Search Result  ::  Save as CSV :: Back

Search Result

Found 3 Document(s) match with the query
cover
Harahap, Alvin Tagor
"Latar Belakang. Flat fool adalah salah satu kelainan kaki yang sering dijumpai pada penderita artritis reumatoid. Selain nyeri yang disebabkan oleh penyakitnya, penderita AR juga dapat mengalami nyeri akibat flat foot. Selama ini kita selalu menganggap nyeri kaki dan gangguan berjalan pada penderita AR selalu disebabkan oleh AR, padahal mungkin juga akibat flat fool. Di Amerika prevalensi flat foot sebesar 50%. Untuk itu ingin diketahui proporsi kelainan ini pada penderita AR yang mengunjungi poliklinik reumatologi RSCM, serta gambaran dan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Tujuan. (1) Mengetahui proporsi flat foot pada penderita AR. (2) Mengetahui rasio odds faktor-faktor lama menderita penyakit (LMP), Disease Activity Score (DAS), dan Indeks Massa Tubuh (IMT) terhadap kejadianflat foot pada penderita AR.
Metodologi. Dilakukan studi potong lintang pada penderita AR dengan keluhan kaki yang berobat ke poliklinik reumatologi RSCM untuk mengamati gambaran cetak kaki, dan kelainan kaki yang diderita, IMT, DAS, dan LMP. Gambaran kelainan kaki pada penderita AR disajikan dalam bentuk statistik deskriptif. Faktor-faktor yang mempengaruhi flat foot dianalisa dengan uji chi square serta perhitungan rasio odds.
Hasil. Selama periode Juli - September 2005 terkumpul sebanyak 52 orang penderita AR di Poliklinik Reumatologi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dua orang tidak sesuai dengan kriteria inklusi, sehingga hanya 50 orang yang dapat dianalisa. Ditemukan proporsi kelainan ini sebesar 40% (11(95% 26% - 53%). Pengujian bivariat menggunakan uji chi square menemukan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian flat foot ialah IMT (P = 0,03; 012 = 3,7; IK95% 1,1 - 12,2) dan DAS (P = 0,047; OR = 0,2; IK 95% 0,03 - 0,9). Untuk mengetahui faktor-faktor yang paling berperan, dilakukan uji multivariat terhadap faktor-faktor dengan P < 0,25 (LMP, DAS, dan IMT). Ditemukan faktor yang paling berperan ialah IMT (P = 0,05; OR = 3,5;IK95% 0,99 - 12,2).
Kesimpulan. Proporsi kelainan flat foot pada penderita AR yang berobat di Poliklinik Reumatologi RSCM tidak berbeda dengan penelitian di Amerika. Faktor risiko yang berhubungan ialah IMT. Penelitian ini tidak menemukan hubungan LMP dan DAS terhadap kejadian. Flat foot pada penderita AR.

Background. Flat foot, as one of the deformities found on Rheumatoid Arthritis (RA) patients, also causes pain. In the case of RA patients, we often thought foot pain or gait disturbances were caused by pain from RA, on the other hand they might be caused by flat foot. Study in United States of America (USA) revealed the prevalence of flat foot were 50%. For this reason we would like to know the proportion of these deformities among RA patients visiting the rheumatology outpatient unit in dr. Cipto Mangunkusumo hospital, and factors which influenced it.
Objectives. To find : (1) the proportion of flat foot on RA patient, (2) the odds ratios of Body Mass Index, disease duration, and Disease Activity Score on the prevalence of flat foot in RA patients.
Methods. A cross sectional study was done on RA patients with lower extremity complaints who came to Rheumatology outpatient unit at Cipto Mangunkusumo General Hospital, Jakarta. The study was done by observing foot print, foot deformities, Body Mass Index (BMI), Disease Activity Score (DAS), and disease duration. The description of flat foot was presented in the form of descriptive statistics. Factors which influenced flat foot were analyzed using chi square method and odds ratios measurements.
