Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Ida Fauziah
"Latar Belakang : Kabupaten Karawang adalah salah satu daerah dengan kawasan industri terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah pekerja di industri tersebut membuat klaster industri menjadi penyumbang kasus Covid-19 di wilayah Kab.Karawang. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara faktor individu, faktor specific health belief, dan faktor lingkungan dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 pada pekerja industri manufaktur. Metode : Desain studi yang digunakan adalah cross sectional. Data dikumpulkan pada bulan Agustus – September 2022 melalui survei online secara non-probablity sampling dengan sampel 454 pekerja. Hasil : Sebagian besar responden pekerja industri manufaktur memiliki perilaku yang baik (50.2%) dalam perilaku penerapan protokol kesehatan (3M). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel yang memiliki hubungan bermakna dengan perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) pencegahan Covid-19 adalah pengetahuan (p value = 0.038, OR=1.66), dukungan keluarga (p value = 0.001, OR=2.23), & penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 di tempat kerja (p value = 0.034, OR=1.66). Pekerja dengan dukungan keluarga yang rendah berpeluang 2.2 kali lebih tinggi memiliki perilaku penerapan protokol kesehatan (3M) yang kurang dibandingkan pekerja dengan dukungan keluarga inti yang tinggi setelah dikontrol variabel pengetahuan, penerapan kebijakan pencegahan Covid-19, sikap, persepsi kerentanan, persepsi manfaat, dukungan rekan kerja, & dukungan tenaga kesehatan. Kesimpulan : Untuk meningkatkan perilaku penerapan pencegahan Covid-19 pekerja tetap perlu diberikan edukasi yang rutin oleh tenaga kesehatan dengan melibatkan keluarga pekerja serta didukung dengan pengawasan dari penerapan kebijakan pencegahan Covid-19 dari manajemen perusahaan.

Background: Karawang Regency is one of the areas with the largest industrial estate in Indonesia. The high number of workers in the industry makes the industrial cluster a contributor to Covid-19 cases in the Karawang Regency area. Objective: This study aims to determine the relationship between individual factors, specific health belief factors, and environmental factors with the behavior of implementing health protocols (3M) to prevent Covid-19 in manufacturing industry workers. Methods: The study design used was cross sectional. Data were collected in August - September 2022 through an online survey by non-probability sampling with a sample of 454 workers. Results: Most respondents of manufacturing industry workers have good behavior (50.2%) in the behavior of implementing health protocols (3M). The results of multivariate analysis show that the variables that have a significant relationship with the behavior of implementing health protocols (3M) for Covid-19 prevention are knowledge (p value = 0.038, OR = 1.66), family support (p value = 0.001, OR = 2.23), & implementation of Covid-19 prevention policies in the workplace (p value = 0.034, OR = 1.66). Workers with low family support were 2.2 times more likely to have poor health protocol implementation behavior than workers with high nuclear family support after controlling for variables of knowledge, implementation of Covid-19 prevention policies, attitudes, perceived vulnerability, perceived benefits, coworker support, & health worker support. Conclusion: To improve the behavior of implementing Covid-19 prevention, workers still need to be given routine education by health workers by involving workers' families and supported by supervision of the implementation of the Covid-19 prevention policy from company management."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniawan Eka Prayudha
"Situasi pandemi Covid-19 mengharuskan karyawan menerapkan protokol kesehatan di lingkungan kerja sebagai cara untuk mengurangi potensi penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh modal psychological capital, work stress & leader member exchange terhadap produktivitas karyawan di PT KAI DAOP 1 wilayah Jakarta yang dimediasi oleh kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Belum ada penelitian sebelumnya tentang kepatuhan karyawan terhadap protokol kesehatan covid khususnya di perusahaan transportasi. Teori-teori yang dibahas untuk mendukung penyusunan penelitian ini berupa teori-teori yang berkaitan dengan psychological capital, work stress & leader member exchange, dan productivity karyawan. Responden penelitian ini berjumlah 391 karyawan PT KAI di wilayah Daop 1 Jakarta dengan metode penelitian cross sectional menggunakan kuesioner. Analisis penelitian ini menggunakan SEM dan dilakukan dengan software Lisrel 8.80. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara modal psikologis, stres kerja, dan pertukaran pemimpin anggota terhadap produktivitas karyawan di PT KAI DAOP 1 wilayah jakarta yang dimediasi oleh kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

