Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 84 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Diah Rosanty
"Pendahuluan : Lanjut usia(lansia)merupakan kelompok rentan yang memiliki risiko tinggi masalah kesehatan. Masalah kesehatan yang banyak terjadi pada lansia adalah Penyakit Tidak Menular salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi jika tidak dicegah dan dikendalikan akan menimbulkan dampak bagi individu,keluarga, masyarakat maupun pemerintah. Tujuan: untuk memberikan gambaran pelaksanaan model intervensi yang terintegrasi dalam pelayanan dan asuhan keperawatan komunitas melalui integrasi teori dan model community as partner, family centered nursing, konsekuensi fungsional, health promotion model dan self care chronic illness dan fungsi manajemen pada lansia dengan masalah hipertensi di Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok. Metode : Penulisan karya akhir ini menggunakan metode Evidence Base Nursing Practice pada 100 orang lansia dalam bentuk Gerakan Lansia Sadar Hipertensi melalui Pendekatan Coaching Perawatan Diri yang merupakan inovasi yang dapat mencegah dan mengendalikan masalah hipertensi pada lansia. Diskusi:Intervensi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan (p=0,000) perawatan diri lansia dengan hipertensi dan penurunan tekanan darah (p=0,000). Model intervensi ini direkomendasikan untuk lansia karena coachingsesuai dengan perubahan fisiologis dan penurunan intelektual sebagai proses terjadinya penuaan pada lansia, bisa dilakukan secara perorangan maupun berkelompok.

Introduction: Elderly people (elderly)are vulnerable groups that have a high risk of health problems. Many health problems that occur in the elderly are non-communicable diseases, one of which is hypertension. Hypertension if not prevented and controlled will have an impact on individuals,families,communities and the government.Objective: to provide an overview of the implementation of integrated intervention models in community nursing services and care through the integration of theories and models ofcommunity as partners,family centered nursing, functional consequences,health promotion model and self care chronic illness and management functions in elderly people with hypertension problems in the Kelurahan Cisalak Pasar, Cimanggis District,Depok City.Method: The writing of this final paper uses the Evidence Base Nursing Practice method for 100 elderly people in the form of Hypertension Elderly Conscious Movement through the Coaching Approach to Self Care which is an innovation that can prevent andcontrol hypertension problems in the elderly. Discussion: Interventions showed an increase in knowledge, attitudes and skills (p = 0,000) elderly self-care with hypertension and a decrease in blood pressure (p = 0,000). This intervention model is recommended for the elderly because coaching is in accordance with physiological changes and intellectual decline as a process of aging in the elderly,can be done individually or in groups."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
"Penyakit infeksi dan penyakit menular merupakan salah satu penyebab tingginya angka kematian baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Menurut Institute of Medicine (IOM) (2001, dalam Stanhope & Lancaster, 2004) penyakit infeksi merupakan penyebab kematian lebih dari 13 juta anak-anak dan dewasa muda di seluruh dunia. Selain menyebabkan kematian, penyakit infeksi dan penyakit menular juga menyebabkan kerugian ekonomi yang cukup tinggi. Di Amerika Serikat dilaporkan bahwa pemerintah mengeluarkan dana sebesar 4 — 5 milyar pertahun untuk pembelian obat-obat antibiotik dan pembiayaan perawatan pasien di Rumah Sakit akibat penyakit infeksi dan menular (IOM, 1998, dalam Stanhope & Lancaster, 2004). Tambahkan data di Indonesia (kasus post rs & kasus di rumah).
Penyebaran penyakit menular dan infeksi disebabkan karena tiga faktor, yaitu: (1) agent atau bibit penyakit; (2) host (pejamu) serta; (3) lingkungan (environment) (Stanhope & Lancaster, 2004). Penyebaran tersebut dapat terjadi di sarana pelayanan kesehatan ataupun di rumah sehingga diperlukan upaya-upaya pencegahan terjadinya infeksi di kedua sarana tersebut. Pencegahan penyebaran penyakit menular dan infeksi di rumah dapat dilakukan melalui pelayanan keperawatan keluarga."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2008
TK-PDF
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Eka Putri Yulianti
"ABSTRAK