Results. We observed 52 patients with RA during July - September 2005 in rheumatology outpatient unit Dr. Cipto Mangunkusumo Hospital, Jakarta. Two patients did not conform inclusion criteria, thus excluded from this study. We found the proportion of flat foot in those patients was 40% (95% CI = 26% to 53%). Bivariate analysis using chi square method revealed BMI (P = 0.03, OR = 3.7 95% CI = 1.1 to 12.2) and DAS (P = 0.047, OR = 0.2, 95% CI = 0.03 to 0.9) as factors related to flat foot in RA patients. Further analysis on variables which had P value <0.25 (BMI, DAS, and disease duration) using multivariate method revealed BMI as the factor related to flat foot in RA patients.
Conclusion. The flat foot proportion on RA patients visiting Rheumatology outpatient Unit RSCM did not differ from that in USA. Factor related to this deformity was BMI. This study did not find relations of disease duration and DAS to flat foot in RA patients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T21422
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Alvin Tagor
"Latar Belakang: Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 bisa menyebabkan kelainan pada paru-paru berupa pulmonary intravascular coagulation, suatu koagulopati akibat infeksi. Banyak menduga keadaan ini disebabkan oleh cytokine strorm yang salah satu komponen utamanya adalah IL-6. Sampai saat ini belum diketahui hubungan antara IL-6 dengan koagulopati pada penyakit ini.
Tujuan: Kami ingin megetahui apakah IL-6 memiliki korelasi dengan pertanda koagulopati d-Dimer, fibrinogen, dan prothrombin time, serta apakah IL-6 memiliki korelasi dengan ferritin sebagai acute phase reactant. Kami juga ingin mengetahui apakah IL-6, ferritin, fibrinogen, d-Dimer, dan PT berkorelasi dengan perburukan subjek COVID-19 derajat sedang dan berat.
Metode: Kami melakukan penelitian kohort prospektif pada pasien COVID-19 derajat sedang dan berat di suatu rumah sakit khusus yang menangani perawatan pasien COVID-19 mulai dari Juni 2020 sampai Januari 2021. Kami melakukan pemeriksaan serial IL-6, d-Dimer, fibrinogen, ferritin dan prothrombin time (PT), serta observasi keadaan pasien tersebut saat masuk rawat dan pada hari ke 14 hari atau sebelum hari ke 14 jika terjadi perbaikan, perburukan, atau pulang; mana yang lebih dahulu terjadi. Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari Panitia Tetap Etik Penelitian Kedokteran FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Hasil: Selama Juni 2020 sampai dengan Januari 2021 kami temukan sebanyak 374 pasien COVID-19 derajat sedang dan berat. Tujuh puluh tiga subjek masuk kriteria inklusi 61 orang termasuk kategori berat, dan 12 orang sedang. Jumlah pasien perburukan adalah 35 dari 61 pasien derajat berat, dan 1 dari 12 pasien derajat sedang. Uji korelasi Spearman antara IL-6 dengan ferritin, d-Dimer, fibrinogen, dan PT berturut-turut koefisien korelasinya 0,08 (p=0,5), -0,13 (p=0,27), 0,01 (p=0,91), 0,03 (p=0,77). Uji korelasi Spearman antara ferritin dengan d-Dimer, fibrinogen, dan PT berturut-turut 0,17 (p=0,14), 0,05 (p=0,63), dan 0,07 (p=0,51). ROC yang memiliki luas lebih dari 60% adalah selisih d-Dimer dan selisih IL-6 (74,77% dan 71,32%).
Kesimpulan: Tidak ditemukan korelasi antara IL-6 dengan d-Dimer, fibrinogen, PT. Ferritin tidak berkorelasi dengan d-Dimer, fibrinogen dan PT. IL-6 tidak berkorelasi dengan ferritin. Perubahan IL-6 dan d-Dimer dapat memprediksi perburukan pada pasien COVID-19 derajat sedang dan berat.