The Covid-19 pandemic situation requires employees to implement health protocols in the work environment as a way to reduce the potential for transmission. This study aims to analyze the influence of psychological capital, work stress, and leader member exchange on employee productivity at PT KAI DAOP 1 Jakarta area which is mediated by compliance with health protocols. There is no prior study about employee’s compliance towards covid health protocol, especially in transportation company. The theories discussed to support the preparation of this study are in the form of theories related to psychological capital, work stress, leader member exchange, compliance theory, and employee productivity. This study used respondents in the form of 391 employees of PT KAI in the Daop 1 Jakarta region with a cross-sectional research method using a questionnaire. The analysis of this study used SEM and was carried out with Lisrel 8.80 software. The results showed that there was a relationship between psychological capital, work stress, leader member exchange, and in employee productivity at PT KAI DAOP 1 Jakarta area which is mediated by compliance with health protocols."
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2022
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Septiana Arini
"Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara perceived social support dan kesehatan mental pada anak jalanan usia remaja. Perceived social support diukur menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang dikembangkan oleh Zimet, Dahlem, Zimet, dan Farley (1988) sedangkan kesehatan mental diukur menggunakan Mental Health Continuum-Short Form (MHC-SF) yang dikembangkan oleh Keyes (2002). Penelitian ini melibatkan anak jalanan usia remaja sebanyak 60 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perceived social support dan kesehatan mental pada anak jalanan usia remaja (r = 0,377, n = 60, p < 0,01, two tailed).

This study was conducted to investigate correlation between perceived social support and mental health among adolescent street children. Perceived social support was measured by Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) that developed by Zimet, Dahlem, Zimet, and Farley (1988) and mental health was measured by Mental Health Continuum-Short Form (MHCSF) that developed by Keyes (2002). A sample 0f 60 adolescent street childrens participated in this study. The result show positive and significant correlation between perceived social support and mental health (r = 0,377, n = 60, p < 0,01, two tailed).
"
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2015
S60742
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Zisa Nur Kamila
"Dalam menjaga serta meningkatkan kesehatan jiwa masyarakat Indonesia, berbagai komunitas maupun organisasi membuat berbagai program sebagai upaya preventif dan promotif kesehatan jiwa. Salah satunya Sehat Jiwa yang memberikan layanan kelompok dukungan psikososial melalui program Ruang Jiwa. Penelitian ini dilakukan pada Oktober 2020 hingga Juli 2021 menggunakan evaluasi formatif untuk mengevaluasi pelaksanaan program Ruang Jiwa dalam memberikan dukungan psikososial secara daring. Evaluasi dilakukan mulai dari tahap perencanaan program, input, kegiatan, serta keluaran dari program. Dalam evaluasinya ditemukan beberapa kegiatan belum dijalankan secara maksimal sesuai dengan perencanaan program. Ditemukan pula faktor-faktor penghambat yang diantaranya dinamika dalam kelompok, ketidakdisiplinan konselor, serta kurangnya sumber daya manusia. Serta faktor pendukung diantaranya keterjangkauan program, keterampilan konselor, serta kesesuaian kelompok.

