Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 95170 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Hafisa Nur Islamiyah
"Pengkajian resep obat merupakan salah satu kegiatan pelayanan kefarmasian di apotek. Laporan praktik kerja profesi apoteker ini bertujuan untuk melakukan proses pengkajian resep dari salah satu resep pasien penyakit kronis hipertensi di Apotek. Aspek yang dikaji meliputi kelengkapan aspek administratif, farmasetik, dan klinik dari resep. Pengkajian dan analisis resep pasien penyakit kronis hipertensi dilakukan dengan pengambilan data dari salah satu resep penyakit kronis periode Mei 2023 di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok. Resep ini ditujukkan untuk pasien atas nama Ny. Z yang menerima resep enam item obat dari dr. X, Sp.PD, yaitu Amlodipin 10 mg, Atorvastatin 20 mg, Bisoprolol 5 mg, Candesartan 16 mg, Hidroklorotiazid, dan Spironolakton 25 mg. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa aspek administratif dan farmasetik resep tidak lengkap karena ada beberapa aspek yang tidak diisi dan tercantum pada resep. Hasil pengkajian resep berdasarkan aspek klinis menunjukkan telah memenuhi ketepatan indikasi, dosis, aturan, cara dan lama penggunaan obat, namun terdapat potensi interaksi antar obat. Resep tidak memenuhi seluruh aspek administratif, farmasetik, dan klinis secara lengkap. Masih terdapat beberapa aspek yang belum lengkap diantaranya informasi administratif kekuatan sediaan pada aspek farmasetik.

Prescription assessment is a crucial component of pharmaceutical services in pharmacies. This professional pharmacist internship report aims to evaluate the prescription review process for a patient with chronic hypertension at a pharmacy. The assessment covers the completeness of administrative, pharmaceutical, and clinical aspects of the prescription. The review and analysis of the chronic hypertension patient's prescription were conducted using data from a chronic disease prescription in May 2023 at Kimia Farma 202 Pharmacy in Kejayaan, Depok. The prescription was issued to a patient named Mrs. Z, who received a six-item prescription from dr. X, Sp.PD, including Amlodipine 10 mg, Atorvastatin 20 mg, Bisoprolol 5 mg, Candesartan 16 mg, Hydrochlorothiazide, and Spironolactone 25 mg. The assessment results revealed that the administrative and pharmaceutical aspects of the prescription were incomplete due to several missing or unspecified elements. The clinical assessment indicated that the prescription met the criteria for appropriate indications, dosage, administration method, and duration of use, but potential drug interactions were identified. Overall, the prescription did not fully meet all administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. Some aspects, such as the strength of the preparation in the pharmaceutical section, were incomplete.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Ricky
"Penyakit Tidak Menular (PTM), seperti hipertensi, merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia. Program Rujuk Balik (PRB) merupakan program BPJS Kesehatan yang bertujuan untuk menjamin pasokan obat bagi pasien dengan penyakit kronis, termasuk hipertensi. Namun, pelaksanaan PRB seringkali tidak sesuai dengan harapan karena kurangnya responsivitas pasien terhadap program ini (Noverdita, 2017). Penelitian ini dilakukan di Apotek Kimia Farma 0254 Pos Pengumben dengan menggunakan metode pengumpulan data secara retrospektif terhadap pasien hipertensi yang mengikuti PRB dari Maret 2023 hingga April 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total 689 pasien hipertensi yang mengambil obat selama periode Maret-April 2023, sebanyak 397 pasien atau 57,62% patuh dalam mengikuti pengobatan, 179 pasien atau 25,98% tidak patuh, dan 113 pasien atau 16,40% merupakan pasien baru.