Background: COVID-19 disease caused by the SARS-CoV-2 virus can cause abnormalities in the lungs in the form of pulmonary intravascular coagulation, a coagulopathy due to infection. Many suspect this situation is caused by cytokine storm, one of the main components of which is IL-6. Until now, there is no known relationship between IL-6 and coagulopathy in this disease.
Objectives: We wanted to know whether IL-6 correlated with markers of d-Dimer coagulopathy, fibrinogen, and prothrombin time, and whether IL-6 correlated with ferritin as an acute phase reactant. We also wanted to find out whether IL-6, ferritin, fibrinogen, d-Dimer, and PT correlated with moderate and severe worsening of COVID-19 subjects.
Methods: We conducted a prospective cohort study of moderate and severe COVID-19 patients in a specialized hospital that treats COVID-19 patients from June 2020 to January 2021. We performed serial tests of IL-6, d-Dimer, fibrinogen, ferritin and prothrombin time (PT), as well as observing the patient's condition at the time of admission and on day 14 or before day 14 if there is improvement, worsening, or discharge; whichever happens first. This research has been approved by the Permanent Committee of Medical Research Ethics FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Results: During June 2020 to January 2021, we found 374 moderate and severe COVID-19 patients. Seventy-three subjects entered the inclusion criteria, 61 people were included in the heavy category, and 12 people were moderate. The number of deteriorating patients was 35 of 61 severe grade patients, and 1 of 12 moderate grade patients. Spearman correlation test between IL-6 and ferritin, d-Dimer, fibrinogen, and PT, respectively, the correlation coefficients were 0.08 (p=0.5), - 0.13 (p=0.27), 0.01 ( p=0.91), 0.03 (p=0.77). Spearman correlation test between ferritin and d-Dimer, fibrinogen, and PT was 0.17 (p=0.14), 0.05 (p=0.63), and 0.07 (p=0.51) . ROCs that have areas of more than 60% are the d-Dimer-difference and IL-6-difference (74.77% and 71.32%).
Conclusions: No correlation was found between IL-6 and d-Dimer, fibrinogen, PT. Ferritin did not correlate with d-Dimer, fibrinogen and PT. IL-6 was not correlated with ferritin. Changes in IL-6 and d-Dimer can predict worsening in moderate and severe COVID-19 patients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Harahap, Alvin Tagor
"Latar Belakang:
Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 bisa menyebabkan kelainan pada paru-paru berupa pulmonary intravascular coagulation, suatu koagulopati akibat infeksi. Banyak menduga keadaan ini disebabkan oleh cytokine strorm yang salah satu komponen utamanya adalah IL-6. Sampai saat ini belum diketahui hubungan antara IL-6 dengan koagulopati pada penyakit ini.
Tujuan:
Kami ingin megetahui apakah IL-6 memiliki korelasi dengan pertanda koagulopati d-Dimer, fibrinogen, dan prothrombin time, serta apakah IL-6 memiliki korelasi dengan ferritin sebagai acute phase reactant. Kami juga ingin mengetahui apakah IL-6, ferritin, fibrinogen, d-Dimer, dan PT berkorelasi dengan perburukan subjek COVID-19 derajat sedang dan berat.
