Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Annisa Nurul Utami
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perfeksionisme orientasi diri dalam memediasi pengaruh gaya pengasuhan ayah dan ibu terhadap CDSE siswa kelas XI SMA. Sebanyak 178 partisipan terkumpul melalui teknik convenience sampling dalam pengisian tiga macam skala, yaitu Career Decision Self-Efficacy Short Form, Parental Authority Questionnaire, dan Multidimensional Perfectionism Scale yang sudah dilakukan adaptasi ke dalam Bahasa Indonesia. Data dianalisis dengan menggunakan macro PROCESS dari Hayes. Secara umum, hasil uji menemukan bahwa gaya pengasuhan permisif dari ayah dan gaya pengasuhan otoriter dari ibu berpengaruh terhadap tingkat CDSE siswa melalui perfeksionisme orientasi diri. Sementara itu, pengaruh dari gaya pengasuhan otoritatif ayah terhadap tingkat CDSE siswa hanya terjadi secara langsung. Adapun pengaruh dari gaya pengasuhan otoritatif ibu terhadap tingkat CDSE siswa dapat terjadi baik secara langsung atau tidak langsung melalui mediasi perfeksionisme orientasi diri. Implikasi, limitasi, serta saran dari penelitian ini berikutnya telah didiskusikan.

ABSTRACT
This present study aimed to analyze the role of self-oriented perfectionism in mediating the effect of fathers and mothers parenting styles on CDSE among students in Grade XI Senior High School. Total participants of the study comprised 179 students under convenience sampling method. This study involved three instruments, namely, Career Decision Self-Efficacy Short Form, Parental Authority Questionnaire, and Multidimensional Perfectionism Scale. Data was analyzed by using Macro PROCESS from Hayes. Generally, the results show that permissive parenting from fathers and authoritarian parenting from mothers influence the degree of CDSE among students through self-oriented perfectionism. Moreover, the effect of authoritative parenting from fathers predicts CDSE directly without the mediation effect of self-oriented perfectionism, whilst authoritative parenting from mothers influences CDSE both directly and indirectly. Implications, limitations, and recommendations are discussed.

"
2019
T54218
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Utami
"Salah satu cara alternatif pemerintah dalam menghadapi krisis energi fosil adalah dengan mengembangkan energi terbarukan dan salah satu jenis energi yang menjadi fokus adalah panas bumi. Oleh karena itu kebijakan-kebijakan pemerintah diperlukan untuk mendorong industri panas bumi termasuk kebijakan pajak. Pada tahun 2003 (rezim baru panas bumi) pemerintah melakukan perubahan kebijakan atas pajak penghasilan badan yang sebelumnya bersifat lex specialis menjadi lex generalis.
Penelitan ini bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis latar belakang perubahan kebijakan pajak penghasilan pada bidang usaha panas bumi. Tujuan kedua adalah menggambarkan dan menganalisis perubahan kebijakan pajak penghasilan badan antara rezim lama dan rezim baru pada bidang usaha panas bumi. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan dan metode kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan pertama bahwa ada 3 faktor yang melatarbelakangi perubahan kebijakan PPh tersebut yaitu masalah penentuan jenis penghasilan, bagian pemerintah yang sudah tidak ekonomis lagi dan konsep kontrak panas bumi yang tidak dapat mengimbangi perubahan ekonomi. Hasil selanjutnya adalah kebijakan pajak penghasilan badan untuk bidang usaha panas bumi memerlukan peraturan yang terjamin kepastian hukumnya terutama pada rezim baru yang menggunakan asas lex generalis.
Saran penelitian ini antara lain bahwa seyogyanya perumusan Peraturan Pemerintah tentang industri panas bumi memperhatikan kebutuhan investor sehingga PP yang dikeluarkan akan tepat sasaran dan juga menjamin kepastian hukum yang tinggi, sebaiknya pemerintah lebih mensosialisasikan kepada investor mengenai fasilitas pajak penghasilan pada bidang usaha panas bumi, dan pemerintah sebaiknya lebih mengkaji fungsi pajak penghasilan pada rezim baru panas bumi.

