Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Erfira
"ABSTRAK
Pada sektor pertambangan, dihasilkan dua timbulan yang terdiri dari air asam tambang dan abu layang. Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis karakteristik koagulan hasil aktivasi dan pengaruh waktu pengendapan, pH dan dosis koagulan untuk menurunkan kekeruhan dan logam seng. Proses aktviasi koagulan dilakukan dengan kalsinasi abu layang pada suhu 550o C selama 3 jam kemudian dicampurkan dengan asam sulfat 2 M untuk selanjutnya dipanaskan dengan kondensor pada suhu 200o C selama 1 jam. Karakteristik koagulan diuji melalui tes XRD dan XRF sedangkan konsentrasi kekeruhan diukur menggunakan turbidimeter dan konsentrasi logam seng diukur menggunaakan uji AAS. Jar test dilakukan dilakukan dengan pengadukan 200 rpm selama 5 menit dan 45 rpm selama 10 menit. Dalam proses jar tes dilakuakan variasi waktu pengendapan pada menit ke 5, 15, 30 dan 45, pH pada pH 4,6, dan 8 dan dosis koagulan pada dosis 50 mg/L, 100 mg/L, 500 mg/L dan 1400 mg/L. Berdasarkan hasil aktivasi, didapatkan koagulan dalam bentuk lumpur padat dengan kandungan Fe sebesar 24,73% dan kandungan mineral procoqumbite yang mendominasi. Hasil dari jar test yang dilakukan memperlihatkan waktu pengendapan optimum berada pada 30 menit dengan pH optimum 8 dengan efisiensi penyisihan berturut-turut sebesar 99,5% pada dosis 100 mg/L dan sebesar 14% pada dosis 50 mg/L.

ABSTRACT
In the mining sector, there are two generation consists of acid mine drainage and fly ash. This purpose of this research is to study the characteristics of the coagulant produced from the fly ash activation process and analyze the optimum settling time, pH and coagulant dosages to reduce turbidity and zinc. Coagulant activation process is carried out through the process of calcination of fly ash at 550oC for 3 hours and then mixed with 2 M sulfuric acid which is then heated in condenser at 200oC for 1 hour. The characteristic of coagulant is tested through XRF and XRD after that Turbidity and zinc metal concentration is tested through turbidimeter and zinc metal concentration is tested through AAS test. Jar test is carried out by stirring at 200 rpm for 5 minutes and 45 rpm for 10 minutes. In the jar process variations of settling time were carried out at minutes 5, 15, 30 and 45, pH at pH 4.6, and 8 and the dose of coagulant at a dose of 50 mg / L, 100 mg / L, 500 mg / L, 1400 mg / L. Based on the activation process, coagulant was obtained in the form of solid mud with a Fe content of 24.73% and a dominant mineral content is procoqumbite. The results of the jar test showed that the optimum settling time og the coagulant is at 30 minutes with optimum pH at 8 with turbidity removal is 99.5% with dosage 100 mg/L dan zinc removal is 14% with dosage 50 mg/L."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Erfira
"Tujuan: Mengetahui pengaruh suplementasi 4 g Omega-3 sehari selama 6 minggu terhadap hasil elektrofisiologi retina penderita non proliferative diabetic retinopathy (NPDR) ringan dan sedang. Desain: Uji klinik eksperimental secara acak dan tersamar ganda. Metode: Empat belas penderita NPDR ringan dan sedang mendapatkan suplementasi 4 g Omega-3 sehari (kelompok perlakuan) selama 6 minggu dan empat belas penderita NPDR ringan dan sedang lainnya mendapatkan plasebo (kelompok kontrol). Pemeriksaan Scotopic ERG dan kadar Omega-3 darah dilakukan pra dan pasca-suplementasi. Hasil: Rerata amplitudo gelombang-a scotopic ERG kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut-turut adalah 143,32 + 62,5 uV dan 195,57 + 53,3 uV, amplitudo gelombang-b sebesar 200,32+78,6 uV dan 233,06 + 53,4 uV, waktu implisit gelombang-a kelompok kontrol dan kelompok perlakuan adalah 20,16 + 1,9 msec dan 19,36+2,8 msec, sedangkan untuk gelombang-b adalah 40,91 5,5 msec dan 40,01 3,9 msec. Kadar Omega-3 darah kelompok kontrol dan kelompok perlakuan berturut turut adalah 974 ng/mg dan 1430,12 ng/mg. Terdapat perbedaan bermakna pada amplitudo gelombang-a (p<0,05) antara kedua kelompok penelitian. Kesimpulan: Pengaruh suplementasi 4 g Omega-3 sehari selama 6 minggu tidak terbukti secara statistik dalam meningkatkan amplitudo gelombang-b dan memendekkan waktu implisit gelombang-b penderita NPDR, tetapi terbukti bermakna secara statistik dalam meningkatkan amplitudo gelombang-a."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T57255
