Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 179509 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Muhammad Suryo Wicaksono
"Dalam dunia industri maritim saat ini, galangan reparasi kapal berperan penting dalam menjaga efisiensi dan keamanan operasional kapal. Dalam proses reparasi, berbagai jenis alat berat seperti crawler crane kerap digunakan untuk memfasilitasi pemindahan komponen besar serta material. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengidentifikasi potensi risiko kecelakaan kerja tinggi dan tindakan preventifnya dari kegiatan pengoperasian crawler crane di galangan reparasi kapal. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) adalah metode efektif yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan memitigasi potensi kegagalan dalam sistem atau proses. Pada analisis penelitian ini terdapat 6 kegiatan pengoperasian crawler crane yang berpotensi risiko kecelakaan kerja. Selanjutnya didapat potensi risiko bahaya yang tinggi pada kegiatan pengangkatan sistem kemudi dan sistem propulsi yang memilliki  mode kegagalan yaitu tertabrak as yang memiliki risiko terhadap keselamatan pekerja di galangan. Selanjutnya ditentukan tindakan preventifnya untuk mengurangi risiko kecelakaan kerjanya.

In today's maritime industry, ship repair yards play a crucial role in maintaining the efficiency and safety of ship operations. In the repair process, various types of heavy equipment such as crawler cranes are often used to facilitate the movement of large components and materials. The purpose of this research is to identify potential high-risk occupational hazards and preventive measures in the operation of crawler cranes in ship repair yards. Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) is an effective methods that can be used to identify and mitigated possibility of failure mode in a system or process. In the analysis of this study, there are six crawler crane operations that pose a risk of occupational accidents. Further, it identifies high potential hazard risks in the activities of lifting the steering system and propulsion system, which have failure modes collision with the shaft, both of which pose risks to worker safety in the yard. Subsequently, preventive measures are determined to reduce the risk of occupational accidents."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aqila Nafisa
"Pemeriksaan kapal bangunan baru tidak lepas dari potensi risiko kecelakaan yang berasal dari kegagalan sistem, faktor manusia atau kondisi lingkungan. Untuk mengidentifikasi dan mengelola risiko ini secara efektif, pendekatan analisis risiko seperti Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA) Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tiga risiko kecelakaan utama berdasarkan analisis prioritas risiko terbesar (RPN) dan akar permasalahan dari setiap risiko menggunakan FTA. Risiko yang diidentifikasi meliputi patah tulang akibat terjatuh saat visual welding check, luka bakar akibat ledakan saat leak test, dan luka bakar akibat ledakan saat tes permesinan. FTA mengungkapkan faktor penyebab seperti ketidakpatuhan terhadap penggunaan alat pelindung diri (APD), kondisi lingkungan kerja yang tidak aman, dan kekurangan perawatan peralatan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi konkret untuk meningkatkan praktik pemeriksaan kapal bangunan baru, serta meminimalkan risiko kecelakaan bagi surveyor dan keselamatan umum.

