Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 160475 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Rohanita Sapriani J
"Laporan magang ini disusun dengan tujuan untuk melakukan analisis terkait kinerja keuangan entitas bisnis pada Yayasan X melalui perhitungan dan analisis rasio keuangan. Financial Performance merupakan suatu ukuran kinerja keuangan suatu entitas yang penting dalam menilai perkembangan dan perencanaan bisnis entitas kedepannya. Laporan magang ini bertujuan untuk menilai kinerja keuangan (Financial performance) dari lima entitas bisnis yang dikelola di bawah Divisi Y khususnya Entitas Bisnis AA1, AA9, AA19, AA20, dan AA29. Aspek yang dianalisis mencakup likuiditas, profitabilitas, dan operasional dari masing-masing entitas bisnis. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kinerja keuangan dari setiap entitas bisnis cukup baik. Meskipun demikian, terdapat fluktuasi dalam pertumbuhan pendapatan dan marjin laba bersih beberapa entitas bisnis. Selain itu, arus kas operasional dari masing-masing entitas bisnis juga terbilang fluktuatif. Analisis ini penting untuk melihat kinerja keuangan masing-masing entitas bisnis, khususnya dalam hal tingkat kesehatan keuangan dan efektivitas pengelolaan keuangan dalam kegiatan operasional bisnis. Hasil analisis yang dilakukan kemudian dapat dijadikan sebagai bahan pemahaman dan pertimbangan keputusan untuk tindakan lebih lanjut terkait penyusunan kebijakan oleh Divisi Y atas setiap entitas bisnis yang berada dalam lingkup Yayasan X.

The purpose of this internship report was to compute and evaluate financial ratios in order to conduct an analysis pertaining to the financial performance of business entities at Foundation X. Financial performance serves as an indicator of an organization's financial health, which is critical when evaluating the organization's strategic business growth and future operations. This internship report aims to assess the financial performance of five business entities overseen by Division Y, particularly on AA1, AA9, AA19, AA20, and AA29. The elements that are assessed comprise the operational, financial, and liquidity facets of every business entity. The findings of the analysis indicate that, on an overall basis, the financial performance of every business entity is quite favorable. Nevertheless, some business entities experience variations in their net profit margins and revenue growth. The operational capital flow of each business entity is also subject to significant fluctuations. Conducting this analysis is crucial for evaluating the financial performance of every business entity, particularly concerning the level of financial health and the efficacy of financial management in the execution of operational activities. Subsequently, the outcomes of the conducted analysis may be utilized as raw data to comprehend and deliberate upon decisions on the development of policies by Division Y on behalf of every business entity affiliated with Foundation X."
Depok: Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas ndonesia, 2023
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Helfert, Erich A.
Homewood, Illinois: Richard D. Irwin, 1977
658.151 HEL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Helfert, Erich A.
Homewood, Illinois: Richard D. Irwin, 1967
332 HEL t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Helfert, Erich A.
Homewood, Illinois: Richard D. Irwin, 1982
658.151 HEL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Helfert, Erich A.
Boston: McGraw-Hill/Irwin, 2003
658.151 HEL t
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Chaerani Nisa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memprediksi perusahaan yang menjadi target akuisisi di Indonesia. Identifikasi dilakukan dengan melihat karakter yang mempengaruhi suatu perusahaan menjadi target. Karakter di sini diwakili indicator keuangan suatu perusahaan baik itu berbentuk rasio ataupun non-rasio. Karakter tersebut terbagi dalam enam hipotesis yaitu lnefficient Management hypothesis Size hypothesis, Undervaluation hypothesis, Industry hypothesis, Growth Mismatch hypothesis dan PER Hypothesis. Untuk setiap hipotesis tersebut digunakan rasio keuangan yang sekiranya mencerminkan masing-masing hipotesis tersebut ROE untuk inefficient management hypothesis, total asset untuk size hypothesis PBV untuk asset undervaluation hypothesis, dummy bagi perusahaan perbankan untuk industry hypothesis dan current ration,DER, dan average sales growth untuk growth mismatch hypothesis dan PER untuk PER Hypothesis.
Identifikasi perusahaan akuisisi dianalisis dengan model logit. Hasil analisis menunjukkan secara keseluruhan model dapat menerangkan variabel terikat dengan cukup baik dengan variabel PER dan IDUMMY yang mempengaruhi probabilita perusahaan secara signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua hal, pertama perusahaan pengakuisisi selain mempertimbangkan perusahaan listed yang menjadi target akuisisi, juga melihat perusahaan yang tidak listed sebagai perusahaan target. Selain itu, variabel yang dipilih kemungkinan juga kurang menggambarkan karakter perusahaan yang menjadi target akuisisi di Indonesia.
Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah membuat prediksi perusahaaan yang menjadi target akuisisi, dengan menentukan titik optimal cut-of Dua metode digunakan untuk menentukan titik ini. Metode minimizing error yang diperkenalkan oleh Palepu (1986) dan metode maximization return yang diperkenalkan oleh Powell (1997). Dari hasil penelitian ditemukan, minimizaton error membelikan cut-off pada titik 0.140 dengan keakuratan 21.6% dan maximization return memberikan cut-off pada titik 0.045 dengan tingkat keakuratan 22%.

