Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 59 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Nasution, Achmad Remy
Jakarta: UI-Press, 1995
PGB 0228
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Vigorita, Vincent J.
Philadelphia: Wolters Kluwer, Lippincott Williams & Wilkins, 2008
616.707 VIG o
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Destitha Ananda Putrisidahuruk
"Penelitian ini membahas tentang gambaran secara umum risiko postur kerja dan keluhan subjektif muskuloskeletal yang dirasakan oleh pekerja pada kegiatan lifting dan erection baja Stasiun LRT Jabodetabek. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional dengan melakukan penelitian secara langsung dalam satu waktu secara bersamaan melalui metode REBA, PATH, dan Nordic Body Questionnaire (NBQ). Tingkat risiko tertinggi yaitu pada tahapan erection dalam kegiatan pengecatan dengan jangkauan jauh. Untuk mengatasinya diperlukan kontrol berupa pemberian alat kerja yang lebih baik serta berbagai program edukasi kesehatan yang digalakan oleh perusahaan, untuk meminimasi terjadinya postur janggal

This analysis aims to explain a description of workers' postural working toward subjective musculoskeletal complaints on lifting and erection workers of LRT Jabodetabek. This analysis is a quantitative-descriptive, with the cross-sectional approach in a one time using REBA, PATH, and NBQ tools. The highest risk is on the erection session, especially on the paint with a distance. We need some controls by giving suitable working tools and also some great health education programs from the company to minimize the bad working posture application.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Nur Annisa Faradilla Puteri
"Penggunaan visual display unit dapat menyebabkan Musculoskeletal Disorders pada pekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor risiko ergonomi untuk Musculoskeletal Disorders dari faktor pekerjaan, faktor individu, dan faktor lingkungan pada karyawan pengguna visual display unit di Engineering Center PT.Pertamina (Persero), Jakarta tahun 2012. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Sampel penelitian adalah seluruh karyawan Engineering Center PT.Pertamina, Jakarta berjumlah 33 orang. Analisis yang digunakan untuk mengetahui distribusi masing-masing variabel adalah menggunakan uji distribusi frekuensi Hasil penelitian ini adalah bahwa dari tiap variabel memang terdapat kecenderungan responden terkena Musculoskeletal Disorders."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
S45534
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Debora Octoliana C.A.
"Kebanyakan dokter gigi tidak menyadari pentingnya manfaat sistem ergonomi dengan posisi yang baik saat merawat pasien. Gangguan muskuloskeletal adalah salah satu yang jelas sebagai hazard. Saat melakukan pencabutan gigi, kadang-kadang dokter gigi membungkuk ke arah pasien, bergerak secara mendadak, memutar tubuh dari satu sisi ke sisi yang lain. Seluruh gerakan tersebut dilakukan berkali-kali dalam jangka waktu yang panjang sehingga sering mengalami rasa tidak nyaman dan sakit di daerah leher, bahu, tulang punggung serta pergelangan tangan. Penelitian ini meninjau faktor-faktor risiko ergonomi dokter gigi terhadap keluhan Musculoskeletal Disorders pada aktivitas pencabutan dengan jenis potong lintang melalui pendekatan observasional.
Hasil penelitian 74,3% tindakan pencabutan gigi menimbulkan gangguan secara fisik, 61,4% melakukan gerakan berulang punggung membengkok ke depan, belakang atau ke samping , 35,7% melakukan gerakan berulang punggung membengkok dan memutar secara simultan dalam melakukan tindakan dan melalui Nordic Map Quesioner didapat frekuensi timbulnya keluhan pada daerah sekitar leher 38,6%. Intensitas keluhan rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan akibat kerja yang cukup mengganggu aktifitas kerja dikemukakan pada bagian kaki kanan 61,4 %, bahu kanan atas sebanyak 48,6 %, pada bagian pergelangan tangan kanan 40% serta pada leher sebanyak 47,1%.
Hasil akhir yang didapat melalui observasi dengan pengukuran metode OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) di dapatkan kategori 2 dimana postur kerja memiliki beberapa efek yang berbahaya bagi system musculoskeletal serta diperlukan tindakan untuk perubahan posisi kerja pada perencanaan yang akan datang.