It is hard to separate the possible danger of accidents resulting from human error, system malfunctions, or environmental factors from the inspection of newly built ships. Risk assessment methods like Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) and Fault Tree Analysis (FTA) are used to efficiently detect and manage these risks. By utilizing FTA to determine each risk's root cause and the highest risk priority (RPN) analysis, this study seeks to identify three primary accident hazards. The dangers that have been discovered include burns from explosions during leak tests, burns from explosions during machining tests, and fractures from falls during visual welding checks. The FTA identified contributing issues such unsafe working conditions, a lack of equipment maintenance, and noncompliance with the usage of personal protective equipment (PPE). It is anticipated that the study's conclusions would offer specific suggestions for enhancing the procedure for examining newly constructed ships and reducing the possibility of mishaps involving surveyors and public safety."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Addino Ken Dimas
"Pendistribusian muatan minyak sebagai upaya pemenuhan kebutuhan ekonomi masyarakat Indonesia umumnya akan menggunakan kapal tanker. Muatan akan diukur jumlahnya pada beberapa tahap perjalanan kapal untuk memastikan kesesuaian dengan perjanjian. Namun, dalam kasusnya, akan dijumpai jumlah muatan yang ada di kapal tidak sesuai dengan perjanjian tersebut, sehingga dapat memicu terjadinya kasus susut muatan atau transport loss. PT QRS sebagai perusahaan jasa logistik maritim di Indonesia menggunakan lebih dari 100 kapal tanker sewa untuk mengangkut minyak baik dalam bentuk produk maupun mentah. Jika terdapat selisih muatan yang melebihi toleransi yang ditetapkan, PT QRS akan mengajukan klaim kepada pemilik kapal. Melalui penelitian ini, dilakukan studi literatur, wawancara, dan penyebaran kuesioner untuk mengetahui data kapal yang telah mengalami transport loss dan mengidentifikasi penyebab terjadinya transport loss pada kapal tanker sewa. Penulis melakukan penelusuran untuk menganalisis risiko transport loss dengan menggunakan metode Failure Mode Effect Analysis, dimana risiko tersebut disebabkan oleh faktor manusia, faktor sistem, dan faktor eksternal. Setelah itu, terdapat rekomendasi solusi berupa langkah mitigasi risiko transport loss yang efektif yaitu dengan menggunakan metode Barrier-Based Management.

Oil cargo distribution as an effort to meet the economic needs of Indonesian society will generally use tanker ships. The amount of cargo will be measured at several stages of the ship's trip to ensure the agreement’s compliance. However, in this case, it could be found that the amount of cargo on board is not in accordance with the agreement, which can trigger cases of cargo shrinkage or transport loss. QRS Inc. as a maritime logistics company in Indonesia uses more than 100 chartered tankers to transport both product and crude oil. If there is a cargo difference that exceeds the specified tolerance, QRS Inc. will submit a claim to the ship owner. Through literature studies, interviews, and distribution of questionnaires, transport loss on ships data records and the causes of transport loss on chartered tankers can be identified. The author conducted the research to analyze the risk of transport loss using the Failure Mode Effect Analysis method, where the risk is caused by human factors, system factors, and external factors. After that, there are recommendations for solutions in the form of effective steps to overcome the risk of transport loss, which is by using the Barrier-Based Management method."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arief Rachman
"Laboratorium merupakan salah satu bagian penting dalam dunia kesehatan. Dalam kegiatan di laboratorium tentunya tidak lepas dari banyaknya risiko mulai dari pra-anaitik hingga pasca-analitik. Selama beberapa dekade terakhir,fase praanalitik telah menjadi perhatian utama dalam mengidentifikasi penyebab utama tingginya tingkat kesalahan dalam diagnosis. Sebagian besar kesalahan disebabkan oleh faktor-faktor praanalitik yaitu sebesar 46–68,2%. Salah satu tujuan utama dari program patient safety adalah mencegah kejadian yang tidak diinginkan terulang kembali. Dengan menjalankan program patient safety yang efektif, rumah sakit dan fasilitas kesehatan dapat memastikan bahwa pasien mereka menerima perawatan yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan standar. Untuk itu diperlukan manajemen risiko agar dapat menurunkan kesalahan yang terjadi di laboratorium. Salah satu tools yang dapat digunakan untuk manajemen risiko tersebut adalah HFMEA (Healthcare Failure Mode Effect and Analysis). Penelitian ini membahas proses pembuatan desain Healthcare Failure Mode Effect and Analysis (HFMEA) pada proses pelayanan UKP di Labkesda DKI Jakarta. Tujuan dari penelitian ini adalah diperoleh desain HFMEA sebagai upaya perbaikan atau pencegahan dalam manajemen risiko proses pelayanan laboratorium di Labkesda DKI Jakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan operational research. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawnacara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan telaah data sekunder. Hasil penelitian ini adalah ditemukannya beberapa risiko yang mungkin terjadi di laboratorium berdasarkan faktor lab, faktor pasien, dan faktor alat. Desain HFMEA dibuat berdasarkan hasil penelitian yang kemudian dilakukan skoring untuk masing-masing risiko dengan pihak terkait untuk mengetahui probabiltas dan keparahannya. Kemudian didapatkan rekomendasi perbaikan atau perbaikan yang daat dilakukan oleh Labkesda DKI Jakarta.