This research aimed to identify and predicts companies that becoming target of acquisition in Indonesia. Identification is done by seeing at the character which influencing a compary to become target. Character here is represented by company financial indicator either be in the form of ratio or nonratio. The character divided in six hypothesizes, which are Inefficient Management hypothesis, Size hypothesis, Asset Undervaluation hypothesis, Industry hypothesis and Growth Mismatch hypothesis. For every hypothesis, the writer choose ratio that reflect the hypothesis. PER and ROEjbr inefficient management hypothesis; market capitalization and asset total for size hypothesis, PBV for asset undervaluation hypothesis, dummy for banking company for industry hypothesis and current ratio, DER, and average sales growth for growth mismatch hypothesis and PER for PER hypothesis.
Identification of Acquisition companies are analysed with legit model. Result of analysis shows, eventhough as a whole model can explain dependent variables good enough and PBV and IDUMMY have a signficance influence in determine me acquisition probability It happen perhaps because of two things, first, acquiring company besides considering listed company becoming target of acquisition, also sees company that is not listed as target of its the acquisition. Second reason, variable selected also unable to depict company character which becoming target of acquisition in Indanesia. While from sign, only PER and ROE having a sign as according to hypothesis.
The second step is making prediction of company becoming target of acquisition, by determining optimal cut-off point. No methods applied to determine this point. First method is minimizing ermrs; introduced by by Palepu (198Q and second method is maximization return introthiced by by Powell ( 1997). The result shows, minimization error give cut-off point at 0.140 with accuracy level at 21.6% and maximization return give cut-of point at 0. 045 with accuracy level at 22%.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Chaerani Nisa
"Penelitian ini bertujuan untuk mengidentffikasi dan memprediksi perusahaan yang menjadi target akuisisi di Indonesia. Identifikasi dilakukan dengan metode braider yang mempengaruhi suatu perusahaan menjadi target. Karakter di sini diwakili indicator keuangan suatu perusahaan baik itu berbentuk nisi° ataupum non-rasio. Karakter tersebut terbagi dalam enam hipotesis yaitu Inefficient Management hypothesis, Size hypothesis, Undervaluation hypothesis, Industry hypothesis, Growth Mismatch hypothesis dan PER Hypothesis. Untuk setiap hipotesis tersebut digunakan rasio keuangan yang sekiranya mencerminkan masing-masing hipotesis tersebut ROE untuk ineicient management hypothesis, total asset untuk size hypothesis, PBV untuk asset undervaluation hypothesis, dummy bagi pemsahaan perbanktm Intl& industry hypothesis dan current ratio, DER, dan average sales growth untuk growth mismatch hypothesis dan PER untuk PER Hypothesis. Identifikasi perusahaan akuisisi dianalisis dengan model logit.
Hasil analisis menunjukkan secara keseluruhan model dapat menerangkan variabel terikat dengan cukup balk dengan variabet PER dan IDUMMY yang mempengaruhi probablits perusahaan secara signifikan. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh dua hal, pertama perusahaan pengakuisisi selain memperrimbangkan perusahaan listed yang menjadi target akuisisi, juga mehliat perusahaan yang tidak listed sebagai perusahaan target akuisisinya. Selain itu, variabel yang dipilih kemungkinan juga kurang menggambarlam karakter perusahaan yang menjadi target akuisisi di Indonesia Langkah selanjutnya yang dilakukan adalah membuat predrisi perusahaan yang menjadi target akuisisi, dengan menentukan titik optimal cut-off Dim metode digunakan untuk menentukan titik ini Metode minimizing error yang diperkenalkan ohh Palepu (1986) dart metode maximization return yang diperkenalkan oleh Powell (1997). Dan hasil penelitian ditemukan, minimization error membenican cut-off pada tit& 0.140 dengan kaakuratan 21.6% dan maximization return memberikan cut-off pada &tic 0.045 dengan tingkat keakuratan 22%.

This research aimed to identifr and predicts companies that becoming target of acquisition in Indonesia. Identification is done by seeing at the character which influencing a company to become target. Character here is represented by company financial indicator either be in the firm ofratio or non-ratio. The character divided in six hypothesizes, which are Inefficient Management hypothesis, Size hypothesis, Asset Undervaluation hvothesis, Industry hypothesis and Growth Mismatch hypothesis For every hypothesis, the writer choose ratio that reflect the hypothesis. PER and ROE for inefficient management hypothesis, market capitalization and asset total fir size hypothesis, PBV fir asset undervaluation hyothesis, dummy for banking company for industry hvothesis and current ratio, DER, and average sales growth for growth mismatch hypothesis and PER for PEI? hypothesis. Identification of Acquisition companies are ana&sed with logit model.
