Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Supriyatna
"Penulisan ini mengenai Konsep Laku dalam Suhik Linglung Sunan Kalijaga (Syeh Malaya). Latar belakang pemilihan topik ini adalah bahwa pokok pembahasan mengenai sastra suluk yang berkaitan dengan mistik belum banyak di kaji. Oleh karena itu dalam penulisan ini diketengahkan sebuah topik tentang suluk, mistik dan laku. Lebih jauhnya untuk mengungkapkan dan mengkaji lebih lanjut konsep Laku yang terdapat dalam Suluk Linglung Sunan Kalijaga."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2002
S11359
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Agus Supriyatna
"Kekerasan massa yang terjadi di daerah di Indonesia dalam waktu relatif singkat telah menjadi pemandangan sehari-hari. Media massa, baik itu cetak maupun elektronik sering memberitakan kekerasan massa semacam itu. Banyak ragam kekerasan massa, ada masyarakat yang memukuli pelaku kejahatan. Ada pula yang menggilas. Ada pula yang membakar pelaku kejahatan. Masyarakat Desa Cikupa melakukan kekerasan massa dengan cara membakar hidup-hidup pelaku kejahatan. Fenomena ini menarik bagi penulis untuk meneliti faktor-faktor apa saja yang membuat warga Desa Cikupa melakukan kekerasan massa seperti itu.
Penelitian tentang Kekerasan Massa Terhadap Pelaku Kejahatan (Studi Kasus di Desa Cikupa) menggunakan penelitian kasus, tujuannya meneliti obyek penelitian secara intensif hanya pada kasus di Desa Cikupa. Data yang penulis gunakan adalah data kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (depth interview). Wawancara ini dilakukan terhadap warga Desa Cikupa meliputi wawancara terhadap aparat desa, tokoh masyarakat, warga yang melakukan kekerasan massa dan warga yang menyaksikan kekerasan massa.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab yang membuat warga Desa Cikupa melakukan kekerasan massa, yaitu: 1. Anomi, yaitu kondisi masyarakat yang tidak menggunakan cara legal. 2. Peniruan dari Wilayah lain, yakni masyarakat melakukan kekerasan massa disebabkan karena mengikuti apa yang terjadi di desa lain. 3. Dendam masyarakat, yakni seringnya terjadi kejahatan membuat warga frustrasi dan akhirnya dendam pada pelaku kejahatan. 4. Media massa, yaitu media massa memberikan andil dalam mempengaruhi aksi kekerasan massa di Desa Cikupa. 6. Spontanitas, yaitu kekerasan massa merupakan tindakan warga yang tidak pernah direncanakan sebelumnya."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2002
T7102
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yayat Supriyatna
"Rumah sakit sebagai salah satu tatanan pemberi jasa pelayanan kesehatan harus mampu menyediakan berbagai jenis pelayanan yang bermutu dan profesional. Pelayanan keperawatan dirumah sakit merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan kesehatan, dan merupakan salah satu faktor penentu bagi mutu dan citra rumah sakit dimata masyarakat. Oleh karena itu diperlukan kemampuan kepemimpinan yang tinggi dari kepala ruangan sehingga dapat mempengaruhi perawat yang berada dibawah tanggung jawabnya.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan kepala ruangan dengan produktivitas kerja dengan disain deskripsi korelasi melalui pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat pelaksana yang bekerja di Instalasi rawat Inap Rumah Sakit Pusat Pertamina Jakarta berjumlah 379 orang dengan sampel berjumlah 210 orang. Data didapat melalui penyebaran kuesioner, pengolahan serta analisa data dilakukan dengan perhitungan statistik perangkat komputer.
Hasil penelitian univariat menggambarkan distribusi karakteristik, sebagian besar responden yaitu umur 25-30 tahun 92 orang (50%), jenis kelamin wanita 162 orang (88%), tingkat pendidikan DIII Keperawatan 157 orang (85,3%), 152 orang (82,5%) tidak pernah mengikuti pendidikan tambahan, dan lama kerja 5-8 tahun 77 orang (41%). Gaya kepemimpinan kepala ruangan yang dipersepsikan oleh responden demokratis sebesar 58,69%, partisipatif 32,60%, Autokratis 7,06% dan laissez faire 1,63%. Produktivitas kerja perawat di RS Pusat Pertamina Jakarta 54,3% adalah tinggi sedangkan sisanya (45,7%) rendah.
Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara gaya kepemimpinan demokratis kepala ruangan dengan produktivitas kerja perawat. Karakteristik responden tidak berhubungan secara bermakna dengan produktivitas kerja di RS Pusat Pertamina Jakarta. Dari hasil analisis tersebut maka disarankan untuk terns mengembangkan dan menerapkan gaya kepemimpinan yang paling berhubungan dengan produktivitas kerja perawat yaitu gaya kepemimpinan demokratis.

The Relationship between the Leadership Styles of Head Nurses with Productivity of the Nursing Staff in Pertamina Central Hospital-Jakarta 2002Hospital as health care providers have to provide various qualified and professional services. Nursing services as a part of health services could not be separated, because it is one of the hospital determinations for quality. This study aimed to analyze the relationship between the leadership styles of head nurses with productivity of nursing staff in Pertamina Central Hospital.
The methodology used in this study is description correlation through cross sectional approach. The populations were all nurses that work at inpatient department in Pertamina Central Hospital Jakarta, which were 379 nurses. The samples were 210 nurses which were decided based on proportional random sampling. This study used questionnaires to collect data than analyzed by computer's software.
The result of univaried analysis described the characteristic of the respondent they are 25-30 years old (50%), female (88%), and nursing diploma (85,3%). 82,5% have never got additional education, and 41% of them have worked in Pertamina Central Hospital for 5-8 years. The leadership style of head nurses which perceived by the respondent was democratic 58,69%, participative 32,60%, autocratic 7,06% and laissez faire 1,63%. The productivity of nursing staff in Pertamina Central Hospital is 54,3%.
The conclusion of this study showed that there was significant relationship between democratic leadership styles of the head nurses with productivity of nursing staff. The characteristics of respondent had no significant relationship with productivity in Pertamina Central Hospital. From this result can be suggested to develop and apply democratic leadership style in order to improve productivity."
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2003
T 8820
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Novita Wulandari Supriyatna
"Skripsi ini membahas cara berkomunikasi tokoh Papa atau Mama dengan anak_anak, ciri bahasa pria dan wanita yang terlihat pada saat tokoh Papa atau Mama berkomunikasi, serta ciri bahasa anak dan bahasa remaja yang terlihat pada saat tokoh Arno dan Gerty berkomunikasi dalam buku_Und was wird aus uns? Eine Familie geht auseinander. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif ekspositoris. Hasil penelitian menyatakan bahwa Mama lebih kooperatif dibandingkan dengan Papa saat berkomunikasi dengan anak, cara berkomunikasi tokoh Papa dan Mama memperlihatkan ciri bahasa pria dan wanita dan cara berkomunikasi tokoh anak (Arno) memperlihatkan ciri bahasa anak, serta tokoh Gerty memperlihatkan ciri bahasa remaja.

The focus of this study is the communication between parent and their children, the nature language of men, women, child, and adult, based on how the characters from book _Und was wird aus uns? Eine Familie geht auseinander_ communicate. This study using a qualitative descriptive research. The data collected from the library research. Researcher suggests that how the characters (from the book) communicate are reflecting their nature language based on their status, gender and age."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2010
S15010
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Eddy Supriyatna
"Feng Shui yang diterjemahkan angin-air, adalah seni geomancy bangsa China, yaitu seni penempatan dan perletakkan bangunan atau bentuk struktur lainnya yang dibuat manusia untuk diselaraskan dengan alam dan mendapatkan manfaat. Saar ini Feng Shui dikenal dengan baik dalam bidang arsitektur. Banyak produk arsitektur, apakah itu rumah tinggal, kantor, apartemen bahkan penataan interior suatu bangunan menggunakan prinsip-prinsip Feng Shui. Di negeri asalnya, China bahkan penggunaan Feng Shui tidak terbatas pada bangunan saja tetapi juga untuk pemakaman. Mereka menggunakan Feng Shui karena keyakinannya akan membawa nasib baik, kebahaginn, ketenangan dan rizki yang melimpah. Namun disisi lain tidak sedikit pula mereka yang menolak dengan tegas prinsip-prinsip Feng Shui. Hal ini karena adanya kabut mistis dan magis yang menyelimuti praktek-praktek Feng Shui. Melalui metode studi literatur dan survey, penulis mencoba menggali mengenainya, melihat keberadaan Feng Shui dalam dimensi mistis-ilmiah dalam suatu kegiatan desain arsitektur. Selain itu, penulis juga mencoba untuk mencari kemungkinan adanya "benang merah" antara Feng Shui dan kaidah arsitektur formal. Ulasan tulisan ini dimulai dengan uraian dari para ahli Feng Shui yang menyatakan bahwa Feng Shui berbeda dengan mistis. Juga dijelaskan mengenai pengertian, perkembangan dan konsep dasar Feng Shut serta uraian mengenai !