Laboratory is one of the important parts in the world of health. In laboratory activities, of course, it cannot be separated from the many risks starting from pre-analytics to post- analytics. Over the past few decades, the preanalytic phase has become a major concern in identifying the main cause of the high rate of errors in diagnosis. Most errors are caused by preanalytic factors, which amount to 46-68.2%. One of the main goals of a patient safety program is to prevent unwanted events from recurring. By implementing an effective patient safety program, hospitals and healthcare facilities can ensure that their patients receive safe, quality, and standardized care. For this reason, risk management is needed in order to reduce errors that occur in the laboratory. One of the tools that can be used for risk management is HFMEA (Healthcare Failure Mode Effect and Analysis). This study discusses the process of making a Healthcare Failure Mode Effect and Analysis (HFMEA) design in the UKP service process at the DKI Jakarta Labkesda. The purpose of this study is to obtain an HFMEA design as an effort to improve or prevent the risk management of the laboratory service process at the DKI Jakarta Labkesda. This research is a qualitative study using an operational research approach. The methods used in this research are in-depth interviews, observation, document review, and secondary data review. The results of this study were the discovery of several risks that might occur in the laboratory based on lab factors, patient factors, and equipment factors. HFMEA design is made based on the results of the study which is then scored for each risk with related parties to determine the probability and severity. Then obtained recommendations for improvements or improvements that can be made by the Labkesda DKI Jakarta."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nasid
"Walaupun mesin sudah dibuat otomatis namun kecelakaan kerja tetap dapat terjadi. Kegagalan pada mesin merupakan salah satu penyebab terjadinya kecelakaan kerja. Penelitian ini melakukan pengkajian risiko pada proses radial tyre building dengan maksud untuk mengurangi kejadian kecelakaan kerja yang ada pada proses tersebut dengan menggunakan teknik FMEA. Teknik ini dipilih karena mampu mengidentifikasi penyebab sebelum terjadinya akibat.
Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa aktivitas paling berisiko dalam proses ini adalah ketika pemasangan material. Penanganan manual dan kurangnya perangkat keamananan pada mesin menjadikan proses ini memiliki nilai risiko yang tinggi.

Even though automation in machine process has come a long way, accident still happens particularly when worker comes in contact with machine. Machine failure is one of the causes of those accidents. This study assessed risk involved in radial tire building process in tire industry. This study focused on failure mode in machine using FMEA in order to reduce accident. FMEA is identified as the appropriate risk assessment since it involves identifying system failure modes before actual failure.
This study discovered that activity which has the highest score of RPN was material assembly into shaft roll. Manual handling and lack of safeguards contribute the most into making this process has high RPN score.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2014
T38912
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Daniel Chandra Suparman
"Di era globalisasi ini, peranan teknologi informasi sebagai pendukung proses bisnis suatu organisasi sudah semakin penting. Tingginya peranan teknologi informasi di era sekarang ini didasari oleh kebutuhan informasi yang cepat, tepat, dan tersedia ketika dibutuhkan. Organisasi yang unggul dalam memenuhi kebutuhan ini akan berdiri di depan organisasi-organisasi lainnya. Dalam beberapa hal, penerapan teknologi informasi bahkan merupakan satu-satunya solusi untuk mengatasi permasalahan dalam proses bisnis. Oleh karena itu, penerapan teknologi informasi harusnya akan menenyelesaikan permasalahan dalam organisasi dan bukan menimbulkan risiko baru terhadap organisasi.
