Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Adi Waskito
"Penelitian tentang risiko strategik merupakan topik baru yang masih berkembang dalam bidang ilmu strategik perusahaan. Risiko strategik dapat digambarkan sebagai risiko yang berhubungan dengan keputusan jangka panjang yang diambil oleh manajemen tingkat atas. Kegagalan perusahaan dalam pemilihan serta penerapan kebijakan strategik merupakan salah satu dari kejadian yang tercangkup dalam risiko strategik. Terkait dengan perkemhangan manajemen risiko pada industri perbankan, Basel 11 Accord menyebutkan secara spesifik mengenai `other risk' atau risiko lain-lain, GARP menyatakan bahwa risiko strategik merupakan salah satu bagiannya. Bank Indonesia menyebutkan bahwa risiko strategik merupakan salah satu jenis risiko yang termasuk dalam 8 risiko yang menjadi menjadi perhatian manajemen risiko pada bank.
Tujuan penelitian ini adalah uniuk memberikan wacana baru bagi pengukuran risiko, khususnva risiko strategik perusahaan Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak yang berkepentingan dalam rangka melakukan rating terhadap bank menurut risiko strategiknya sesuai dengan masing-masing kriteria kelompok perbankan menurut Bank Indonesia.
Penelitian ini akan mengukur risiko strategik dengan metode Generalized Information-based Ordinal Time Series yang menggambarkan risiko strategik sebagai peluang terjadinya loss pada posisi relatif terhadap perusahaan lain dalam jangka waktu tertentu. Posisi yang akan digunakan sebagai perbandingan adalah posisi kinerja keuangan ROA (Return On Asset).
Pengukuran risiko ini akan dipusatkan pada sub industri perbankan periode 2002 hingga 2005 berdasarkan kriteria kelompok perbankan yang dibual oleh Bank Indonesia yaitu kelompok Bank Persero, Bank Umum Swasta Nasional (BUSN), Bank Asing dan Bank Joint Venture. Metode sampling yang digunakan adalah purposive sampling berdasarkan hasil analisis Morgan Stanley untuk bank berkinerja baik di Indonesia pada tahun 2004.
Selain membandingkan risiko strategik antar kelompok bank sesuai dengan kriteria, penelitian ini juga melakukan pengukuran terhadap risiko strategik masing-niasing bank sesuai dengan kriteria dan perbandingan tren risiko strategik berdasarkan kriteria. Sumber data penelitian merupakan data sckunder yang diambil dari laporan keuangan bank menurut Bank Indonesia periode 2002 - 2005. Data tersebut diperoleh dari situs Bank Indonesia.
Berikut ini hasil dari penelitian berdasarkan perhitungan risiko strategik dengan pendckatan ordinal terhadap posisi ROA terhadap perusahaan dalam sub industri perbankan di Indonesia selama jangka waktu periode 2002 - 2005:
1. Pada perbandingan antar kelompok perbankan sesuai dcngan kriteria ditemukan bahwa Bank Asing secara relatif memperoleh nilai risiko strategik terendah, sebaliknya BUSN secara relatif memperoleh nilai risiko strategik tertinggi
2. Pada perbandingan antar bank dalam sistem berdasarkan kriteria:
a. Bank Persero, ditemukan bahwa Bank Mandiri secara relatif memperoleh nilai risiko strategik tcrendah, sedangkan BM secara relatif memperoleh nilai risiko strategik tertinggi.
b. BUSN, ditemukan bahwa BII secara relatif memperoleh nilai risiko strategik tercndah, sedangkan Bank Lippo secara relatif memperoleh risiko strategik tertinggi.
c. Bank Asing, ditemukan bahwa Citibank secara relatif memperoleh nilai risiko strategik terendah, kebalikannya Bank ABN Amro secara relatif memperoleh nilai risiko strategik tertinggi.
d. Bank Joint Venture, ditemukan bahwa ANZ Panin secara relatif memperoleh nilai risiko strategik terendah, sedangkan Rabobank secara relatif memperolch nilai risiko strategik tcrtinggi.
3. Pada perbandingan tren risiko strategik, ditinjau dari setiap kejadian, dapat diamati bahwa pada tahun 2002 - 2005:
a. Hanya sebagian kecil bank dalam kategori Bank Persero mengalami posisi loss.
b. Sebagian besar bank dalam kategori BUSN mengalami posisi loss.
c. Sebagian bank dalam kategori Bank Asing dan Bank Joint Venture mengalami posisi loss.

Research for Strategic Risk is a new emerging topic in strategic management field. Strategic risk can be described as risk that involved with long term decision taken by the top managers. One example that can be classified as strategic risk event is the failure to formulate and implement company's strategy. In relation with the banking risk management development, Basel 11 Accord has mentioned specific about 'other risk', which GARP described strategic risk is one of the part. Bank Indonesia also mentioned that strategic risk is one of their eight risks that the bank should concern.
This research has two objectives, those are giving new word or perspectives on risk measurement and the second is helping every interest parties to do strategic risk rating for banks, according to the criteria made by Bank Indonesia.
This research will measure strategic risk using generalized information-haled ordinal time series method. This method describes strategic risk as a change of loss position relative with other players or companies at specified time. The loss position refers to the loss position of ROA (Return On Assets) Ratio on financial performance.