Non-communicable diseases (NCDs), such as hypertension, are significant public health issues in Indonesia. The Referral Back Program (RBP) is a program by BPJS Health aimed at ensuring medication supply for patients with chronic diseases, including hypertension. However, the implementation of RBP often does not meet expectations due to patients' lack of responsiveness to this program (Noverdita, 2017). This research was conducted at Kimia Farma Pharmacy 0254 Pengumben Branch using a retrospective data collection method on hypertensive patients participating in the RBP from March 2023 to April 2023. The results showed that out of a total of 689 hypertensive patients who took medication during the March-April 2023 period, 397 patients or 57.62% were compliant with their medication, 179 patients or 25.98% were non-compliant, and 113 patients or 16.40% were new patients.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Gayatri Indah Pramesti
"Penggunaan obat yang rasional adalah faktor penting dalam keberhasilan pelayanan kefarmasian. Pengkajian resep obat asma di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok dilakukan untuk menilai kesesuaian resep dengan standar yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resep obat asma dari segi administrasi, farmasetik, dan klinis serta memahami permasalahan yang muncul dari pengkajian resep tersebut. Pengkajian dilakukan terhadap resep asma yang diterima di Apotek Kimia Farma 202 selama bulan Juli 2023. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara dengan apoteker. Analisis dilakukan berdasarkan aspek administrasi, farmasetik, dan klinis sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No. 73 Tahun 2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar resep sudah memenuhi standar administrasi, namun terdapat beberapa kekurangan dalam aspek farmasetik dan klinis, seperti ketidaktepatan dosis dan bentuk sediaan obat yang tidak tercantum dengan lengkap. Peningkatan kualitas pelayanan resep di Apotek Kimia Farma 202 dapat dicapai melalui peningkatan pengawasan dan edukasi kepada tenaga kesehatan mengenai penulisan resep yang lengkap dan jelas.

Rational drug use is a critical factor in the success of pharmaceutical services. The evaluation of asthma medication prescriptions at Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan Depok was conducted to assess the conformity of prescriptions with applicable standards. This study aims to review asthma drug prescriptions in terms of administration, pharmaceutics, and clinical aspects, as well as to understand the issues arising from this evaluation. The review was carried out on asthma prescriptions received at Apotek Kimia Farma 202 during July 2023. Data were collected through direct observation and interviews with pharmacists. Analysis was conducted based on administrative, pharmaceutical, and clinical aspects in accordance with Minister of Health Regulation No. 73 of 2016. The results of the analysis indicated that most prescriptions met administrative standards; however, there were some deficiencies in pharmaceutical and clinical aspects, such as inaccurate dosages and incomplete drug formulations. Improving the quality of prescription services at Apotek Kimia Farma 202 can be achieved through enhanced supervision and education for healthcare professionals regarding the writing of complete and clear prescriptions.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Hasyatillah
"Praktik kerja profesi apoteker di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan bertujuan mengkaji resep obat dari salah satu resep pasien diabetes melitus di Apotek Kimia Farma Kejayaan bulan Mei 2023 dari segi administrasi, farmasetik dan klinis. Serta memahami permasalahan yang ditemukan dari hasil pengkajian resep di Apotek Kimia Farma Kejayaan bulan Mei 2023. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam laporan ini adalah studi literatur. Resep yang diperoleh adalah dari resep bulan Mei tahun 2023 di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan. Resep dipilih karena kompleksitas yang ada di dalam resep dan dapat dijadikan bahan ajar tentang pengkajian resep. Pengkajian salah satu resep di Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan dilihat dari aspek administratif, yaitu melihat kelengkapan data pasien, dokter, serta obat yang diberikan pada resep. Aspek farmasetik dilihat dengan menyesuaikan nama obat serta kekuatan obat dengan literature. Aspek klinis dilakukan untuk melihat indikasi, dosis, efek samping, kontra indikasi, dan potensi interaksi obat yang ada pada resep. Permasalahan yang sering ditemukan pada penulisan resep yaitu terkait aspek administrasi masih ditemukan beberapa poin yang jarang dicantumkan dalam penulisan resep. Ada pula permasalahan terkait potensi interaksi obat yang harus diwaspadai yang dapat terjadi kepada pasien.

The professional pharmacist work practice at Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan aims to review a prescription from a diabetes mellitus patient at Apotek Kimia Farma Kejayaan in May 2023 in terms of administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. Additionally, it seeks to understand the issues found from the prescription review at Apotek Kimia Farma Kejayaan in May 2023. The implementation method used in this report is literature study. The prescription reviewed is from May 2023 at Apotek Kimia Farma 202 Kejayaan. This prescription was chosen due to its complexity and can be used as a teaching material for prescription review. The review of the prescription at Apotek Kimia Farma Kejayaan is conducted from three aspects: Administrative aspect involves checking the completeness of the patient data, doctor information, and the medications prescribed. Pharmaceutical aspect involves verifying the drug names and their strengths against the literature. Clinical aspect involves assessing the indications, dosage, side effects, contraindications, and potential drug interactions in the prescription. Common issues found in prescription writing include some administrative details that are often omitted. Additionally, there are potential drug interaction problems that need to be closely monitored to prevent adverse effects on the patient.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Faathimah Adiibah
"Hipertensi adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia dengan prevalensi sebesar 25,8% pada tahun 2013. Apotek Kimia Farma Raya Bogor bekerja sama dengan Rumah Sakit Tugu Ibu dalam pemberian obat pada pasien BPJS rawat jalan. Dalam kajian ini, lima resep antihipertensi dipilih untuk dievaluasi dari aspek administrasi, farmasetis, dan klinis. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa resep-resep tersebut memenuhi semua aspek yang diharuskan kecuali informasi berat badan yang tidak ada. Telaah klinis menunjukkan bahwa semua resep tepat indikasi, dosis, dan pemberiannya.