-Ching, kitab peradaban bangsa China. Kemudian dilanjutkan dengan analisis yang berpijak pada kasus-kasus perencanaan kota menurut Feng Shui. Dari kajian yang dilakukan didapat suatu kesimpulan bahwa pada awalnya Feng Shui bukanlah suatu bahasan yang bersifat mistis, tapi suatu bahasan yang ilmiah, yaitu berdasarkan fenomena alam yang terjadi di negeri asalnya, China. Adapun pandangan bahwa Feng Shui adalah mistis terjadi karena dalam perkembangannya, Feng Shui banyak dipengaruhi oleh filsafat-filsafat yang berbau mistis seperti Taoisme dan Confucian. Selain itu, juga disimpulkan adanya "benang merah" antara Fenng Shui dan kaidah arsitektur formal, yaitu kesamaan sikap dan dasar pijakan yang lama dalam suatu kegiatan desain arsitektur. Baik Deng Slim maupun kaidah arsitektur formal sama-sama memanfaatkan dan menghindari potensi balk dan buruk Bari suatu site.
Peg Shui, a term literally translated as wind-water, is the Chinese art geomancy, the placement and location of building and manmade structures to harmonise with, as well as benefit from the surrounding physical environtment. Nowdays, Feng Shui's application is well known in architecture. A lot of architectural products, whether they're houses, offices, apartments even interior of the building use the principles of Feng Shut. In its motherland, China the application of Feng Shui is not only limited on building but also for locating the burial of the dead. They use it because they believe that it'll bring luck, happiness, peaceful and wealth. In the other hand there are many people strictly refuse the principles of Feng Shui, because they're rustic and magic layers. Through a literary study and survey methode, writer tries to dig it up by seeing Feng Shut's existence in mistic-science dimention in architectural design activities. Besides, writer also tries to find a possibility of connection between Feng Shut and architectural formal norms. This paper begins with the Feng Shut experts' statement which say that P? ng Shui is different from mistic, the meaning of Deng Shui, its development and its basic concept. It also discusses about I-Ching, the Chinese civilization book and its continued by the analysis to the cases of city planning according to Deng Shui. From this analisys, we get conclusions that at the beginning it is believed that Deng Shui is not a mistic subject but it is a science one which is based on natural phenomenon that happened on its motherland, China. The perception that Feng Shui is rustic happens because in its development Feng Shut is influenced by mistical philosophies such as Taoisme and Confucianisme. Besides, there is the connection between Feng Shui and architectural formal norms which has the same attitude and the same base analisys in architectural design activities. At last, even Feng Shui or architectural formal norms, in fact they're both designing the site by manipulating its potensial factors (good and bad) to get the better condition."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 1997
S48139
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ade Supriyatna
"ABSTRAK
Kepuasan pelanggan merupakan kuci keberhasilan perusahaan untuk tetap
bertahan dan memenangkan persaingan yang semakin ketat. Pelanggan adalah
semua orang yang menuntut suatu perusahaan untuk memenuhi suatu standar
kualitas tertentu, dan karena itu akan memberikan pengaruh pada performansi
(performance) perusahaan tersebut. Kepuasan pelanggan adalah perasaan
pelanggan terhadap satu jenis pelayanan yang didapatkannya.
Pengukuran terhadap kepuasanpelanggan mutlak dilakukan untuk
memberikan kepada suatu perusahaan indikasi akurat terhadap 'keadaan' proses
bisnis mereka dan produk atau pelayanan yang dihasilkan dari proses bisnis
tersebut.
Dalam skripsi ini dilakukan pengukoran dan analisis kepuasan pelanggan PT
Kerata Api Indonesia (PT KAI) untuk kereta jenis Argo. Penelitian dilakukan dengan
menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data dan perhitungan statistik
(dengan bantuan SPSS 9.0) untuk pengolahan data.