In maintaining and improving the mental health of the Indonesian people, various communities and organizations make various programs as preventive and promotive mental health efforts. One of them is Sehat Jiwa which provides psychosocial support group services through the Ruang Jiwa program. This research was conducted from October 2020 to July 2021 and used formative evaluation to discuss evaluation of the implementation in Ruang Jiwa on providing online psychosocial support. Evaluation is carried out starting from the program planning stage, inputs, activities, and program outputs. In the evaluation, it was found that several activities had not been carried out optimally in accordance with the program planning. Inhibiting factors were also found, including group dynamics, indiscipline of counselors, and lack of human resources. And also supporting factors including program affordability, counselor skills, and group suitability.
"
Depok: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, 2021
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Brannon, Linda
Singapore: Wadsworth, 2000
150.19 BRA s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ashilah Ghani
"Kesejahteraan optimal (flourishing) karyawan berperan penting dalam mendukung kinerja dan produktivitas di tempat kerja. Salah satu faktor yang memengaruhi kesejahteraan optimal karyawan adalah persepsi dukungan organisasi (PDO), yaitu sejauh mana karyawan merasa dihargai dan didukung oleh organisasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara PDO terhadap kesejahteraan optimal dan setiap dimensinya pada karyawan PT XYZ (perusahaan jasa pengujian dan sertifikasi). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Partisipan berjumlah 101 orang karyawan tetap (laki-laki = 49,5%; perempuan = 50,5%) yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) dan adaptasi Bahasa Indonesia The PERMA-Profiler. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara PDO dan kesejahteraan optimal. Selain itu, PDO juga berkorelasi positif dan signifikan dengan seluruh dimensi kesejahteraan optimal, yaitu positive emotion, engagement, meaning, relationship, dan accomplishment. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi dukungan organisasi yang dirasakan, semakin tinggi pula kesejahteraan optimal karyawan. Dengan demikian, perusahaan perlu menciptakan lingkungan kerja yang suportif untuk meningkatkan kesejahteraan optimal karyawan secara menyeluruh.

Employee flourishing plays a crucial role in enhancing workplace performance and productivity. One key factor influencing flourishing is perceived organizational support (POS), which reflects the extent to which employees feel valued and supported by their organization. This study aims to examine the relationship between POS and flourishing, including its dimensions, among employees of PT XYZ, a company engaged in testing and certification services. Using a quantitative correlational design, data were collected from 101 permanent employees (male = 49.5%; female = 50.5%) selected through purposive sampling. The instruments used were the Survey of Perceived Organizational Support (SPOS) and the Indonesian adaptation of The PERMA-Profiler. Results indicated a significant positive correlation between POS and overall flourishing. Furthermore, POS showed significant positive correlations with all five dimensions of flourishing: positive emotion, engagement, meaning, relationships, and accomplishment. These findings highlight the importance of organizational support in promoting employees psychological well-being and overall flourishing in the workplace."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andri Junaidi
"Latar Belakang: Kehilangan gigi merupakan masalah umum yang memengaruhi kesehatan, fungsional, kondisi psikologis, dan kualitas hidup. Meskipun telah dilakukan rehabilitasi dengan gigi tiruan, beberapa pasien masih mengalami masalah fungsional dan gangguan psikologis. Diperlukan alat skrining untuk mendeteksi kondisi ini, namun hingga saat ini belum tersedia versi yang valid dan reliabel dalam Bahasa Indonesia. Penelitian mengenai hubungan antara faktor sosiodemografis, lokasi kehilangan gigi, dan pemakaian gigi tiruan lepasan dengan masalah fungsional dan gangguan psikologis masih terbatas, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut.
Tujuan: Untuk memperoleh versi Bahasa Indonesia dari PDATL (PDATL-ID) yang valid dan reliabel sebagai alat skrining masalah fungsional dan gangguan psikologis serta menganalisis hubungan antara faktor sosiodeomgrafis dan faktor-faktor yang berkontribusi.
Bahan dan Metode: Adaptasi lintas budaya PDATL-ID dilakukan menggunakan metode terjemahan balik (backward translation). PDATL-ID diberikan kepada 100 partisipan berusia ≥18 tahun yang telah mengalami kehilangan gigi dan ma mpu berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia untuk menilai validitas dan reliabilitasnya. Hubungan antara usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi, lokasi kehilangan gigi, dan pemakaian gigi tiruan lepasan dianalisis. Selain itu, faktor yang paling berperan terhadap masalah fungsional dan gangguan psikologis juga diteliti.
Hasil: PDATL-ID menunjukkan validitas isi dan validitas muka yang baik. Reliabilitas konsistensi internal sangat kuat (Cronbach's alpha = 0,877), serta validitas konvergen menunjukkan korelasi yang signifikan dengan kualitas hidup (OHIP-EDENT) (r = 0,913; p = 0,000). Lokasi kehilangan gigi dan pemakaian gigi tiruan lepasan merupakan faktor yang paling berkontribusi secara signifikan (p≤0,05).
Kesimpulan: PDATL-ID merupakan alat skrining yang valid dan reliabel untuk mendeteksi masalah fungsional dan gangguan psikologis. Pemakaian gigi tiruan lepasan dan usia memiliki hubungan yang signifikan dengan gangguan psikologis dan masalah fungsional. Lokasi kehilangan gigi dan pemakaian gigi tiruan lepasan merupakan faktor yang paling berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Status ekonomi juga menjadi faktor yang berperan terhadap gangguan psikologis akibat kehilangan gigi

