Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 16506 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Tetsuya, Kawakami
"Oomori Rika adalah seorang karyawan baru di sebuah perusahaan distribusi yang menghubungkan antara toko buku dan penerbit. Rika harus pindah dari tempat tinggalnya di Tokyo ke Osaka, tempat ia bekerja. Menjadi karyawan baru di tempat yang baru membuat Rika tidak percaya diri. Ia mengalami kesulitan di hari-hari pertama pekerjaannya sampai kemudian ia dipertemukan dengan Yumiko Kobayashi. Yumiko Kobayashi adalah pemilik Toko Buku Kobayashi, sebuah toko buku kecil berusia 70 tahun yang tidak jauh dari pusat perbelanjaan Tachibana, Amagasaki. Yumiko mewarisi toko buku itu dari orangtuanya sejak 40 tahun yang lalu. Setiap kali mengunjungi Toko Buku Kobayashi, Rika merasa senang dengan keramahan Yumiko. Rika selalu antusias mendengarkan cerita-cerita yang dibagikan Yumiko. Saat merasa gundah, Rika akan datang kembali ke Toko Buku Kobayashi. Kehidupan Rika yang tidak percaya diri, setelah mendengarkan delapan cerita di Toko Buku Kobayashi, berubah seketika. Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi adalah sebuah buku tentang cerita-cerita yang terjadi di Toko Buku Kobayashi, yang dapat memberikan keberanian pada orang-orang yang tidak percaya diri. Kata Yumiko, “Tidak apa-apa seperti sekarang ini, kelemahan bisa menjadi hal yang spesial.” Selling Point: Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi telah diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dan China, yang artinya mendapatkan sambutan baik di luar Jepang. Novel ini berangkat dari kisah nyata, baik kisah maupun latarnya sehingga memberikan sudut pandang penting dari seorang pekerja di industri buku. Novel ini menyajikan pengalaman nyata yang dikemas dengan cerita hangat, mudah dipahami dan dekat. Juga memberikan sentuhan budaya etos kerja tinggi dan profesional ala Jepang. Profil Penulis: TETSUYA KAWAKAMI adalah seorang copywriter asal Abeno, Osaka. Sempat bekerja di biro periklanan sebelum menjadi penulis lepas. Sejak tahun 2008 ia telah banyak menulis buku-buku bisnis seperti Mono o Uru Baka, Take Baka Ure (dua jilid, diterbitkan oleh Kadokawa Shoten), Za. Koroshimonku (diterbitkan oleh Shinchosha), Catchcopy Ryoku no Kihon (diterbitkan oleh Nippon Jitsugyo) dan lain-lain. Sebagian besar telah diterbitkan di luar Jepang. Ia dikenal juga sebagai pencinta toko buku dan episode pertama tentang majalah Jump dari buku Honya-san de hontou ni atta kokoroatatamaru monogatari yang ditulis setelah berkeliling ke toko-toko buku di seluruh Jepang (diterbitkan oleh Asahi Publishing) dimasukkan ke dalam buku pelajaran lanjutan untuk murid kelas 3 SMP. Hari Ini Aku Datang Kembali ke Toko Buku Kobayashi merupakan novel dari kisah nyata yang ditulisnya. Toko Buku Kobayashi milik Yumiko Kobayashi terletak di pinggiran area perbelanjaan dekat Stasiun JR Tachibana, Kota Amagasaki, yang benar-benar ada."
