Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Alfitri
"ABSTRAK
Accuired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) merupakan sekumpulan gejala yang
timbul akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh manusia, yang disebabkan oleh
Human Immunodeficiency Virus (HIV). Pasien HIV/AIDS memerlukan dukungan dari
semua aspek termasuk intervensi spiritual. Tindakan yang dapat dilakukan adalah
konseling kepatuhan dan konseling spiritual untuk meningkat kepatuhan terapi ARV.
Tujuan dari penelitian adalah menilai efektifitas pemberian konseling kepatuhan dengan
konseling spiritual terhadap koping kepatuhan minum obat ARV pasien HIV/AIDS,
dengan desain quasi-exsperiment, rancangan the unthreated control group design with
pretest and posttest. Penelitian dilakukan di RSUP. DR. M. Djamil Padang selama 30
hari dari tanggal 25 Oktober 2008 sampai dengan 24 November 2008 dengan 22 sampel
yang diambil secara purposive sampling. Intervensi yang dilakukan yaitu konseling
spiritual oleh ulama dan konseling kepatuhan oleh peneliti dilakukan 2 kali seminggu
selama 2 minggu. Analisis data menggunakan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan
bahwa rata-rata skor kepatuhan kelompok intervensi konseling kepatuhan dan spiritual
adalah 1,909 dengan standar deviasi 1,044, sedangkan kelompok intervensi konseling
kepatuhan rata-rata skor kepatuhan 0,909 dengan standar deviasi 1,044 dengan nilai
p=0,016. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah terdapat perbedaan yang bermakna
rata-rata skor kepatuhan antara kelompok yang mendapatkan intervensi konseling
kepatuhan dan konseling spiritual dengan kelompok yang mendapatkan intervensi
konseling kepatuhan. Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan kepada perawat
bekerjasama dengan ulama untuk melakukan konseling spiritual kepada pasien
HIV/AIDS untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Kepada penelitian selanjutnya untuk
mengembangkan penelitian ini.

ABSTRACT
Accuired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) is a syndrome related deficiency of
body immune, caused by HIV. HIV/AIDS patients need all aspects of supports
including spiritual intervention. Adherence counseling and spiritual counseling are
interventions to increase adherence of ARV therapy. The purpose of this study was to
identify the effectiveness of spiritual and adherence counseling with adherence of ARV
theraphy on HIV/AIDS patients, with quasi-experiment ; control group design with
pretest and posttest design. These study was taken place VCT outpatiens department at
RSUP DR. M. Djamil Padang from 25th October until 24th November 2008 (30 days),
with 22 sample, was selected by purposive sampling. The intervention include : spiritual
counseling by leader of Islamic religion ( ulama) and adherent counseling by researcher
twice a week for 2 weeks. t test applied in this study. The result showed mean of
adherence on adherence and spiritual counseling group is 1.909, standard deviation
1.044. Mean of adherence on adherence counseling group is 0.909, standard deviation
1.044 (p = 0.016). In conclution, there are significant different score between: a group
who has adherence counseling and spiritual counseling, with others, who has adherence
counseling only. There for, it is important for the nurse to work together with the leader
of Islamic religion to be able providing the spiritual counseling on HIV/AIDS patients.
Further research is needed to assess a depth the spiritual counseling in by using another
research method."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
T26579
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Khoirun Nisa Alfitri
"The Coronavirus disease-19 (COVID-19) pandemic caused millions of people to be unemployed which causes a reduction of income, leads to reducing the purchasing power, and pushes vulnerable households into poverty. In addition, the pandemic was made the school closure. The changing household economy coupled with the switching learning system into online, might affect the home food environment and parental feeding practices that will lead to influence children’s eating behaviors. However, qualitative study focused on child feeding practices and child’s eating behaviors for school-aged children during the COVID-19 pandemic are still limited. This qualitative study aims to explore how the parents perform feeding practices for their children aged 5-12 years old during the COVID-19 pandemic. This study conducted started from August 2020 until July 2021. A total of 18 informants consists of mothers and a grandmother who participated in the online in-depth interview and was chosen by purposive sampling. The key informants interview including fathers and teachers were performed as the data triangulation. All the recording files were transcribed verbatim. Thematic analysis using inductive and deductive approach were applied to analyze the transcripts. Data were organized and analyzed using NVivo Version 12. There were 4 topics emerged from this study in which each topic consists of several themes. The topics were: the impact of the pandemic (on the household economy and child education); the changing home food environment; children’s eating behaviors (dietary changed, the school meal program was discontinued, change food-related activities during the pandemic); and food parenting (feeding practices and feeding styles). During the pandemic, parents tended to apply fewer rules and gave more autonomy to the child regarding the amount of food to eat. The feeding practices that parents use may lead the children to have poor eating behaviors.

Pandemi Coronavirus disease-19 (COVID-19) menyebabkan jutaan orang menjadi pengangguran yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan, penurunan daya beli, dan mendorong rumah tangga rentan untuk jatuh miskin. Selain itu, pandemi juga membuat sekolah ditutup. Perubahan ekonomi rumah tangga ditambah dengan beralihnya sistem pembelajaran sekolah tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, dapat mempengaruhi lingkungan anak di rumah terkait dengan makanan serta mempengaruhi praktik pemberian makan oleh orang tua dimana hal ini dapat mempengaruhi perilaku makan pada anak-anak. Namun, studi kualitatif yang berfokus pada praktik pemberian makan pada anak dan perilaku makan pada anak usia sekolah selama pandemi masih terbatas. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk menggali bagaimana orang tua melakukan praktik pemberian makan pada anaknya yang berusia 5-12 tahun di masa pandemi. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus 2020 hingga bulan Juli 2021. Sebanyak 18 informan yang terdiri dari ibu dan nenek telah berpartisipasi dalam wawacara mendalam dan dipilih secara purposive sampling. Wawancara terhadap informan kunci, yaitu ayah dan guru dilakukan sebagai triangulasi. Seluruh file rekaman ditranskripsi secara verbatim. Analisis tematik dengan pendekatan induktif dan deduktif digunakan untuk menganalisis hasil transkripsi. Software NVivo versi 12 digunakan untuk membantu analisis data dalam mebuat coding dan tema dari hasil transkripsi. Ada 4 topik yang muncul dalam studi ini dimana setiap topik terdiri dari beberapa tema. Topik yang muncul yaitu: dampak pandemi COVID-19 (dampak terhadap ekonomi rumah tangga dan dampak terhadap pendidikan anak); perubahan lingkungan makan pada anak-anak; perilaku makan pada anak-anak (perubahan pola makan, terhentinya program makan bersama di sekolah, perubahan aktifitas anak yang berkaitan dengan makan selama pandemi); serta pola asuh anak terkait dengan makan (praktik pemberian makan dan gaya pemberian makan). Selama pandemi COVID-19, orang tua cenderung menerapkan aturan yang lebih sedikit serta memberikan otonomi yang lebih banyak kepada anak mengenai jumlah makanan yang dimakan. Praktik pemberian makan ini mungkin dapat menyebabkan anak memiliki perilaku makan yang kurang baik."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library