Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 182072 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Raden Roro Hertiarin Dwimivanusa
"Perovskite tipe oksida jenis lanthanum orthoferrite (LaFeO3) telah menjadi salah satu kandidat jenis terbaru untuk aplikasi seperti sensor kimia, katalis, elektrolit, sel bahan bakar, biosensor, dan sensor gas. Beberapa penelitian sistematis tentang modifikasi LaFeO3 dengan melakukan substitusi yang potensial untuk dapat diaplikasikan di bidang fotokatalitik. Pada penelitian ini, material perovskite dengan telah berhasil disintesis menggunakan metode sol-gel. Proses sintesis material menghasilkan sampel dalam bentuk powder (bubuk) dan bulk (pellet). Hasil uji karakterisasi XRD menunjukkan sampel yang single phase, struktur Orthorhombic dan space group Pnma. Terjadi peningkatan nilai bond-length dan penurunan nilai bond-angle sebagai akibat dari substitusi Ti di situs Fe yang dikonfirmasi juga oleh hasil uji FTIR dan pergeseran mode pada Raman shift. Hasil uji XRF menunjukkan stoikiometri pada material yang sedikit berbeda dengan perhitungan, hal ini dikarenakan karena keterbatasan XRF untuk mendeteksi light element. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan jumlah Ti menyebabkan rata-rata ukuran grain menurun, data ini konsisten dengan hasil yang diperoleh XRD. Sedangkan uji BET menunjukkan keberagaman nilai surface area yang dikonfirmasi juga karena adanya perbedaan komposisi elemen pada sampel powder yang dikonfirmasi dengan hasil uji XRF. Hasil uji UV-Vis menunjukkan data nilai band gap energy yang meningkat seiring dengan peningkatan doping titanium berkorelasi dengan peningkatan nilai bond-length pada XRD.

Lanthanum orthoferrite (LaFeO3) type oxide perovskite has become one of the newest candidate types for applications such as chemical sensors, catalysts, electrolytes, fuel cells, biosensors, and gas sensors. Several systematic studies on the modification of LaFeO3 by making substitutions have the potential to be applied in the photocatalytic field. In this study, the perovskite material with x=0,0.05, and 0.075 has been successfully synthesized using the sol-gel method. The material synthesis process produces samples in the form of powder (powder) and bulk (pellet). The results of the XRD characterization test showed that the sample was single phase, Orthorhombic structure and Pnma space group. There was an increase in the bond-length value and a decrease in the bond-angle value as a result of Ti substitution at the Fe site which was also confirmed by the results of the FTIR test and the mode shift on the Raman shift. The results of the XRF test show that the stoichiometry of the material is slightly different from the calculation, this is due to the limitations of XRF to detect light elements. The SEM test results show that increasing the amount of Ti causes the average grain size to decrease, this data is consistent with the results obtained by XRD. While the BET test shows the diversity of surface area values ​​which are confirmed also due to differences in the composition of elements in the powder sample which is confirmed by XRF test results. The results of the UV-Vis test showed that the band gap energy value increased with the increase in titanium doping and correlated with an increase in the bond-length value on XRD. "
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fahimatul Ilham
"Material Perovskite-like layered structrure (PLS) La2Ti2O7 merupakan material feroelektrik yang sangat aplikatif dengan didasarkan pada sifat piezoelektrik, piroelektrik, dan elektro optik yang dimilikinya. Feroelektrik dikatakan unggul ketika memiliki sifat dielektrik yang tinggi yang dapat diaplikasikan untuk DRAM (Dynamic Random Access Memory) pada kapasitornya. PLS La2Ti2O7 dengan substitusi Zn2+ di situs Ti (La2Ti2- xZnxO7) dengan x = 0.0, 0.1, 0.2 berhasil disintesis menggunakan metode sol-gel yang dilanjutkan dengan proses sintering. Karakterisasi sampel telah dilakukan untuk mempelajari sifat struktur dengan data hasil XRD, SEM-EDS, UV-Vis dan sifat listrik dengan metode sprektoskopi impedansi. Hasil uji XRD menunjukkan bahwa semua sampel La(Ti,Zn)O single phase dan memiliki struktur stabil monoklinik dengan space group P21. Jari-jari atom doping Zn2+ (0.74 Ǻ) yang lebih besar dari atom Ti4+(0.61 Ǻ) menyebabkan pergeseran sudut 2θ lebih rendah sehingga parameter kisi akan lebih besar dan sebanding dengan volumenya. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan konsentrasi Zn2+ menyebabkan grain size menurun yang konsisten dengan hasil yang diperoleh XRD yang mengkonfirmasi terjadinya penurunan cristalllite size seiring dengan kenaikan konsentrasi doping. Hasil EDX menunjukkan pada sampel murni tidak terdapat Zn di dalamnya dengan nilai persen atomic dan persen berat unsur Ti4+ menurun dan menunjukkan kenaikan pada unsur Zn2+ seiring kenaikan konsentrasi x. Hasil uji UV- Vis dengan data absorbansi diplot menggunakan metode tauc dan menghasilkan nilai energy band gap yang meningkat seiring kenaikan konsentrasi x. Hasil ini dikonfirmasi dengan hasil uji listrik yang menunjukkan nilai konstanta dielektrik yang meningkat dan konduktivitas yang meningkat seiring peningkatan konsentrasi x dikarenakan ada banyak kekosongan oksigen yang berkorelasi dengan hasil SEM.

