Ditemukan 43 dokumen yang sesuai dengan query
Andriani Lucia Hilman
"
ABSTRAKPerkembangan ilmu pengetahuan alam yang didukung pesatnya pengembangan teknologi, sejak awal telah menimbulkan pro dan kontra. Teknologi memungkinkan peningkatan pendayagunaan alam demi peningkatan kualitas hidup manusia. Inilah yang menjadi dasar pengembangan teknologi yang ditopang oleh pengembangan ilmu pengetahuan pada abad-abad terakhir ini. Melalui penguasaan yang telah dicapai tersebut mulai dipertanyakan kembali. Agar mendapat gambaran yang lebih konkret. Saya sajikan contoh perkembangan ekspor-impor dunia. Antara tahun 1800 dan 1900 ekspor-impor mencapai 20 miliar dolar. Pada dasawarsa tahun lima puluhan jumlah yang sama dicapai setiap dua tahun sekali. Dalam dasawarsa berikutnya. antara tahun 1960 dan tahun 1970. jumlah tersebut dapat dicapai bahkan hanya dalam waktu delapan bulan. Ditinjau dari segi kuantitas, di bidang perdagangan laut antara tahun 1965 dan 1974 terjadi peningkatan sebanyak dua kali lipat. dari 1.638 miliar ton menjadi 3.270 miliar ton. Eksploitasi besar-besaran ini sangat membebani alam. karena alam tidak mampu mengikuti kecepatan pertumbuhan tersebut.
Kesadaran masyarakat Eropa terhadap masalah lingkungan dimulai dengan adanya laporan-laporan dari lembaga swadaya masyarakat Eropa yang mengadakan penelitian-penelitian ke arah ini, Dalam buku The Limits to Growth. yang dalam edisi bahasa Jerman beredar pada tahun 1972 di bawah judul Greazen des 6/achsturns. Club of Rome melaporkan keadaan alam yang memprihatinkan.teknologi. manusia melakukan intervensi besar-besaran terhadap alam. Bermula dari usaha untuk bertahan hidup, tujuan tersebut berkembang menjadi upaya untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik. Usaha yang tak mengenal kepuasan ini menyebabkan manusia cenderung terpaku pada satu aspek, yaitu bagaimana caranya mengeruk keuntungan dari alam sebesar-besarnya dalam waktu sesingkat-singkatnya. Eksploitasi alam yang berlebihan inilah yang merusak planet bumi. Pada akhir abad XIX pada masa Kerajaan Jerman Raya terjadi pertentangan yang tajam antara keyakinan akan kemajuan di satu pihak dan ketakutan akan kehancuran di bidang sosial dan ekonomi di lain pihak. Walaupun demikian, tahun-tahun sesudah itu keyakinan akan kemajuan lebih banyak mewarnai perkembangan zaman.
Setelah melalui proses panjang peradaban, berupa perluasan pemukiman dan industrialisasi yang menguras kekayaan alam. pada tahun tujuh puluhan kemajuan pesat"
1996
D8
UI - Disertasi Membership Universitas Indonesia Library
Cysarz, Herbert
Hildesheim: Georg Olms , 1964
831 CYS b
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Heise, Hans-Jurgen
"Buku ini merupakan kumpulan puisi dari penyair Hans-Jürgen Heise yang bertemakan Vom Landurlaub Zurück."
Dusseldorf: Claassen, 1975
JER 831.08 HEI v
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Mann, Thomas
Frankfurt: Fischer Bucherei, 1967
JER 831 MAN d
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Becher, Johannes R.
Berlin : Aufbau-Verlag, 1959
808.1 BEC p
Koleksi Publik Universitas Indonesia Library
Preissler, Helmut
[Place of publication not identified]: Neues Leben Verlag, 1962
831.936 0 PRE s
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Weinert, Erich
Berlin: Verlag Volk Und Welt, 1960
JER 831.9 WEI d
Buku Teks Universitas Indonesia Library
Adissa Alifia
"Puisi konkret merupakan salah satu jenis puisi yang unik karena memiliki beragam bentuk visualisasi. Di Jerman, puisi ini mulai berkembang setelah Perang Dunia II sebagai bentuk reaksi politik pasca perang. Keberagaman bentuk visualisasi puisi konkret sejatinya bertujuan untuk membantu pembaca memahami isi puisi. Namun, visualisasi yang muncul seringkali sulit dipahami atau bahkan tidak berkaitan langsung dengan isi puisi. Oleh karena itu, diperlukan analisis semantis dan semiotis untuk memahami kaitan antara visualisasi puisi dengan makna yang ingin disampaikan.Analisis ini diperlukan agar pembaca memahami konteks. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak semua visualisasi puisi konkret merupakan representasi dari unsur-unsur dalam puisi tersbeut. Beberapa visualisasi puisi konkret muncul dalam bentuk asosiasi penulis terhadap suatu situasi.
Concrete poetry is a type of poetry which is very unique because it has various form of visualization. This type of poetry developed after World War II as a reaction of postwar politics. The various form of concrete poetry visualization is actually to help the readers to understand the content of it. However, the emerged visualization are often difficult to understand or not relate directly to the content. Therefore, semantic and semiotic analysis are needed to find the connection between the visualization and the meaning that intended to be conveyed. These analysis are needed in order to know the context. The result of this research show that not all visualization of the concrete poetry is a representation of its elements. Some visualizations appears as the authors association of a situation."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2018
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja Universitas Indonesia Library
New York : Continuum, 1992
831.008 GER
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Lilawati Kurnia
"Penelitian ini dilakukan dengan tujuan memperlihatkan bagaimana orang Jerman menghadapi permasalahan negara, nasion dan bangsa mereka sesudah Perang Dunia II dan sesudah penyatuan kembali Jerman. Orang Jerman yang berasal dari sate negara, satu nasion dan satu bangsa terpaksa menghadapi kenyataan bahwa mercka harus dipisahkan dalam dua negara Jerman: Republik Federal Jerman dan Republik Demokrasi Jarman. Keadaan ini tergambarkan dengan jelas pada puisi-puisi yang dijadikan korpus penelitian ini. Memang banyak sekali karya-karya sastra Jerman sesudah Perang Dunia II usai yang menyoal hal ini di semua genre. Namur, untuk penelitian kali ini dipilih puisi saja yang memang sangat disukai pada waktu itu karena bentuknya dan kepadatan isinya.
Setelah Jerman bersatu kembali di tahun 1990 maka persoalan yang sama muncul yaitu bagaimana orang Jerman dari mantan kedua negara Jerman menyikapi dan memberikan pendapatnya terhadap perubahan total ini. Mereka yang tumbuh dalam ideologi yang berbeda tiba-tiba bersatu kembali dan hares menerima bahwa sekarang mereka bemegara sate, bernasion satu, dan berbangsa satu. Dengan demikian, tema utama yang ada dalam puisi-puisi yang dijadikan korpus penelitian adalah Vergangenheits Bewalligung, atau penyelesaian dengan masa lalu."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2000
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian Universitas Indonesia Library