujuan disain yang jelas dan terukur dapat memberikan arahan dalam melakukan disain dan menyediakan ukuran kesuksesan disain.

Nowadays technology changes companies and organizations in conducting their business. In this information era, information technology such as the internet are used by many companies as a complement to traditional ways of delivering products and services to the customer. Banking industry in Indonesia currently involved in a race of using technologies to gain competitive advantages. PT Bank ?XX? Tbk, the third largest bank in Indonesia responded by developing electronic delivery channel (echannel) application to ease its customer in accessing the services offered by the company.
This final project report is using RUP methodology to analyze and design the echannel application based on the requirements adapted from the opportunity and problem of PT. Bank "XX" Tbk. To be able to adjust with the rapid change of business requirements, design pattern approach is used to produce a flexible and reusable design of e-channel application to anticipate possible future changes and additional development of the application. The design patterns referred in this final project are the GOF (Gang-of-Four) and GRASP patterns. The method of determining design goals introduced by CT Arrington is used as a guideline to systematically select the suitable design patterns for design problems discussed in this report. By defining a clear and quantifiable design goals can drive a design and provide a valuable measure of success for the design."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fadilla Madani Istyabudi
"The emergence of digitalization shapes another marketing tool using social media as one of the most prominent marketing campaigns, especially in the fashion industry. This is also contributed by social media influencers who are acting like celebrities in their respective social media platforms. As social media is dominated by Generation Y & Z, this research aims to identify the factors of buying behavior on Generation Y & Z. To execute this, a research model combining theories of social media influencer, attitude towards the influencer, and buying behavior is used as descriptive study. This research applied the Theory of Planned Behavior with several appropriate adaptations. The research method is a form of quantitative research. Additionally, multigroup analysis is examined to see similarities and differences between the two generation cohorts. Further, this research is able to obtain 398 respondents consisting of both Generation Y & Z respondents residing in Indonesia collected through online questionnaires. The finding of this research aims to help fashion brand companies to maximize the utilization of social media marketing and for social media influencers to engage more with its audience with marketing practice. The findings of this research includes perceived credibility, trust, subjective norms, perceived expertise, and perceived congruence as having positive relationships and predictors of consumers’ buying behavior through consumers’ attitude towards influencers and brand attitude of both Generation Y & Z consumers in Indonesian context and is useful to help managers develop their marketing strategy through social media particularly to engage Generation Y & Z consumers.

Munculnya digitalisasi menghasilkan strategi pemasaran lain yang menggunakan media sosial sebagai salah satu kampanye pemasaran yang paling menonjol, terutama di industri fashion. Hal ini juga dikontribusikan oleh influencer media sosial yang bertingkah seperti selebriti di platform media sosialnya masing-masing. Karena media sosial didominasi oleh Generasi Y & Z, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor perilaku pembelian konsumen pada Generasi Y & Z. Untuk melakukan ini, model penelitian yang menggabungkan teori influencer media sosial, sikap terhadap influencer, dan perilaku pembelian digunakan sebagai studi deskriptif. Penelitian ini menerapkan Theory of Planned Behavior dengan menambahkan beberapa adaptasi yang sesuai. Metode penelitian merupakan salah satu bentuk penelitian kuantitatif. Selain itu, analisis multigroup dilakukan untuk melihat persamaan dan perbedaan antara dua kelompok generasi. Selanjutnya, penelitian ini memperoleh 398 responden yang terdiri dari responden Generasi Y & Z di Indonesia yang dikumpulkan melalui kuesioner online. Temuan penelitian ini bertujuan untuk membantu perusahaan merek fesyen untuk memaksimalkan pemanfaatan pemasaran media sosial dan agar influencer media sosial lebih terlibat dengan audiensnya dengan praktik pemasaran. Temuan penelitian ini meliputi persepsi kredibilitas, kepercayaan, norma subjektif, keahlian yang dirasakan, dan kesesuaian yang dirasakan memiliki hubungan positif dan prediktor perilaku pembelian konsumen melalui mediasi sikap konsumen terhadap influencer dan sikap merek konsumen Generasi Y & Z dalam konteks Indonesia dan berguna untuk membantu para manajer mengembangkan strategi pemasaran mereka melalui media sosial khususnya untuk konsumen Generasi Y & Z."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nabella Elva Shakila
"Adiksi Internet dapat didefinisikan sebagai penggunaan internet kompulsif dan perilaku adiksi internet digunakan untuk menggambarkan gejala seseorang yang menggunakan internet yang sangat bermasalah dan adanya masalah sosial. Gejala umum yang ditimbulkan dapat dirumuskan menjadi 6 gejala aspek. Dari penggunaan internet yang berlebihan dapat mengganggu tidur seseorang, salah satunya adalah insomnia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan adiksi internet dengan insomnia pada Generasi Z di Jakarta Timur. Instrumen yang digunakan untuk mengukur adiksi internet adalah Internet Addiction Test (IAT) dan untuk mengukur insomnia adalah Insomnia Severity Index (ISI). Desain penelitian yang akan digunakan adalah cross-sectional dengan teknik sampling convenience sampling. Hasil pada penelitian ini diketahui bahwa tingkat adiksi paling tinggi adalah adiksi ringan, namun tidak dipungkiri ada yang mengalami adiksi berat. Hal yang sama pada insomnia, banyak yang mengalami insomnia ringan dan sebagian kecil mengalami insomnia berat. Hasil uji chi square didapatkan bahwa perbedaan proporsi ini berbeda secara signifikan (p=0,001; α=0,05). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara adiksi internet dan insomnia pada generasi Z di Jakarta Timur. Oleh karena itu, diperlukan adanya skrining dan upaya lebih lanjut untuk mengurangi dampak dari adiksi internet salah satunya adalah insomnia.