Most dentists do not realize the importance of the benefits ergonomics system with a good position when treating patients. Musculoskeletal disorders is an obvious one as a hazard. When performing tooth extraction, dentists sometimes leaned toward the patient, a sudden move, rotate the body from one side to the other. The whole movement is done many times in the long term so often experience discomfort and pain in the neck, shoulder, spine and wrist. This study reviewed the dentist ergonomic risk factors from Musculoskeletal Disorders in the type of extraction activity through cross-sectional observational approach.
74.3% of research results to extract a tooth cause physical disorders, 61.4% perform repetitive motions backs bent forward, backward or sideways, 35.7% perform repetitive movements back bend and rotate simultaneously in action and through Nordic Map questioner obtained the frequency of complaints in the area around the neck of 38.6%. complaints of pain intensity, pain and discomfort caused by work is quite disturbing work activities presented in section 61.4% right foot, right shoulder up 48.6%, 40% on the right wrist and the neck 47.1%.
The final result is obtained through observations with measurements of methods OWAS (Ovako Working Posture Analysis System) in which the working posture level 2 has some effects that are harmful to the musculoskeletal system and the necessary action to change the position of the work on the future planing.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T35744
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Andi Sarbiah
"Postur janggal saat bekerja dapat menimbulkan keluhan Musculoskeletal Disorders (MSDs). Pada wawancara awal di departemen produksi didapatkan hampir semua pekerja mengeluh pegal dan nyeri pada anggota tubuhnya. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan postur kerja dan keluhan MSDs pada pekerja konveksi di departemen produksi PT. Z Batam. Penelitian ini mengunakan desain cross sectional dan metode penilaian untuk postur tubuh pekerja dengan REBA (rapid entire body assessment).
Hasil penelitian menunjukkan tingkat risiko MSDs pada tingkat menengah yang artinya perlu investigasi lebih lanjut dan perubahan. Dan 84 persen pekerja mengeluh mengalami keluhan MSDs yang dinilai dengan nordic body map. Penulis menyarankan agar desain kerja lebih diperhatikan dan disesuaikan dengan pekerja, memberikan pemahaman melalui pelatihan kerja tentang risiko ergonomi dan tata-tata cara bekerja yang sesuai dengan prinsip ergonomi, Pekerja sebaiknya melakukan peregangan otot agar otot bisa berelaksasi.

Awkward postures while working can cause complaints of Musculoskeletal Disorders (MSDs). Almost all of the workers interviewed, at the production department convection complained of stiffness and pain in the limbs. The purpose of this study is to explain the working postures and MSDs, affecting workers at the production section of PT Z Batam. This study uses crosssectional design and posture assessment for workers, using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method.
The finding showed that the risk of MSDs occurred at the secondary level, which means the need for further investigation and changes to be made. And 84 percent of the workers who complained of pains related to MSDs were assessed with nordic body map. The author suggested that more attention and design work are tailored to the workers, through job training an understanding of risk governance ergonomics and work procedures in accordance with the principles of ergonomics.Workers should also perform muscle stretching in order to recharge.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2013
T38258
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Desak Wayan Suarsedewi
"Laporan praktek residensi spesialis keperawatan medikal bedah, khususnya keperawatan muskuloskeletal telah dilaksanakan selama dua semester yang menggambarkan: pengalaman dalam memberikan asuhan keperawatan dengan pendekatan teori "Model Levine", melaksanakan praktek berdasarkan pembuktian dan kegiatan inovasi. Masalah utama pada pasien muskuloskeletal adalah nyeri, gangguan mobilisasi, risiko infeksi dan cemas. Pendekatan model Levine dapat memfasilitasi pemenuhan pasien beradaptasi secara utuh (wholeness) melalui empat konservasi yaitu integritas energi, struktur, personal dan sosial. External Fixation berisiko terjadi pin site infection, untuk itu dilakukan pencegahan dengan menggunakan Chlorhexidine 0,2% sebagai cleansing agent pin site care. Clinical Practice Guidelines(CPG) yang merupakan bagian dari Clinical pathwy dikembangkan sebagai panduan perawat generalis agar dapat secara sistematis melakukan asuhan keperawatan pasca operasi.

Practical Analysis on Residency of Specialis Medical-Surgical Nursing, focusing on patient with musculoskeletal system disturbance has been implemented for two semesters that describe: experience in providing care to the theoretical approach "Levine Model", implementing evidence-based practice and innovation activities. The main problem the patient's musculoskeletal system are: pain, impaired mobilization and risk of infection as well as anxious. Levine model approach may facilitate patient compliance adapt as a whole (wholeness) through four energy conservation, namely integrity, structure, personal and social. At a risk of external fixation pin site infection, prevention by using Chlorhexidine 0.2% as a cleansing agent pin site care. Clinical Practice Guidelines (CPG), which is part of the clinical pathwy developed as a guide can be sistematic generalist nurses perform nursing care after surgery."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
TA5970
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Tiya Yulia
"Pada lansia terjadi perubahan semua sistem tubuh, diantaranya adalah sistem muskuloskeletal yang melibatkan otot, tulang, dan sendi yang sangatmempengaruhi mobilitas pada lansia itu sendiri. Dengan adanya proses penuaanmaka mobilitas pada lansia mengalami hambatan. Latihan rentang gerak (ROM)merupakan salah satu latihan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hambatanmobilitas fisik pada lansia. Tujuan penulisan ini untuk memberikan gambaran analisis praktik klinik keperawatan kesehatan masyarakat perkotaan denganmasalah hambatan mobilitas fisik pada lansia di Sasana Tresna Werdha Karya Bhakti Cibubur. Pihak pemberi layanan kesehatan lansia harus terus meningkatkan pelayanan berupa latihan rentang gerak secara teratur dan bertahapdisertai dengan evaluasi yang berkelanjutan.