Dari perhitungan distribusi kepuasan pelanggan dan perhitungan korelasi
antar dimensi dengan kepuasan menyeluruh terdapat ketimpangan antara kineria PT
KAI dengan yang sebenarnya diinginkan pelanggan untuk ditingkatkan. Dari tiga
aspek yang berpengaruh signifikan terhadap kepuasan peIanggan hanya dimensi
profesionalisme saja yang mendapat nilai di atas 3 yaitu 3.1453. Dimensi tingkat
harga bernilai 2.8462 dan ketepatan waktu bernilai 2.6709 yang merupakan nilai
terburuk di antara seluruh dimensi kepuasan peIanggan. Prioritas perbaikan
pelayanan harus diarahkan pada ketiga dimensi ini.
Namun demikian pada pengukuran terhadap pengendalian pelayanan
terhadap dimensi profesionalism, timeliness, dan price menunjukkan hasil yang
masih dalam batas kendaIi. Kemudian pelanggan masih menganggap PT KAI
(kereta Argo) memberikan nilai Iebih dibanding transportasi massa Iainnya.
PT KAI berhasil meraih nilai pelanggan (customer value) terhadap fasilitas,
pelayanan, dan tingkat harga kereta api karena strategi yang tepat dari PT KAI
dalam pengembangan konsep KA argo yang terencana dan mempertimbangkan
potensi pasar. Dengan kata Iain PT KAI cukup jeli untuk bermain di wilayah strategis
dengan memberikan produk yang seimbang dengan target sasaran."
2000
S49859
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Supriyatna
"Perkembangan internet berbasis IP telah meningkat dengan pesat yang menyebabkan berkembangnya teknologi pengiriman media streaming. Streaming memungkinkan menampilkan media tanpa harus menunggu keseluruhan media diterima lengkap terlebih dahulu oleh client. Pada skripsi ini telah dibuat sebuah jaringan kecil yang berbasiskan mobile IPv6. Pembangunan jaringan mobile IPv6 sesuai dengan RFC 3755. Komponen-komponen dari jaringan mobile IPv6 tersebut yaitu Home Agent, Correspondent Node, Mobile Node, Foreign Network, dan Home Network. Tiga buah skenario dilakukan untuk mengetahui performansi aplikasi video streaming. Pengukuran parameter Quality of Service berupa delay, jitter, packet loss dan throughput dilakukan pada saat mobile node tidak berpindah network (pada skenario satu dan dua) maupun pada saat proses handover (pada skenario tiga). Pengukuran dilakukan dengan cara streaming video dari server ke client dengan menggunakan aplikasi VLC, kemudian menangkap paket-paket tersebut dengan menggunakan aplikasi wireshark. Dari hasil percobaan diketahui bahwa Quality of Service pada parameter delay saat proses handover dari home network ke foreign network dan begitu juga sebaliknya sangat rendah sebesar 8,3% jika dibandingkan pada saat mobile node tidak berpindah network. Hal ini disebabkan adanya pemutusan koneksi dengan network yang lama sebelum membangun koneksi dengan network yang baru.

The development of IP-Based Internet has been growing rapidly and impacted the data streaming technology. Streaming allows the user to see the video without any compulsion to wait for the video to be full downloaded on the client side. The aim of this thesis is to implement the mobile IPv6 network and to analyze the performance of the video streaming application that runs through the mobile IPv6 network. A small mobile IPv6 network has been built in this project and the network was configured according to the RFC 3755 IETF standard, this network contains several nodes such as Home Agent, Correspondent node, Mobile node, foreign network, and home network. Application performance was tested through three scenarios. The parameters that used to analyze the Quality of Service are delay, jitter, packet loss, and throughput. At the first and the second scenario the parameters were analyzed when the mobile node was fixed (static) while at the third scenario analysis was conducted when the mobile node was moving (handover). The parameters were measured by running the streaming video from server to client using VLC application, and the packets ran through the network were captured with wireshark. The Result shows that when the mobile node is in the handover process, the delay parameter of the QoS is very low approximately 8,3% compared with the delay when the mobile node is in static condition. This difference is caused by the extra time spent at the turnover process of the network from the previous one to the new network."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2010
S51162
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yayat Supriyatna
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak bencana terhadap perekonomian Indonesia. Data yang digunakan untuk melakukan analisis adalah Sistem Neraca Sosial Ekonomi (SNSE) Indonesia tahun 2005 dan jumlah aset-aset produksi yang hilang atau rusak akibat dampak langsung bencana tsunami Aceh, gempa bumi Yogyakarta dan Jawa Tengah, dan semburan lumpur Sidoarjo.
