Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Luwiyanto
"Penelitian ini bertujuan menyajikan suntingan teks Serat, Seh Jangkung (SSJ), terjemahan, dan mengemukakan struktur dan makna teksnya. Untuk mencapai tujuan itu dimanfaatkan dua teori yaitu filologi dan sastra, t.erutama teori struktural. Dalam rangka sunti.ngan teks SSJ digunakan edisi standar dengan disertai aparat kritik.Adapun teori struktural dimanfaatkan untuk membedah struktur naratif dan makna teks. Teori itu menganggap bahwa karya sastra memiliki struktur yang utuh dan lengkap, yang segenap unsurnya masing-masing memiliki koherensi intr.insik. Oleh karena itu, struktur naratif dan makna yang menjadi karakteristik teks SSJ dapat diuraikan unsur-unsurnya dan pertaliannya dalam membentuk makna teks secara keseluruhan."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1996
T41364
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Noezisri A. Nazar
"Bila diperhatikan uraian mengenai pendeskripsian dan analisisan data pada Bab III dan Bab IV, ternyata tidak aperan lokatif dalam bahasa Minangkabau sebagai masalah saja yang terungkap. Hal-hal yang terkait dengan peran tif tersebut banyak pula dapat diungkapkan.Dari eskripsian dan penganalisisan data mengenai peran tif dan unsur-unsur lokatif lainnya dalam bahasa ingkabau dapat ditarik beberapa kesimpulan dan saran. Kesimpu I an .Peran dan Pengungkapan Peran Lokatif dalam Bahasa Minangkabau Unsur peran dalam bahasa Minangkabau terlihat pada makna hubungan antarkata yang mengisi fungsi-fungsi sintaksis yang terdiri atas subjek, predikat, objek, pelengkap,dan keterangan dalam suatu kalimat.Perwujudan peran lokatif dalam bahasa Minangkabau berupa unsur leksikal dengan kategori nomina yang mengisi salah satu fungsi sintaksis yang mewujudkan"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1993
T41351
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
H. Utsman Ihsan
"Tesis ini terdiri dari lima bab dimulai dari bab I yaitu Pendahuluan. Yang dibahas dalam bab ini meliputi : Latar Belakang, di dalamnya penulis mengungkap kembali eksistensi NU dengan cara membandingkan dengan organisasi Islam lainnya, juga diungkap pula apa sebab masyarakat sangat terikat kepada ulama' dan kyai bila dibanding keterikatan mereka pada pemimpin formalnya. Dalam bagian ini dibahas pula mengenai pondok pesantren, A1-Qur'an, Al-Hadits, Ijma' dan Qiyas dengan mengemukakan pendapat para ulama'. Masalah madzhab, perjuangan ulama' dan kyai semasa kolonial, kemerdekaan sampai saat sekarang ini juga dibahas. Mengakhiri pembahasan latar belakang ini, dikemukakan juga kaidah ushul fiqh perihal pembaharuan yang terdapat dalam tubuh NU. Perumusan Masalah Pada bagian ini penulis mencoba mencari dan mengumpulkan data-data di sekitar masalah mengapa NUJ menyatakan diri kembali ke khitah 1926, setelah lebih kurang selama 32 tahun meninggalkan khitahi 1926 dan bergerak dalam bidang politik. Penulis juga mencoba melihat pada struktur kepemimpinan NU yang terdiri dari dua bagian yaitu Syuriah dan Tanfidziyah"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1990
T41361
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Baharuddin Husin
"Setelah melihat kedua tafsir"
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1992
T41358
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"The Chinese in Indonesia have historically constituted a distinct, if small, ethnic minority amongst the population as a whole. Many of the trading and middleman functions in the Indonesian economy have been per-formed by members of this minority. This fact has aroused hostility to the Chinese, particularly among their Indonesian business competitors. Although many Chinese have been profoundly influenced by Indonesian cul¬ture, they have as a group continued to be sensed by Indonesians as alien even in the case of those who have become Indonesian citizens. Dutch col¬onial policies had the effect of keeping Chinese and Indonesians as sep¬arate groups. The gap between them was widened early in this century by the growth Sf nationalist sentiment among both Chinese and Indonesians. The achievement of national independence by the Indonesian elite brought about a prolonged crisis of identity for the Indonesian Chinese. Over the course of the next two decades, many issues of basic importance to them came into contention. These included their claims to Indonesian citizenship, the kinds of education to which their children could have ac¬cess, their retention of a separate social and cultural identity, and the defence of Chinese economic interests. Their situation was complicated by the emergence of China as a major power under a communist government, which made their political loyalties doubly suspect in the eyes of anti-communist Indonesians. As a small but relatively wealthy ethnic minority which has been ex-posed for a long time to anti-Chinese prejudice on the part of many Indo¬nesians, the Indonesian Chinese have characteristically been compelled (given the powerlessness of China to protect them) to seek an accommodation"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia,
