Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 1036 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Bachtiar Gade
"ABSTRAK
PP 25/1980 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 26/1965 tentang Apotek, yang berlaku sejak tahun 1963, dimaksudkan untuk mengembalikan tugas dan fungsi apotek sebagai tempat pengabdian apoteker yang telah mengucapkan sumpah jabatan; sarana farmasi yang melaksanakan peracikan, pengubahan bentuk, pencampuran dan penyerahan obat atau bahan obat; sarana penyalur perbekalan farmasi yang harus menyebar luaskan obat yang diperlukan masyarakat secara meluas dan merata. Setelah 6 tahun berlaku PP 25, ternyata belum semua APA melaksanakan PP 25 sebagaimana mestinya.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi APA melaksanakan PP 25, dilakukan survai secara cross sectional terhadap 213 APA di DKI Jakarta yang dipilih secara random sampling. Data dikumpulkan dengan Cara mewawancarai responden menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-square, uji Cramer's V dan uji regresi ganda.
Dari hasil dan pembahasan disimpulkan sebagai berikut :
I. Kebanyakan APA bekerja di apotek yang jaraknya 1-16 km dari rumahnya. menggunakan mobil sendiri, memakan waktu 10-60 menit dan hadir di apotek selama 11-40 jam/minggu.
II. Kebanyakan APA bekerja di apotek dengan tujuan untuk pengamalan profesi dan atau menambah penghasilan.
III. Wewenang APA di apotek yang paling luas di bidang obat, dan paling sempit di bidang keuangan.
IV. Menurut APA, tolak ukur pelaksanaan PP 25 adalah wewenang dan kehadiran APA di bidang obat, dibidang ketenagaan, dibidang keuangan, informasi obat dan kehadiran di apotek.
V. Alasan PP 25 kurang terlaksana dengan baik adalah karena APA kurang menaati PKS dan atau APA terlalu sibuk.
VI. Saran agar PP 25 terlaksana dengan baik adalah dengan pemberian (credit, keahlian dagang/wiraswasta dan kehadiran APA.
VII. Kebanyakan APA pernah mendapat penyuluhan atau membaca PP 25 dari ISFI, Ditjen POM, Kanwil Depkes dan surat kabar.
VIII. Pelaksanaan PP 25 berhubungan dengan APA yang berumur tua dan tidak mempuriyai pekerjaan selain apotek.
IX. Pelaksanaan PP 25 berhubungan searah dengan sikap APA terhadap PP 25, inotivasi APA melaksanakan PP 25, peran PSA dan ketercapaian jarak apotek.
X. Variabel yang mempengaruhi APA melaksanakan PP 25 yaitu peran PSA, jabatan APA di luar apotek, kepemilikan modal apotek dan motivasi APA melaksanakan PP 25.
Untuk meningkatkan pelaksanaan PP 25 di apotek, disarankan agar :
-- Ijin apotek diberikan terutama kepada apoteker yang bidak
mempunyai pekerjaan lain dan modal milik sendiri
--Meningkatkan kerja sama antara ISFI dengan Kanwil Depkes setempat dalam menberi kernudahan bagi apoteker untuk mendapatkan kredit profesi dan keahlian wiraswasta
--PSA perlu diikut sertakan dalam penyuluhan PP 25 dan perundang-undangan tentang apotek
"
1990
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Harmita
Depok: UI-Press, 2014
PGB-Pdf
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Putu Fancia Utari Sunny
"Pelayanan kefarmasian dari seorang profesi apoteker dapat diinterpretasikan sebagai suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Peran tersebut merupakan peran yang penting sebagai wujud aplikatif dari sistem pembelajaran yang telah didapatkan pada program sarjana. Calon apoteker dituntut untuk melaksanakan program Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA) yang dilakukan sebagai wadah untuk memberi gambaran terhadap calon apoteker akan dunia kerja yang sebenarnya. PKPA dilaksanakan di apotek yang bersifat wajib sebagai penunjang farmasi komunitas dan pilihan industri sebagai penunjang untuk industri farmasi. PKPA dilaksanakan di Apotek Roxy Rawakalong periode Januari 2022 dan PT. Integrated Healthcare Indonesia periode April - Mei 2022. Kegiatan PKPA ini diharapkan dapat memberikan pengalaman dan keterampilan yang lebih untuk calon apoteker sehingga dapat mengaplikasikan serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan, serta selanjutnya akan siap untuk melakukan pekerjaan kefarmasian dibidangnya masing-masing.