Perovskite-like layered structure (PLS) La2Ti2O7 is a highly applicable ferroelectric material based on its piezoelectric, pyroelectric, and electro-optic properties. Ferroelectric is said to be superior when it has high dielectric properties that can be applied to DRAM (Dynamic Random Access Memory) in the capacitor. PLS La2Ti2O7 with Zn2+ substitution at the B-site (La2Ti2-xZnxO7) with x = 0.0, 0.1, 0.2 was successfully synthesized using the sol-gel method followed by a sintering process. Sample characterization was carried out to study the structural properties using XRD, SEM-EDS, UV-Vis, and electrical properties using impedance spectroscopic methods. XRD test results showed that all samples of La(Ti,Zn)O were single phase and had a stable monoclinic structure with space group P21. The atomic radius of Zn2+ doped (0.74 ) which is larger than that of Ti4+ (0.61 ) causes a lower 2θ angular shift so that the lattice parameters (a, b, c) will be larger and proportional to the volume. The SEM test results show that the addition of Zn2+ concentration causes the grain size to decrease which is consistent with the results obtained by XRD which confirms a decrease in crystallite size along with the increase in doping concentration. The EDX results show that in the pure sample there is no Zn in it with the atomic percent and weight percent values of Ti4+ decreasing and showing an increase in Zn2+ as the concentration of x increases. The results of the UV-Vis test with absorbance data plotted using the tauc method and resulted in an energy band gap value that increased with the increase in x concentration. This result was confirmed by the electrical test results which showed an increasing dielectric constant value and an increasing conductivity with an increase in x concentration due to the presence of many oxygen vacancies which correlated with the SEM results."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ryselda Regiana
"Lanthanum titanium oxide (La2Ti2O7) dengan rumus Umum A2B2O7, termasuk dalam tipe perovskite-like layer structure (PLS) dalam struktur monoklinik dengan space group P21. Substitusi atom Bismuth pada site-La material La2Ti2O7 (La2-xBixTi2O7 dengan x= 0.00, 0.05, dan 0.10) telah dilakukan dengan metode sintesis sol-gel. Sifat struktur material perovskite La2-xBixTi2O7 dikarakterisasi menggunakan XRD, XRF, BET. Sifat optik dikarakterisasi menggunakan FTIR, spektroskopi Raman, dan UV-Vis. Hasil analisis dari XRD untuk material La2-xBixTi2O7 menunjukkan material memiliki struktur Monoclinic dengan space group P21. Hasil XRD juga menunjukkan pergeseran puncak hkl ke sudut yang lebih tinggi, menandakan terjadinya perubahan nilai parameter kisi, yang mengindikasihan bahwa terjadinya peningkatan volume partikel sebagai akibat dari substitusi Bi di situs La, dan ukuran kristal juga meningkat seiring penambahan jumlah- Bi. Hasil uji FTIR dan pergeseran mode pada Raman shift mengkonfirmasi bahwa material menunjukan single phase. XRF mengkonfirmasi adanya unsur La, Bi, Ti dan O pada material perovskite La2-xBixTi2O7. Hasil BET menunjukkan Ukuran kristal dan ukuran pori berkurang, sedang luas permukaan BET dan volume pori total bahan diperbesar setelah penambahan Bi dalam nanopartikel La2Ti2O7. Kurva adsorpsi-desorpsi nitrogen dari La2-xBixTi2O7 (x =0.00, 0.05, dan 0.10), yang menunjukkan isotherm tipe IV dengan histeresis H3, mengindikasikan material ini termasuk mesopori. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan penurunan nilai energi band gap dengan rentang 3.31–2.92 eV. Pengujian sifat listrik dilakukan dengan menggunakan metode spektroskopi impedansi dengan rentang frekuensi 0.5 kHz sampai 1 MHz. Sifat listrik material diuji menggunakan RLC-meter dengan metode Impedance Spectroscopy (IS) pada temperatur kamar, dimana, menunjukkan diameter semi-sirkular menurun seiring peningkatan konsentrasi Bismuth. Begitu pula dengan hasil analisis dielektrik menunjukkan semua sampel memiliki konstanta dielektrik menurun dengan meningkatnya konsentrasi doping.