Pengaruh kemajuan teknologi informasi juga berdampak kepada organisasi perbankan di Indonesia. Pengaruh ini disebabkan karena cepatnya perkembangan informasi dan tuntutan untuk mengambil keputusan yang cepat dan tepat sehubugan dengan hal tersebut. Jika hal tersebut tidak dapat dilakukan maka akan berdampak pada kredibilitas Organisasi Perbankan tersebut di mata publik. Melihat hal ini, maka peranan teknologi informasi pada masa sekarang ini sangat tinggi. Akan tetapi, seperti telah disebutkan sebelumnya, penggunaan teknologi informasi jangan sampai menimbulkan risiko baru terhadap organisasi. Dengan adanya masalah tersebut, maka periu dilakukan suatu penilaian risiko terhadap pengelolaan aset teknologi informasi sehingga dengan hal tersebut dapat disusun rencana-rencana untuk menanggulangi risiko yang ditimbulkan oleh aset teknologi informasi agar tidak menjadi risiko bagi organisasi.
Dalam skripsi ini, metode penilaian risiko yang digunakan adalah metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) dan penanggulangan risiko direkomendasikan dengan pengimplemetasian kontrol-kontrol ISO 17799:2005 yang berkaitan dengan risiko aset teknologi informasi yang ada. Untuk mempermudah dalam pengidentifikasian risiko, sebelumnya perlu dilakukan klasifikasi terhadap aset teknologi informasi yang ada di suatu Organisasi Perbankan di Indonesia. Setelah dilakukan penilaian risiko, didapatkan bahwa pengelolaan aset teknologi informasi di Organisasi Perbankan tersebut memiliki satu high risk, enam medium risk, dan 11 low risk. Dari ketujuh risiko terbesar, dapat diimplementasikan 18 kontrol ISO 17799:2005 yang berkaitan dengan risiko tersebut.

In the era of globalization, the importance of information technology's role in supporting business process of an organization has increased tremendously. The great role of information technology in this era is based on the need of fast, accurate, and accessible information whenever it is needed. A distinguished organization that can fulfill this requirement will be ahead of the other organizations. In addition, in some cases, the utilization of information technology is the only solution to solve problems in the business process. Therefore, the utilization of information technology should resolve problems that are occurred in an organization and not bring up new risks to the organization.
The progress of information technology itself has impacts on banking and the other monetary organizations in Indonesia too. This impact is caused by the rapid development of information that results in the need of quick and smart decision making. If this thing cannot be accomplished, it will affect the credibility of the monetary organization in public eyes. This issue makes us realize that the role of information technology is very significant. However, as mentioned before, the utilization of information technology must not bring up new risk to the organization itself. With that problem at hand, it is important to do a risk evaluation to the management of information technology asset, in order to create plans to handle the risks so that they will not harm the organization.
In this final paper, the method that is used to evaluate the risk is Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method, and the recommendation for the risks handling are ISO 17799:2005 - Information Security Management System (ISMS) - controls suited with the information technology asset risks that are present. To make risks identification easier, we need to classify information technology asset in a Banking Organization in Indonesia first. After the risks evaluation is done, it is found that the management of information technology asset in Bank of Indonesia contains one high risk, six medium risks, and 11 (eleven) low risks. From the seven highest risks, we can implement 18 controls of ISO 17799:2005 - Information Security Management System - that are suited with those risks.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2006
S49976
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jihar Mayangsari
"ABSTRAK
PT. XYZ sebagai salah satu perusahaan telekomunikasi sedang mengembangkan model bisnis baru, yaitu Internet of Things (IoT). Koneksi perangkat IoT ke Internet dapat menjadi ancaman bagi pengguna dan penyedia layanan karena tantangan keamanan. Namun, ditengah potensi ancaman keamanan IoT, PT. XYZ sendiri belum fokus terhadap keamanan dan tidak adanya kerangka kerja tata kelola yang digunakan untuk layanan IoT mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang terkait dengan manajemen keamanan layanan IoT di PT. XYZ. Penelitian ini menggunakan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) sebagai metode untuk mengidentifikasi risiko keamanan potensial pada layanan IoT dengan rekomendasi berdasarkan ISO 27002:2013 dan COBIT 2019. Data dikumpulkan dengan wawancara, observasi, studi literatur, dan kuesioner dengan total sembilan penilaian ahli. Dalam studi ini, layanan IoT dibagi menjadi tujuh domain: IoT Device dan Sensor, IoT Network, IoT Platform dan Aplikasi, People, Operations, Asset Management, dan Supplier Management. Kontribusi utama dari penelitian ini adalah untuk berkontribusi pada peningkatan kontrol keamanan dan manajemen risiko dalam layanan IoT. Hasil analisis risiko didapatkan kemungkinan 31 potensial risiko pada layanan IoT dengan 23 risiko yang membutuhkan tindakan korektif.