Pharmaceutical practice from a pharmacist profession can be interpreted as a direct and responsible service to patients related to pharmaceutical preparations with the aim of achieving definite results to improve the quality of life of patients. This role is an important role as an applicative form of the learning system that has been obtained in the undergraduate program. Prospective pharmacists are required to carry out the Pharmacist Professional Practice (PKPA) program which is carried out as a forum to give prospective pharmacists an overview of the real world of work. PKPA is implemented in pharmacies that are mandatory as a support for community pharmacy and industry choices as a support for the pharmaceutical industry. PKPA was held at Roxy Rawakalong Pharmacy for the period of January 2022 and PT. Integrated Healthcare Indonesia for the period April - May 2022. This PKPA activity is expected to provide more experience and skills for prospective pharmacists so that they can apply and add insight and knowledge, and will then be ready to do pharmaceutical work in their respective fields."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Willy Leopatti Juhendi
"Profesi apoteker mempunyai peran penting untuk memunjag pekerjaan kefarmasian. Salah satu hal yang harus dilakukan untuk menjadi apoteker profesionaladalah berpartisipasi untuk mengikuti praktik kefarmasian. Untuk itu, calon apoteker diminta untuk menjalani praktik profesi untuk bekal memahami peran apoteker dan meningkatkan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Praktik profesi ini dilakukan di Apotek Roxy pada bulan Maret 2022. Pada tugas khusus ini dibahas lebih lanjut mengenai analisis pelayanan informasi obat, konseling, dan catata pengobatan pasien geriatri. Pasien geriatri merupakan pasien yang membutuhkan perhatian khusus dalam penggunaan obat. Laporan khusus ini membahas perhatian khusus yang diberikan kepada pasien geriatri selama menjalani masa terapinya.

The pharmacist profession has an important role to support the work of pharmacy. One of the things that must be done to become a professional pharmacist is to participate in the pharmaceutical practices. For this reason, prospective pharmacists are asked to undergo professional practice to equip them with the understanding of the role of pharmacists and improve competence before entering the world of work. This professional practice was carried out at Roxy Pharmacy in March 2022. In this report, further discussion on analysis of drug information services, counseling, and treatment records for geriatric patients was discussed. Geriatric patients are patients who require special attention to use medicines. This report discusses the special attention paid to geriatric patients during their therapy."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2022
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Purba, Hanna Theresia Olivia
"Apoteker adalah seseorang yang berperan penting baik dalam pelayanan kesehatan, industri kesehatan, serta pendistribusian obat-obatan. Peran seorang apoteker yang dilakukan oleh penulis di apotek yaitu identifikasi pola pembelian, penjualan, dan stok terhadap obat, vitamin, dan alat kesehatan untuk terapi covid-19 di apotek megumi periode juli-agustus 2021. Peran seorang apoteker yang dilakukan oleh penulis di industri kesehatan yaitu penyusunan protokol validasi excel spreadsheet laporan hasil analisis tablet pxxx. Peran seorang apoteker yang dilakukan oleh penulis di pbf yaitu pembuatan warning poster sebelum pengiriman produk di pbf anugerah pharmindo lestari periode november 2021. Peran seorang apoteker yang dilakukan oleh penulis di puskesmas yaitu pengelolaan distribusi vaksin covid-19 dan logistik dari puskesmas kecamatan kramat jati ke rumah sakit polri tahun 2021 di puskesmas kecamatan kramat jati periode desember 2021.

