Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nita Puspasari Ibrahim
"Tulisan ini mengkaji perihal teknik komunikasi pemasaran efektif yang dilakukan oleh tim Open Government Indonesia (OGI) yang berada di bawah unit kerja presiden bidang pengawasan dan pengendalian pembangunan. Penelitian ini sendiri memiliki tujuan untuk untuk mengetahui komunikasi pemasaran yang efektif di program OGI dalam rangka meraih partisipasi publik. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, diperoleh hasil penelitian bahwa tim OGI telah cukup aktif mengadaptasi teknik komunikasi pemasaran yang umum digunakan oleh lembaga profit namun tetap menyesuaikan pada tujuan OGI yaitu merubah perilaku positif masyarakat dalam hal bernegara, namun sulit untuk mengukur kesuksesan dikarenakan belum adanya bukti nyata dari hal tersebut, tetapi Tim OGI yakin kedepannya akan banyak mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan banyak dukungan khususnya dalam hal memasarkan OGI di tingkat nasional karena lahirnya pemimpin - pemimpin di Indonesia yang mendukung nilai - nilai OGI. Akhir tulisan ini menyimpulkan bahwa OGI yang menerapkan konsep komunikasi pemasaran dengan pendekatan Brand Strategy perlu untuk merubah posiSI OGI agar bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dalam rangka meraih dukungan dari berbagai pihak berpengaruh.

This essay will examine regarding to the technique of effectiveness marketing communications conducted by a team from Open Government Indonesia (OGI) which is under President's Delivery Unit for Development Monitoring and Oversight. This research alone has objective to find out the effectiveness of marketing communications techniques in a OGI program in order to gain public participation. Using qualitative research methods with in depth interview technique, obtained the results of research that the team of OGI has considerable actively adapting technique of marketing communications that commonly used by the profit organizations but still adjust on the OGI's objective, which is the positive behavior change in society in terms of having state, but it is difficult to measure success was due to the absence of a clear evidence of it, but the team of OGI believes in the future they will get many chance to gain a lot of support in terms of widen OGI's market at a national level because the birth of the leaders in indonesia who support the value of OGI .The end of this writing concluded that OGI who implement the concept of marketing communications with the brand strategy approach needs to change the positioning to create direct contact with the basic needs of the community in order to gain support from various influential parties.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2014
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Evawani Ellisa
"Studi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis terjadinya konflik antara kepala daerah yang dalam hal ini adalah Bupati Kampar dengan jajaran dibawahnya serta berbagai elemen masyarakat di Kabupaten Kampar. Kemudian juga untuk mengetahui bagaimana seorang kepala daerah melakukan fungsi komunikasi kepada jajaran pemerintahannya dan masyarakatnya. Selanjutnya studi ini juga mencari faktor yang mendorong atau memicu terjadinya konflik tersebut dilihat dari aspek komunikasi yang dilakukan Bupati Kampar.
Dalam penulisan tesis ini ada beberapa kerangka konsep yang dipergunakan untuk menganalisis konflik yang terjadi antara pimpinan daerah dengan berbagai elemen masyarakat, seperti komunikasi formal dan informal dalam suatu organisasi, komunikasi organisasi birokrasi, karena yang menjadi konsentrasi penelitian juga adalah organisasi pemerintahan yang bersifat birokrasi. Kernudian iklim komunikasi organisasi Serta komunikasi dan kepemimpinan dari suatu organisasi. Gaya kepemimpinan dau gaya bahasa yang digunakan oleh seorang pemimpin juga sangat penting dalam jalannya kegiatan organisasi. Demikian juga dengan kompetensi komunikasi dari pemimpin, tanpa memiliki kompetensi komunikasi yang baik seorang pemimpin tidak akan dapat menjalankan tugasnya dengan baik. Pemimpin juga harus menjadi seorang komunikator yang efektif dalam organisasi. Dalam suatu konflik juga ada komunikasi diantara pihak-pihak yang berkonflik, dan komunikasi ini disebut dengan komunikasi politik.
Tesis ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripslkan temuan-temuan dari penelitian yang sesuai dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya Lokasi penelitian dilakukan di pemerintahan Kabupaten Kampar, Riau, karena permasalahan yang diteliti terjadi di daerah tersebut. Sedsngkan yang menjadi subyek penelitian atau yang disebut juga dengan informan adalah orang-orang yang mengetahui secara langsung konflik yang terjadi ataupun juga terlibat dalam permasalahan tersebut. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan wawancara mendalam dengan informan serta Studi kepustakaan. Adapun laporan penelitian ini disajikan secara naratif dengan mengungkapkan life story dari para informan.
Temuan-temuan penelitian mengungkapkan eskalasi konflik yang terjadi, faktor-faktor penyebab munculnya konflik, komunikasi organisasi yang ada di Pemerintahan Kabupaten Kampar baik itu komunikasi informal maupun informal. Dan juga temuan tentang gaya kepemimpinan Serta gaya komunikasi yang digunakan oleh pemimpin ketika berinteraksi dengan bawahan ataupun masyarakat luas di Kampar. Kompetensi komunikasi dari Bupati Kampar juga menjadi perharian dalam penelitian ini sebab hal ini juga menjadi pemicu munculnya konflik. Dan dalam tulisan ini juga dikemukakan komunikasi politik yang terjadi dalam konflik walaupun tidak begitu mendalam.
