Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 673 dokumen yang sesuai dengan query
cover
cover
Texas: American Heart Association, 1999
616.132 HYP
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Kaplan, Norman M., 1931-
London: Martin Dunitz Press, 2001
616.132 KAP t
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Fenida
"Hipertensi adalah salah satu penyakit sistim kardiovaskuler dengan prevalensi tinggi di masyarakat dan dapat menimbulkan berbagai gangguan organ vital tubuh dengan akibat kelemahan fungsi organ, cacat maupun kematian.
Banyak faktor yang mempengaruhi hipertensi tidak terkendali, namun demikian faktor mana yang paling dominan, berapa besar hubungannya belum terungkap sepenuhnya. Hal ini akan diungkapkan pada penelitian ini dengan menggunakan jenis disain kasus kontrol dimana kasus dan kontrol diambil dari pengunjung poliklinik Ginjal - Hipertensi RSUPNCM dengan besar sampel 200 untuk kasus dan 200 untuk kontrol.
Sebelum dilakukan analisis ditentukan terlebih dahulu " Cut off Point " dari variabel independen. Pada analisis bivariat ternyata variabel yang menunjukkan hubungan bermakna dengan hipertensi tidak terkendali (HTT) adalah lntensitas Terapi (IT), usia dan Body Mass Index (BMI), sedangkan variabel yang menunjukkan hubungan tidak bermakna yaitu merokok dan jenis kelamin, selanjutnya dilakukan analisis multivariat untuk menentukan model, temyata variabel yang dapat dimasukkan kedalam model adalah IT, usia dan BMI.
Untuk mengurangi risiko HTT, penderita hipertensi sebaiknya menjalani terapi nonfarmakologi (penurunan berat badan bila obesitas, latihan fisik secara teratur, mengurangi makan garam menjadi < 2,3 g Natrium atau < 6 g NaCL sehari, makan Ca, K dan Mg yang cukup dan diet, membatasi asupan alkohol , kafein, kopi, teh, berhenti merokok) dan terapi farmakologi dengan sebaik mungkin.

Hypertension is a cardiovascular disease with high prevalence in the society. The disease is able to distress vital organ function even worst death. There are two kinds of hypertension; control and uncontrolled.
Uncontrolled hypertension is influenced by many factors but the significant factors and their relationship can't be determined yet. Through this research. I would try to reveal the significant factors and their relationship. The research is used the control case design with 400 sample; case and control are taken from the visitors at the Polyclinic Ginjal-Hipertensi Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Cipto Mangunkusumo.
Cut off point is determined from independent variables before we do analysis. Based on bivariat analysis, Define Daily Doses (DDD), age, and Body Mass Index (BMI) are significant variables for uncontrolled hypertension. On the other hand, gender and smoking are insignificant variables. Furthermore, model is determined by doing multivariate analysis. DDD, age, and BMI are variables that in fact can be input to the model.
To reduce the risk of uncontrolled hypertension, nonpharmacology and pharmacology should be treated to patients simultaneously.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2000
T1869
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Atang Saputra
"Dimasa mendatang masalah penyakit tidak menular akan menjadi prioritas masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu masalah tersebut adalah masalah hipertensi Hipertensi sebagai salah satu dari penyakit tidak menular, perlu di tangani secara "nation wide" mengingat prevalensinya cukup tinggi dan umumnya sebagaian besar masyarakat tidak mengetahui dirinya menderita tekanan darah tinggi. Dan berbagai laporan penelitian didapatkan kenyataan bahwa dari seluruh penderita, 50% tidak mengetahui dirinya menderita hipertensi (Sukahatya, 1986).
Boedi Darmojo (1988), mengemukakan bahwa prevalensi penyakit hipertensi berkisar antara 5%--15%. Prevalensi hiperensi pada penduduk 20 tahun keatas diberbagai daerah di Indonesia antara tahun 1975-1985 berkisar 5-19%. Prevalensi terendah ditemukan pada penduduk pegunungan Jaya Wijaya, (0,65%), sedangkan tertinggi ditemukan di Silungkang, Sumatera Barat sebesar 19,4% (Soenarto, dkk., 1991).
