Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Popi Rosepti
"Female entrepreneurship involves a movement where women can empower oneself and share their values with others. This study explores a business initiative led these principles: Latifa Indonesia, a maternal wellbeing therapy business founded by a female entrepreneur named Verawati. It describes the digital marketing strategy implemented by the company and analyzes several its impacts. The research employs a qualitative case study as well as semi-structured interviews, observation, and textual documentation to collect the data required. Thematic analysis, triangulation, and member checking are used while analyzing the obtained data. The finding of this study reveals that the digital marketing strategy used by Latifa Indonesia in establishing its business is implemented through the utilization of some digital platforms such as website, Facebook, and Instagram, but that transactions occur through WhatsApp, which is considered a more user-friendly application. The use of digital platforms positively impacted the company’s development, leading to increasing numbers of both new therapists and customers, improving the company’s accessibility, growing business income, and forming partnerships with other companies. Latifa’s business data from 2021 showed that both customers and income are increasing approximately 20 percent each year since the commencement of the business’ digital marketing strategy in 2017."
Depok: UIII Press, 2022
297 MUS 1:2 (2022)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Tessa Nabilla
"Penelitian ini mengevaluasi efektivitas Program Jakpreneur dalam memberdayakan pelaku usaha kuliner di DKI Jakarta menggunakan model evaluasi Kirkpatrick yang mencakup empat level: reaction, learning, behavior, dan results. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap sepuluh peserta program dan dua perwakilan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta. Hasil menunjukkan bahwa peserta merasa puas terhadap pelatihan, khususnya terkait digital marketing, keuangan, dan pengemasan. Peserta juga mengalami peningkatan keterampilan manajerial, perubahan perilaku usaha, serta peningkatan penjualan dan akses pasar. Pihak Disparekraf menilai program ini mendorong kolaborasi antar sektor, meskipun masih menghadapi tantangan pembiayaan dan sertifikasi. Secara keseluruhan, Program Jakpreneur memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan UMKM kuliner, namun keberlanjutan hasilnya memerlukan dukungan struktural yang lebih kuat.

This study evaluates the effectiveness of the Jakpreneur Program in empowering culinary business actors in DKI Jakarta using Kirkpatrick’s Four-Level Evaluation Model: reaction, learning, behavior, and results. The research employed a qualitative approach through interviews with ten program participants and two representatives from the Jakarta Office of Tourism and Creative Economy. The findings show that participants were satisfied with the training, particularly in digital marketing, financial management, and product packaging. Participants also demonstrated improved managerial skills, changes in business behavior, and increased sales and market access. Disparekraf representatives stated that the program encourages cross-sector collaboration, although challenges remain in financing and certification. Overall, the Jakpreneur Program has had a positive impact on the empowerment of culinary MSMEs, yet the sustainability of its outcomes requires stronger structural support."
Depok: Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Izzatul Mu’minah
"Pemberdayaan komunitas pada umumnya dilakukan oleh Lembaga Non Profit yang beroperasi dengan dukungan pihak sponsor dalam pengimplementasian program untuk memberdayakan para penerima manfaat. PJI merupakan salah satu Lembaga Non Profit yang beroperasi di Indonesia dengan tujuan memfasilitasi proses pembelajaran dan pelatihan melalui pendidikan kewirausahaan, kesiapan kerja, dan literasi keuangan tanpa mencari keuntungan dalam pelaksanaannya. Proses pemberdayaan komunitas di PJI melibatkan para pekerja yang disebut sebagai officer, penerima manfaat yang disebut sebagai beneficiaries, dan perwakilan sponsor. Nilai yang ingin dikembangkan oleh PJI dan sponsor dalam pemberdayaan komunitas adalah memunculkan kemandirian dan keberlanjutan bagi para penerima manfaat, sebaliknya penerima manfaat tidak memiliki kewajiban untuk berkontribusi terhadap PJI dan sponsor setelah program berakhir. Pada dasarnya, aktor-aktor yang terlibat di PJI memiliki pengetahuan yang berbeda sehingga berdampak pada kepemilikan nilai setiap aktor. Perbedaan nilai yang dimiliki oleh aktor yang terlibat dalam program PJI menunjukkan tidak adanya nilai yang universal. Makalah ilmiah ini akan membahas refleksi diri melalui pengalaman saya dalam memperoleh pengetahuan dan menunjukkan perbedaan nilai yang menghasilkan pertemuan budaya dalam interaksi saya dengan tiga aktor PJI. Metode yang digunakan dalam makalah ilmiah ini adalah autoetnografi yang didasarkan pada refleksi diri dan pembelajaran sehingga data yang diperoleh sepenuhnya berasal dari pengalaman magang saya di PJI. Melalui pengalaman menjalani magang sebagai program officer intern di PJI, saya menyatakan bahwa perbedaan nilai dan pengetahuan antar aktor mencerminkan sebuah pertemuan budaya yang mempengaruhi proses bekerja, pergantian peran, dan hubungan sosial aktor-aktor yang terlibat dalam program PJI.