Internet addiction can be defined as compulsive internet use and internet addiction behavior is used to describe the symptoms of someone who uses the internet that is very problematic and there are social problems. The general symptoms can be formulated into 6 aspects. Excessive internet use can disrupt a person's sleep, one of which is insomnia. The purpose of this study was to identify the relationship between internet addiction and insomnia in Generation Z in East Jakarta. The instrument used to measure internet addiction is Internet Addiction Test (IAT) and to measure insomnia is Insomnia Severity Index (ISI). The research design that will be used is cross-sectional with convenience sampling technique. The results in this study showed that the highest level of addiction was mild addiction, but it was not denied that there were those who experienced severe addiction. The same thing with insomnia, many experienced mild insomnia and a small percentage experienced severe insomnia. The results of the chi-square test found that the difference in proportion was significantly different (p=0.001; α=0.05). Thus it can be concluded that there is a relationship between internet addiction and insomnia in generation Z in East Jakarta. Therefore, screening and further efforts are needed to reduce the impact of internet addiction, one of which is insomnia."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Amelia Pratiwi
"Krisis di sektor perbankan Indonesia sejak pertengahan tahun 1997, akhimya membuat pemerintah terpaksa membekukan kegiatan operasi - bahkan mencabut ijin usaha dan melikuidasi bank-bank yang dinilai mempunyai kinerja yang amat buruk dan tidak memiliki prospek untuk diperbaiki. Kebijakan pemerintah tersebut merontokkan sejumlah bank umum di Indonesia. Tentu saja ini tidak berarti bank lain yang selamat dari kebijakan itu memiliki kinerja yang cukup baik. Oleh sebab itu penelitian ini mencoba memetakan perbankan Indonesia untuk memperoleh gambaran mengenai karakteristik dan kecenderungan strategi dari kelompok bank umum.
Variabel yang digunakan ditentukan berdasarkan metode radar, yang menilai kinerja dari 5 segi, yaitu liquidity, capital adequacy, productivity, profitability dan growth possibility. Kemudian dengan menggunakan analisis duster dan analisis diskriminan, dibuat empat kategori dari setiap segi radar, berdasarkan kestabilan keanggotaan cluster dan variabel yang memiliki discriminating power terbesar. Penelitian ini merupakan exploratory research, sehingga tidak ada pengujian hipotesis. Dengan alasan tersebut, maka peneliti tidak melakukan pengujian asumsi, seperti normality, finierity dan sebagainya.
Untuk menggambarkan peta perbankan, ditentukan 3 dimensi strategis melalui pembobotan setiap kategori. Segi liquidity dan capital adequacy dibobot bersama-sama dan menjadi dimensi strategis asset management. Demikian juga dengan segi productivity dan growth possibility, menjadi dimensi strategis growth-productivity. Sedangkan segi profitability dibobot tersendiri.
Hasilnya diperoleh 49 cluster strategis, dan diketahui bahwa sebagian besar bank-bank umum di Indonesia cenderung memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Sebagian besar dari bank bank tersebut termasuk kelompok BUSN D dan BUSN ND, dan termasuk bank dengan size kecil
b. Memiliki tingkat likuiditas yang relatif rendah. Menunjukkan cenderung agresifnya bank-bank tersebut dalam mengelola assetnya.
c. Kecukupan modalnya relatif rendah. Mengindikasikan cenderung terjadinya pelanggaran peraturan mengenai kecukupan modal, atau cenderung meningkatnya kerugian bank akibat kredit macet meningkat.
d. Tingkat produktivitasnya cenderung rendah, demikian juga dengan potensi pertumbuhannya. Secara tidak langsung menunjukkan manajemen bank kurang memperhatikan perkembangan SDM-nya.
e. Tingkat profitability-nya cenderung rendah. Berarti kemampuan manajemen bank dalam mengelola assetnya relatif rendahnya.