On elderly occuring changes all body systems, including the musculosceletal syetem, that involves the muscles, bones, and joints are deeply influence themobility in the elderly. As the aging process and the mobility of the elderlyexperience barriers. Range of motion (ROM) is one of the exercises that can bedone to overcomed the obstacles of physical mobility in the elderly. The purposeof this writing is to provide and analysis of the practice of urban communityhealth nursing clinics with physical mobility impairment on the elderly in SasanaTresna Werdha Kaya Bhakti Cibubur. The elderly health care givers should becontinue to improve with range of motion exercises regularly and graduallyaccompanied by continous evaluation.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Septi Kurniasih
"Kecelakaan akibat kendaraan bermotor meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan bermotor di wilayah perkotaan. Fraktur ektremitas bawah sering menjadi akibat dari berbagai jenis kecelakaan bermotor. Karya tulis ilmiah penganalisis asuhan keperawatan kepada pasien dengan fraktur tibia. Klien dengan fraktur tibia mengalami 3 masalah keperawatan utama yaitu: nyeri, hambatan mobilitas fisik, dan cemas. Intervensi diberikan antara lain manajemen nyeri, latihan rentang pergerakan sendi (RPS) dan pendidikan kesehatan. Setelah dilakukan intervensi, klien dapat mengontrol nyeri yang dirasakan, mengalami peningkatan Luas Gerak Sendi (LGS) dari 27o menjadi 35o dan cemas berkurang. Dari hasil ini karya tulis ini, penulis menyarankan pada instansi rumah sakit untuk melakukan asuhan keperawatan yang mencegah terjadinya komplikasi pada fraktur.

Accidents because of motor vehicle increases with the increasing number of motor vehicles in urban areas. Lower extremity fractures are often the result of different types of motor accidents. This scientific papers analyze nursing care to patients with fractures of the tibia. Clients with tibia fractures had 3 major nursing diagnoses are: pain, impaired physica mobility, and anxiety. Interventions provided include pain management, joint range of motion exercises (ROM) and health education. After the intervention, the client can control the pain, increase joint motion area from 27o to 35o and reduced anxiety. From these results of this paper, the authors recommend the hospital authorities to conduct nursing care to prevent the occurrence of complications in fractures.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Anestherita
"Penelitian ini bertujuan untuk melihat adakah perbedaan intensitas nyeri, kekuatan otot, dan kemampuan fungsional lutut antara penderita obesitas dan tanpa obesitas dengan osteoartritis genu (OA genu). Dilakukan studi potong lintang pada 50 orang perempuan dewasa, terdiri dari 25 orang penderita obesitas dengan OA genu, dan 25 orang tanpa obesitas dengan OA genu yang datang ke poli unggulan Obesitas dan poliklinik muskuloskeletal Departemen Rehabilitasi Medik RSCM. Intensitas nyeri dinilai menggunakan metode Visual Analogue Scale (VAS), kekuatan otot kuadrisep diukur menggunakan dinamometer jinjing, sedangkan kemampuan fungsional lutut dievaluasi menggunakan indeks Laquesne.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan intensitas nyeri dan kekuatan otot kuadrisep, terutama antara obesitas derajat II dengan subjek yang memiliki berat badan normal, berat badan lebih maupun obesitas derajat I. Tidak terdapat perbedaan kemampuan fungsional lutut yang bermakna secara statistik antara penderita obesitas dan tanpa obesitas dengan OA genu.

The aim of the study was to find wheather there were any differences pain intensity, quadriceps muscle strength, and knee functional abilities between obese and non-obese patient with genu osteoarthritis (OA genu). We conducted a cross-sectional study in 50 adult women outward patient in Obesity Vlinic and Musculoskeletal Division of Physical Medicine and Rehabilitation Departement at Cipto Mangunkusumo Hospital, consisted of 25 obese people with osteoarthritis genu, and 25 non-obese people with osteoarthritis genu. The intensity of pain was assessed using the Visual Analogue Scale method (VAS), quadriceps strength was measured using a hand-held dynamometer, while functional ability was evaluated using the index Lequesne.
The study results showed that there were significant differences in pain intensity and quadriceps muscle strength, particularly between obese grade II and subjects with normal weight, overweight or obese first degree. There were no statistically significant difference in functional abilities knee between obese and non-obese patients with osteoarthritis genu.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2013
SP-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6   >>