Lanthanum titanium oxide (La2Ti2O7) with the general formula A2B2O7, belongs to the type of perovskite-like layer structure (PLS) in a monoclinic structure with space group P21. Bismuth atomic substitution on the site-material La2Ti2O7 (La2-xBixTi2O7 with x= 0.00, 0.05, and 0.10) has been carried out by the sol-gel synthesis method. The structural properties of the La2-xBixTi2O7 perovskite material were characterized using XRD, XRF, BET. Optical properties were characterized using FTIR, Raman spectroscopy, and UV-Vis. The result of the XRD analysis for La2-xBixTi2O7 material shows that the material has a Monoclinic structure with space group P21. The XRD results also showed a shift of the hkl peak to a higher angle, indicating a change in the value parameter, which indicated that there was a increase in particle volume as a result of Bi substitution at the La site, and the crystal size also increased with increasing the amount of Bi. The results of the FTIR test and the mode shift on the Raman shift confirm that the material shows one phase. XRF confirmed the presence of La, Bi, Ti and O elements in the perovskite material La2-xBixTi2O7. BET results show that the crystal size and pore size are reduced, while the BET surface area and total material volume are enlarged after the addition of Bi in La2Ti2O7 nanoparticles. nitrogen adsorption- desorption curve of La2-xBixTi2O7 (x = 0.00, 0.05, and 0.10), which shows the type II isotherm with H3 hysteresis, which indicates the material is mesoporous. The results of UV-Vis characterization showed a decrease in the energy value of the band gap in the range of 3.31–2.92 eV. Electrical properties were tested using the impedance spectroscopy method with a frequency range of 0.5 kHz to 1 MHz. The electrical properties of the material were tested using an RLC-meter using the Impedance Spectroscopy (IS) method at room temperature, which, showed a semicircular diameter as the Bismuth concentration increased. Likewise, the results of the dielectric analysis showed that all samples had a decreasing dielectric constant with increasing doping concentration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ismi Purnamasari
"Lanthanum Orthoferrite (LaFeO3) adalah salah satu material perovskite oxide ABO3 yang memiliki struktur ortorombik. Pada penelitian ini telah disintesis LaFeO3 yang disubstitusi dengan Zr pada situs Fe (LaFe1-xZrxO3 dengan x=0.01, 0.03 dan 0.05) yang dipreparasi menggunakan metode sol-gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat struktur kristal, listrik dan optik material sebagai kandidat SOFC. Sampel yang telah dipreparasi diuji menggunakan XRD menunjukkan sampel yang single phase, struktur Orthorhombic dan space group Pbnm. Terjadi perubahan nilai bond-length dan bond-angle sebagai akibat dari substitusi Zr di situs Fe. Hal tersebut sesuai dengan hasil uji FTIR dan pergeseran mode pada Raman shift. Uji XRF menunjukkan stoichiometry pada material yang memiliki sedikit perbedaan dengan perhitungan. Selain itu, diperoleh komposisi stoikiometri yang lebih presisi dengan menggunakan uji EDX. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan jumlah Zr menyebabkan rata-rata ukuran grain menurun yang konsisten dengan hasil dari XRD. Hasil uji UV-Vis menunjukkan data nilai band gap energy yang menurun seiring dengan peningkatan doping Zr sesuai dengan perubahan nilai bond-length pada XRD. Uji listrik pada material dilakukan dengan menggunakan metode impedance spectroscopy sebagai fungsi frekuensi (100Hz-1 MHz) dengan menggunakan RLC meter. Data IS disajikan dalam bentuk Nyquist Plot dan Bode Plot, yang digunakan untuk mengindentifikasi parameter rangkaian yang ekuivalen beserta nilainya. Hasil uji dengan RLC meter menunjukkan diameter semi-sirkular menurun seiring peningkatan temperatur, mengindikasikan material ini bersifat semikonduktor serta adanya peningkatan konduktivitas pada sampel dan penurunan nilai resistansi.