Community development is generally held by non-profit institutions with the support of sponsors in implementing programs to empower beneficiaries. PJI is one of the non-profit institutions operating in Indonesia to facilitate learning and training through entrepreneurship education, job readiness, and financial literacy without seeking profit in their implementation. The community development process at PJI includes workers who are referred to as officers, beneficiaries, and sponsor representatives. The value that PJI and sponsors want to develop in community development is to build independence and sustainability for the beneficiaries. On the other hand, beneficiaries have no obligation to contribute to PJI and sponsors after the program ends. The actors involved in PJI have different knowledge so it has an impact on the ownership value of each actor. The different values of the actors involved in the PJI program show that there is no universal value. This paper will discuss self-reflection through my experiences in gaining knowledge and pointing out the differences in values that resulted in a cultural encounter in my interactions with the three PJI actors. The method used in this paper is autoethnography which is based on self-reflection and learning, and the data obtained are entirely derived from my internship experience at PJI. Through the experience of undergoing an internship as a program officer intern at PJI, I state that the differences in values and knowledge between actors reflect a cultural encounter that affects the work process, role change, and social relations of the actors involved in the PJI program."
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2022
TA-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Agrin Syifarose Mulyadi
"ABSTRAK
Penelitian sebelumnya secara umum menemukan bahwa orientasi kewirausahaan berhubungan positif terhadap kinerja Usaha Kecil Menengah. Orientasi kewirausahaan memiliki tiga dimensi yaitu, keinovatifan, sikap proaktif dan keberanian dalam pengambilan risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis sisi lain dari pengaruh orientasi kewirausahaan terhadap kinerja UKM. Penelitin ini menggunakan metode survey yang dilakukan terhadap 88 sampel UKM sektor produksi oleh-oleh khas kota malang raya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Orientasi kewirausahaan yang dimiliki para pelaku usaha di sektor produksi oleh-oleh Malang memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja usaha yang ditandai dengan pertumbuhan angka penjualan produk, pertumbuhan profitabilitas usaha, pertumbuhan kualitas produk dan peningkatan inovasi produk. Sementara itu, sisi lain yang menarik dari studi ini adalah orientasi kewirausahaan lebih banyak direfleksikan oleh perilaku mereka sebagai risk-taker, dimana mereka percaya bahwa perubahan pada pasar membawa sebuah kesempatan yang positif terhadap usaha mereka. Penerapan sumberdaya manusia tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kinerja usaha kecil dan menengah, sehingga penerapan sumberdaya manusia bukan merupakan variabel mediasi antara orientasi kewirausahaan dan kinerja. Kondisi tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi Pemerintah Daerah dalam memberikan pelatihan dan pembekalan khususnya dalam hal pengambilan risiko usaha.Kata kunci: Orientasi Kewirausahaan, Kinerja UKM, Usaha Kecil Menengah, Inovasi, Risk Taker