One of the way to encounter the fossil energy crisis is to evolving non-renewable (non fossil) energy and geothermal become the top choice to be developed. Thus, government’s policy is needed to support this industry, so is tax policy. In 2003 (new regime for geothermal in Indonesia), government reformed the tax policy from lex specialis to lex generalis.
This research is aimed to describe and analyze the background of tax reform in geothermal industry. Secondly, is to describe and analyze the comparation of tax policy for new and old regime of geothermal industry. This research use qualitative method.
The result of this research is (1) there are 3 factors which reform the tax policy in geothermal industry, the problem to indentify the type of income, uneconomically government’s share and lex specialis principle which can’t be counterbalanced the economic change. (2) Tax policy for geothermal industry need certainty the most, specially in new regime which use lex generalis principle.
Recommendation of this research comprised that government should concern about government regulation for geothermal industry making in order to produce a precise regulation and a certainty laws, government should socialize about income tax facility to investor and also government have to consider about income tax function of new geothermal regime.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2013
S47319
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Utami
"Karakteristik setiap baterai berbeda satu dan lainnya, tergantung pada kondisi pengoperasian (tipe dan kelajuan pelepasan muatan baterai serta ambien temperatur) dan kondisi baterai (jenis dan keadaan baterai). Perbedaan karakteristik ini mengakibatkan waktu pelepasan muatan/ discharge masingmasing baterai juga akan berbeda. Biasanya, untuk memperoleh informasi waktu discharge baterai diperlukan serangkaian test yang rumit, yang akan membutuhkan waktu, tenaga dan biaya yang tidak sedikit. Karena alasan tersebut, maka diperlukan cara yang lebih mudah dan efisien bagi pengguna baterai dalam memperoleh informasi waktu discharge, yang dapat diaplikasikan ke berbagai variasi operasi dan kondisi baterai.
Pada tulisan ini ditampilkan sebuah pendekatan menggunaan grafik hubungan antara tegangan discharge dan waktu discharge pada baterai Valve Regulated Lead Acid (VRLA) tipe gel dengan kapasitas 100 Ah dan tegangan 12 volt, yang di-discharge menggunakan arus konstan dengan kelajuan pelepasan muatan (discharge-rate) 10 jam dan 20 jam pada temperatur 25°C dan 40°C, untuk memperoleh perkiraaan SOC (state of charge) pada saat discharge dan perkiraan sisa waktu pelepasan muatan (discharge reserve time).

Characteristics of each battery is different one and other, depending on the operating conditions (battery discharge type and rate and ambient temperature) and the battery conditions (battery type and health). Differences in these characteristics result the discharge time for each battery will also be different. Usually, to obtain information about battery's discharge time required a series of complicated tests, which will spend much time, effort and cost. For this reason, it is necessary to get the easier and more efficient way for users to obtain information on the battery discharge time, which can be applied to a wide variety of operations and battery conditions.
This paper presents an approach using the graph that shown a relationship between discharge voltage and discharge time of Valve Regulated Lead Acid (VRLA) gel battery (100 Ah and 12 volts), in constant current discharge and discharge-rate 10 hours and 20 hours at temperature of 25°C and 40°C, to obtain the SOC (state of charge) and discharge reserve time estimation.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
T35360
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Utami
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hak kendali keluarga dalam perusahaan, dan keefektifan dewan komisaris dan komite audit terhadap agency cost perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2008-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hak kendali keluarga dalam perusahaan tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap agency cost yang diproksikan asset utilization ratio namun berpengaruh signifikan dan negatif terhadap agency cost yang diproksikan discretionary expense ratio. Sementara itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dewan komisaris dan komite audit tidak terbukti berpengaruh signifikan terhadap agency cost yang diproksikan oleh asset utilization ratio namun berpengaruh signifikan dan negatif terhadap agency cost yang diproksikan discretionary expense ratio.

