Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Satriyo Wiguno
"ABSTRAK
Rumah sakit menyediakan pelayanan kesehatan selama 24 jam. Perawat sebagai bagian terpenting dari pelayanan kesehatan perlu memenuhi pelayanan 24 jam tersebut melalui kerja shift. Namun, perawat kerja shift lebih memiliki risiko penurunan kualitas tidur dibanding non-shift, yang dapat berdampak pada penurunan performa/kinerja. Penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kualitas tidur antara perawat kerja shift dan non-shift. Desain penelitian ini adalah deskriptif komparatif dengan pendekatan potong lintang yang melibatkan 162 perawat di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, yang dipilih dengan proportional random sampling. Data demografi diambil melalui kuesioner A, kerja shift melalui kuesioner B dan kualitas tidur melalui kuesioner C The Pittsburgh Scale Quality Index. Hasil analisis statistik menunjukkan proporsi kualitas tidur buruk pada perawat yang bekerja shift 35.2 lebih tinggi dibandingkan pada perawat yang bekerja non-shift 10.5 . Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam kualitas tidur antara perawat yang bekerja shift dan non-shift x2 161 = 5.205; p = .023 Kesimpulan dalam penelitian ini terdapat perbedaan kualitas tidur antara perawat kerja shift dan non-shift di RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor. Saran bagi manajemen dan keperawatan rumah sakit, untuk membuat kebijakan pengaturan jadwal kerja yang meminimalkan penurunan kualitas tidur dan peningkatan kualitas tidur seperti kebijakan napping.

ABSTRAK
Hospitals provide a 24 hour health services. Nurses as an integral part of health services at the hospital need to work in shifts in order to deliver uninterrupted nursing care. Nevertheless, shift work nurses have a higher risk of sleep deprivation than non shift, which may have an impact on performance degradation. This research aimed to identify the difference of sleep quality between shift and non shift work nurses. The design of this study was a comparative descriptive with cross sectional approach involving 162 nurses in RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor, selected by proportional random sampling. Demographic data were collected through questionnaire A, shift work through questionnaire B and sleep quality through Questionnaire C The Pittsburgh Scale Quality Index. The result of statistical analysis showed that the proportion of poor sleep quality in shift nurses 35.2 was higher than in non shift nurses 10.5 . Further analysis showed that there were significant differences in sleep quality between shift and non shift nurses x2 161 5.205 p .023 . Our study concluded the significant difference of sleep quality between shift and non shift working nurses at RSUD Tanjung Selor. This study suggested hospital and nursing management to create policy work schedule arrangements that could improve sleep quality. This study also suggested the development of policy with respect to napping for shift nurses."
2017
S66788
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Satriyo Wiguno
"Kemajuan atau modernisasi pada daerah perkotaan dapat merubah perilaku dan gaya hidup masyarakat. Salah satu contoh perubahan gaya hidup seperti kurang gerak, diet tidak sehat dan merokok. Gaya hidup tidak sehat tersebut menurut penelitian dapat menurunkan sistem imun atau daya tahan tubuh. Penurunan daya tahan tubuh mengakibatkan individu mudah terserang penyakit infeksi. Fournier gangren adalah salah satu penyakit infeksi akibat penurunan daya tahan tubuh. Kasus ini merupakan termasuk dalam kegawatan urologi, dimana salah satu tindakanya debridemen. Tindakan debridemen meninggalkan luka yang cukup luas sehingga perlu dilakukan flap. Untuk mencapai keberhasilan flap diperlukan dasar luka yang baik dan sehat. Madu secara evidence base memiliki manfaat yang baik untuk digunakan dalam perawatan luka, karena aktivitas sebagai anti inflamasi, anti oksidan, anti bakterial, melisiskan jaringan nekrotik, memberikan suasana lembab pada luka sehingga dapat mempercepat proses penyembuhan luka dan dapat menghilangkan bau serta anti resistensi.Kata Kunci : Fournier gangren, madu, perawatan luka, persiapan dasar luka
Progress or modernization in urban areas can change people 39;s behavior and lifestyles. One example of lifestyle changes such as lack of movement, unhealthy diet and smoking. Unhealthy lifestyle is according to research can lower the immune system or endurance. Decrease in immune system causes the individual susceptible to infectious diseases. Fournier gangrene is one of the infectious diseases caused by decreased endurance. This case is included in urological gravity, where one of its actions is debridement. The debridement action leaves enough wounds to flap. To achieve the success of the flap required a good and healthy wound base. Honey is a good base for the treatment of wounds, because the activity as an anti-inflammatory, anti-oxidant, anti-bacterial, lyse necrotic tissue, providing a moist atmosphere in the wound so that it can accelerate the process of wound healing and can eliminate odor and anti-resistance.Keyword : Fournier gangren, honery, wound care, wound bed preparation"
Pr-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library