ABSTRACT
AbstractPrevious studies have generally found a positive relation between entrepreneurial orientation and SMEs rsquo performance. Entrepreneurial orientation has three dimensions innovativeness, proactiveness and risk taking. This study aims to analize another effect of entrepreneurial orientation on the performance of small and mendium sized enterprises. This study used survey method to sample of 88 SMEs that souvenir production sector in Malang. The result indicate that entrepreneurial orientation positively affects performance of SMEs in Malang rsquo s souvenir production sector is characterized by sales growth, profitablity growth, product quality growth and product innovation growth. In addition, this study has shown that entrepreneurial orientation has been more reflected by the behavior as risk taker, they believe the changing of market have positive opportunity for their performance. Human resources practice does not have significant affect to SMEs performance, therefore human resorces practice is not mediated the relationship between entrepreneurial orientation and SMEs performance. These conditions can be considered for the Regional Government in providing training and briefing in the case of business risk taking.Keywords Entepreneurial Orientation, Human Resource Practice, Performce, SMEs, Innovation, Risk Taker "
2007
T47663
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Azra Mashita
"Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memiliki peran penting dan strategis dalam pembangunan ekonomi nasional dan dinilai mampu menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Persaingan pada lingkungan yang kompetitif dan keadaan yang terus berubah menjadi tantangan bagi UMKM. Untuk dapat terus bertahan dan tumbuh dalam segala tantangan yang selalu terjadi adalah dengan meningkatkan kinerja. Entreprenerial marketing dan network relationship dinilai menjadi dua faktor utama yang memengaruhi kinerja UMKM. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kedua variabel tersebut terhadap kinerja UMKM. Penelitian ini mengunakan pendekatan kuantitatif yang data nya bersumber pada kuesioner dari 150 pelaku UMKM kuliner yang tergabung dalam program Pengembangan Kewirausahaan Terpadu (PKT) di Kota Jakarta Selatan. Penelitian ini menemukan bahwa entrepreneurial marketing dan network relationship memengaruhi kinerja UMKM baik secara parsial maupun simultan.

Micro, small & medium enterprises (MSMEs) has important and strategic role in national economic development and capable of being the backbone of economic growth. Competitive and always changing environment are challenges for MSMEs. One way to continue to survive and grow in every challenges is to improve performance. Entrepreneurial marketing and network relationships are considered to be two main factors that affect the performance of MSMEs. The purpose of this study was to determine how the influence of these two variables on the performance of MSMEs. This study used quantitative approach with data sourced from questionnaire filled by 150 culinary SMEs from integrated entreprenurship program by government in South Jakarta. This study found that entrepreneurial marketing and network relationships affect the performance of MSMEs either partially or simultaneously."
Jakarta: Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia, 2020
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Ulfa Riani
"UMKM mendorong masyarakat untuk memberdayakan diri mereka sendiri dengan berinovasi dalam berbisnis dan mendorong lapangan pekerjaan mereka sendiri. Menyadari hal ini, pemerintah DKI Jakarta membuat program Jakpreneur untuk memberdayakan UMKM. Program ini berjalan merata di DKI Jakarta, termasuk Jakarta Selatan. Untuk melihat sejauh mana tingkat efektivitas dari program ini, penelitian ini akan melihat dari kegiatan-kegiatan Jakpreneur yaitu Pelatihan, Perizinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan, dan permodalan.. Penelitian akan dilakukan dengan melakukan regresi pada setiap kegiatannya menggunakan difference-in-difference (DID) yang kemudian menggunakan propensity score matching serta menggunakan Omset usaha sebagai tolak ukur keberhasilan usaha. Hasil penelitian menunjukkan program ini terbukti memberikan dampak positif terhadap peningkatan omset UMKM, walaupun program ini memiliki kendala keterbatasan anggaran dan kuota peserta membatasi dampak program. Rekomendasi dari penelitian ini mencakup perlunya keberlanjutan dari program ini karena memberikan dampak positif serta melakukan peningkatan anggaran, khususnya untuk kegiatan yang memiliki dampak signifikan seperti permodalan. Selain itu, evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk memastikan bahwa program ini terus memberikan manfaat optimal kepada peserta.

MSMEs encourage the community to empower themselves by innovating in business and creating their own job opportunities. Recognizing this, the Jakarta Provincial Government launched the Jakpreneur program to empower SMEs. This program is implemented across Jakarta, including South Jakarta. To assess the effectiveness of this program, this research will focus on the activities of Jakpreneur, which include Training, Licensing, Marketing, Financial Reporting, and Capital. The study will employ regression analysis on each activity using a difference-in-difference (DID) approach, followed by propensity score matching, with business turnover used as a measure of business success. The results of the study show that this program has a positive impact on increasing SME turnover, although it faces challenges such as budget constraints and participant quotas that limit its impact. Recommendations from this study include the need for the continuity of this program due to its positive impact, along with an increase in budget, particularly for activities that have a significant impact, such as capital. Additionally, ongoing evaluation is necessary to ensure that the program continues to provide optimal benefits to participants."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2024
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library