Lanthanum Orthoferrite (LaFeO3) is one of ABO3 perovskite oxide material which has orthorhombic structure. In this study, LaFeO3 substituted Zr at the Fe site (LaFe1-xZrxO3 with x = 0.01, 0.03 and 0.05) prepared using the sol-gel method. This study aims to determine the crystal structure, electrical properties and optical properties of materials. Sample was characterized with XRD showed single phase samples, Orthorhombic structures and Pbnm space groups. Changes in bond-length and bond-angle values occur as a result of Zr substitution at the Fe site. This is consistent with the results of FTIR and the shift mode on the Raman shift. XRF characterization shows stoichiometry on material that has a slight difference with the calculation. In addition, a more precise stoichiometric composition was obtained using EDX. SEM results show that increasing of Zr causes the average grain size decrease which is consistent with the results of XRD. UV-Vis results show that the band gap energy value decreases with the increase in Zr doping according to changes in the bond-length value in XRD. RLC meters show the semi-circular diameter decreases with increasing temperature, indicating this material is semiconductor as well as an increase in conductivity in the sample and a decrease in the resistance value corresponding to the activation energy in the grain and grain size SEM results. Electrical tests on the material are carried out using the impedance spectroscopy method as a function of frequency (100Hz-1 MHz) using the RLC meter. IS data are presented in the form of Nyquist Plots and Bode Plots, which are used to identify equivalent circuit parameters and their values.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
T55304
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedy Yushari Jufri
"Perovskite LaFe1-xTixO3 x = 0.4, 0.5, 0.6 telah disintesis menggunakan metode sol-gel. Hasil Rietvield refinement dari spektrum X-ray diffraction XRD mengkonfirmasi fase tunggal dengan struktur kristal orthorombic untuk semua sampel. Ukuran kristal menurun seiring peningkatan jumlah-Ti, dari 256.5 nm x = 0.4 , 205.0 nm x = 0.5 dan 156.5 nm x = 0.6 . Scanning electron microscopy SEM menunjukkan distribusi grain yang inhomogen dengan beberapa porositas. Sifat listrik suatu material dianalisis menggunkana metode impedansi spektroskopi pada rentang frekuensi 1kHz - 1MHz dan rentang temperatur 50oC ndash; 300oC. Analisis impedansi menunjukkan sifat Negative temperature coefficient of resistance NTCR dan sifat semikonduktor untuk semua sampel. Analisis dielektrik menunjukkan semua sampel memiliki konstanta dielektrik ge; 105 yang mengindikasikan sifat Colossal Dielectric Constant pada sampel. Sifat dispersi pada konduktivitas listrik memenuhi single Jonsher power law. Konduktivitas dc yang bergantung temperatur reciprocal mematuhi hukum Arrhenius dan aktivasi mekanisme konduksi secara termal. Aktivasi energi Ea pada sampel memberikan bukti mekanisme konduksi yang dipengaruhi oleh migrasi vakansi oksigen dan ion oksida.