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Naomi Erfira
"Hiperpigmentasi dapat diatasi melalui penghambatan enzim tirosinase. Ekstrak bunga kenanga (Cananga odorata) dan melati (Jasminum sambac) dilaporkan memiliki potensi sebagai penghambat tirosinase, namun studi terkait aktivitasnya masih terbatas. Selain itu, metode konvensional seperti distilasi air (HD) dan enfleurasi menghasilkan rendemen rendah. Pretreatment dengan UAE dan/atau NaCl diketahui dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antitirosinase bunga kenanga dan melati, baik tunggal maupun campuran, dari berbagai kondisi ekstraksi. Metode ektraksi pada bunga kenanga dilakukan dengan empat kondisi: HD saja, HD + UAE, HD + NaCl, dan HD + UAE + NaCl. Di sisi lain, ekstraksi pada bunga melati dilakukan menggunakan metode enfleurasi dengan atau tanpa pretreatment UAE. Pengujian aktivitas antitirosinase dilakukan dengan mengukur absorbansi minyak atsiri pada berbagai variasi konsentrasi menggunakan microplate reader. Hasil menunjukkan bahwa rendemen tertinggi diperoleh melalui kondisi ekstraksi HD + UAE: 3,79 ± 0,01% (kenanga) dan 23,02 ± 6,34% (melati), sejalan dengan kerusakan sel yang terlihat lebih menyeluruh melalui pengamatan SEM. Nilai indeks refraksi tertinggi juga diperoleh dari kondisi HD + UAE, yaitu 1,4917 (kenanga) dan 1,4470 (melati). Nilai IC50 asam kojat sebagai kontrol positif antitirosinase adalah 4,44 ± 0,08 μg/mL. Minyak atsiri kenanga menunjukkan IC50 terbaik pada HD + UAE (103,16 ± 0,25 μg/mL), sedangkan minyak atsiri melati pada enfleurasi + UAE (497,48 ± 5,49 μg/mL). Campuran minyak atsiri kedua bunga (1:1) memiliki nilai IC50 174,48 ± 1,15 μg/mL dengan nilai Combination Index (CI) 1,02 yang menunjukkan efek aditif. Pretreatment UAE terbukti meningkatkan kualitas dan kuantitas minyak atsiri yang dihasilkan.

Hyperpigmentation can be treated by inhibiting the tyrosinase enzyme. Extracts from Cananga odorata and Jasminum sambac have shown potential as natural tyrosinase inhibitors, though studies on their essential oil activity remain limited. Conventional extraction methods like hydrodistillation (HD) and enfleurage often yield low amounts. Pretreatments such as ultrasound-assisted extraction (UAE) and/or NaCl are known to improve both the yield and quality of essential oils. This study aimed to compare the tyrosinase inhibitory activity of cananga and jasmine essential oils, individually and in combination, under various extraction conditions. Cananga flowers were extracted using four methods: HD, HD + UAE, HD + NaCl, and HD + UAE + NaCl. Jasmine was extracted via enfleurage, with or without UAE. Tyrosinase inhibition was assessed by measuring absorbance at various concentrations using a microplate reader. The highest yields were obtained with HD + UAE: 3.79 ± 0.01% (cananga) and 23.02 ± 6.34% (jasmine), consistent with greater cellular disruption observed via SEM. The highest refractive indices were also found in HD + UAE samples: 1.4917 (cananga) and 1.4470 (jasmine). Kojic acid (positive control) had an IC50 of 4.44 ± 0.08 μg/mL. Cananga essential oil showed the strongest inhibition at HD + UAE (IC50 = 103.16 ± 0.25 μg/mL), and jasmine at enfleurage + UAE (IC50 = 497.48 ± 5.49 μg/mL). A 1:1 mixture yielded an IC50 of 174.48 ± 1.15 μg/mL with a combination index (CI) of 1.02, indicating an additive effect. UAE pretreatment was effective in enhancing essential oil yield and antityrosinase activity."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library