Penggunaan telenursing memiliki potensi dalam menjembatani kesenjangan antara perawat dan pasien, sehingga memungkinkan pertukaran informasi dilakukan lebih cepat daripada melalui tatap muka. Tulisan ini bertujuan untuk menunjukkan implikasi telenursing melalui SMS pada klinik MTBS Puskesmas Pancoran Mas terhadap frekuensi kunjungan ulang pasien serta respon yang diberikan oleh partisipan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental melalui pengamatan dan pendekatan cross sectional static group comparison pada dua kelompok yang masing-masing terdiri atas 25 peserta diperlakukan secara berbeda. Hasil menunjukkan bahwa melalui uji Fisher exact ditemukan tidak ada perbedaan antara jarak tempuh ke pusat kesehatan dengan kunjungan ulang. Juga tidak ada hubungan antara telenursing dengan frekuensi jumlah kunjungan ulang kedua kelompok. Meskipun demikian, 64% partisipan intervensi merespon pesan, yang berarti membuka kemungkinan untuk proses pendidikan kesehatan untuk dilakukan dari jarak jauh. Penelitian yang bersifat kualitatif di setting yang sama untuk meninjau ulang kepuasan pasien terhadap proses telenursing ini sangat direkomendasikan


ABSTRACT

The use of telenursing has revealed its potential benefits in bridging the gap between nurses and the patients. Thus, enabling information exchange process could be done faster than conventional face-to-face visits. This paper aims to show implications of telenursing method on a community health center pediatric clinic in Pancoran Mas Depok, Indonesia, towards its patient?s behavior to revisit as well as responses given by the patients. This research includes a set of experiment-base static group comparison method. Two groups, each consisted of 25 participants were treated differently at the same time. Using Fisher Exact technique, analysis revealed that there was no difference between distance from house to the health center and no difference between both groups in terms of repeated visits? frequency. However, it turned out that 64% participants responded the messages, opening up the possibility for health education to be undergone from distance. It is further recommended to measure patient?s satisfaction during the telenursing process in qualitative fashion

"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2014
S57357
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Kristiyanti
"Diabetes melitus adalah penyakit gangguan metabolisme lemak, karbohidrat, dan protein akibat berkurangnya sekresi insulin atau sensitifitas reseptor insulin, atau kombinasi keduanya. Diabetes ini ditandai dengan terjadinya hiperglikemia pada pasien. Salah satu terapi diabetes adalah konsumsi obat penghambat α-amilase dan α-glukosidase. Obat golongan ini dapat menurunkan kadar glukosa darah post-prandial dengan cara menghambat aktivitas enzim dalam menghidrolisis karbohidrat, sehingga laju penyerapan glukosa di intestinal akan menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penghambatan aktivitas α-amilase dan α-glukosidase serta mengetahui golongan senyawa kimia yang terkandung dalam ekstrak daun Calophyllum tomentosum Wight. Daun Calophyllum tomentosum Wight. dimaserasi berturut-turut dengan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Uji penghambatan aktivitas α-amilase dilakukan menggunakan spektrofotometer UV-Vis (λ = 490 nm). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Calophyllum tomentosum Wight. memiliki persen penghambatan terbesar yaitu 75,67% dengan nilai IC50-nya 40,39 μg/mL. Sedangkan, uji penghambatan aktivitas α-glukosidase dilakukan menggunakan microplate reader (λ = 405 nm). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Calophyllum tomentosum Wight. memiliki aktivitas penghambatan terbaik dengan nilai IC50 89,907 μg/mL. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan bahwa pada ekstrak metanol daun Calophyllum tomentosum Wight. mengandung golongan senyawa flavonoid, glikosida, saponin, dan tanin.