A pharmacist is someone who plays an important role both in health services, the health industry, and the distribution of medicines. The role of a pharmacist carried out by the author in a pharmacy is to identify patterns of buying, selling, and stocking drugs, vitamins, and medical devices for COVID-19 therapy at the Megumi pharmacy for the period of July-August 2021. The role of a pharmacist carried out by the author in the health industry namely the preparation of the excel spreadsheet validation protocol for the pxxx tablet analysis results report. The role of a pharmacist carried out by the author at PBF is making warning posters before product delivery at PBF Rahmat Rahmat Lestari for the period of November 2021. The role of a pharmacist carried out by the author at the puskesmas is managing the distribution of Covid-19 vaccines and logistics from the Kramat Jati subdistrict health center to the house. Police hospital in 2021 at the Kramat Jati sub-district health center for the period of December 2021."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2021
PR-pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bethalia Metyarani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bertujuan untuk memahami tugas pokok dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, dan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang obat publik dan perbekalan kesehatan. Untuk mendukung pencapaian program obat publik dan perbekalan alat kesehatan, perlu dilakukan pemantauan dan evaluasi oleh Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Pemantauan bertujuan untuk menjaga agar pekerjaan pengelolaan obat yang dilakukan sesuai dengan pedoman yang berlaku. Hasil dari pemantauan tersebut, kemudian dievaluasi sehingga dapat ditetapkan kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam program yang sedang berjalan, meramalkan kegunaan dari pengembangan usaha-usaha dan memperbaikinya, mengukur kegunaan program-program yang inovatif, meningkatkan efektifitas program, manajemen dan administrasi serta kesesuaian tuntutan tanggung jawab.

Apothecary Internship at Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia aims to understand the duties and functions of the Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan. Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatatan has the tasks of preparing the formulation and implementation of policies, and preparation of norms, standards, procedures, and criteria, as well as providing technical guidance and evaluation in the fields of medicine and public health supplies. To support the achievement of public drug programs and supplies medical devices, monitoring and evaluation needs to be done by the Subdirektorat Pemantauan dan Evaluasi Program Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Monitoring aims to keep drug management work carried out in accordance with the applicable guidelines. The results of the monitoring, then evaluated so as to set the difficulties encountered in running programs, predict the usefulness of development efforts and improve, measure the usefulness of innovative programs, improve program effectiveness, management and administration, and compliance demands responsibility answered.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Bethalia Metyarani
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo bertujuan untuk memahami peran apoteker dalam fungsi klinis dan fungsi managerial di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Aspek klinik, antara lain mengkaji instruksi pengobatan, mengidentifikasi dan menyelesaikan permasalahan yang berhubungan dengan obat, memantau efektifitas dan keamanan penggunaan obat, menjadi pusat informasi obat bagi tenaga kesehatan, pasien/keluarga dan masyarakat, melaksanakan konseling pada pasien, melakukan pengkajian obat, melakukan penanganan obat-obat kanker, melakukan perencanaan, penerapan dan evaluasi pengobatan, bekerja sama dengan tenaga kesehatan lain, dan berperan serta dalam tim/kepanitiaan di rumah sakit seperti Panitia Farmasi dan Terapi serta Panitia Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA).
Aspek manajemen, antara lain mengelola perbekalan farmasi yang efektif dan efisien, menerapkan farmakoekonomi dalam pelayanan, mewujudkan sistem informasi tepat guna dan berdaya guna, meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan farmasi melalui pendidikan dan pelatihan, serta mengawasi, mengendalikan dan mengevaluasi mutu pelayanan farmasi. Tugas khusus yang diberikan berjudul Evaluasi Pemberian Obat Live Saving Pengganti pada Pasien ASKES di Satelit Pusat RSCM.
Tujuan dari tugas khusus ini adalah Mengevaluasi persentase penggantian obat life saving dengan obat regular dan kerugian yang dialami RSCM berdasarkan selisih harga dan mengevaluasi faktor penyebab terjadinya penggantian obat life saving sehingga mengakibatkan kerugian yang di alami RSCM.

Apothecary Internship in Rumah Sakit Umum Pusat Nasional (RSUPN) Dr. Cipto Mangunkusumo aims to understand the role of pharmacists in clinical function and managerial functions in RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo. Clinical aspects, among others, reviewing medication instructions, identify and resolve problems related to the drug, monitor the effectiveness and safety of drugs, a drug information center for health workers, patients / families and the community, carrying out counseling to patients, assessing the drug, handling cancer drugs, do the planning, implementation and evaluation of treatment, in collaboration with other health professionals, and participating in teams / committees in hospitals such as Panitia Farmasi dan Terapi, and Panitia Pengendalian Resistensi Antibiotik (PPRA).
Management aspects, including managing pharmaceuticals effective and efficient, applying Pharmacoeconomics in service, realizing appropriate information systems function effectively and efficiently, improving the ability of health workers through education and training of pharmacy, as well as supervise, control and evaluate the quality of pharmacy services. Special assignment titled was Evaluasi Pemberian Obat Live Saving Pengganti pada Pasien ASKES di Satelit Pusat RSCM.
The purpose of this particular task is to evaluate the percentage replacement of life saving drugs with regular medication and RSCM losses based on the difference in price and evaluate factors contributing to the replacement of life saving drugs, resulting in the loss of RSCM.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Melisa
"Praktek Kerja Profesi Apoteker di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kegiatan PKPA ini bertujuan memahami tugas dan fungsi Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan serta memahami peran masing-masing subdirektorat dalam Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Tugas khusus yang diberikan berjudul Pengkajian Proses Perencanaan Vaksin Imunisasi di Direktorat Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan. Tugas khusus ini bertujuan untuk melakukan pengkajian proses perencanaan vaksin imunisasi di Direktorat Bina Obat Publik dan Perbekalan Kesehatan.