Perovskite LaFe1 xTixO3 x 0.4, 0.5, 0.6 has been synthesized using the sol gel method. Rietvield refinement results from the X ray diffraction spectrum XRD confirm a single phase with orthorhombic crystal structure for all samples. The crystals size decreases with increasing number of Ti, from 256.5 nm x 0.4 , 205.0 nm x 0.5 and 156.5 nm x 0.6 . Scanning electron microscopy SEM shows an inhomogeneous grain distribution with some porosity. Electrical properties of the material in the analysis using spectroscopic impedance method in the frequency range 1 kHz 1MHz and temperature range 50oC 300oC. Impedance analysis shows the Negative temperature coefficient of resistance NTCR properties and semiconductor properties for all samples. Dielectric analysis shows all samples have dielectric constants ge 105 which indicate Colossal Dielectric Constant properties in the sample. The nature of dispersion in electrical conductivity satisfies the Jonsher power law single. The reciprocal temperature dependent dc conductivity obeys Arrhenius law and thermally conductive mechanism activation. The energy activation Ea in the sample provides evidence of conduction mechanisms that are affected by the migration of oxygen and oxide ions.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T50592
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yusuf Supriadi
"Material La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 (x = 0.1, 0.2, 0.3) telah disintesis dengan menggunakan metode sol-gel. Hasil karakterisasi XRD menunjukan material memiliki struktur orthorhombik space group Pnma dan diperoleh fase tunggal untuk konsentrasi x = 0.2 dan x = 0.3 Hasil karakterisasi XRF mengkonfirmasi bahwa konsentrasi unsur-unsur penyusun material La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 (x = 0.1, 0.2, 0.3) sesuai dengan perhitungan stoikiometri yang diharapkan. Hasil pengukuran SEM menunjukan distribusi ukuran grain pada permukaan sampel Bulk mengalami peningkatan seiring dengan kenaikan konsentrasi Pb. Karakterisasi sifat listrik dilakukan pada material La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 dengan konsentrasi x = 0.2 dan x = 0.3. Plot Nyquist menunjukan semicircle yang semakin mengecil seiring dengan kenaikan temperatur yang menunjukan fenomena negative temperature coefficient resistance (NTCR). Konstanta dielektrik dan energi aktivasi mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan konsentrasi Pb.

Material La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 (x = 0.1, 0.2, 0.3) has been synthesized using the sol-gel method. XRD characterization results show that the material has an orthorhombic space group Pnma structure. The results of XRF characterization confirm that the concentration of La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 material (x = 0.1, 0.2, 0.3) was in expected stoichiometric calculation. The SEM measurement results show the grain size distribution of Bulk materials increas along with the increasing Pb concentration. Characterization of electrical properties was carried out on La1-xPbxFe0.5Ti0.5O3 material with concentrations of x = 0.2 and x = 0.3. Nyquist plots show a semicircle that decreases with increasing temperature which shows the phenomenon of negative temperature coefficient resistance (NTCR). The dielectric constant and activation energy increase with increasing Pb concentration."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
T52295
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Annisa Sonya Puspita
"Material dengan struktur perovskit manganit memiliki manfaat pada banyak bidang seperti sensor, baterai, laser, katalisis, photovoltaics, dan thermoelectric. Material dengan parental compound NMO disubstitusi parsial dengan unsur monovalent K menggunakan metode sol-gel untuk dilihat pengaruhnya pada sifat struktur material dan sifat listrik. Substitusi K yang di-sintering pada temperature 1200℃ menunjukkan bahwa NSMO memiliki struktur orthorhombic dengan space group Pnma dan memengaruhi crystallite size dan bandwidth material. Perbedaan sudut ikatan dan panjang ikatan (Mn-O) memengaruhi sifat intrinsik kristal. Substitusi parsial monovalen K merubah panjang rata – rata grain menjadi lebih besar pada variasi x=0,3 sebesar 2579,37 nm dan terjadi homogenitas pada bentuk grain nya. Material perovskit manganit NKMO dapat ditentukan model rangkaian ekuivalen yang tepat untuk melakukan proses charge transfer pada permukaan material.