Metode:
Kami melakukan penelitian kohort prospektif pada pasien COVID-19 derajat sedang dan berat di suatu rumah sakit khusus yang menangani perawatan pasien COVID-19 mulai dari Juni 2020 sampai Januari 2021. Kami melakukan pemeriksaan serial IL-6, d-Dimer, fibrinogen, ferritin dan prothrombin time (PT), serta observasi keadaan pasien tersebut saat masuk rawat dan pada hari ke 14 hari atau sebelum hari ke 14 jika terjadi perbaikan, perburukan, atau pulang; mana yang lebih dahulu terjadi. Penelitian ini sudah mendapat persetujuan dari Panitia Tetap Etik Penelitian Kedokteran FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Hasil:
Selama Juni 2020 sampai dengan Januari 2021 kami temukan sebanyak 374 pasien COVID-19 derajat sedang dan berat. Tujuh puluh tiga subjek masuk kriteria inklusi 61 orang termasuk kategori berat, dan 12 orang sedang. Jumlah pasien perburukan adalah 35 dari 61 pasien derajat berat, dan 1 dari 12 pasien derajat sedang. Uji korelasi Spearman antara IL-6 dengan ferritin, d-Dimer, fibrinogen, dan PT berturut-turut koefisien korelasinya 0,08 (p=0,5), -0,13 (p=0,27), 0,01 (p=0,91), 0,03 (p=0,77). Uji korelasi Spearman antara ferritin dengan d-Dimer, fibrinogen, dan PT berturut-turut 0,17 (p=0,14), 0,05 (p=0,63), dan 0,07 (p=0,51). ROC yang memiliki luas lebih dari 60% adalah selisih d-Dimer dan selisih IL-6 (74,77% dan 71,32%).
Kesimpulan:
Tidak ditemukan korelasi antara IL-6 dengan d-Dimer, fibrinogen, PT. Ferritin tidak berkorelasi dengan d-Dimer, fibrinogen dan PT. IL-6 tidak berkorelasi dengan ferritin. Perubahan IL-6 dan d-Dimer dapat memprediksi perburukan pada pasien COVID-19 derajat sedang dan berat.

COVID-19 disease caused by the SARS-CoV-2 virus can cause abnormalities in the lungs in the form of pulmonary intravascular coagulation, a coagulopathy due to infection. Many suspect this situation is caused by cytokine storm, one of the main components of which is IL-6. Until now, there is no known relationship between IL-6 and coagulopathy in this disease.
Objectives:
We wanted to know whether IL-6 correlated with markers of d-Dimer coagulopathy, fibrinogen, and prothrombin time, and whether IL-6 correlated with ferritin as an acute phase reactant. We also wanted to find out whether IL-6, ferritin, fibrinogen, d-Dimer, and PT correlated with moderate and severe worsening of COVID-19 subjects.
Methods:
We conducted a prospective cohort study of moderate and severe COVID-19 patients in a specialized hospital that treats COVID-19 patients from June 2020 to January 2021. We performed serial tests of IL-6, d-Dimer, fibrinogen, ferritin and prothrombin time (PT), as well as observing the patient's condition at the time of admission and on day 14 or before day 14 if there is improvement, worsening, or discharge; whichever happens first. This research has been approved by the Permanent Committee of Medical Research Ethics FKUI-RSUPN Cipto Mangunkusumo.
Results:
During June 2020 to January 2021, we found 374 moderate and severe COVID-19 patients. Seventy-three subjects entered the inclusion criteria, 61 people were included in the heavy category, and 12 people were moderate. The number of deteriorating patients was 35 of 61 severe grade patients, and 1 of 12 moderate grade patients. Spearman correlation test between IL-6 and ferritin, d-Dimer, fibrinogen, and PT, respectively, the correlation coefficients were 0.08 (p=0.5), -0.13 (p=0.27), 0.01 ( p=0.91), 0.03 (p=0.77). Spearman correlation test between ferritin and d-Dimer, fibrinogen, and PT was 0.17 (p=0.14), 0.05 (p=0.63), and 0.07 (p=0.51) . ROCs that have areas of more than 60% are the d-Dimer-difference and IL-6-difference (74.77% and 71.32%).
Conclusions:
No correlation was found between IL-6 and d-Dimer, fibrinogen, PT. Ferritin did not correlate with d-Dimer, fibrinogen and PT. IL-6 was not correlated with ferritin. Changes in IL-6 and d-Dimer can predict worsening in moderate and severe COVID-19 patients.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2021
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library