Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
Nabila Hasna Arini
"Kecurangan akademik pada peserta didik SMA terus meningkat dalam 70 tahun terakhir, yang semula berada pada angka 20% saat ini mencapai 75-98%. Fenomena ini menjadi salah satu masalah dalam dunia pendidikan. Berbagai faktor dari segi individual maupun kontekstual sering dihubungkan dengan kecurangan akademik. Penelitian ini fokus pada faktor kontekstual, yang bertujuan untuk melihat pengaruh struktur tujuan kelas terhadap kecurangan akademik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen between-subject (mastery vs performance). Pengambilan data dilakukan secara daring kepada 293 peserta didik SMA (berusia 15-18 tahun) yang sedang melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Peneliti melakukan randomisasi pada manipulasi skenario bacaan struktur tujuan kelas, kemudian memberikan kuesioner kecurangan akademik. Manipulation check juga diberikan untuk melihat efektivitas bacaan. Skenario bacaan (vignette) struktur tujuan kelas diperoleh dari penelitian Day et al. (2011) dan kecurangan akademik diukur menggunakan alat ukur dari Septiana (2016), keduanya disesuaikan dengan konteks SMA di Indonesia dan PJJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan struktur tujuan kelas performance (M = 52.49, SD = 21.293) memiliki kecenderungan melakukan kecurangan akademik yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didik pada struktur tujuan kelas mastery (M = 39.21, SD = 13.092), t(265.7) = -6.527, p < 0.05. Hasil dari penelitian ini menyarankan para pengajar untuk menerapkan struktur tujuan kelas mastery kepada peserta didik di kelas.
Academic cheating among high school students has continued to increase in the last 70 years, from 20% to 75-98% today. This phenomenon is one of the problems in the education field. Various factors, both individual and contextual, are often associated with academic cheating. This study focuses on contextual factors, which aims to see the effect of classroom goal structure on academic cheating. This research is a quantitative study with a between-subject experimental design (mastery vs performance). Data was collected online to 293 high school students (aged 15-18 years) who were implementing distance learning. The researcher randomized the manipulation of the reading scenario of the classroom goal structure, then gave an academic cheating questionnaire. Manipulation check is also given to see the effectiveness of the readings. The reading scenario (vignette) of the classroom goal structure was obtained from the research of Day et al. (2011) and academic cheating were measured using a measuring tool from Septiana (2016), both adapted to the context of high school in Indonesia and distance learning. The results showed that students with the performance goal structure (M = 52.49, SD = 21.293) had a higher tendency to commit academic cheating than students in the mastery goal structure (M = 39.21, SD = 13.092), t(265.7) = -6.527, p < 0.05. The results of this study suggest the teachers to apply the mastery goal structure to the students in the classroom."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library
Rosdiana Galuh Sartika
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan emosi malu dan emosi bersalah dengan ketidakjujuran akademis pada mahasiswa Universitas Indonesia. Pengukuran emosi malu dan emosi bersalah menggunakan Test of Self-Conscious Affect-3 (TOSCA-3) yang telah diadaptasi ke dalam bahasa Indonesia. Sementara untuk pengukuran ketidakjujuran akademis menggunakan Academic Integrity Survey (AIS). Penelitian dilakukan dengan responden mahasiswa aktif S1 dan Program Vokasi Universitas Indonesia yang berusia 18-25 tahun.
Hasil menunjukkan bahwa emosi bersalah berkontribusi secara signifikan terhadap ketidakjujuran akademis (β=-0,201, p<0,05), sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara emosi malu dengan ketidakjujuran akademis (β=-0,002, p<0,05). Adapun berdasarkan hasil penelitian, terdapat perbedaan yang signifikan antar kelompok dari karakteristik demografis jenis kelamin, fakultas, Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), pekerjaan ibu, serta domisili asal dan domisili saat ini dengan ketidakjujuran akademis.
This study is conducted to find about the relationship of shame emotion and guilt emotion with academic dishonesty in college students at Universitas Indonesia. Measurement of shame and guilt is using Test of Self-Conscious Affect-3 (TOSCA-3), which has been adapted into Indonesian. As for the measurement of academic dishonesty is using the Academic Integrity Survey (AIS). This study was conducted with active college students of Bachelor Degree and Vocational Program in Universitas Indonesia from18-25 years old. The results showed that guilt emotion are contributing significantly to academic dishonesty (β=-0,201, p<0,05), whereas no significant relationship between shame emotion with academic dishonesty (β=-0,002, p<0,05). As based on research results, there are significant differences between the groups of the demographic characteristics of gender, faculty major, grade point average (GPA), maternal employment, as well as the domicile of origin and current domicile with academic dishonesty."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2016
S64729
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library