Result of analysis shows, eventhough as a whole model can explain dependent variables good enough and PBV and IDriltilf !have a signfflccmce influence in determine the acquisition probabiliot It happen perhaps because of two things, first, acquiring company besides considering listed company becoming target ofacquisitian, also sees company that is not listed as target of its the acquisition. Second reason, variable selected also unable to depict company character which becoming target of acquisition in Indonesia. While from sign, onb, PER and ROE having a sign as according to hypothesis. The second step is making prediction ofcompany becoming target of acquisition, by determining optimal cut-off point. Two methods applied to determine this point. First method is minimiring errors; introduced by by Palepu ( 1986) and second method is maximization return introduced by by Powell ( 1997). The result shows, minimization error give cut- 411 f point at 0.140 with accuracy level at 21.6% and maximization return give cut-offpoint at 0.045 with accuracy level at 22%.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2007
T34323
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The purpose of this research are 1) to examine and analyze the change to acquirer’s finance performances before and after merger and acquisition which is measured by Quick Ratio, Debt to Equity Ratio, Average Collection Period, and Return on Equity; and 2) to examine and analyze the change to the abnormal return before and after acquisition. Sample of this research consists of 14 non financing companies listed in Indonesia Stock Exchange and research period of 2005-2008. That selected by using purposive sampling method. Technique of analyzed for examining the hypothesis is Wilcoxon Sign Test at level significant 10%.
The result shows that financial ratio indifference between before and after merger and acquisition, except Debt to Equity Ratio is decreasing, and the merger and acquisition announcement did not get any response from the investors, because there were no significant changes to the abnormal return before and after the announcement. These results indicate that merger and acquisition does not provide synergy for acquiring firm and they cannot achieve economic motive."
JEBK 1:2 (2012)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Lubis, Simon Muliawan Pandapotan
"Di dalam mencapai sasaran dan tujuannya, baik perusahaan kecil maupun besar selalu menghadapi berbagai masalah internal (dibawah kontrol perusahaan) maupun eksternal (di luar kontrol perusahaan) Merumuskan suatu masalah sangatlah penting dan perlu, sehingga masalah tersebut dapat diamati dan diketahui faktor-faktor apa saja yang menjadi penyebabnya. Masalah yang dihadapi PT.IIU adalah perolehan laba negatif (rugi) untuk tahun 1996. Masalah adalah sesuatu yang memerlukan pemecahan dan merupakan sesuatu yang tidak diinginkan. oleh karena itu setiap masalah membutuhkan tanggapan dan cara?cara untuk mengatasinya agar perusahaan bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Tujuan dan penulisan karya akhìr ini adalah menge tahui seberapa efektif dan efisien-kah PT.IIU mampu mengelola dananya yang berada di dalam perusahaan, se dangkan manfaatnya dapat memberikan masukan, tidak saja bagi para pemegang saham tapi juga bagi PT.IIU sendiri.
Metode Analisa yang digunakan adalah :
1) Metode analisa vertikal yaitu untuk mengetahui persentase masing-masing pos aktiva terhadap total ,aktiva, persentase masing?masing pos passiva terhadap total passiva dan persentase perkomponen dan pos-pos perhitungan rugi?laba terhadap penjualan untuk diada kan penilaian dan interpretasi.
2) Metode analisa rasio yaitu untuk mengetahui hubungan sebab akibat dan pos?pos tertentu dalam neraca, laporan rugi laba, baik secara sendiri-sendiri maupun kombinasi antara pos neraca dan pos rugi-laba. Dan di dalam analisa rasio ini diperkenalkan konsep sustain able growth rate yang mengintegrasikan berbagai jenis rasio?rasio (ROE ditambah Dividen policy).
3) Metode analisa cash flow dimaksudkan untuk mengetahui likuiditas perusahaan dan kemampuan manajemen dalam mengelola aktivitas operasi, investasi dan financingnya.
Hasil penalitian menunjukkan bahwa PT.IIU merugi disebabkan oleh dua faktor yaitu faktor external dan internal. Faktor external disebabkan harga pulp dan rayon yang sangat fluktuatif terutama di pasaran luar negeri.
Sedang faktor internal disebabkan ROE yang negatif. Kesimpulan dan karya akhir ini adalah PT.IIU lemah atas 3 (tiga) komponen ROE-nya yaitu: Net Profit Margin, Asset Turn Over, Financial Leverage. Ini menunjukkan masih kurang efisien dan efektifnya kebijakan investasi yang dilakukan PT.IIU, yang mana terlihat Rugi bersih pada tahun 1996.
Saran-saran yang bisa sebagai masukan adalah untuk segera memperbaiki ROE-nya di masa akan datang agar bisa mencapai sustainable growth rate yang diinginkan. Dan keputusan PT.IIU untuk mengakuisisi Pabrik Nimia Kerinci tepat sekali, dalam rangka menstabilkan cash flownya untuk mengantisipasi harga pulp yang sangat fluktuatif di pasaran domestik maupun luar negeri."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 1998
T3954
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>