Diabetes mellitus is a group of metabolic disorders of fat, carbohydrate, and protein metabolism that results from defects in insulin secretion, insulin action (sensitivity), or both. Diabetes mellitus is characterized by hyperglycemia. One therapy for treating diabetes mellitus is consumption of α-amylase and α-glucosidase inhibitors. These drugs can reduce levels of blood glucose postprandial by inhibiting the activity of hydrolyze carbohydrate by enzymes, so that the rate of glucose absorption will decrease in intestinal. This research aims to determine α-amylase and α-glucosidase inhibition activity and also to identify chemical constituent group of extract Calophyllum tomentosum Wight. leaves. Calophyllum tomentosum Wight. leaves was macerated in a row with n-hexane, ethyl acetate, and methanol. α-Amylase inbition was tested using spectrophotometer UV-Vis (λ = 490 nm). The result showed that methanol extract of Calophyllum tomentosum Wight. leaves had the highest inhibition percentage of 75,67% with IC50 40,39 μg/mL. Meanwhile, α-glucosidase inhibition was tested using microplate reader (λ = 405 nm). The result showed that methanol extract of Calophyllum tomentosum Wight. leaves had the best inhibition activity with IC50 of 89,907 μg/mL. Phytochemical screening showed that methanol extract of Calophyllum tomentosum Wight. leaves contain flavonoids, glycosides, saponins, and tannins.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2015
S61303
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arie Santy Atmaja
"Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Efektifitas Program Aftercare Dalam Upaya Mengurangi Eks Residen Yang Relapse: Studi Kasus Di Rumah Dampingan Jakarta pada Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputi Bidang Rehabilitasi BNN serta mengidentifikasi upaya-upaya yang telah dilakukan dalam mengatasi residen yang relapse pada Rumah Dampingan Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang mengandalkan analisis data deskriptif yang diperoleh melalui hasil wawancara mendalam dengan para informan, pengamatan, studi kepustakaan dan telaah dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektifitas Program Aftercare Dalam Upaya Mengurangi Eks Residen Yang Relapse sudah cukup efektif terbukti dengan adanya komunikasi dan hubungan kerja Rumah Damping terhadap masyarakat dan lembaga pemerintah/ masyarakat sudah terlaksana dengan baik dan efektif juga SDM yang dimiliki sudah cukup untuk memenuhi dan memfasilitasi residen dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pasca rehabilitasi selama mereka berada di Rumah Damping. Namun dalam pelaksanaannya masih ada beberapa kendala/hambatan diantaranya capaian atas sasaran/ tujuan yang ingin dicapai belum sesuai yang diharapkan oleh karenanya dibutuhkan koordinasi yang baik antara pihak-pihak pelaksana, baik dari tingkat Pusat, Provinsi, Kabupaten/ Kota juga terhadap orang tua klien (eks residen) demi keberlangsungan pelaksanaan kegiatan yang efektif. Peningkatan kualitas Rumah Damping agar lebih ditingkatkan sesuai dengan kebutuhan serta terhadap pelatihan vokasional agar lebih variatif untuk meningkatkan keterampilan sesuai dengan minat bakat residen dan sebagai upaya pemulihan yang berkelanjutan.