The objective of this research is to analyze the effect of family control rights and the role of effectiveness of the board commissioners and audit committee to agency cost in manufacture firms listed in Indonesia Stock Exchanges period 2008-2012. The results give evidence that the family control rights in the firm doesn?t significantly influence the agency cost with proxies asset utilization ratio but has a significant and negative influence on the agency cost with proxies discretionary expense ratio. Meanwhile, the effectiveness of the Board Commissioners and Audit Committee is not proven have significant influence for the agency cost proxies asset utilization ratio but have a significant and negative influence on the agency cost proxies discretionary expense ratio."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2014
S53518
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nurul Utami
"ABSTRAK
Penelitian mengenai transformasi gen xiloglukanase pada A. mangium telah dilakukan oleh Hartati dkk pada tahun 2011, menghasilkan A. mangium transgenik yang mengoverekspresikan gen tersebut, sehingga pertumbuhan menjadi lebih cepat. Tanaman A. magium transgenik terus dipelihara dan disubkultur hingga saat ini. Oleh karena itu, penelitian yang dilakukan bertujuan untuk menguji stabilitas gen xiloglukanase pada A. mangium transgenik hasil perbanyakan in vitro. Penelitian terdiri atas dua bagian,yaitu analisis molekular dan morfologi. Hasil analisis molekular menunjukkan bahwa dari seluruh sampel yang digunakan, dua galur A. mangium transgenik, X11 dan X21, yang telah disubkultur beberapa kali menunjukkan keberadaan gen xiloglukanase. Hasil pengamatan morfologi tidak menunjukkan adanya pertumbuhan dalam hal tinggi dan diameter planlet, hal tersebut mungkin karena kultur yang digunakan mengalami kemunduran fisiologis.

ABSTRACT
The study of xyloclucanase gene transformation in A. mangium was carried out by Hartati et al in 2011, yiedling a transgenic A. mangium that overexpressing the xyloglucanase gene, so the plants can grow more faster. The transgenic A. mangium is maintaned and subcultured continously. Therefore, the aim of study was to test the stability of xyloglucanase gene on transgenic A. mangium as a result of in Vitro propagation. Molecular and morphological approach were used in this research. The result showed that all of samples used, wild type A. mangium K , two line of transgenic A. mangium, X11 and X21 positively had xyloglucanase gene after the recurring subculture. The result of morphological observation did not show any alteration, because the culture used in the research undergo a physiological deterioration."
2017
S68720
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gita Nurul Utami
"Ekofeminisme memberikan suatu pendekatan baru terhadap dunia yang dimana tidak perlu adanya pertentangan mengenai sesuatu yang rasional atau irasional. Hal ini terdapat di dalam ekofeminisme yang menguraikan fungsi-fungsi mitos dalam relasi sosial juga lingkungan hidup. Dimana mitos-mitos ini digunakan sebagai spritualitas kritis yang memiliki kegunaan pengetahuan untuk seluruh kehidupan. Salah satu mitos yang berguna untuk manusia dan lingkungan adalah mitos mengenai hubungan manusia dengan alam dalam mengelola pertanian secara tradisional. Keberadaan mitos seperti ini membuat kita mengingat peran diri sendiri dalam menjaga dan menghargai alam. Terdapat krisis spiritualitas dan nilai-nilai mitos didalam kehidupan masyarakat modern yang memiliki hubungan dengan lingkungan. Beberapa mitos diyakini oleh kelompok-kelompok masyarakat sebagai simbol dan keyakinan mereka untuk lebih menghargai lingkungan atau alam. Artikel ini menggunakan metode ekofeminisme yang mengaitkan pengetahuan irasional dengan teori dari Charlene Spretnak dan Dewi Chandraningrum. Dengan menggunakan mitos-mitos yang dianggap sebagai pengetahuan irasional,justru masyarakat dapat lebih menghargai alam dan tidak semata-mata melihat alam sebagai objek yang dapat dieksploitasi untuk kepuasan manusia.