ABSTRACT
XYZ agency as one of the telecommunications companies is developing a new business model, namely the Internet of Things (IoT). The connection of IoT devices to the Internet can be a threat to users and service providers due to security challenges. However, XYZ agency has not yet implemented a security framework for their IoT service. This study aims to identify the risks associated with IoT service security management at XYZ agency. This study uses Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) as a method to identify potential security risks in IoT services with recommendations based on ISO 27002: 2013 and COBIT 2019. Data were collected by interview, observation, literature studies, and questionnaire with total 9 experts' judgement. In this study, IoT services are divided into seven domains: IoT Devices and Sensors, IoT Networks, Platforms and Applications, People, Operations, Asset Management, and Suppliers. The major contribution of this study is to contribute the improvement of security controls risk management in IoT services. The results of the risk analysis show that there are 31 potential risks in IoT services with 23 risks that require corrective action."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aisyah Sofianingtias
"Bersamaan dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, bentuk turunan transformasi digital korporat Divisi Umum Dan Aset Properti (DIV MUM) PT XYZ Kantor Pusat melakukan pengembangan dalam bentuk program aplikasi transformation digital general affairs. Adanya transformasi digital tidak hanya mampu mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas namun juga mampu memperkuat daya saing antar perusahaan dan kinerja secara keseluruhan. Pada penelitian ini menggunakan analisis kualitatif, dengan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan mixed method. Unit analisis yang digunakan yaitu unit analisis data adalah single unit dengan single case study. Hasil pemetaan risiko menyatakan bahwa terdapat 3 risiko yang masuk kedalam kategori “extreme”, 9 risiko masuk kedalam kategori ”high”, 5 risiko masuk kedalam kategori ”medium”, dan 11 risiko masuk kedalam kategori ”very low”. Kemudian hasil pemetaan dapat menentukan risiko prioritas dari proses pengembangan aplikasi GA Service, terdapat 17 risiko.

Along with the current technological developments, a derivative form of corporate digital transformation of the General and Property Assets Division (DIV MUM) of PT XYZ Head Office is developing in the form of a digital transformation general affairs application program. This research is interesting to study, in addition to the risks that need to be mapped first, this application can be a cost reduction for the company. This research uses qualitative analysis, with data collection techniques using mixed methods. The unit of analysis used a single unit with a single case study. The risk mapping results show three risks that fall into the "extreme" category, nine risks fall into the "high" category, five risks fall into the "medium" category, and eleven risks fall into the "very low" category. Then the mapping results can determine the priority risks of the GA Service application development process, there are seventeen risks."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Medinanda Radiandityo
"PT Circleka Indonesia Utama (Circle K) bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dengan mengurangi cacat dalam lini produk Lite n Bite yang dipasok oleh PT Surya Kharisma Mandiri (PT SKM). Burger Bun memiliki tingkat cacat tertinggi, melebihi batas perusahaan sebesar 2% dengan rata-rata lebih dari 3% per bulan. Para ahli melakukan wawancara, analisis data, dan kunjungan lapangan menggunakan FMEA, Criticality Matrix, Analisis Fishbone, dan PICA. FMEA mengidentifikasi enam cacat: Udara masuk adonan, Roti gepeng, Berjamur, Kesalahan manusia, dan Benda asing masuk adonan. Akar penyebab dianalisis menggunakan Rank Priority Number, yang mengungkapkan tujuh masalah: kesalahan manusia dalam penanganan barang jadi dan pembentukan manual, penyebaran adonan yang tidak merata, bahan yang tidak diinginkan dalam adonan, paparan produk yang terlalu lama, kesalahan manusia dalam pencampuran adonan, dan kegagalan sistem pendingin truk. Analisis Fishbone mengeksplorasi akar penyebab dengan mempertimbangkan faktor 5M. Para ahli dan tinjauan literatur membimbing pembuatan tabel PICA yang ringkas dengan solusi yang mengatasi pertanyaan Mengapa, Bagaimana, Di mana, dan PIC. Implementasi solusi-solusi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk dan kepuasan pelanggan untuk PT SKM dan Circle K.