This study aimed to analyze the Effectiveness of Aftercare Program Efforts to Reduce Ex-Resident in the Relapse : Case Study at Rumah Dampingan Jakarta on Direktorat Pasca Rehabilitasi Deputy of Rehabilitation BNN as well as identify efforts that have been made in overcoming relapse resident in Rumah Dampingan Jakarta. This study used a qualitative method that relies on the analysis of descriptive data obtained through in-depth interviews with informants, observation, literature study and review documents.
The results showed that the Effectiveness of Aftercare Program Efforts to Reduce Ex-Resident in the Relapse proved effective with an communication and working relationships of Rumah Dampingan Jakarta to the community and government agencies/ community already implemented properly and effectively also has sufficient human resources to fulfill and facilitate resident in a whole series of aftercare activities during their stay in Rumah Dampingan Jakarta. However, in practice there are still some obstacles and barriers including achievement of targets/ objectives have not been as expected therefore required good coordination between the implementing parties, both from the national level, provincial, district/ city as well as to the client`s parent (ex-resident) for the continuation of the implementation of effective activity. Half Way House quality improvement is enhanced in accordance with the needs and to be more varied vocational training to improve the skills according to their interests and talents resident as a sustainable recovery.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2015
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wiwiet Hermita
"Masa nifas merupakan masa kritis dalam kehidupan ibu. Sekitar 60% kematian ibu terjadi segera setelah melahirkan, dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah persalinan. Angka Kematian Ibu di Kota Pariaman tahun 2009 adalah 256/100.000 KH (4 kematian ibu/1.558 KH), 50 % kematian ibu terjadi pada masa nifas (2 kematian ibu dari total 4 kematian ibu). Cakupan kunjungan nifas pada tahun 2009 adalah 63.3% (dari cakupan persalinan yang ada di Kota Pariaman). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan kunjungan nifas di Kota Pariaman Tahun 2011. Rancangan penelitian yang digunakan adalah cross sectional dengan populasi dan sampel seluruh bidan desa di Kota Pariaman yang berjumlah 71 orang. Analisis yang digunakan adalah analisis data univariat dan bivariat (chi square). Instrument penelitian ini adalah kuisioner.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kinerja bidan desa yang baik dalam pelaksanaan kunjungan nifas 45.07% dan kinerja jelek 54.93%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa faktor motivasi dan rencana kerja memiliki hubungan yang bermakna secara statistic dengan kinerja bidan desa dalam pelaksanaan kunjungan nifas di Kota Pariaman, dan 6 faktor yang mempengaruhi kinerja bidan desa secara tidak langsung dan harus melalui motivasi kerja bidan desa di Kota Pariaman adalah faktor rencana kerja, faktor pengetahuan, faktor transportasi, dan faktor supervisi dinas kesehatan, faktor supervisi oleh IBI dan faktor pembinaan Ka. Puskesmas. Dengan adanya penelitian ini maka perlu adanya upaya untuk meningkatkan kinerja bidan desa dengan meningkatkan motivasi kerja dan rencana kerja. Peningkatan motivasi kerja dapat dilakukan dengan membuatkan acuan rencana kerja yang baku bagi bidan desa, meningkatkan pengetahuan bidan desa, penyediaan sarana transportasi dan pelaksanaan supervisi.

Puerperal period is a critical period in the life of the mother. Approximately 60% of maternal deaths occur soon after birth, and nearly 50% of deaths during childbirth occur in the first 24 hours after delivery. Maternal Mortality in the City of Pariaman in 2009 was 256/100.000 KH (4 deaths ibu/1.558 KH), 50% of maternal deaths occur during childbirth (2 maternal deaths out of 4 total maternal deaths). Puerperal visit coverage in 2009 was 63.3% (from the coverage of deliveries in the city of Pariaman). Therefore this study aims to obtain information about the factors associated with the performance of village midwives in the implementation of puerperal visit in Pariaman City in 2011. The research design used was a cross sectional sample of the entire population and village midwives in the City Pariaman numbering 71 people. The analysis used was univariate and bivariate data analysis (chi square). Research instrument was questionnaires.
The results of this study indicate that the performance of a good midwife in the implementation of puerperal visits 45.07% and 54.93%. The result of bivariate analysis showed that the factor of motivation and action plans have statistically significant correlation with the performance of village midwives in the implementation of post partum visit in City of Pariaman, and 6 factors that affect the performance of village midwives and should indirectly through motivation village midwives working in the City of Pariaman is factors work plan, knowledge factors, transport factors, and factors of the health department supervision, supervision by the IBI factor and development factor Ka. PHC. Given this research it is necessary to attempt to improve the performance of village midwives to enhance work motivation and work plans. Increased motivation to work can be done by making a standard reference work plan for village midwives, village midwives to increase knowledge, providing transportation and supervision.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2011
S-Pdf
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Risza Farah Ramadhina
"Gangguan jiwa merupakan kondisi di mana terjadi perubahan cara berpikir, emosi atau perilaku, atau gangguan kombinasi emosi dan perilaku. Salah satu gangguan jiwa berat adalah skizofrenia yang menyebabkan gangguan pada proses berpikir, merasakan, dan berperilaku seseorang. Pada orang yang didiagnosis skizofrenia, sekitar setengahnya mengalami waham. Salah satu jenis waham yang paling umum adalah waham kebesaran. Perawat perlu memberikan asuhan keperawatan pada masalah waham kepada pasien, keluarga, maupun kepada kelompok. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memberikan gambaran terkait penerapan orientasi realita pada pasien dengan waham kebesaran. Penerapan tindakan generalis orientasi realita diharapkan dapat menurunkan intensitas waham pasien.