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia Dimensi , 2025
895.63 TET h
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Natsukawa, Sosuke
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2023
895.63 NAT k
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shusuke, Michio
"“Beli mahal dan jual murah.” “Kami bahkan membeli hati yang sakit!” Di tengah pemukiman yang jauh dari pusat kota, terdapat sebuah toko barang bekas yang tampak biasa saja dan telah merugi selama dua tahun sejak dibuka. Toko ini memperlakukan pelanggannya seperti raja. Tidak hanya menyediakan barang apa pun, toko ini juga memecahkan cerita-cerita yang para pelanggan rahasiakan. Kasasagi, manajer toko yang logis; Higurashi, yang selalu mengambil barang yang tidak laku; dan Nami, seorang siswa sekolah menengah yang menghabiskan waktunya di toko itu. Di hadapan ketiga orang inilah, terjadi empat peristiwa yang mewarnai empat musim. “Aku akan menyelesaikan kasus ini.” Setiap kali Kasasagi mulai memainkan peran seorang detektif, segalanya selalu menjadi semakin rumit. … tetapi sederet misteri yang ada akan menghangatkan hati Anda. Prolog: Ketika turun dari kursi pengemudi truk ringan, aku mencium aroma manis campur pahit bunga daphne yang bermekaran di sudut tempat parkir. Saat itu pukul 15:00 sore pada suatu Senin yang cerah. Cuaca sangat dingin selama sepekan terakhir, tetapi hari ini udara terasa hangat. Burung-burung berkicau di puncak pohon, angin berembus tenang, dan tidak ada uang di dompetku. “Dasar biksu preman ….” Aku menoleh ke bak truk, kembali menghela napas panjang. Sebuah lemari berlaci berada di sana, diikat dengan tali. Benda itu baru saja dijual kepadaku oleh Biksu Kepala dari Ohoji, sebuah kuil yang berjarak tiga puluh menit dari toko dengan mobil. Di permukaannya ada goresan kecil, bekas stiker yang ditempelkan oleh anak-anak kerabat sang biksu, lalu bagian belakangnya menyerupai pemandangan bersalju akibat warna putih jamur yang tumbuh; lemari ini jelas tidak termasuk benda yang akan digunakan lagi oleh orang lain. Sudah jelas Biksu Kepala memanggilku karena ia tidak menyukai kerumitan prosedur dan biaya untuk membuang lemari ini sebagai sampah ukuran besar. Selling Point: Buku terjemahan Jepang. Masuk kategori Asian Lit. Di mana pembaca Asian Lit sedang meningkat di Indonesia. Tidak hanya berlatar belakang tentang misteri, novel ini juga berusaha memberi tahu pembaca berbagai macam sifat asli dari manusia. Pada akhirnya novel ini mencoba membagikan makna kehidupan yang dalam sehingga pembaca diharapkan mendapatkan pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan mereka masing-masing."
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia , 2024
895.6 SHU s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Shusuke, Michio
"“Beli mahal dan jual murah.” “Kami bahkan membeli hati yang sakit!” Di tengah pemukiman yang jauh dari pusat kota, terdapat sebuah toko barang bekas yang tampak biasa saja dan telah merugi selama dua tahun sejak dibuka. Toko ini memperlakukan pelanggannya seperti raja. Tidak hanya menyediakan barang apa pun, toko ini juga memecahkan cerita-cerita yang para pelanggan rahasiakan. Kasasagi, manajer toko yang logis; Higurashi, yang selalu mengambil barang yang tidak laku; dan Nami, seorang siswa sekolah menengah yang menghabiskan waktunya di toko itu. Di hadapan ketiga orang inilah, terjadi empat peristiwa yang mewarnai empat musim. “Aku akan menyelesaikan kasus ini.” Setiap kali Kasasagi mulai memainkan peran seorang detektif, segalanya selalu menjadi semakin rumit. … tetapi sederet misteri yang ada akan menghangatkan hati Anda. Prolog: Ketika turun dari kursi pengemudi truk ringan, aku mencium aroma manis campur pahit bunga daphne yang bermekaran di sudut tempat parkir. Saat itu pukul 15:00 sore pada suatu Senin yang cerah. Cuaca sangat dingin selama sepekan terakhir, tetapi hari ini udara terasa hangat. Burung-burung berkicau di puncak pohon, angin berembus tenang, dan tidak ada uang di dompetku. “Dasar biksu preman ….” Aku menoleh ke bak truk, kembali menghela napas panjang. Sebuah lemari berlaci berada di sana, diikat dengan tali. Benda itu baru saja dijual kepadaku oleh Biksu Kepala dari Ohoji, sebuah kuil yang berjarak tiga puluh menit dari toko dengan mobil. Di permukaannya ada goresan kecil, bekas stiker yang ditempelkan oleh anak-anak kerabat sang biksu, lalu bagian belakangnya menyerupai pemandangan bersalju akibat warna putih jamur yang tumbuh; lemari ini jelas tidak termasuk benda yang akan digunakan lagi oleh orang lain. Sudah jelas Biksu Kepala memanggilku karena ia tidak menyukai kerumitan prosedur dan biaya untuk membuang lemari ini sebagai sampah ukuran besar. Selling Point: Buku terjemahan Jepang. Masuk kategori Asian Lit. Di mana pembaca Asian Lit sedang meningkat di Indonesia. Tidak hanya berlatar belakang tentang misteri, novel ini juga berusaha memberi tahu pembaca berbagai macam sifat asli dari manusia. Pada akhirnya novel ini mencoba membagikan makna kehidupan yang dalam sehingga pembaca diharapkan mendapatkan pelajaran berharga untuk diterapkan dalam kehidupan mereka masing-masing."
Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia , 2025
895.6 SHU s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Rachmawati Martini
"Majas personifikasi merupakan bentuk kiasan yang memasangkan sifat-sifat manusia pada benda mati. Penerjemahan majas personifikasi kerap kali menimbulkan banyak permasalahan. Berdasarkan sumber data dari cerpen-cerpen karya Akutagawa Ryunosuke yang berjudul Kappa, Kumo no Ito, dan Imogayu yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Dr. Bambang Wibawarta dengan judul Kappa, Benang Laba-laba, dan Bubur Ubi ditemukan bahwa majas personifikasi Jepang dapat diterjemahkan ke dalam bentuk figuratif yang tidak hanya berbentuk personifikasi saja, namun ditemukan juga bentuk hiperbola dan simile. Selain itu majas personifikasi juga dapat diterjemahkan ke dalam bentuk nonfiguratif. Berdasarkan bentuknya, dari 15 data yang terkumpul dapat diuraikan menjadi penerjemahan majas personifikasi BSu menjadi majas personifikasi BSa yang berjumlah 9 data, penerjemahan majas personifikasi BSu menjadi majas hiperbola BSa yang berjumlah 1 data, penerjemahan majas personifikasi BSu menjadi majas simile BSa yang berjumlah 2 data, dan penerjemahan majas personifikasi BSu menjadi bentuk nonfiguratif BSa yang berjumlah 3 data. Mengacu pada angka-angka tersebut ternyata sebagian besar majas personifikasi Jepang diterjemahkan menjadi majas personifikasi juga. Berdasarkan kesepadanan makna, dari semua data yang terkumpul menunjukkan bahwa penerjemahan majas personifikasi ini semuanya sepadan maknanya. Untuk mencapai kesepadanan makna tersebut dilakukan beberapa prosedur penerjemahan, yakni modulasi, transposisi, pergeseran dalam tataran sintaksis dan pergeseran dalam tataran semanti."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Bagus Sapto Raharjo
"ABSTRAK
Setelah Restorasi Meiji, perindustrian dan militer Jepang berkembang pesat, tetapi konsekuensinya adalah meningkatnya kebutuhan mereka atas bahan-bahan mentah. Salah satu kebutuhan yang paling krusial adalah minyak bumi. Jepang tidak dikaruniai sumber daya alam yang melimpah di dalam negeri, sehingga ekspansi menjadi salah satu cara yang mereka tempuh untuk mencukupi kebutuhan tersebut. Daerah Selatan diprediksi dapat memenuhi kebutuhan minyak bumi mereka serta mampu menggantikan dominasi impor dari Amerika Serikat. Tujuan penulisan ini adalah menganalisis ekspansi ke Selatan yang dilakukan oleh Jepang dengan permasalahan minyak bumi yang mereka hadapi. Setelah melakukan tahap penelitian sejarah, penelitian ini menghasilkan fakta bahwa minyak bumi adalah salah satu agenda penting yang dibawa oleh Jepang dalam rangkaian ekspansinya ke Selatan sebelum pecahnya perang Pasifik.

