"Krisis air bersih dihadapi oleh berbagai wilayah di Indonesia yang disebabkan oleh pertumbuhan populasi, polusi, dan perubahan lingkungan. Penelitian ini berfokus pada Cekungan Airtanah (CAT) Makassar, Sulawesi Selatan, wilayah yang memiliki kerentanan terhadap perubahan iklim dan peningkatan permintaan air. Menggunakan metode SIG dan AHP, penelitian ini mengeksplorasi kondisi airtanah dengan mempertimbangkan faktor lingkungan dan manusia. Penemuan sumber airtanah yang berpotensi dan pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci mengatasi krisis air. Dalam konteks ini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zona potensial airtanah dengan memperkenalkan data berjumlah 7 parameter, yaitu Litologi, Densitas Kelurusan Lembahan, Tutupan Lahan (LULC), Kemiringan Lereng, Densitas Drainase, Curah Hujan, dan Jenis Tanah. Berdasarkan parameter yang digunakan, dihasilkan zona potensi air tanah dengan 3 kategori, yaitu zona potensi air tanah rendah yang mencakup 8% dari wilayah penelitian, zona potensi air tanah sedang yang mencakup 22% dari wilayah penelitian, dan zona potensi air tanah tinggi yang mencakup 70% dari wilayah penelitian dan validasi data berupa 61 dari 80 sumur dengan akurasi 76,25%. Pentingnya pengelolaan sumber daya air yang bijaksana dan kesadaran masyarakat untuk mengurangi konsumsi air bersih, mengingat bahwa keberlanjutan dan kualitas air bersih sangat penting untuk memenuhi kebutuhan manusia di masa depan.
Various regions in Indonesia face a clean water crisis caused by population growth, pollution and environmental change. This research focuses on the Makassar Groundwater Basin (CAT), South Sulawesi, an area that is vulnerable to climate change and increasing water demand. Using GIS and AHP methods, this research explores groundwater conditions by considering environmental and human factors. Discovery of potential groundwater sources and sustainable management are the keys to overcoming the water crisis. In this context, this study aims to identify potential groundwater zones by introducing data totaling 7 parameters, namely Lithology, Lineament Density, Land Cover (LULC), Slope, Drainage Density, Rainfall, and Soil Type. Based on the parameters used, groundwater potential zones were generated with 3 categories, namely low groundwater potential zones covering 8% of the study area, medium groundwater potential zones covering 22% of the study area, and high groundwater potential zones covering 70% of the study area and data validation in the form of 61 out of 80 wells with accuracy 76.25%. The importance of water resources management and public awareness to reduce water consumption, given that the sustainability and quality of clean water is critical to meet future human needs."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2025