Berdasarkan penyababnya, hipertensi dibagi menjadi dua golongan, yaitu :
Hipertensi esensial atau hipertensi primer yaitu hipertensi yang belum diketahui penyebabnya dengan pasti atau idiopatik.
Hipertensi sekunder yaitu hipertensi yang berhubungan atau disebabkan oleh penyakit lain.
Menurut Darmojo, proporsi penderita hipertensi primer (esensial) sebesar 95% dari seluruh penderita hipertensi, sehingga hipertensi primerlah yang merupakan problem masyarakat yang lebih panting untuk diperhatikan.
Karena pengobatannya memerlukan waktu yang lama bahkan sampai seumur hidup dan dapat menimbulkan komplikasi-komplikasi yang dapat berakibat fatal, maka hendaknya faktor-faktor resiko (adalah faktor yang berhubungan dengan resiko terjadinya suatu penyakit namun belum tentu merupakan penyebab langsung terjadinya penyakit) hipertensi harus di identitkasi untuk kemudian dikendalikan.
Dalam upaya penanganan hipertensi, khususnya upaya-upaya pencegahan dan promotif perlu diperhatikan faktor-faktor yang berhubungan atau mempengaruhi hipertensi.
Menurut Achmadi (1991), kondisi kesehatan masyarakat tergantung pada kondisi lingkungannya dan perilaku penduduk. Faktor-faktor lingkungan dan perilaku yang diduga berperan dalam hipertensi esensial antara lain : karakteristik individu yang terdiri dari umur, jenis kelamin, genetik (Susalit, 1991), kebiasaan merokok (Anderson, 1981), kebiasaan minum alkohol (Medika, 1992)
Berbagai penelitian hipertensi umumnya dilakukan secara sporadik, fragmated dan kecil-kecil. Untuk mendapatkan data secara "nation wide" agaknya memerlukan sumberdaya mahal.
Salah satu sumberdaya, yang didalamnya memiliki variabel hipertensi adalah SKRT atau Survey Kesehatan rumah Tangga yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan, Departemen Kesehatan R.I. SKRT telah dilakukan sejak 1982 dan terahir adalah tahun 1995.
Data SKRT 1995, menunjukkan bahwa penyakit Sistem Sirkulasi termasuk hipertensi merupakan penyebab utama kematian (18,9%). Namun dari data SKRT 1995 belum ada analisis profil hipertensi nasional. Oleh sebab itu, perlu di susun pertanyaan : bagaimana gambaran hubungan faktor-faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian hipertensi pada kelompok umur 25 tahun keatas di Indonesia?"
Universitas Indonesia, 1999
LP1999 47
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Atang Saputra
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1999
LP-pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Jose Roesma
"Perhatian terhadap hipertensi mulai berkembang di Indonesia sejak akhir tahun 1950-an di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan R.S.Dr Cipto Mangunkusumo. Laporan pertama hasil penelitian terhadap kelompok penderita hipertensi disampaikan oleh Murdowo (1973) dalam Kongres Ahli Penyakit Dalam Indonesia kedua meliputi 91 penderita rawat inap di RSU Sanglah Denpasar. Laporan pertama survai mengenai hipertensi baik dari masyarakat perkotaan (Semarang) maupun masyarakat pedesaan (kabupaten Blora) disampaikan oleh Boedhi Darmojo pada Kongres Nasional Ahli Penyakit Dalam ke 3 (1975) dan kemudian diikuti oleh laporan survai di pelbagai daerah Indonesia pada kongres-kongres berikutnya. Penelitian yang berskala nasional dan meliputi beberapa daerah dilaksanakan oleh Kartari (1976,1988). Dari keseluruhan data survai yang telah dilakukan, didapatkan prevalensi hipertensi rata-rata dalam masyarakat Indonesia adalah 8.99 %."
Jakarta: UI-Press, 1991
PGB 0113
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Czeresna Heriawan Soejono
"Tujuan penelitian ini adalah mengetahui prevalensi hipertensi sistolik terisolasi (HST) pada populasi berusia 40 tahun ke atas di Indonesia serta faktor-faktor risiko yang ada.