Hypertension is one of the major global health problems, including in Indonesia with a prevalence of 25.8% in 2013. Apotek Kimia Farma Raya Bogor collaborates with Tugu Ibu Hospital in providing medication for BPJS outpatients. In this study, five antihypertensive prescriptions were selected for evaluation from administrative, pharmaceutical, and clinical aspects. The evaluation results indicate that the prescriptions meet all required aspects except for the missing weight information. Clinical review shows that all prescriptions are appropriate in indication, dosage, and administration.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Fitriana Lupitaningrum
"Apotek merupakan tempat yang menyediakan, menyimpan, dan mendistribusikan obat- obatan serta produk kesehatan lainnya. Apotek juga berperan sebagai pusat informasi, pelayaan kesehatan, dan sebagai mitra manajemen penyakit kronis. Penyelenggaraan pelayanan kefarmasian di Apotek harus dapat menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan juga berkhasiat. engkajian resep pasien merupakan hal yang penting dalam menjaga kualitas pelayanan kefarmasian dan mencegah terjadinya medication error. Data didapatkan dengan mengklasifikasikan resep yang diterima di Apotek Kimia Farma 389 berdasarkan tanggal diterima resep dan asal rumah sakit pasien. Data yang diambil adalah sebanyak lima resep pasien penyakit kronis RS Bhakti Yudha Depok selama bulan Oktober 2023 di Apotek Kimia Farma 389 yang diambil secara acak.Pada resep pasien ditemukan beberapa masalah terkait obat pada aspek administratif seperti paraf/tanda tangan dokter, berat badan pasien, dan alamat pasien. Masalah terkait obat padapertimbangan klinis seperti dosis obat yang kurang dan interaksi antara obat yang perlu diperhatikan. Masalah tersebut dapat diatasi dengan mengatur jadwal konsumsi obat pasien dan mengkonsultasikan kembali kepada dokter terkait pemberian obat yang kurang dosis.Perlu dilakukan pengkajian resep secara rutin untuk menjamin rasionalitas dankesesuaian dosis obat yang akan diterima pasien dan meminimalisir terjadinya kesalahan medikasi (medication error) dan masalah terkait obat.
A pharmacy is a place that provides, stores and distributes medicines and other health products. Pharmacies also act asinformation centers, health services, and as chronic disease management partners. The provision of pharmaceuticalservices in pharmacies must be able to guarantee the availability of safe, quality and efficacious medicines. Reviewing patient prescriptions is important in maintaining the quality of pharmaceutical services and preventing medication errors. Data was obtained by classifying prescriptions received at Kimia Farma 389 Pharmacy based on the date theprescription was received and the patient's hospital origin. The data taken were five prescriptions from patients withchronic diseases at Bhakti Yudha Hospital, Depok during October 2023 at Kimia Farma 389 Pharmacy which weretaken randomly. In the patient prescriptions, several drug-related problems were found in administrative aspects such as the doctor's initials/signature, the patient's weight, and patient address. Drug-related problems in clinical considerations such as insufficient drug dosage and interactions between drugs that need to be considered. This problem can be overcome by arranging the patient's medication consumption schedule and consulting the doctor again regarding administering insufficient doses of medication. It is necessary to review prescriptions regularly to ensure the rationality and suitability of the dosage of medication that the patient will receive and minimize the occurrence of medication errors and problems. drug related."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Handayani
"Hipertensi menurut WHO adalah ketika tekanan dalam pembuluh darah terlalu tinggi (140/90 mmHg atau lebih tinggi). Hal ini umum terjadi, namun dapat menjadi serius jika tidak ditangani. Seiring dengan perkembangan ekonomi, hipertensi pada awalnya mempengaruhi mereka yang memiliki status sosial ekonomi tinggi, tetapi pada tahap perkembangan ekonomi selanjutnya, prevalensi hipertensi dan konsekuensinya paling besar pada mereka yang memiliki status sosial ekonomi rendah. Tujuan dari penulisan tugas khusus ini adalah Menganalisis aspek administrasi, aspek farmasetik, dan aspek klinis resep PRB (Program Rujuk Balik) pasien dengan diagnosis hipertensi yang terdapat di apotek Kimia Farma 48 Matraman Jakarta dan Mengidentifikasi obat antihipertensi yang termasuk dalam PRB (Program Rujuk Balik). Pengambilan data dilakukan dengan cara mengambil 2 (dua) sampel resep program rujuk balik (PRB) dengan diagnosis hipertensi. Hasil yang diperoleh adalah masih terdapat ketidaksesuaian terutama dalam aspek administratif dengan peraturan Kementerian Kesehatan Nomor 35 Tahun 2014 dan Obat antihipertensi yang diresepkan sesuai dengan diagnosis pasien tersebut dan menggunakan terapi 2 kombinasi serta tercantum di dalam fornas.