Materials with a manganese perovskite structure have numerous benefits in many fields, such as sensors, batteries, lasers, catalysis, photovoltaics, and thermoelectric. The material with the parent compound NMO was partially substituted with the monovalent element K using the sol-gel method to see its effect on the structural and electrical properties of the material. The K substitution indicates that NSMO has an orthorhombic structure with Pnma space groups and affects the crystal size and material bandwidth. The difference in and length (Mn-O) affects the intrinsic properties of the crystal. Monovalent partial substitution of K changes the average length of the grain to be greater at variation x=0.3 at 2579.37 nm and homogeneity occurs in the shape of the grain. The appropriate equivalent circuit model can determine the NKMO manganite perovskite material to carry out the charge transfer process on the surface of the material."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2022
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rany Surya Ningsih
"Lanthanum titanium oxide (La2Ti2O7) dengan rumus Umum A2B2O7, termasuk dalam tipe perovskite-like layer structure (PLS) berstruktur monoklinik dengan space group P21. Perovskite La2Ti2O7 memiliki karakteristik menarik seperti material dengan struktur berlapis yaitu berisi empat lapisan oktahedra TiO6 yang saling menempel di sudut, toksisitas rendah, stabilitas yang baik, dan ketahanan fotokimia. sehingga bisa diterapkan dalam beberapa bidang aplikasi, seperti sebagai fotokatalis, aplikasi konversi energi matahari dan dan fotodinamik medis terapi. Material La2Ti2O7 yang disubstitusi dengan Zn pada situs Ti (La2Ti2-xZnxO7 dengan x=0.0, 0.1 dan 0.2) telah berhasil disintesis menggunakan metode sol-gel. Proses sintesis material menghasilkan sampel dalam bentuk powder. Uji karakterisasi yang telah dilakukan adalah XRD, XRF, BET, FTIR, Raman, UV-VIS dan RLC-meter. Hasil XRD menunjukkan sampel yang single phase, struktur monoklinik dan space group P21. Hasil XRD juga menunjukkan pergeseran puncak hkl ke sudut yang lebih tinggi, menandakan terjadinya perubahan nilai parameter kisi, yang mengindikasihan bahwa terjadinya penurunan volume sel kisi sebagai akibat dari substitusi Zn di situs Ti, dan ukuran kristal juga menurun seiring penambahan jumlah-Zn. Hasil uji FTIR menunjukkan bahwa material yang terbentuk adalah La2Ti2O7 dan mode pada Raman shift yang juga menunjukan bahwa sampel single phase. Hasil XRD menunjukkan pergeseran puncak hkl ke sudut yang lebih tinggi yang menunjukkan indikasi tersubsitusinya Zn ke dalam material La2Ti2O7 dan hasil ini juga diperkuat dengan hasil XRF. Hasil BET menunjukkan Ukuran kristal dan ukuran pori berkurang, sedang luas permukaan dan volume pori total bahan diperbesar setelah penambahan Zn dalam nanopartikel La2Ti2O7. kurva adsorpsi-desorpsi nitrogen dari La2Ti2-xZnxO7 (x =0.0, 0.1, dan 0.2), yang menunjukkan isotherm tipe IV dengan histeresis H3, yang menunjukan material ini termasuk mesopori. Hasil uji UV-Vis menunjukkan data nilai energi band gap menurun seiring dengan peningkatan doping. Hasil uji mengunakan RLC-meter menunjukan diameter lingkaran Nyquist dan nilai resistansi semakin bertambah besar seiring bertambahnya konsentrasi Zn. Hasil uji konstanta dielektrik menunjukkan bahwa konstanta dielektrik real terhadap frekuensi mengalami penurunan mengikuti penambahan konsentrasi doping, sedangkan konstanta dielektrik imajiner terhadap frekuensi menunjukan sebaliknya meningkatnya setiap penambahan konsentrasi doping dan membentuk 1 puncak relaksasi pada frekuensi diatas 1000KHz.

Lanthanum titanium oxide (La2Ti2O7) with the general formula A2B2O7, belongs to the type of perovskite-like layer structure (PLS) with monoclinic structure with space group P21. Perovskite La2Ti2O7 has attractive characteristics such as a material with a layered structure that contains four layers of TiO6 octahedra attached to each other at corners, low toxicity, good stability, and photochemical resistance. so that it can be applied in several fields of application, such as photocatalysts, solar energy conversion applications, and medical and photodynamic therapy. La2Ti2O7 material which is substituted with Zn at the Ti site (La2Ti2-xZnxO7 with x=0.0, 0.1, and 0.2) has been successfully synthesized using the