Mental disorder is a condition in which changes in ways of thinking, emotions or behavior, or a combination of emotional and behavioral disorders. One of the severe mental disorders is schizophrenia which causes disruption in the process of thinking, feeling, and behaving a person. In people diagnosed with schizophrenia, about half experience a delusions. One of the most common types of delusions is grandiose delusions. Nurses need to provide nursing care to the patients, families, and to groups with delusions. The purpose of writing this paper is to provide an overview related to the application of reality orientation to patients with greatness. The application of generalist reality orientation is expected to reduce the delusions intensity of patient. "
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2019
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Yesi Desmiaty
"

Rubus fraxinifolius dan R. rosifolius merupakan tanaman Rubus yang dapat ditemukan di daerah pegunungan Indonesia. Kedua tanaman memiliki morfologi buah yang mirip yaitu berbentuk berry merah dan edible, serta mengandung senyawa golongan triterpenoid, polifenol dan flavonoid.  Beberapa spesies Rubus dilaporkan memiliki aktivitas sebagai antiaging yaitu antielastase, antioksidan, dan antitirosinase. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah aktivitas antiaging secara in vitro pada ekstrak dan isolat dari tanaman R. fraxinifolius dan R. rosifolius. Batang, buah, dan daun kedua tanaman diekstraksi menggunakan alat Soxhlet serta dilakukan skrining aktivitas anti elastase dan antioksidan.  Selanjutnya terhadap ekstrak terpilih dilakukan pemisahan, fraksinasi dan isolasi senyawa. Isolat yang didapat diidentifikasi menggunakan spektrometri FTIR, 1H-NMR, 13C-NMR, DEPT, HSQC, HMQC, HMBC, dan LC-MS, serta diuji aktivitas antielastase, antitirosinase dan sitotoksisitas pada sel fibroblast secara in vitro. Hasil ekstraksi bertingkat menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun R. fraxinifolius memiliki aktivitas antielastase dan antioksidan tertinggi dengan masing-masing IC50 57,45 dan 4,33 µg/ml. Terhadap fraksi metanol daun R. fraxinifolius (DFM) dilakukan pemisahan menggunakan kromatografi cair vakum dan diperoleh 11 fraksi. Uji antielastase fraksi menunjukkan fraksi paling aktif adalah DFM8. Selanjutnya dilakukan isolasi lebih lanjut terhadap DFM8 dan diperoleh 3 isolat. Hasil elusidasi struktur menunjukkan bahwa ketiga isolat merupakan suatu triterpen pentasiklik tipe ursan. Hasil telaah data pengujian DEPT, HMQC, HSQC, HMBC serta IR dan MS disimpulkan senyawa DFM 8a adalah asam 2,3-glikol, 19α-hidroksi-12-ursen-23,28-dioat (C32H48O7, BM 544); DFM8b asam 2,3-propanandiol, 19α-hidroksi-12-ursen-28-oat (C33H52O5, BM 528,38); dan DFM8c asam 2,3-glikol-19α-hidroksi-23,24-nor-12-ursen-28-oat (C30H46O5, BM 486,33). Ketiga senyawa hasil isolasi ini merupakan senyawa baru dan belum pernah ditemukan sebelumnya. Uji aktivitas antielastase senyawa DFM8a, DFM8b, dan DFM8c memiliki IC50 berturut-turut adalah 122,199; 98,22; dan 54,33 µg/ml, serta antitirosinase dengan IC50 207,8; 221,5; dan 335,9 µg/ml. Uji toksisitas menunjukkan bahwa ekstrak DFM, fraksi DFM8, dan isolat DFM8b tidak toksik terhadap sel fibroblas NIH/3T3.