Hypertension according to WHO is when the pressure in the blood vessels is too high (140/90 mmHg or higher). It is common, but can be serious if left untreated. Along with economic development, hypertension initially affects those with high socioeconomic status, but in later stages of economic development, the prevalence of hypertension and its consequences is greatest in those with low socioeconomic status. The purpose of writing this special assignment is to analyze the administrative, pharmacetic, and clinical aspects of PRB (Program Rujuk Balik) prescriptions for patients with a diagnosis of hypertension found at Kimia Farma 48 Matraman Jakarta pharmacy and to identify antihypertensive drugs included in the PRB (Program Rujuk Balik). Data collection was carried out by taking 2 (two) samples of program rujuk balik (PRB) prescriptions with a diagnosis of hypertension. The results obtained were that there were still discrepancies, especially in administrative aspects with the Ministry of Health Regulation Number 35 of 2014 and the antihypertensive drugs prescribed were in accordance with the patient's diagnosis and used 2 combination therapies and were listed in fornas.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Novia
"Apotek Kimia Farma Unit 389 merupakan salah satu apotek yang melayani resep pasien BPJS di Depok. Laporan ini disusun untuk mengkaji dan menganalisis resep di Apotek Kimia Farma Unit 389 Depok sehingga dapat memberikan informasi mengenai kelengkapan resep dan kejadian 'drug related problems' (DRPs) pada resep. Sampel yang digunakan berjumlah lima resep pasien BPJS kronis poli penyakit dalam di Apotek Kimia Farma Unit 389 periode April 2023. Hasil pengkajian dan analisis resep menunjukkan bahwa semua resep tidak lengkap ditinjau dari aspek administratif, aspek farmasetik, dan aspek klinis berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 73 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Apotek. Kejadian DRPs terjadi pada semua resep. DRPs yang berkaitan dengan masalah efektivitas terapi terjadi pada resep 1 dan 3, sedangkan yang berkaitan dengan masalah keamanan terapi terjadi pada resep 1, 2, 4, dan 5.

Kimia Farma Pharmacy Unit 389 is one of the pharmacies that serve prescriptions for BPJS patients in Depok. This report was prepared to assess and analyze prescriptions at the Kimia Farma Pharmacy Unit 389 Depok so that it can provide information about the completeness of prescriptions and the incidence of drug related problems (DRPs) in prescriptions. The sample used consisted of five prescriptions for chronic BPJS patients of internal medicine poly at Kimia Farma Pharmacy Unit 389 for the period of April 2023. The results of the assessment and analysis of prescriptions showed that all prescriptions were incomplete in terms of administrative aspects, pharmaceutical aspects, and clinical aspects based on the Regulation of the Minister of Health Number 73 of 2016 concerning Pharmaceutical Service Standards in Pharmacies. DRPs occurred in all prescriptions. DRPs related to therapeutic effectiveness issues occurred in prescriptions 1 and 3, while those related to therapeutic safety issues occurred in prescriptions 1, 2, 4, and 5.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Restu Dwi Khairani
"Penulisan laporan tugas khusus praktik kerja profesi Apoteker (PKPA) di Apotek Kimia Farma 048 Matraman bertujuan untuk mengidentifikasi penyakit kronis dan menganilisis resep untuk pasien rujuk balik (PRB) berdasarkan kajian yang berlaku di Apotek. Penulisan laporan ini menggunakan data resep pasien rujuk balik sebanyak 20 resep yang memiliki riwayat penyakit kronis kemudian rujuk balik ke Apotek Kimia Farma 048 Matraman. Hasil yang didapatkan adalah rata – rata pasien yang dirujuk balik ke Apotek memiliki obat untuk penyakit kronis seperti Hipertensi yaitu Amlodipin Besilat, Bisoprolol. Selain itu, penyakit kronis lainnya terdapat Diabetes Melitus dengan contoh obat yang didapatkan seperti Metformin, Glimepirid, dan Insulin baik insulin kerja panjang maupun kerja pendek. Dari obat – obat tersebut dianalisis bagaimana mekanisme kerjanya dan indikasi serta dosis yang direkomendasikan di resep telah sesuai atau belum sesuai. Tidak hanya analisis resep, namun pengkajian kesesuaian resep juga dilakukan berdasarkan persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis. Dari analisis 20 resep tersebut, diketahui bahwa resep telah sesuai dengan persyaratan administratif, farmasetik, dan klinis sehingga disimpulkan bahwa telah memenuhi aturan yang berlaku.