Metode : Desain penelitian adalah potong lintang; subyek diperoleh dari pasien yang berobat ke dokter dan keluarga atau pengantar mereka. Dokter terpilih secara acak dari 11 kotamadya dan 11 kabupaten yang terpilih secara acak (systematic random sampling assignment) dari lima pulau besar Indonesia dan satu kepulauan Maluku. Nilai pengukuran tekanan darah menggunakan nilai baku dari 3NC VII tahun 2003.
Hasil : Subyek yang terkumpul adalah 4436 orang dan HST terdapat pada 316 subyek. Faktor yang berpengaruh terhadap HST adalah umur (OR 1,06 ; 95%CI 1,06 - 1,07), riwayat DM (OR 1,44 ; 95%CI 1,04 - 2,02) , dan riwayat gagal ginjal (OR 1,71 ; 95%CI 0,99 - 2,94). Pada subyek yang merokok, rerata lama merokok yang menderita HST adalah 28,78±14,45 bulan sedangkan yang tidak menderita HST adalah 22,33±11,80 bulan (p = 0,003).
Kesimpulan : Prevalensi HST adalah 7,12%. Terdapat hubungan antara umur, riwayat DM dan gagal ginjal dengan HST. Pada penelitian ini tidak terdapat hubungan antara merokok, riwayat keluarga dengan hipertensi dan indeks massa tubuh dengan HST. Pada subyek yang merokok, ternyata lama merokok berbubungan dengan kejadian HST.
Daftar pustaka: 37 (1994-2003).

Isolated Systolic Hypertension in Indonesia, Prevalence and Risk FactorsObjective of this study was to examine the prevalence of isolated systolic hypertension (ISH) amongst Indonesia people at the age of 40 years and over with its associated risk factors.
Methods: Cross sectional study; subjects were collected from persons who visited their doctors or their families. Doctors participated in this study were randomly assigned from 11 cities and 11 district area at five big islands and archipelago also in a systematic random sampling assignment. Measurement of blood pressure were using the standard procedure stated in INC VII (2003).
Results: Of the 4436 subjects, 316 persons met the criteria of ISH. Factors associated with ISH were age (OR 1.06 ; 95%CI 1.06 - 1.07), history of DM (OR 1.44 ; 95%CI 1.04 - 2.02) , and history of renal failure (OR 1.71 ; 95%CI 0.99 - 2.94). Amongst subjects who were smoking, mean duration of smoking in ISH persons was 28.78±14.45 months while in non-ISH persons was 22,33±11,80 months ( p = 0.003).
Conclusion: The prevalence of ISH was 7.12%. Age, history of DM and history of renal failure were associated with ISH. There were no association between smoking, family history of hypertension and body mass index with ISH in this study. Amongst smoking subjects, the duration of smoking was associated with ISH.
References: 37 (1994-2003)
"
Depok: Universitas Indonesia, 2003
T12780
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Niprida Mardin
"Hipertensi merupakan risiko utama penyakit kardiovaskular dan stroke. Berdasarkan hasil SKRT tahun 1995, penyakit ini menduduki urutan pertama penyebab kematian di Indonesia. Besarnya masalah stroke dan kardiovaskular ini telah mengindikasikan besar masalah hipertensi di masyarakat Secara nasional angka hipertensi belum ada, namun dari beberapa studi di beberapa propinsi didapatkan prevalensi sebesar 8 - 26 %, dan di Kelurahan Abadi Jaya sebesar 25,6 %. WHO memperkirakan terdapat 600 juta penderita hipertensi di seluruh dunia, dan 3 juta diantaranya meninggal setiap tahunnya, diperkirakan akan menjadi beban utama kesehatan pada tahun 2010 terutama di negara berkembang. Oleh sebab itu hipertensi harus segera dikendalikan, dan dengan pengendalian penyakit hipertensi berarti sekaligus dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas penyakit stroke dan kardiovaskular.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahul faktor risiko hipertensi di Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat dengan menggunakan disain cross sectional. Penelitian ini memakai data sekunder yang dilakukan Puslitbangkes yaitu Studi Operasional Promosi Gaya Hidup Sehat dalam Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Utama Secara Terintegrasi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat tahun 2000.