RB 30 C 316 i
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Susan, Abeyasekere, 1947-
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1972
RB 30 A 40 r
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Skripsi ini membahas tindak tutur direktif dalam Serat Wulangreh. Tujuan
penelitian ini untuk menemukan ajaran yang terkandung di dalam Serat Wulangreh
melalui klasifikasi ajaran dalam bentuk tuturan direktif. Penelitian ini
menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka dan
analisis pragmatik. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tindak
tutur J.L. Austin dan teori klasifikasi tindak tutur Searle, serta teori ranah pragmatik
Yule. Hasil penelitian ini menemukan tiga jenis teks ilokusi direktif yang digunakan
dalam penyampaian ajaran di dalam Serat Wulangreh, yaitu ilokusi direktif perintah,
larangan, dan anjuran yang ditunjukkan oleh pemarkah segmental bentuk perintah,
larangan, dan anjuran., This thesis discusses the directive speech acts in Serat Wulangreh. The purpose of
this study to find the teachings contained in the Serat Wulangreh through the moral
values in the form of speech classification directive. This study uses descriptive
qualitative research method with a literature review and analysis of pragmatics.
This study uses theory of speech act theory by J.L. Austin, theory of speech act
classification by Searle, and pragmatics theory by Yule. This study found three
types of directive illocutionary text used in the delivery of moral values in Serat
Wulangreh, namely illocutionary directive commands, forbids, and suggestions.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S58084
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Skripsi ini mengkaji tentang metode SAHLA (Sinergism of Analytical and
Holistic learning Approaches) yang digunakan dalam mengajarkan kemahiran
berbahasa Arab TK (B) Qualita . Metode yang digunakan untuk penelitian ini
adalah metode kualitatif, namun metode kuantitatif juga digunakan sebagai
pendukung dalam menganalisis data yang diperoleh. Teori yang digunakan adalah
teori tentang metode pengajaran bahasa, dan teori tentang pendidikan dan
perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian ini merupakan deskripsi mengenai
metode pengajaran dalam empat kemahiran bahasa Arab yang digunakan guru,
serta penjabaran tingkat efektivitas pemahaman seluruh siswa di kelas TK(B)
Qualita terhadap empat kemahiran bahasa Arab tersebut. Metode SAHLA yang
digunakan untuk pengajaran bahasa Arab di TK Qualita terbukti efektif,dengan
pengajaran yang paling efektif adalah untuk kemahiran membaca., This thesis examines Sahla method (Sinergism of Analytical and Holistic
Learning Appoarch) used in the teaching of Arabic language proficiency in (B)
Qualita kindergarten. The method used for this study is a qualitative, but
quantitative methods are also used as support in analyzing the data obtained. The
theory used is the theory of language teaching methods, and theory of education
and early childhood development. The results of this study are descriptions of the
teaching methods in the four skills that teachers use in teaching Arabic language,
as well as the deep explanation of the effectiveness rate of understanding of all
students in kindergarten class (B) Qualita of the four aspects of the Arabic
language proficiency. Sahla methods used for teaching Arabic in kindergarten
Qualita proven effective, with the most effective teaching is for literacy.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S58089
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Relasi kekuasaan antara perempuan dan laki-laki seringkali ditemukan dalam
sebuah hubungan di antara keduanya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat
fenomena relasi kekuasaan dalam kelompok kejahatan yang terorganisasi melalui
sebuah novel yang berjudul Metropolis. Pola penokohan tokoh perempuan dan
laki-laki di dalam novel yang berbeda dari konstruksi gender konvensional
memicu penulis untuk melihat relasi kekuasaan di antara keduanya. Selain itu,
penulis juga melihat keterlibatan perempuan dalam sindikat narkotika dan melihat
karakteristik kejahatan yang terorganisasi digambarkan dalam novel Metropolis.