A special assignment report pharmacist professional internship is writing at Apotek Kimia Farma with the purpose to identified chronic disease and to analyzed prescriptions for patients with referral back (PRB) based on applicable studies at pharmacy. The writing of this report used prescriptions data for 20 referral patients who have a history of chronic disease and then referral back to Apotek Kimia Farma 048 Matraman. The results was obtained that the average of the patients who has referral back to drugstore have drugs for chronic disease such as hypertension, like Amlodipine Besylate and Bisoprolol. In addition to, another chronic disease there’s Diabetic with the example of drugs are Metformin, Glimepiride and Insulin both long acting and short-acting insulin. From these drug, it was analyzed how the mechanism of action and the indications and the dosage was recommended in the prescriptions was appropiate or not. Not only prescriptions was analyzed, but also the assessment of the prescriptions suitability was carried out based on administrative, pharmaceutical, and clinical requirements. From the analyzed of the 20 prescriptions, it was found that the prescriptions were in accordance with administrative, pharmaceutical, and clinical requirements so that it was concluded that they had met the applicable regulations.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Uswatun Hasanah
"Pengkajian resep adalah bagian dari pelayanan farmasi klinik yang dilakukan oleh Apoteker untuk menganalisa adanya masalah terkait obat dan menghindari terjadinya medication error terutama pada tahap peresepan (presribing error.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji resep pasien dengan diagnosis hiperlipidemia di Apotek Kimia Farma 049 dan mengetahui adanya medication error. Hiperlipidemia merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan kadar kolesterol dengan atau tanpa peningkatan kadar trigliserida dalam darah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode analisis data resep pasien dengan diagnosis hiperlipidemia yang diterima di apotek selama periode penelitian. Fokus utama dari kajian ini adalah untuk menilai kepatuhan resep dan jenis obat yang diresepkan. Hasil pengkajian resep yang telah dilakukan secara administratif masih terdapat beberapa aspek yang kurang lengkap, seperti; Surat Izin Praktik (SIP) dokter, alamat dokter, nomor telepon dokter, paraf dokter, umur pasien, jenis kelamin pasien, dan berat badan pasien. Berdasarkan pertimbangan klinis secara umum dapat dikatakan tidak ada permasalahan yang terlalu signifikan tetapi hanya perlu monitoring mengenai efek samping pada masing-masing obat, serta konfirmasi kepada dokter mengenai interaksi beberapa obat yang bersifat moderate.

Prescription review is part of clinical pharmacy services carried out by pharmacists to analyze drug-related problems and avoid medication errors, especially at the prescribing stage (prescribing errors).  This study aims to examine prescriptions for patients diagnosed with hyperlipidemia at Kimia Farma 049 Pharmacy and determine whether there are medication errors. Hyperlipidemia is a condition where there is an increase in cholesterol levels with or without an increase in triglyceride levels in the blood. This study used a descriptive approach with a data analysis method for prescriptions from patients diagnosed with hyperlipidemia received at the pharmacy during the research period. The main focus of this study is to assess the fulfillment of prescriptions and the type of medication promised. The results of the review of prescriptions that have been carried out administratively still contain several aspects that are incomplete, such as; Doctor's Practice License (SIP), doctor's address, doctor's telephone number, doctor's initials, patient's age, patient's gender, and patient's weight. Based on clinical considerations in general, it can be said that there are no problems that are too significant, but it is only necessary to monitor the side effects of each drug, as well as confirm with the doctor regarding moderate drug interactions.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2023
PR-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>