sol-gel method. The material synthesis process produces a sample in the form of a powder. The characterization tests that have been carried out are XRD, XRF, BET, FTIR, Raman, UV-VIS, and RLC-meter. XRD results show that the sample is a single phase, monoclinic structure, and space group P21. The XRD results also showed a shift of the hkl peak to a higher angle, indicating a change in the value of the lattice parameter, which indicated that there was a decrease in lattice cell volume as a result of Zn substitution at the Ti site, and the crystal size also decreased with the addition of Zn-amount. The FTIR test results show that the material formed is La2Ti2O7 and the Raman shift mode also shows that the sample is single phase. The XRD results show a shift of the hkl peak to a higher angle which indicates the substitution of Zn into the La2Ti2O7 material and this result is also strengthened by the XRF results. The BET results showed that the crystal size and pore size were reduced, while the surface area and total pore volume of the material were enlarged after the addition of Zn in La2Ti2O7 nanoparticles. the nitrogen adsorption-desorption curve of La2Ti2-xZnxO7 (x = 0.0, 0.1, and 0.2), which shows a type IV isotherm with H3 hysteresis, which indicates this material is mesoporous. The results of the UV-Vis test showed that the bandgap energy value decreased with the increase in doping. The test results using an RLC-meter showed the diameter of the Nyquist circle and the resistance value increased with increasing Zn concentration. The results of the dielectric constant test show that the real dielectric constant with respect to frequency decreases following the increase in doping concentration, while the imaginary dielectric constant with respect to frequency shows the opposite increasing with each additional doping concentration and forms 1 relaxation peak at frequencies above 1000KHz."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Umu Hanifah
"Perovskite tipe oksida jenis lanthanum orthoferrite (LaFeO3) telah menjadi salah satu kandidat jenis terbaru untuk material elektroda dikarenakan memiliki good activation property dan high electrochemical capacity. Beberapa penelitian sistematis tentang modifikasi LaFeO3 dengan melakukan substitusi menggunakan kation valensi yang lebih rendah seperti Zn2+ dan Ca2+ telah dilaporkan dan menunjukkan dampak yang baik pada physicochemical properties yang potensial untuk dapat diaplikasikan di bidang fotokatalitik. Pada penelitian ini, material perovskite LaFe1-xMgxO3 dengan x = 0.0, 0.1, 0.2 dan 0.3 telah berhasil disintesis menggunakan metode sol-gel. Proses sintesis material menghasilkan sampel dalam bentuk powder (bubuk) dan bulk (pellet). Uji karakterisasi yang telah dilakukan adalah XRD, XRF, FTIR, Raman, UV-VIS, SEM-EDX, BET, PSA, dan RLC Meter. Hasil uji karakterisasi XRD menunjukkan sampel yang single phase, struktur Orthorhombic dan space group Pnma. Terjadi peningkatan nilai bond-length dan bond-angle sebagai akibat dari substitusi Mg di situs Fe yang dikonfirmasi juga oleh hasil uji FTIR dan pergeseran mode pada Raman shift. Hasil uji XRF menunjukkan stoikiometri pada material yang sedikit berbeda dengan perhitungan, hal ini dikarenakan karena keterbatasan XRF untuk mendeteksi light element. Namun diperoleh komposisi stoikiometri yang lebih presisi dengan menggunakan uji EDX. Hasil uji SEM menunjukkan bahwa penambahan jumlah Mg menyebabkan rata-rata ukuran grain menurun, data ini konsisten dengan hasil yang diperoleh XRD. Hasil uji PSA menunjukkan nilai particle size rata-rata yang tidak beraturan, distribusi nilai particle size merata dan terdistribusi normal, sedangkan uji BET menunjukkan keberagaman nilai surface area yang dikonfirmasi juga karena adanya perbedaan komposisi elemen pada sampel powder yang dikonfirmasi dengan hasil uji XRF. Hasil uji UV-Vis menunjukkan data nilai band gap energy yang menurun seiring dengan peningkatan doping magnesium berkorelasi dengan peningkatan nilai bond-length pada XRD. Hasil uji dengan RLC meter menunjukkan diameter semi-sirkular menurun seiring peningkatan temperatur, mengindikasikan material ini bersifat semikonduktor serta adanya peningkatan konduktivitas pada sampel dan penurunan nilai resistansi berkorespondensi dengan energy aktivasi pada grain dan grain size hasil uji SEM.

