Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 7 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Laparatomi adalah tindakan pembedahan dengan cara insisi pada rongga abdomen, prosedur ini dilakukan mencakup saluran pencernaan dan organ-organ asesorisnya ( Harkness, 1996). Berdasarkan pengamatan di lapangan banyak sekali klien dengan pasca operasi laparatomi yang tidak melakukan mobilisasi dini, banyak faktor-faktor yang mempengaruhi mereka untuk melakukan mobilisasi aktif baik dilihat secara fisik maupun psikologis. Tujuan penelitian ini adlaah untuk mengidentifikasi faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi mobilisasi dini pada klien pasca operasi laparatomi."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2002
TA5236
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Cope, Zachary Sir
Jakarta: ayasan Essentia Medika, 1989
616.075 43 COP at
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Harsono
"ABSTRAK
Nyeri pasca bedah abdomen adalah gabungan dari beberapa pengalaman sensori, emosional, dan mental yang tidak menyenangkan akibat trauma bedah. Walaupun nyeri telah dikelola dengan baik, kira-kira 86% pasien mengalami nyeri sedang ke hebat pasca bedah meskipun analgesik ditingkatkan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik responden (exploratory study) dan selanjutnya menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas nyeri pasca bedah abdomen (explanatory study). Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 67 orang responden pasca bedah abdomen. Pada penelitian ini digunakan instrumen State Anxiety Inventory (S-AI) Form Y untuk menilai keadaan cemas pasien pasca bedah abdomen, sikap dan keyakinan terhadap nyeri, dan skala nyeri untuk menilai intensitas nyeri pasca bedah menggunakan kombinasi Visual Analog Scale (VAS) dan Numeric Rating Scale (NRS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi secara signifikan terhadap intensitas nyeri pasca bedah abdomen adalah jenis kelamin (p value = 0,005), letak insisi (p value = 0,0005), dan tingkat kecemasan (p value = 0,0005). Faktor yang paling mempengaruhi intensitas nyeri pasca bedah abdomen adalah tingkat kecemasan (standardized coefficient β 0,501). Hasil penelitian ini bermanfaat bagi praktisi keperawatan sebagai acuan asuhan keperawatan dalam melakukan pengelolaan nyeri pasca bedah abdomen untuk mempertimbangkan faktor tingkat kecemasan, jenis kelamin, dan letak insisi. Rekomendasi hasil penelitian ini perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri.

ABSTRACT
Abdominal postoperative pain is a combined of several unpleasant sensory, emotional, and mental experience precipitated by the surgical trauma. Pain experience are influenced by many factors and it is difficult to understand and about 86% of patients experience moderate to severe pain following surgery in the hospital. The purpose of this study was to identify the characteristic of respondent (exploratory study) and to explain influencing factors of abdominal postoperative pain intensity (explanatory study). The design was an analytic description using a cross sectional for 67 respondents abdominal postoperative. In the study using State Anxiety Inventory (S-AI) Form Y instrument was used to measure the abdominal postoperative state anxiety, attitudes and beliefs about pain, and pain scale using a combined Visual Analog Scale (VAS) and Numeric Rating Scale (NRS) was used to measure postoperative pain intensity. The finding showed that gender (p value = 0,005), incision site (p value = 0,0005), and anxiety levels (p value = 0,0005) were significantly influencing factors of abdominal postoperative pain intensity. The most influencing factor of abdominal postoperative pain intensity was anxiety levels (standardized coefficient β 0,501). This study information for nursing practitioner as reference in nursing care planning should be considered anxiety levels, gender, and incision site to management of patients with postoperative pain relief. It is recommended to conduct further research using more samples and other factors that also may alter pain reaction.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2009
T-Pdf
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Aeberhard, Peter
Basle, Switzerland: Editiones Roche, 1983
616.944 AEB r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Cope, Sir Zachary
Yogyakarta : Yayasan Essentia Medica, 1979
616.33 COP at
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Lutfi Hanifah
"Penelitian dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian infus serai wangi (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.) terhadap gambaran histologi ginjal mencit (Mus musculus L.) jantan galur DDY. Sebanyak 28 ekor mencit dibagi secara acak dalam 4 kelompok yang terdiri atas satu kelompok kontrol (KK) dan tiga kelompok perlakuan (KP1, KP2, dan KP3). Kelompok kontrol diberi akuades dan kelompok perlakuan diberi infus serai wangi dengan dosis 2%, 4%, dan 8% (b/v). Masing-masing kelompok perlakuan terdiri atas 7 ekor mencit. Pemberian bahan uji dilakukan selama 5 hari berturut-turut secara oral. Mencit dikorbankan 2 jam setelah pemberian infus terakhir. Organ ginjal diamati secara makroskopik dan mikroskopik. Sediaan histologi diwarnai dengan pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) dan diamati dengan menggunakan mikroskop. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa pemberian infus serai wangi pada dosis 2% dan 4% (b/v) tidak berpengaruh terhadap rata-rata diameter kapsula Bowman, glomerulus, jarak ruang Bowman, serta berat basah organ ginjal, sedangkan pada dosis 8% (b/v) terlihat pengaruh yang nyata terhadap diameter kapsula Bowman dan glomerulus, namun tidak berpengaruh terhadap jarak ruang Bowman.

This research was designed to study the effect of citronella grass (Cymbopogon nardus (L.) Rendle.) infusion on renal histology of DDY male mice (Mus musculus L.). The animals were randomly devided into four groups, consisted of one control group (KK) and three treatment groups (KP1, KP2, and KP3). Control group were given distilled water and the other groups were given doses of citronella grass infusion 2%, 4%, and 8% (w/v) . Each group consisted of 7 mice. The test materials were administered for 5 consecutive days orally. The mice were sacrified at two hours after the last infusion. Kidneys were observed in macroscopic and microscopic. Histology slides stained with Haematoxyline Eosin (HE) and observed with microscope. Statistic study showed that there was no effect of citronella grass infusion at dose of 2% and 4% (w/v) against the average diameter of Bowman?s capsula, glomeruli, diamater of Bowman?s space, and kidneys weight, but there was a significant effect on the average diameter of Bowman?s capsula and glomeruli at a dose of 8% (w/v)."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2013
S52431
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yoshida, Hiroyuki, editor
"This book constitutes the refereed proceedings of the International Workshop CCAAI 2012, held in Nice, France, in October 2012. The book includes 31 papers which were carefully reviewed and selected from 37 submissions. All of the accepted papers were revised by incorporating of the reviewers’ comments and re-submitted by the authors to be included in this proceedings volume. The papers are organized into topical sections on colon and other gastrointestinal tract; and liver, kidney, and other organs."
Berlin: Springer, 2012
e20406299
eBooks  Universitas Indonesia Library