Metode analisis yang digunakan adalah analisis SNSE yang menggunakan jumlah aset-aset produksi yang hilang atau rusak akibat dampak langsung bencana di Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan sebesar Rp6,4 triliun, Sektor Perikanan sebesar 3,7 triliun, Sektor Pertanian sebesar Rp1,9 triliun, Sektor Perdagangan, Hotel, dan Restoran sebesar Rp0,1 triliun, dan Sektor Industri Pemintalan, Tekstil, Pakaian, dan Kulit sebesar Rp2,53 milyar sebagai shock terhadap matriks angka pengganda neraca (Ma).
Hasil analisis menunjukkan bahwa bencana memberikan dampak bagi: (1) penurunan output yang relatif besar bagi Sektor Perikanan sebesar 4,58% dan Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan sebesar 2,3%, (2) penurunan penyerapan tenaga kerja yang relatif besar bagi Tenaga Kerja Buruh Tani di Kota sebesar 1,89%, (3) penurunan pendapatan yang relatif besar bagi Rumah Tangga Para Pengusaha Tani sebesar 0,81% dan Rumah Tangga Para Buruh Tani sebesar 0,8%. Sedangkan Perusahaan mengalami penurunan pendapatan sebesar 0,69% dan Pemerintah mengalami penurunan penerimaan negara sebesar 0,47%. (4) penurunan perekonomian Indonesia yang terlihat dengan adanya selisih -0,7% antara PDB jika terjadi bencana dengan PDB jika tidak terjadi bencana.
Persentase penurunan output Sektor Perikanan yang lebih besar dari pada Sektor Keuangan, Persewaan, dan Jasa Perusahaan memperlihatkan bahwa dampak langsung bencana tidak selalu sejalan dengan dampak tidak langsungnya. Sehingga, pemerintah harus berhati-hati di dalam pengambilan kebijakan di masa rehabilitasi pasca bencana.

This study aims to analyze the impact of disasters on the economy of Indonesia. Data used for analysis is Social Accounting Matrix (SAM) Indonesia in 2005 and the number of production assets lost or damaged due to the direct impact of the tsunami disaster in Aceh, earthquake in Yogyakarta and Central Java and Sidoarjo mudflow.
The method of analysis used is SNSE analysis that uses the number of production assets are lost or damaged due to the direct impact of disasters in the Financial Sector, Ownership, and Corporate Services Rp6, 4 trillion, Fisheries Sector Rp3.7 trillion, Agricultural Sector Rp1, 9 trillion, Sector Trade, Hotels and Restaurants of Rp0, 1 trillion, and the Manufacturing Sector Spinning, Textile, Apparel, and Leather Rp2, 53 billion as a shock to the balance sheet multiplier matrix (Ma).
The analysis showed that the catastrophic impact of: (1) a relatively large decline in output for the Fisheries Sector of 4.58% and the Financial Sector, Ownership, and Business Services by 2.3%, (2) decline in the employment of relatively large for Labor Workers Peasants in the City of 1.89%, (3) a relatively large decrease in income for Household Entrepreneurs Farmers of 0.81% and Households The Peasant Workers of 0.8%. While the Company's revenue decreased by 0.69% and decreased government revenues amounted to 0.47%. (4) decline in Indonesia's economy is seen by the difference of -0.7% of GDP in case of disaster to the GDP, if not disaster.
The percentage decrease in output Fisheries greater than the Financial Sector, Ownership, and Corporate Services shows that the direct impact of disasters are not always consistent with their indirect impact. Thus, the government must be careful in making policy in the post-disaster rehabilitation.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2011
T29478
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Andika Fikri Supriyatna
"Tingginya tingkat kejadian bencana yang terjadi di Indonesia, menjadi latar belakang dari penelitian ini. Dengan memanfaatkan keahlian yang dimiliki oleh siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) khususnya siswa jurusan Teknik Konstruksi Kayu yang dapat membuat rumah semi permanen yang dapat dipasang dan di bongkar kembali (knockdown), diharapkan dapat membantu proses penanganan pengungsian yang membutuhkan tempat tinggal yang layak dan sesuai dengan harapan para pengungsi.
Penelitian ini menganalisis beberapa atribut desain penyusun rumah knockdown sehingga didapatkan kombinasi yang benar-benar sesuai dengan keinginan responden yang merupakan korban pengungsian erupsi Gunung Merapi, Desa Krinjing, Jawa Tengah. Selain itu, dengan penelitian ini akan ditemukan tingkat kepentingan dari spesifikasi teknik yang akan diterapkan untuk membuat rumah knockdown tersebut.