Bagian penutup berisikan tentang kesimpulan dari pembahasan sebelumnya. Pemicu konflik yang terjadi sebagian besar dipicu oleh gaya kepemimpinan dan gaya komunikasi dari Bupati Kampar, dan juga kompetensi komunikasi dari bupati tersebut. Pada bagian ini juga terdapat implikasi teoritis dan praktis Serta rekomendasi dari tulisan ini. Adapun yang menjadi rekomeudasi akademis dari tulisan ini adalah ditujukan kepada para akademisi yang tertarik dengan penelitian seperti ini dapat lebih mendalami komunikasi politik yang terjadi dan mencermati peran media massa dengan pemberitaannya sehingga konflik tersebut menjadi isu nasional. Sedangkan unluk para pemimpin di pemerintahan ataupun bentuk organisasi lainnya hendaknya disadari bahwa gaya kepemimpinan itu adalah hal yang perlu jadi perhatian khusus. Dan pemimpin juga hendaknya memperhatikan kornpetensi komunikasi yang dimilikinya. Kompetensi yang baik akan memudahkan pemimpin untuk memahami komunikasi yang dilakukannya pada lingkungan internal maupun eksternal organisasi."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2005
T22307
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kunti Puspitasari
"Pemanfaatan media sosial oleh organisasi publik tidak hanya untuk menyosialisasikan program atau kebijakan. Media sosial juga menjadi bagian dalam proses manajemen isu dari program yang dijalankan oleh organisasi publik. Manajemen isu melalui media sosial digunakan Humas Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memonitor dan merespon isu-isu yang berkembang terkait pelaksanaan Sensus Penduduk Online. Ini merupakan sensus online pertama di Indonesia yang bagian dari pelaksanaan Sensus Penduduk 2020, sehingga terdapat potensi isu yang berkembang selama pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan post-positivist deskriptif eksploratif. Metode yang digunakan adalah analisis isi media sosial (Twitter) dan wawancara mendalam dengan pengelola media sosial BPS. Penelitian ini mengidentifikasi empat isu terkait Sensus Penduduk Online yang tercermin dalam topik yang diperbincangkan di Twitter, yaitu tentang partisipasi Sensus Penduduk Online, dukungan terhadap Sensus Penduduk Online, pengisian Sensus Penduduk Online, dan waktu Sensus Penduduk Online. Isu utama yang menjadi perhatian Humas BPS berkaitan dengan pengisian Sensus Penduduk Online yang terkendala karena adanya server down. Isu tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan harapan stakeholder (yang tercermin pada pengguna media sosial) terhadap operasional program, namun Humas BPS mampu mengantisipasi isu tidak meluas melalui manajemen isu, sehingga program diapresiasi positif. Humas BPS melakukan manajemen isu di media sosial melalui serangkaian tahapan, yaitu monitoring informasi, menganalisis informasi, memprioritaskan isu, dan mengimplementasikan respon. Penelitian ini menemukan dalam melakukan monitoring informasi, Humas BPS lebih mengandalkan pihak ketiga karena keterbatasan sumber daya. Dalam menganalisis informasi, tone perbincangan, kepopuleran akun, serta jenis isu menjadi temuan yang ditindaklanjuti. Humas BPS memprioritaskan isu berdasarkan eskalasi isu dan background akun, serta pengambilan keputusan di dalam organisasi secara berjenjang. Dalam implementasi respon, Humas BPS merespon melalui variasi konten di Twitter serta berkoordinasi dengan unit terkait untuk perbaikan internal.

The use of social media by public organizations is not only to promote programs or policies. Social media is also a part of the issue management process of programs run by public organizations. Issue management through social media is used by Public Relations of Statistics Indonesia (BPS) to monitor and respond to developing issues related to the implementation of the Online Population Census. This is the first online census in Indonesia, which is part of the 2020 Population Census, so there are potential issues that develop during its implementation. This study uses an exploratory descriptive postpositivist approach. The method used is social media (Twitter) content analysis and indepth interviews with social media team of BPS. This study identifies four issues related to the Online Population Census which are reflected in the topics discussed on Twitter, namely the participation of the Online Population Census, support for the Online Population Census, the procedures of filling the Online Population Census, and the timing of the Online Population Census. The main issue that has become a concern for BPS Public Relations relates to procedures of filling the Online Population Census, which is constrained by server downtime. The issue shows that there is a gap in stakeholder expectations (which is reflected in social media users) regarding program operations, but BPS Public Relations is able to anticipate issues that are not widespread through issue management, so that the program is positively appreciated. Public Relations of BPS conducts issue management in social media through a stages, namely monitoring information, analyzing information, prioritizing issues, and implementing responses. This study found that at the monitoring information stage, BPS Public Relations relies on third parties due to limited resources. In analyzing the information, the tone of the conversation, the popularity of the account, and the types of issues became the findings that were followed up. Public Relations of BPS prioritizes issues based on escalation of issues and account background, as well as decision making within the organization in stages. In implementing the issue response, BPS Public Relations responds through variations of content on Twitter and coordinates with related units for internal improvements. "
Jakarta: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
New Delhi: Kanishka , 2006
338.749 GOO
Buku Teks  Universitas Indonesia Library