Pada akhirnya, meskipun tokoh perempuan dalam novel ini sudah menampilkan
usaha untuk mendobrak stereotip yang berkembang di masyarakat, namun
kenyataannya perempuan masih berada dalam posisi minoritas jika dibanding
laki-laki., Power relations between women and men are often found in a relationship
between them. This research aims to look at the phenomenon of power relation in
an organized crime group through a novel titled Metropolis. The characterizations
of the character, women and men, which is different from the conventional gender
constructions, leads the writer to see power relations between them. In addition,
the writers also saw women's involvement in narcotics syndicates and see the
characteristics of organized crime depicted in Metropolis. Although women
characters in this novel are already showing an attempt to break down the
stereotypes in society, in the end women are still in the minority position when
compared to men.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S58090
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
"[Skripsi ini membahas mengenai peranan wanita pada awal era Showa yang ditunjukkan melalui film Tsuma yo Bara no Yo ni Wife Be Like a Rose karya Naruse Miko Film Tsuma yo Bara no Yo ni berlatar pada zaman ketika modernisasi telah masuk ke Jepang Modernisasi tersebut berdampak pada perkembangan pemikiran masyarakat Jepang termasuk para wanita Perkembangan pemikiran wanita yang telah mengalami modernisasi menjadikan wanita tersebut memiliki pemikiran untuk memajukan dirinya Tetapi ada pula wanita yang tetap pada pemikiran yang tradisional Perubahan dari pola pemikiran wanita setelah modernisasi masuk ke Jepang membuat terdapat beberapa golongan pada wanita pada zaman tersebut Melihat adanya perubahan pada peranan wanita setelah modernisasi masuk ke Jepang dan melihat karya Naruse yang memiliki identitas sebagai film wanita penulis akan membahas mengenai peranan wanita yang digambarkan oleh Naruse dalam film Tsuma yo Bara no Yo ni Wife Be Like a Rose Penelitian ini menggunakan metode kualitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naruse berhasil merepresentasikan peranan wanita pada awal era Showaa dengan menggambarkan secara lengkap setiap peranan wanita tersebut Tetapi tokoh yang dijadikan fokus penelitian tidak memenuhi semua indikator dari karakteristik tiap kelompok , This study discusses about the role of women in an early Showa era which is shown in the film of Tsuma yo Bara no Yo ni Wife Be Like a Rose works by Naruse Miko The film of Tsuma yo Bara no Yo ni based on the year of modernization that has just began in Japan This modernization is based on the development of thought that has come from Japanese society including women The development of women rsquo s thought that has gone through a certain stage of modernization made women becomes independent for them to be able to get ahead in life Even though there are still some women who still believe in the idea traditionally The changes of the Japanese women rsquo s thought pattern after modernization began made a various constructional class in society This study conducts a qualitative method The result of this study shows that Naruse has succeeded to represent the role of women in the early era of Showa which captures every role a woman has implemented in that time Nevertheless the character which becomes the focus of this study does not fulfill every indicator from the characteristic of every woman rsquo s role in Japan ]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2014
S58324
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>