The research will focus on the Banking sub industry for the period of 2002-2005, based on the criteria group as explained before. And those groups are government banks, private national banks, foreign banks, and joint venture banks. The sampling method is purposive sampling referred from the Morgan Stanley Analysis for Indonesian performing banks in 2004.
Besides comparing the strategic risk of bank from different criteria, we also compared each bank from each criteria as well as the trend of strategic risk for each criteria group. The source of secondary data was taken from Bank Indonesia's website which are the financial report available announced for the period of 2002-2005.
The result of strategic risk measurement using ordinal approach on the basis of' ROA position ratio for Banking sub industry in Indonesia in the period of 2002-2005 are described below:
1. In the comparison of' groups with different criteria, we found that the foreign banks relatively have the lowest strategic risk, on the contrary the private national banks have the highest strategic risk,
2, In comparison of each bank in each the criteria made by Bank Indonesia, we found that
a. (Government banks) Bank Mandiri relatively has the lowest strategic risk, while BNI relatively has the highest strategic risk.
b. (Private national banks) B11 relatively has the lowest strategic risk, while Lippo Bank relatively has the highest strategic risk.
c. (Foreign banks) Citibank relatively has the lowest strategic risk, while ABN Amro relatively has the highest strategic risk.
d. (Joint venture banks) ANZ Panin relatively has the lowest strategic risk, while Rabobank relatively has the highest strategic risk.
In the comparison of strategic risk trend for the period of 2002-20U5. We found.
a. Only few banks from government bank group criteria that experience loss position.
b. More than half banks from private nation banks that experience loss position.
c. Around half banks which classified as foreign and join venture banks experience loss position."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2006
T19765
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Waskito
Djakarta: Balai Pustaka, 1965
899.221 ADI p
Koleksi Publik  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Waskito
"Skripsi ini merupakan penelitian terhadap dampak peristiwa right issue terhadap return saham. Penelitian ini menguji hipotesis pasar efisien bentuk setengah kuat pada peristiwa right issue pada sampel saham-saham liquid yang tercatat di Bursa Efek Jakarta periode 1997-2000 dengan metodologi event study. Pada penelitian ini ditemukan bahwa respon pasar terhadap peristiwa fight issue adalah negatif dan pasar Bursa Efek Jakarta belum efisien bentuk setengah kuat pada perode 1997-2000 untuk peristiwa right issue. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya penolakan hipotesis tentang keberadaan abnormal return pada periode eventyang berarti bahwa event mempengaruhi secara signifikan perilaku dan return saham."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2003
S19440
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Adi Waskito
"ABSTRAK
Bertambahnya ongkos biaya produksi untuk bahan bakar serta tuntutan pemenuhan produksi industri yang dibarengi dengan kenaikan kebutuhan energy industri,maka akan berdampak pada kenaikan konsumsi energi yang berdampak pada biaya produksi industri perusahaan.Sehingga para pelaku industri, khususnya yang menggunakan bahan bakar fosil sebagai penggerak industrinya berupaya untuk menekan biaya produksi,guna keberlangsungan perusahaan itu sendiri. Sementara persediaan akan energi yang ada juga terbatas, maka perlu senantiasa mengupayakan peningkatan effisiensi dalam segala hal, salah satunya effisiensi biaya produksi. Tujuan yang ingin dicapai adalah meningkatkan effisiensi proses produksi maupun penyediaan energi thermal untuk kebutuhan industri dan menekan biaya tambahan produksi dengan menerapkan pemilihan jenis bahan bakar yang dipakai saat produksi.Sebagai kesimpulannya, biaya konsumsi bahan bakar high kalori batu bara lebih murah Rp. 68.400.000/day sedangkan medium kalori Rp. 74.884.000/day /day dan gas Rp. 297.192.785/day, namun berdasarkan biaya 1 tonsteam yang dihasilkan medium kalori lebih mahal yaitu Rp.3.744.200/day sedangkan batu bara high kalori Rp3.420.000/day dan gas Rp.620.247/day. Kata Kunci: Boiler, Effisiensi Uap, Pemilihan Jenis Batu Bara,dan Konsumsi Bahan Bakar

ABSTRACT
The increased cost of production for fuel and the demand of industrial production fullfilment that it comes with the increasing in industrial energy demand, then it will have an impact either with the increasing of energy consumption and company industrial production cost.so most os the company, especially the one that using fossil fuel as their industrial booster seek to reduce the cost production, so that their company could survive.meanwhile, the energy supply itself are limited, so it is necessary to improve the efficency in eveerything, one of them is cost production effiiciency.the objective that want to be accomplished are improving the production process efficiency as same as energy supply thermal for industrial needs and reducing extra cost production by applying selection with the kind of fuel that will be used in production.The conclusion are, the cost of fuel consumption for high calori coal are cheaper around Rp. 60.000.000 day, and for medium calory are Rp. 91.374.000 day and gas around Rp. 297.192.785 day. but based on the cost 1 ton steam that produced by high calory fuel more expensive that is around Rp. 1.440.000 day, for medium calory coal Rp. 1.164.000 day and for the gas Rp. 620.247 day Keyword Boiler, Steam Efficiency, Selection of coal type and Fuels consumption"
2017
T47849
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library