ABSTRACT
Since Meiji Restoration, Japan’s need of raw resources, especially petroleum, has increased due to the rapid growth of industry and military. Japan is not blessed with abundant natural resources in the country so that the expansion is one of the ways that they have taken to fulfill the need. Southern Area is predicted to fulfill their needs of petroleum and can also replace the dominance of petroleum imports from United States. The purpose of this research is to analyze the relation between Japan expansion to the South policy and petroleum problems. After doing historical research, this study shows the fact that petroleum is one of the important agendas brought by Japan in their expansion to the South policy.
"
2015
S61492
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Weni Mayendri
"Tesis ini membahas suara perempuan dalam dua novel bertemakan jugun ianfu yang berjudul Jugun Ianfu Jangan Panggil Aku Miyako (2015) dan Momoye Mereka Memanggilku (2007). Analisis kedua novel menggunakan konsep gender (Millet 1970), teori objektifikasi perempuan (Nussbaum 1995, Langton 2009, Fredrickson dan Roberts 1997), serta konsep agensi (Davidson 2017). Teks bertemakan jugun ianfu merupakan wadah untuk mengungkap objektifikasi perempuan yang dilakukan oleh Jepang di negara jajahan. Melalui tokoh-tokoh perempuan yang dihadirkan, teks juga mengungkapkan bahwa objektifikasi perempuan dan perbudakan seksual tidak hanya dilakukan oleh para penjajah, akan tetapi juga masyarakat. Selain pemerkosaan, para budak juga harus menghadapi pandangan rendah masyarakat, rasa berdosa, trauma, serta cacat fisik yang berkepanjangan. Selain, membahas perbudakan kedua teks juga membahas perjuangan para budak seksual menghadapi dan melawan semua bentuk objektifikasi; penolakan, pertarungan fisik, keikutsertaan dalam perang gerilyawan, serta perjuangan untuk bertahan hidup setelah kemeredekaan. Akan tetapi, teks-teks ini juga bisa ditunggangi ide-ide patriarki dalam bentuk pemakluman dan romantisasi perbudakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kedua teks menghadirkan suara perempuan yang bertolakbelakang dalam mengungkap permasalahan jugun ianfu, meskipun keduanya seharusnya menjadi wadah untuk menyuarakan perjuangan para mantan budak seksual.

This thesis discusses women’s voices in two novels with the theme of jugun ianfu, entitled Jugun Ianfu Jangan Panggil Aku Miyako (2015) and Momoye Mereka Memanggilku (2007). The analysis of the two novels uses the concept of gender (Millet 1970), the theory of woman objectification (Nussbaum 1995, Langton 2009, Fredrickson and Roberts 1997), and the concept of agency (Davidson 2017). The text with the theme of jugun ianfu is a forum to reveal the objectification of women carried out by Japan in colonial countries. Through the female characters presented, the text also reveals that the objectification of women and sexual slavery was not only done by the colonizers, but also by the community. In addition to rape, slaves also had to face society's low views, guilt, trauma, and prolonged physical disabilities. Apart from discussing slavery, the two texts also discuss the struggles of sexual slaves against all forms of objectification; rejection, physical struggle, participation in guerrilla warfare, and the struggle for survival after independence. However, these texts can also be ridden with patriarchal ideas in the form of proclamation and romanticize of slavery. The results of the study show that both texts present contradictory female voices in revealing the problems of jugun ianfu, even though both are supposed to be a forum for voicing the struggles of former sexual slaves."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Shaari Isa
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Kementerian Pendidikan Malaysia, 1981
808.83 SHA l I
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Kementerian Pendidikan Malaysia, 1982
808.83 SHA l II
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kuala Lumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka. Kementerian Pendidikan Malaysia, 1985
808.83 SHA l III
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>