Rubus fraxinifolius and R. rosifolius are Rubus genus, which can be found in the mountain of Indonesia. Both plants have similar fruit morphology: red and edible berries and contain triterpenoid, polyphenols, and flavonoids. Some species of Rubus are reported to have antiaging activity, antielastase, antioxidant, and antityrosinase. This study aims to examine the in vitro antiaging activity of extracts and isolated compounds from R. fraxinifolius and R. rosifolius. The stems, fruits, and leaves of both plants were extracted and screened for antielastase and antioxidant activity. Furthermore, the selected extracts were separated, fractionated, and isolated to yield isolates. The obtained isolates were identified using FTIR spectrometry, 1H-NMR, 13C-NMR, DEPT, HSQC, HMQC, HMBC, and LC-MS, and also were tested for antielastase, antityrosinase, and cytotoxicity activities in fibroblast cells. The continuous extraction results showed that the methanol extract of R. fraxinifolius leaves had the highest antielastase and antioxidant activity with IC50 57.45 ppm and 4.33 ppm, respectively. The methanol fraction of R. fraxinifolius (DFM) leaves were separated using vacuum liquid chromatography and obtained 11 fractions. The antielastase assay of fractions gave the most active fraction was DFM8. Then, further isolation of DFM8 was carried out, and three isolates were obtained. The structural elucidation showed that the three isolates were ursane-type of pentacyclic triterpenes. The results of DEPT, HMQC, HSQC, HMBC, IR and MS spectrometry test concluded that the compound DFM 8a was 2,3-glycol, 19α-hydroxy-12-ursen-23,28-dioic acid (C32H48O7, MW 544); DFM8b 2,3-propanandiol, 19α-hydroxy-12-ursen-28-oic acid (C33H52O5, MW 528.38); and DFM8c 2,3-glycol-19α-hydroxy-23,24-nor-urs-12-en-28-oic acid (C30H46O5, MW 486.33). All isolated compounds are new compounds and have never been found before. The IC50 of antielastase activity of DFM8a, DFM8b, and DFM8c were 122.199; 98.22; and 54.33 ppm, respectively, and the IC50 of antityrosinase activity were 207.8; 221.5; and 335.9 ppm, respectively. Toxicity tests showed that the DFM extract, the DFM8 fraction, and the DFM8b were not toxic to NIH/3T3 fibroblast cells.

"
2020
D-Pdf
UI - Disertasi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Ika Sasmiyati
"Keputusan triage sangat penting dalam menentukan kesegeraan pemberian pertolongan kepada pasien yang datang ke IGD. Kesalahan pengambilan keputusan triage berdampak pada risiko keselamatan pasien. Salah satu faktor eksternal yang dapat mempengaruhi ketepatan pelaksanaan triase adalah beban kerja mental. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran dan hubungan beban kerja mental perawat dengan ketepatan triage di RS X. Penelitian dilakukan dengan 47 sampel, diambil menggunakan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil analisis didapatkan gambaran karakteristik perawat rata-rata berusia 35.04 tahun dengan masa kerja 12.63 tahun, sebagian besar berjenis kelamin perempuan dengan tingkat pendidikan DIII serta memiliki jenjang karier PK 3 dan tidak ada hubungan antara beban kerja mental perawat dengan ketepatan triage di RS X (p = 0.352, ? > 0.05). Penelitian ini merekomendasikan upaya peningkatan kemampuan triage perlu dilakukan dengan memberi kesempatan perawat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yaitu melanjutkan pendidikan menjadi Sarjana Keperawatan (Ners).