Background: Tooth loss is a common issue affecting health, functional problems, psychological disturbances, and quality of life.  After rehabilitation with dentures, some patients still experience functional problems and psychological disturbance.  Screening tool is needed but still not yet available in Indonesian. Studies on the relationship between sociodemographic factors, location of tooth loss, and removable denture usage with functional problems and psychological disturbances are limited, necessitating further research.
Objective: To obtain a valid and reliable Indonesian version of the PDATL (PDATL-ID) as a screening tool for functional problems and psychological disturbances and to analyze the relationship between sociodemographic factors and contributing factors.
Materials and methods: A cross-cultural adaptation of the PDATL-ID was conducted using the forward and backward translation method. The PDATL-ID was administered to 100 participants aged ≥18 who had experienced tooth loss and could communicate in Indonesian to assess its validity and reliability. The relationship between age, gender, education, socioeconomic status, location of tooth loss, and removable denture usage was analyzed. Additionally, factors most influencing functional problems and psychological disturbances were examined.
Results: The PDATL-ID demonstrated good content and face validity. Strong Internal consistency reliability (Cronbach's alpha = 0.877) and convergent validity showed a significant correlation with quality of life (OHIP-EDENT) (r = 0.913; p = 0.000). Location of tooth loss and removable denture usage were the most significant contributing factors (p≤0.05).
Conclusion: The PDATL-ID is a valid and reliable screening tool for functional problems and psychological disturbances. Removable denture usage and age showed a significant association with psychological disturbance and functional problems. The location of tooth loss and removable denture usage are the most contributing factors. Economic status was also a contributing factor to psychological disturbance resulting from tooth loss.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, 2025
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
London: Routledge, 1997
362.1 MAT
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Naditya Azzarina Nastiti Binuko
"Meningkatnya perusahaan start-up di Indonesia menarik banyak perhatian masyarakat untuk bekerja di perusahaan ini. Namun, perusahaan start-up masih belum stabil perkembangannya, sehingga karyawan diberikan tuntutan pekerjaan tinggi dan beban kerja berlebihan sehingga dapat mengarah pada burnout. Kreasi kerja diketahui dapat mengurangi burnout akibat tuntutan pekerjaan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara tuntutan pekerjaan kuantitatif dengan burnout, kreasi kerja dengan burnout, serta peran kreasi kerja sebagai moderator pada tuntutan pekerjaan kuantitatif dan burnout. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode korelasional dan moderasi dengan melibatkan 136 karyawan start-up. Alat ukur yang digunakan adalah Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ), Oldenburg Burnout Inventory (OLBI), dan Job Crafting Scale (JCS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara tuntutan kerja kuantitatif dan burnout, terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kreasi kerja dengan burnout, dan kreasi kerja ditemukan tidak memoderasi efek tuntutan kerja kuantitatif terhadap burnout.

The rise of start-up companies in Indonesia has attracted a lot of attention from the public to work in these companies. However, start-up companies are still not stable in their development, so employees are given high job demands and excessive workloads that can lead to burnout. Job crafting is known to reduce burnout due to quantitative job demands. This study aims to look at the relationship between quantitative job demands and burnout, job crafting and burnout, and the role of job crafting as a moderator on quantitative job demands and burnout. This study is a quantitative study with correlational and moderation methods involving 136 start-up employees. The measuring instruments used were Copenhagen Psychosocial Questionnaire (COPSOQ), Oldenburg Burnout Inventory (OLBI), and Job Crafting Scale (JCS). The results showed that there is a significant positive relationship between quantitative work demands and burnout, there is a significant negative relationship between job crafting and burnout, and job crafting was found not to moderate the effect of quantitative work demands on burnout."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2024
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Edelstein, Michael R.
Boulder: Westview Press , 1993
363.73 EDE c
Buku Teks  Universitas Indonesia Library