Kriteria hipertensi yang dipakai adalah tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekanan darah diastolic > 90 mmHg, atau sedang makan obat anti hipertensi sesuai kriteria WHO - ISH 1999. Populasi studi adalah penduduk berusia 25 - 65 tahun di Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat, sample diambil secara multistage random sampling dengan jumlah sample sebesar 917 setelah dikalikan 2 untuk mengatasi disain efek.
Hasil penelitian didapatkan bahwa 4 variabel dapat dibuktikan berhubungan dengan hipertensi yaitu Obesitas OR = 2,2 ( 95 % CI : 1,603 - 3,114), Stress OR = 1,98 ( 95% CI: 1,389 - 2,834 ), dan Umur 45-55 th. OR= 3,2 (95% Cl: 1,946 - 5,298 ), umur 55 - 60 th, OR= 6,3 (95% CI: 3,570 - 11,075 ), umur > 60 th. OR= 8,0 (95% Cl: 4,316 - 14,953). Pengaruh yang paling besar terhadap kejadian hipertensi adalah umur yang diikuti obesitas.
Saran ditujukan kepada pemerintah dan peneliti. pada pemerintah : Ditetapkan program yang bertanggung jawab terhadap Penyakit Tidak Menular, khususnya hipertensi. Peningkatan surveilans penyakit hipertensi, Sosialisasi terns menerus tentang pendidikan pola hidup sehat pada masyarakat, terutama pola gizi seimbang. Pemeriksaan Tekanan darah bagi masyarakat usia > 20 th minimal 1 kali dalam 2 tahun. Pengadaan konseling hipertensi. Pada peneliti : Penyempurnaan penelitian tentang pengukuran konsumsi garam, diet lemak dan olah raga.
Daftar kepustakaan : 55 (1982- 2002)

Risk Factor Analysis of Hypertension in the Community in Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat Year 2000Hypertension is a major risk factor of cardiovascular diseases and stroke. According to SKRT 1995 (House hold Health Survey), these diseases are the number one causes of death in Indonesia. The magnitude of the problems of these cardiovascular diseases and stroke indicate also the problem of hypertension in the community. Nationally, the exact rate of hypertension is not available, but from a number of studies in some provinces, we got the prevalence of 8 - 26%, and the prevalence in Kelurahan Abadi Jaya of 25,6 %. WHO estimates that there are 600 million patients of hypertension throughout the world and 3 million out of them die every year. It is predicted that it will be the main burden of health problems in 2010 especially in the developing countries. Therefore, hypertension should be under controlled and preventing hypertension means also decreasing the morbidity and mortality of stroke and cardiovascular diseases.
The objective of this study is to recognize risk factors of hypertension in KeIurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat by cross sectional study design. The study used secondary data taken from Puslitbangkes (Center of Health Research and Development) titled: Studi Operasional Promosi Gaya Hidup Sehat Dalam Pengendalian Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular [Rama Secara Terintegrasi Berbasis Masyarakat di Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat tahun 2000 (Integrated, Community Based Operational Study of Healthy Lifestyle Promotion in Controlling Risk Factors of non Communicable Diseases in Kelurahan Abaadi Jaya Kota Depok Jawa Barat in 2000).
Criteria of hypertension lased' is a systolic blood pressure of > 140 mmHg and diastolic pressure of > 90 mmHg, or being in treatment with anti hypertension drugs as mentioned in the criteria of WHO - ISH 1999. Study population is the people aged 25 - 65 years in Kelurahan Abadi Jaya Kota Depok Jawa Barat, samples were taken by multistage random sampling with the sample size of 917 after multiplied by 2 to avoid effect design.
Study results showed there were 4 variables evidently related with hypertension : Obesity" OR = 2,2 (95 % CI : 1,603 - 3,114), Stress OR = 1,98 (95% Cl: 1,389 - 2,834 ), and age 45-55 years. OR= 3,2 ( 95% CI: 1,946 - 5,298 ), 55 - 60 years. OR= 6,3 (95% CI: 3,570 - 11,075 ), > 60 years, OR= 8,0 (95% CI: 4,316 - 14,953 ). The biggest factor related to the occurrence of hypertension is age, followed by obesity.