Dari penelitian ini juga diketahui bahwa sebagian besar bank-bank di Indonesia cenderung tidak konsisten dalam melaksanakan strategi yang telah mereka tetapkan sendiri sebelumnya. Beberapa dari mereka akhirnya masuk dalam program penyehatan perbankan pada tahun 1999-2000."
Depok: Universitas Indonesia, 2001
T18866
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adrian K. Ariawan
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1983
S16834
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nisa Aziza
"ABSTRAK
Peningkatan jumlah pengguna internet menjadi salah satu pemicu
meningkatnya para pengguna e-commerce di Indonesia. Namun, perkembangan
industri e-commerce di Indonesia tidak sejalan dengan penyediaan infrastruktur
yang sepadan. Salah satu infrastruktur yang dinilai buruk adalah sistem
pembayaran. Bank, sebagai pihak penyelenggara sistem pembayaran, terus
berupaya mengembangkan produk teknologi sistem pembayaran. Salah satunya
dengan mengembangkan aplikasi internet banking yang juga merupakan salah satu
upaya untuk mereduksi biaya operasional perbankan. Sebuah penelitian terkait
persepsi pengguna terhadap teknologi tersebut dibutuhkan untuk membantu para
manajer dan desainer perangkat lunak. Penelitian ini merupakan studi kasus pada
KlikBCA. Analisis faktor yang berhubungan dengan proses penerimaan pengguna
terhadap produk teknologi internet banking untuk transaksi berbelanja online akan
dilakukan menggunakan model terintegrasi TAM dan TTF. Analisis akan dilakukan
dan data akan diolah menggunakan metode Structural Equation Modelling (SEM).
Hasil penelitian menunjukkan rendahnya manfaat yang dirasakan, namun
kemudahan yang tinggi dan rendahnya kecocokan antara tugas dan teknologi, yang
menyebabkan teknologi ini berada pada kuadran II dalam kerangka
usefullness/EOU Grid.

ABSTRACT
The increasing number of internet users in Indonesia, is one of the triggers
of the rising e-commerce users. However, the development of e-commerce industry
in Indonesia is not in line with the provision of infrastructure that is commensurate.
One considered as poor is payment system infrastructure. Bank, as the organizer of
the payment system, continue to develop their payment system technology
products. One of them is by developing internet banking application which is also
one of the efforts to reduce the cost of banking operations. A study on the user's
perception of the technology is needed to help managers and software designers.
This research is a case study on KlikBCA. Analysis of factors associated with the
acceptance process of the users of internet banking technology products for online
shopping transactions will be conducted using an integrated model of TAM and
TTF. The analysis will be performed and the data will be processed using Structural
Equation Modeling (SEM).. The results showed low perceived benefits, but the ease
of high and low match between task and technology, which led to this technology
is in quadrant II within the framework of usefullness / EOU Grid."
2015
S59303
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Audrey Octavia
"Ketersediaan alamat IPv4 semakin menipis karena IPv4 hanya mempunyai panjang alamat 32 bit. Oleh sebab itulah dikembangkan teknologi guna mengatasi keterbatasan alamat pada IPv4, yaitu Internet Protocol version 6 (IPv6) yang mempunyai panjang alamat 128 bit. Proses transisi IPv4 menjadi IPv6 tak dapat dilakukan secara langsung, sehingga diperlukan metode transisi menuju IPv6. Salah satu metode transisi yang banyak digunakan adalah metode tunneling karena memungkinkan teriadi interkoneksi antar cloud IP.
Beberapa metode tunneling yang telah berkembang antara lain: Tunnel Broker, 6over4, 6to4, dan ISATAP. Jaringan test-bed IPv6 yang akan digunakan merupakan sebuah jaringan lokal dengan 7 buah PC dimana 1 buah PC sebagai DNS, 2 buah PC sebagai router, dan 4 buah PC sebagai host. Pengujian dilakukan berurutan dari topologi jaringan IPv4 murni, IPv6 murni, IPv6 tunneling 6to4, dan IPv6 tunneling ISATAP. Parameter yang digunakan adalah pengiriman paket dasar pada layer jaringan TCP/IP yaitu ICMP serta aplikasinya berupa FTP. Analisa dilakukan berdasarkan perbandingan parameter Round Trip Time (RTT), latency, dan throughput.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan IPv6 tunneling 6to4 dan ISATAP dapat menurunkan nilai RTT sampai 14,28% dan meningkatkan latency sampai 14,6% serta meningkatkan throughput sampai 1,36% apabila dibandingkan dengan jaringan IPv6 murni. Tingginya nilai throughput secara keseluruhan pada jaringan IPv6 tunneling ISATAP dibanding dengan IPv6 murni dan IPv6 tunneling 6to4 mencapai 1,22% dan 1,33%, membuktikan bahwa metode tunneling ISATAP memiliki interoperability lebih baik."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S40756
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>