Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 58 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Jakarta: Erlangga, 2005
616.12 LEC
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Dasnan Ismail
"Intracoronary thrombosis plays an important role in the pathogenesis of acute coronary syndrome. It occurs due to a rupture of an atherosclerotic plaque, which may be spontaneous, as in the case of acute coronary syndrome, or due to procedures such as percutaneous intervention (PCI). Atherosclerotic plaque rupture causes exposure of thrombogenic subendothelial components and initiates platelet aggregation, which then initiates the coagulation cascade. In stable angina, the formation of platelet thrombus is the most important tiling to occur on plaque progressiveness as a result of rupture and episodic formation of thrombi.' Arterial thrombi contain many platelets. Anti-platelet agents are greatly beneficial in acute and chronic coronary heart disease. This paper discusses the use of anti-platelet agents in coronary heart disease."
2003
AMIN-XXXV-1-JanMarc2003-35
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Herawati Isnanijah
"Latar Belakang
Disfungsi diastolik cukup sering terjadi pada orang dengan hipertensi, biasanya disertai dengan hipertrofi ventrikel kiri. Indeks volume atrium kiri dapat dipakai untuk menilai fungsi diastolik selain rasio EIA, DT, [VRT, 5117, Ele', dan e'la'. Belum terdapat data indeks volume atrium kiri pada subyek normal maupun subyek penyakit jantung hipertensi pada populasi Indonesia. PeneIitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa pemeriksaan indeks volume atrium kiri dapat digunakan sebagai parameter disfungsi diastolik ventrikel kiri pada penyakit jantung hipertensi.
Metode
Penelitian dilakukan pada 100 orang dengan subyek normal dan subyek penyakit jantung hipertensi dengan fungsi sistolik ventrikel kiri normal, pada pasien kontrol di poliklinik dan pasien rawat di PJNHK selama periode Januari - Oktober 2006. Akan dilakukan penilaian korelasi antara indeks volume atrium kiri dengan rasio WA, SID, Ele' dan e'la'.
Hasil
Indeks volume atrium kiri pada subyek normal didapatkan sebesar 17,64±1,35, pada kelompok disfungsi diastolik derajat I sebesar 23,26 ± 2,55 berbeda bermakna dengan kelompok disfungsi diastolik derajat 2 sebesar 31,52 ± 3,22 dengan p = 0,001.
Kesimpulan
Terdapat perbedaan bermakna indeks volume atrium kiri pada subyek normal dengan disfungsi diastolik ventrikel kiri derajat 1 maupun derajat 2.

Background
Diastolic dysfunction is frequently found in hypertension, usually accompanied with left ventricular hypertrophy. Several parameter was developed to assess the diastolic function including left atrial volume index, FIA. DT,IVRT,,SID,E/e', and e'Ia'. There is no data for left atrial volume index for normal subjects or subjects with hypertensive heart disease in Indonesian population. The - aim of this study is to prove that left atrial volume index can be used as a parameter for left ventricular diastolic dysfunction in hypertensive heart disease.
Methods
Fifty persons with hypertensive heart disease with normal left ventricular systolic function, who controlled at the outpatient clinic and were hospitalized in NCCHK between January-October 2006 ofperiod, were examined We evaluated the correlation between left atrial volume index and EJA ratio, S/D,E/e', e %a'.
Result
Left atrial volume index in normal subjects is 17.64 ± 1.35, subjects with grade 1 diastolic dysfunction 23.26 f 2.55, grade 2 diastolic dysfunction group 31.35 ± 2.87. Value among those groups differ significantly with p = 0.001.
Conclusion
There is significant difference of left atrial volume index among normal subjects, subjects with grade l and grade 2 diastolic disfunction.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T18191
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mantik, Joyce M.
"Gagal jantung dimana jantung gagal memompa darah dalam jumlah yang cukup ke jaringan untuk memenuhi kebutuhan metabolisme tubuh, merupakan suatu kelainan kardiovaskular yang berdasarkan prevalensi kelainan kardiovaskular di Indonesia semakin meningkat dari tahun ke tahun. Berdasarkan Survey Kesehatan Rumah Tangga Departemen Kesehatan RI tahun 1992 menunjukkan bahwa jenis kelainan kardiovaskular (penyakit jantung koroner, gagal jantung dan penyakit jantung reumatik) telah menempati urutan pertama dalam penyebab kematian.
Penelitian Framingham menunjukkan mortalitas 5 tahun sebesar 62% pada pria dan 42% pada wanita. Sedangkan berdasarkan perkiraan tahun 1989, di Amerika terdapat 3 juta pasien gagal jantung dan setiap tahunnya bertambah dengan 400.000 orang.
Gagal jantung kronik digambarkan berdasarkan adanya ketidakmampuan jantung untuk melakukan kerja melampaui mekanisme kompensasi yaitu: mekanisme Frank-Starling, hipertrofi ventrikel dan aktivasi neurohumeral (hubungannya dengan aktivasi renin angiotensin dan adrenergik), sehingga mengakibatkan peningkatan resistensi pembuluh darah perifer dari penurunan perfusi perifer yang pada akhirnya terjadi kerusakan fungsi endotel. Gejala yang sering timbul adalah sesak dan cepat lelah, sehingga berakibat pada keterbatasan dalam melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari, sehingga kualitas hidup pasien menurun.
Penatalaksanaan gagal jantung kronik ditujukan termasuk untuk mengurangi beban jantung dan kelebihan cairan, memperkuat kontraktilitas miokard sehingga mekanisme kompensasi dapat kembali dimaksimalkan. Selain itu bertujuan untuk pencegahan progresifitas agar kualitas hidup pasien dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Adapun tata laksananya melalui medikamentosalfarmakologis termasuk obat-obat vasodilator, digitalis."
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2005
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sjukri Karim
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2007
616.120 SJU e
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 1983
616.12 PEN
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Warmbrand, Max
New York: Whittier Books, 1956
616.12 WAR a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Idrus Alwi
Jakarta: PIPInterna, 2018
616.12 IDR d
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"Penyakit jantung saat ini merupakan penyebab pertama kematian. Pengukuran tekanan darah dikedua lengan adalah salah satu cara evaluasi kesehatan jantung. Perbedaan tekanan darah pada kedua lengan lebih dari 10 mmhg merupakan suatu hal yang patut dicurigai, akan adanya penyakitjantung. Selama ini hanya stenosis atau koarctio aortalah yang dipandang sebagai etiologi,padahal setiap penyakit jantung dapat mempengaruhi faktor-faktor esensial, diantaranya daya pompa dan jari-jari, karena itu penulis melakukan penelitian, mengenai apakah setiap penyakit jantung dapat ditandai oleh perbedan tekanan darah lebih dari 10 mmhg dengan menggunakan design deskriptif sederhana dan analisa data menggunakan mean dan presentase. Peneliti mendapatkan miokard infark dan hipertensi dapat menyebabkan perbedaan tekanan darah kanan dan kiri Iebih dari 10 mmhg."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2001
TA4967
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Khan, M. Gabriel
Philadelphia: Saunders , 2003
616.12 KHA r
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>