Perovskite type-oxide lanthanum orthoferrite (LaFeO3) has become a new type of electrode material because has good activation property and high electrochemical capacity. A few systematic works about modifying LaFeO3 by substitute with lower valent-cation such as Zn2+ and Mg2+ has been reported before and showed a great impact on the physicochemical properties which potential to be applied as photocatalytic application. In this research, LaFe1-xMgxO3 (x = 0.0, 0.1, 0.2, 0.3) material has been synthesized using sol-gel method. The synthesis process resulting in two forms of the sample; powder and bulk. The characterization tests have done with XRD, XRF, FTIR, UV-Vis, SEM-EDX, BET, PSA and RLC meter. XRD characterization test was confirmed single phase with the orthorhombic crystal structure and Pnma space group for all samples. The increament of bond-length and bond-angle as a result of Mg-substitution in Fe-site confirmed by FTIR test and shift mode in Raman. XRF characterization test was displayed the stoichiometry a little bit different from the calculation, it can be happened because of the limitation of XRF to detecting the light element. But, the precise composition was getting from EDX characterization test. SEM characterization test shows that Mg-substitution resulting in the decreament of average grain size, this data was consistent with the XRD result. PSA characterization test observed inhomogenous of average particle size value, the particle size distribution normally, the BET characterization test shows the various value of surface area which confirmed by XRF results. UV-Vis characterization test displays band gap energy decrease with the increasing number of Magnesium correlating with increasing value of bond-length confirmed by XRD. RLC meter characterization test perform the decrement of semicircle diameter with increasing of temperature which indicating this material was a semiconductor and there is an enhancement of conductivity and the decrement of resistance value corresponding with activation energy on grain and grain size SEM result tests.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
T53764
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fajriyani
"Substitusi atom Zinc pada site-Fe material LaFeO3 (LaFe1-xZnxO3 dengan x= 0.0, 0.03, 0.05, dan 0.07) telah dilakukan dengan metode sintesis sol-gel. Sifat struktur material perovskite LaFe1-xZnxO3 dikarakterisasi menggunakan XRD, XRF, SEM dan EDS. Hasil analisis dari XRD untuk material LaFe1-xZnxO3 menunjukkan material memiliki struktur Orthorhombic dengan space group Pbnm. Dari hasil rietveld bahwa parameter kisi, volum, densitas serta parameter geometrikal material mengalami perubahan setelah subtitusi Zinc. Hasil SEM menunjukkan bahwa ukuran grain terlihat semakin menurun dan terjadi aglomerasi. XRF dan EDS mengkonfirmasi adanya unsur La, Zn, Fe dan O pada material perovskite LaFe1-xZnxO3. Sifat optik dikarakterisasi dengan menggunakan FTIR, Raman spectroscopy dan UV-Vis. FTIR mengkonfirmasi adanya stretching vibration La-O, Fe/Zn-O dan bending vibration Fe/Zn-O-Fe/Zn sedangkan pada hasil Raman spectroscopy diperoleh pembentukan material LaFeO3 serta energi aktivasi pada material dilihat dari modes yang terbentuk. Hasil karakterisasi UV-Vis menunjukkan penurunan nilai energi band gap dengan rentang 2.14-2.05 eV. Sifat listrik material diuji menggunakan RLC-meter dengan metode Impedance Spectroscopy (IS) pada rentang temperatur 30°C-200°C, dimana, diperoleh peningkatan konduktivitas akibat terjadinya penurunan resistivitas pada sampel bulk.

Zinc substitution at Fe-site on LaFeO3 material (LaFe1-xZnxO3 with x = 0.03, 0.05, and 0.07) has been carried out by sol-gel synthesis method. The structural properties of LaFe1-xZnxO3 perovskite material were characterized using XRD, XRF, SEM, and EDS. The analysis results from XRD for LaFe1-xZnxO3 material showed that the material has an Orthorhombic structure with Pbnm space group. From the Rietveld result that lattice parameters, volume, density and also geometrical parameters happened to be distorted or changed the result of properties. SEM result shows a decreasing in grain size and with a homogenous form of spherical in each sample. XRF and EDS confirmed the presence of La, Zn, Fe and O elements in the LaFe1-xZnxO3 perovskite material. Optical properties were characterized using FTIR, Raman spectroscopy and UV-Vis. FTIR confirmed that there were stretching vibrations of Fe/Zn-O and bending vibration Fe/Zn-O-Fe/Zn while the results of Raman spectroscopy were obtained by LaFeO3 material formation and activation energy in the material seen from the formed modes. The results of UV-Vis characterization showed a decrease in the value of the bandgap energy with a range of 2.104-2.004 eV. The electrical properties of the material were tested using the RLC-meter with the Complex Impedance Spectroscopy (CIS) method with range of temperatures 30°C-200°C, where the result of increasing in conductivity and decreasing in activation energy.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
T55310
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>