PT Circleka Indonesia Utama (Circle K) aims to improve product quality by reducing defects in its Lite n Bite line supplied by PT Surya Kharisma Mandiri (PT SKM). The Burger Bun has the highest defect rate, exceeding the firm's limit of 2% with an average of over 3% per month. Experts conducted interviews, data analysis, and field visits using FMEA, Criticality Matrix, Fishbone Analysis, and PICA. FMEA identified six defects: Hollow Inside, Cracked Surface, Flattened Out, Molding, Human Error, and Foreign Object. Root causes were analyzed using the Rank Priority Number, revealing seven problems: Human errors in finished goods handling and manual molding, uneven dough spreading, unwanted materials in dough, extended product exposure, human error in dough mixing, and truck cooling system failure. Fishbone analysis explored root causes considering the 5M factors. Experts and literature review guided the creation of a concise PICA table with solutions addressing the Why, How, Where, and PIC. The implementation of these solutions aims to enhance product quality and customer satisfaction for PT SKM and Circle K."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Luqmantoro
"MIC (Methyl Isocyanate) adalah bahan kimia yang sangat berbahaya dan beracun yang telah terbukti menjadi sumber bencana pada tragedi Union Carbide Bhopal tahun 1984. PT X sebagai perusahaan penghasil MIC harus memastikan adanya perlindungan keselamatan proses yang baik. Untuk memastikan hal tersebut perlu dilakukan penilaian risiko secara sistematis dan menyeluruh terhadap alat atau proses produksi MIC. Tesis ini membahas penilaian keselamatan proses menggunakan teknik Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). 57 potensi kegagalan teridentifikasi di penelitian ini.
Hasil penelitian memberikan gambaran tentang profil severity, occurance dan detection serta diperolehnya nilai Risk Priority Number (RPN) dari ke-57 potensi kegagalan tersebut. Profil FMEA yang dihasilkan menjadi input untuk membuat skenario terburuk potensi kegagalan ganda. 8 nilai RPN tertinggi dengan potensi keparahan mayor diperoleh untuk segera ditindaklanjuti dengan tindakan perbaikan. Selain itu, diperoleh pula 2 potensi kegagalan ganda terburuk yang harus menjadi perhatian.
Di akhir tesis ini rekomendasi diberikan kepada PT X baik rekomendasi teknis terkait hasil penilaian risiko ini maupun rekomendasi yang bersifat umum untuk meningkatkan perlindungan keselamatan proses di PT X.

MIC (Methyl Isocyanate) has been classified as extremely toxic and hazardous substances which had severely caused catastrophic at Union Carbide Bhopal in 1984. PT. X has been a producer of MIC which shall ascertain the presence of process safety strictly implemented. To ascertain those things, systematically risk assessment shall be undertaken as well as comprehensively to devices or MIC production process. This thesis elucidates the assessment of process safety by applying Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Technique. 57 failures potential have been identified in this research.
The result of research has provided depiction concerning the profile of severity, occurrence and detection as well as attaining RPN value of the number of 57 failures potential. FMEA profile which has been resulted, it is an input to establish the worsen scenario of multiple failure potential. The highest RPN is 8 based on attained from the major of potential severity to be promtly followed up for corrective action. Hence, 2 potential attained from the worst multiple failures shall be concerned.
In the end of this thesis recommendation is provided to PT. X either technical recommendation of resulted risk assessment or recommendation generally to enhance the protection of process safety at PT. X .
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2015
T43786
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>