Ecofeminism provides a new place for the world, where there is no need for opposition to something rational or irrational. Ecofeminism found which describes the functions of myth in social relations as well as the environment. Where these myths are used as critical spirituality that has the use of knowledge for all life. One myth that is useful for humans and the environment is the myth about the relationship between humans and nature in managing agriculture traditionally. The existence of myths like this makes us remember the role of ourselves in maintaining and respecting nature. There is a crisis of spirituality and mythical values in the life of modern society that has a relationship with the environment. Some myths are believed by community groups as a symbol and their belief to be more respectful of the environment or nature. This article uses the ecofeminism method which links irrational knowledge with the theories of Charlene Spretnak and Dewi Chandraningrum. By using myths that are considered irrational knowledge, people can appreciate nature more and not merely see nature as an object that can be exploited for human satisfaction."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Hanifah Nurul Utami
"Tenaga pelayanan kesehatan gigi berisiko tinggi COVID-19 karena kegiatan intervensi gigi yang menyebabkan transmisi aerosol virus dan risiko tersebut meningkat apabila pekerja tidak menerapkan perilaku hidup sehat dan pola kerja sehat dan selamat. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi pengendalian COVID-19 dan perilaku pekerja pada dua Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM) di Jakarta sebagai upaya dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat, selamat, aman dan nyaman. Desain penelitian ini adalah cross sectional dengan pendekatan kuantitatif, menggunakan teknik random sampling dengan responden sebanyak 66 orang. Instrumen pengumpulan data primer berupa kuesioner yang disebarkan dengan aplikasi google form dan data sekunder berupa hasil RT-PCR atau antigen pekerja dan standar prosedur penanganan COVID-19 di RS. Hasil yang didapatkan kasus COVID-19 masih terjadi (40,9%) di RSKGM X dan (15,3%) di RSKGM Y. Terdapat hubungan yang signifikan antara beberapa variabel dalam PHBS, pola kerja sehat dan selamat, proteksi spesifik (disinfeksi lingkungan kerja), karantina dan COVID-19 (p<0,05). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pekerja; pendidikan dan pelatihan; proteksi spesifik (fasilitas vaksin, fasilitas cuci tangan, kebijakan RS); pengobatan segera; isolasi; rehabilitasi dan kasus COVID-19. Pengendalian infeksi di RS dapat dilakukan sesuai dengan menerapkan disinfeksi lingkungan sesuai jadwal, menggunakan dan melepas APD secara tepat, melakukan 6 langkah dan 5 momen cuci tangan, dan melakukan pemantauan dan evaluasi program pengendalian infeksi.

Dental health care workers are at high risk of COVID-19 because of dental intervention activities cause the transmission of high aerosols and risk increases if workers do not apply Healthy Lifestyle Behaviors (HLB) and Healthy and Safe Work Patterns. The purpose of this study is to analyze the implementation of COVID-19 control and worker behavior at two Dental Hospitals in Jakarta as an effort to create a healthy, safe, secure and comfortable work environment. The design of this research is cross sectional with a quantitative approach, using a random sampling technique with 65 respondents. Primary data collection was carried out by questionnaires distributed using google forms and secondary data were the results of RT-PCR or antigens and standard procedures for handling COVID-19 in hospitals. The results obtained that COVID-19 cases still occur in RSKGM X (40.9%) and RSKGM Y (15.3%) . There is a significant relationship between several variables in HLB; healthy and safe work patterns; specific protection (environmental disinfection); quarantine and COVID-19 (p<0.05). There is no significant relationship between worker characteristics; education and training; specific protection (vaccine facilities, hand washing facilities, hospital policies); immediate treatment; isolation; rehabilitation and COVID-19 cases. Infection control in hospitals can be carried out, by applying disinfection to the environment according to a schedule; using and removing PPE appropriately; performing 6 steps and 5 moments of hand hygiene; and monitoring and evaluating infection control programs"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library