Penelitian ini dikemas dengan pendekatan statistik menggunakan metode Conjoint Analysis untuk mendapatkan kombinasi atribut, dan Metode Quality Function Deployment (QFD) untuk mendapatkan tingkat kepentingan spesifikasi teknik rumah knockdown dimana kedua metode tersebut saling melengkapi satu sama lain untuk menunjang penelitian ini.

High frequency of disaster occured in Indonesia is the background of this study. By utilizing the expertise of vocational high school students (SMK) especially students majoring in Wood Construction Engineering to create semi-permanent houses that can be installed and dismantled (knockdown), is expected to help the process of refugees management in need of decent shelter and appropriate with the expectations of the refugees.
This study analyzed several constituent design attributes of the knockdown house to get a combination that suits the respondents who were victims of the eruption of Merapi Mountain evacuation, Krinjing village, Central Java. In addition, the study will find the importance of the technical specifications that will be applied to make the knockdown house.
This study is packed with statistical approach using Conjoint Analysis to get a combination of attributes, and Quality Function Deployment (QFD) to get the importance level of the technical specifications of the knockdown house in which the two methods is complementary to one another to support this research.
"
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2013
S44666
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edi Supriyatna
"Latar Belakang dan pennasalahan :
Hasil pemeriksaan darah petani padi di satu kecamatan Kabupaten Bekasi oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tahun 2009 menunjukkan, 3% mengalami keracunan berat, 15,5% keracunan sedang, 3l,5% keracunan ringan. Hasil tersebut menunjukkan adanya petani yang mengalami keracunan akut akibat penggunaan pestisida golongan organophosfat dan atau karbamat Dampak keracunan organophosfat karbamat jangka panjang, antara lain adalah gangguan memori jangka pendek Penelitian ini ingin mengetahui, apakah kadar kolinesterase darah dapat digunakan sebagai prediktor risiko gangguan memori jangka pendek.
Metode:
Desain Penelitian menggunalcan Cross sectional, penelitian dilakukan di satu kecamatan dengan I02 responden dari 200 orang petani padi. Data diperoleh melalui wawancara dengan kuesioner, pemeriksaan darah, tes pengingatan selelctif, pengamatan dan data sekunder hasil pemeriksaan aktivitas kolineslerase darah. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square dan Logistik Regresi.
Hasil:
Didapatkan prevalensi gangguan memori jangka pendek 20,6%. Dari analisis multivariat ditemukan bahwa kadar kolinestemse tidak ada hubungan bermakna dengan gangguan memori jangka pendek. Faktor risiko yang bermakna meningkatkan risiko gangguan memori jangka pendek adalah faktor perilaku personal hygiene dengan nilai OR suaian sebesar 4,20 (p=0,0l5, 95%CI=l,32-135)
Kesimpulan dan Saran:
Pemeriksaan kadar kolinestcrasc tidak dapat digunakan untuk memprediksi adanya efek jangka panjang. Upaya promosi kesehatan untuk meningkatkan perilaku personal hygiene disarankan untuk diimplementasikan.

Background and problem statement:
Results of blood tests among rice farmers in a subdistrict conducted by Bekasi District Public Health Department in year 2009; showed that 3% have obtained severe poisoning, lS,5% had medium level poisoning and 3l,5% had mild level poisoning. Those results showed that farmers had acute poisoning due to use of organophosfat and or carbamat. Long term effect of organophosfat carbamat poisoning among other is short tcm: memory loss. The main objective of this study is to know if blood cholinesterase levels can be used as predictor for risk of short term memory loss.
Methods:
This Research used Cross sectional design, study location was a district using 102 respondents from 200 farmers. Data was obtained through interviews using a questionare, physical examination, selective memory tests, observation and examination of secondary data of cholinesterase activity in blood. Data analysis was done using Chi-square and Logistic Regression.
Results:
The prevalence of short-term memory loss was 20.6%. Multivariate analysis showed that there is no significant relation between blood cholinesterase levels and short term memory loss. Signiticant risk factors that increase the risk of short term memory disorder is personal hygiene behavior with the value of adjusted OR 4,20 (p=0,015, 95%CI=l,32-13,32).
Conclusion and Recommendation :
Blood cholinesterase levels can not be used to predict the risk short term memory loss. Implementation of health promotion efforts to improve personal hygiene behavior is suggested."
Depok: Universitas Indonesia, 2010
T32303
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>