Triage decisions are very important in determining the immediate provision of assistance to patients who come to the emergency room. Errors in triage decision making have an impact on patient safety risks. One of the external factors that can affect the accuracy of triage is the mental workload. This research is a quantitative study with a cross-sectional approach that aims to identify the description and relationship between the mental workload of nurses and the accuracy of triage at X Hospital. The study was conducted with 47 samples, taken using inclusion and exclusion criteria. The results of the analysis show that the average age of nurses is 35.04 years with a working period of 12.63 years, most of them are female with a DIII education level and have a PK 3 career path and there is no relationship between the mental workload of nurses and the accuracy of triage at X Hospital (p = 0.352, ? > 0.05). This research recommends that efforts to increase triage skills need to be carried out by giving nurses the opportunity to develop knowledge, namely continuing their education to become Bachelors of Nursing (Ners)."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Imas Mulyani
"Neonatus yang memiliki penyakit yang mengancam jiwa dan bersifat progresif, memerlukan perawatan paliatif. Perawatan secara aktif dan total diberikan menurut tanda dan gejala. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi gambaran lima kasus asuhan keperawatan paliatif dan akhir kehidupan di NICU dengan Model Konseptual Sistem dan mengidentifikasi hasil implementasi Evidence-Based Nursing edukasi mengenai perawatan neonatus dengan kondisi paliatif dan akhir kehidupan. Teori Model Konseptual Sistem Betty Neuman dapat diterapkan pada neonatus dalam kondisi paliatif dan akhir kehidupan yang membutuhkan perawatan secara holistik. Hasil gambaran asuhan keperawatan yang dilakukan yaitu Pasien 1 neonatus kondisi diagnosis medis Gemelli conjoined twin diencephali dipus dibrachius. Pasien 2 neonatus dengan diagnosis medis extreme preterm NEC grad III. Pasien 3 neonatus dengan diagnosis medis very preterm extremely low birth weight dengan perburukan marker infeksi dan anemia normositik normokrom. Pasien 4 neonatus dengan diagnosis medis PDA besar post ligasi. Pasien 5 neonatus dengan diagnosis medis polycystic kidney.Diagnosis keperawatan yang terdapat pada kelima bayi tersebut adalah masalah respirasi. Intervensi sekunder dan tersier dilakukan dalam pencegahan dampak dari tanda dan gejala yang dialami bayi. Evaluasi yang didapatkan kelima bayi meninggal, hanya satu bayi meninggal dengan rekonstitusi kesejahteraan tinggi. Implementasi penerapan edukasi kepada perawat didapatkan hasil terdapat perbedaan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol, setelah dan sebelum dilakukan edukasi (p value 0.000). Berdasarkan penelitian ini mengindikasikan pentingnya edukasi perawat mengenai panduan prosedur perawatan akhir kehidupan pada neonatus dan panduan skoring tingkat keparahan serta tingkat risiko kematian pada neonatus sebagai pencegahan terjadinya dampak dari tanda dan gejala kondisi paliatif pada neonatus berdasarkan evidence-based practice.

Neonates with life-threatening and progressive disease require palliative care. Active and total care is given according to signs and symptoms. The purpose of this study was to identify five cases of palliative and end of life nursing care in the NICU using the Systems Conceptual Model and to identify the results of the implementation of Evidence-Based Nursing education regarding neonatal care with palliative and end of life conditions. The theory of the Betty Neuman Systems Conceptual Model can be applied to neonates in palliative and end-of-life conditions who require holistic care. The results of the nursing care description carried out were Patient 1 neonate with a medical diagnosis of Gemelli conjoined twin diencephali dipus dibrachius. Patients with 2 neonates with a medical diagnosis of extreme preterm NEC grad III. Patient 3 neonates with medical diagnosis of very preterm extremely low birth weight with worsening infection markers and normochromic normocytic anemia. Patient 4 neonates with medical diagnosis of post ligation large PDA. Patients with 5 neonates with a medical diagnosis of polycystic kidney. The nursing diagnosis found in these five babies was respiratory problems. Secondary and tertiary interventions are carried out in preventing the impact of the signs and symptoms experienced by the baby. The evaluation obtained from the five babies died, only one baby died with high welfare reconstitution. The implementation of the application of education to nurses showed that there were significant differences in knowledge and skills between the intervention group and the control group, after and before the education was carried out (p value 0.000). Based on this research, it indicates the importance of educating nurses regarding guidelines for end-of-life care procedures in neonates and guidelines for scoring severity and risk of death in neonates as prevention of the impact of signs and symptoms of palliative conditions in neonates based on evidence-based practice."
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2023
SP-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9   >>