Suggestions were given toward the government and researchers. For the government: to establish a responsible program to the non communicable diseases especially hypertension. To increase the surveillance of hypertension, continuing socialization about healthy pattern in the community especially about balance nutrition pattern. Examination of blood pressure for the people aged > 20 years at lest once every 2 years. Provide hypertension counseling. For the researchers: further study about salt consumption measurement, fat diet and sport activities.
References : 55 (1982- 2002)
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2003
T12998
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Krisnawati F.
"Latar belakang. Hipertensi dapat terjadi pada semua orang termasuk para karyawan. Salah satu faktor risiko hipertensi antara lain adalah faktor stresor di lingkungan kerja. Oleh karena itu perlu diidentifikasi faktor stresor kerja dan faktor lainnya yang berpengaruh terhadap risiko hipertensi.
Metode. Desain penelitian ialah nested case-control. Kasus adalah karyawan yang menderita hipertensi atau sedang makan obat antihipertensi. Satu kasus dipadankan dengan dua orang kontrol menurut tahun kasus didiagnosis hipertensi dan menurut jenis kelamin. Kontrol dipilih di antara karyawan yang tidak pernah menderita hipertensi. Semua faktor risiko pada kasus dan kontrol dihitung sampai saat kasus didiagnosis hipertensi. Penelitian dilaksanakan di antara karyawan kantor pusat PT A Jakarta bulan Mei 2004 dengan jumlah karyawan 255 orang.
Hasil. Diperoleh 70 kasus hipertensi dan 140 kontrol. Subjek berumur 25 sampai 65 tahun. Risiko hipertensi berkaitan dengan stresor beban kualitas berlebih, stresor beban kuantitas berlebih, pengembangan karir, umur tua (55-65 tahun), obesitas, merokok, dan adanya riwayat hipertensi di antara keluarga. Sedangkan faktor ketaksaan peran, konflik peran, dan tsnggung jawab tidak terbukti mempertinggi risiko hipertensi. Jika dibandingkan dengan stresor beban kualitas ringan, siresor beban kualitas sedang tinggi mempertinggi risiko hipertensi 7 kali lipat [rasio odds (OR) suaian = 7,47; 95% interval kepercayaan (Cl) = 1,40-39,76]. Selanjutnya jika dibandingkan dengan stresor beban kuantitas ringan, stresor beban kuantitas yang sedang - tinggi mempertinggi risiko hipertensi 4 kali lipat (OR suaian = 4,10; 95% CI =1,06-15,90).
Kesimpulan. Stresor beban kualitas berlebih, stresor kuantitas berlebih dan stresor pengembangan karir (moderat) mempertinggi risiko hipertensi, oleh karena itu stresor tersebut perlu dicegah.

Job Stressors and Other Risk Factors Related to Hypertension Risk Among PTA Employees in Jakarta Background. Every one including employees may suffer hypertension. Several risk factors including job stress are related to hypertension. Therefore, it is beneficiary to identifies the risk factors.
Methods. This study used nested case-control design. Case was defined as an employee who had hypertension, or those who were under antihypertension treatment. One case was matched with two controls that never had hypertension and by gender. All risk factors were counted as of reference date for cases. This study has been done on 255 subjects among center office PTA employees in Jakarta in May 2004.
Results. There were 70 cases and 140 controls aged 25 to 65 years. Hypertension was related to quality job overload , quantity job overload, career development, elder age, obesity, current and past smoking habits, and present offamily history on hypertension. However, it was noted that role ambiguity, role conflict, and responsibility did not increase the risk of hypertension. Compared with those who had mild qualitative job stressor, those who had moderate or heavy qualitative job stressor had a seven folds risk having hypertension [adjusted odds ratio (OR) = 7.47; 95% confidence interval (Cl) = 1.40-39.76]. In addition, relative to those who had mild quantitative job stressor, those who had moderate or heavy ones had four times increased risk to have hypertension (adjusted OR = 4.10; 95% C1=1.06-15.90).
Conclusion. Moderate or heavy qualitative job stressor, moderate or heavy quantitative job stressor and career development increase the risk of hypertension, therefore these stressors need to be prevented.
"
Depok: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2004
T13682
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>