Pharmacists Professional Practice implemented in Directorate of Public Medicine and Health Supply Directorate General of Pharmaceutical and Medical Devices Ministry of Health, Republic of Indonesia aims to understand the duties and functions of the Directorate of Public Medicine and Health supplies as well as understand the role of each subdirectorate in Directorate of Public Medicine and Health supplies. Special task given The study of Vaccine Immunization Planning Process at the Directorate of Public Medicine and Health Supplies. While the purpose of the special task is to doing vaccines immunization planning process studies in Directorate of Public Medicine and Supplies Health."
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Indah Nur Fitriandiny
"Praktek Kerja Profesi Apoteker dilaksanakan di PT. Fabindo Sejahtera Kampung Waru RT09/04 Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Tangerang Peride 1 April-Mei 2013. Praktek Kerja Profesi Apoteker di industri kosmetik bertujuan untuk mengetahui penerapan ketentuan CPKB di industri kosmetik, khususnya pada PT Fabindo Sejahtera, mengetahui tugas dan tanggung jawab apoteker di industri kosmetik, selain itu menjadi program yang mampu memberikan bekal pengalaman kerja di bidang industri kosmetik bagi mahasiswa calon apoteker. Penulisan laporan dilakukan dengan metode observasi langsung dan studi literatur. Tugas khusus yang diberikan berjudul Pengaruh Penambahan Lanolin Anhidrat Dan C10-C30 Kolesterol/Lanosterol Ester Tehadap Kondisi Sweating Dan Karakteristik Aplikasi Lipstik di Bibir. Tugas khusus ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan Lanolin Anhidrat dan C10-C30 Kolesterol/Lanosterol Ester terhadap kondisi sweating dan karakteristik aplikasi lipstik di bibir. Lipstik diformulasi dan diproduksi pada skala laboratorim dan di uji kondisi sweatingnya dengan menggunakan metode Sweating Test dan di uji aplikasi nya di bibir dengan metode Panel Test. Didapat hasil formula dengan C10-C30 Kolesterol/Lanosterol Ester lebih sedikit mengalami sweating dibandingkan formula dengan Lanolin Anhdirat sebagai pencegah sweating. Dan formula yang menggunakan C10-C30 Kolesterol/Lanosterol Ester lebih disukai berdasarkan kenyamanan aplikasi dan penyebaran warna pada bibir.

Pharmacist Internship Program was implemented PT. Fabindo Sejahtera, Kampung Waru RT 09/04 Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cikupa, Tangerang Period April 1st - May 14th 2013. It aims to know GMP compliance in cosmetic industry, especially in PT Fabindo Sejahtera and to understand the duties and function of pharmacist in cosmetic industry and to provide work experience in the field of cosmetic industry for prospective pharmacists. Report writing is done by direct observation and study of literature methods. Specific task titled the effect of Lanolin Anhydrous C10-C30 Cholesterol/Lanosterol Esters Addition in Sweating Condition And Characteristics of Lipstick on Lip Applications. This study aims to find out effect in sweating condition and characteristics of lipstick on lip applications with additon of Lanolin Anhydrous C10-C30 Cholesterol/ Lanosterol Esters. The lipstick to be tested was formulating and producing in laboratorium scale and then sweating in lipsticks tested by Sweating Test method and its application by Panel Test method. Results obtained with the formula C10-C30 cholesterol / lanosterol esters are less sweating than formula with Lanolin Anhdirat as a sweating deterrent. And formula using the C10-C30 cholesterol/lanosterol esters are preferred based on application and color dispersion on the lips.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Septi Hanna Dwisari
"Praktek Kerja Profesi dilaksanakan di corporate business development PT. Kalbe Farma, Tbk. di Cempaka Putih. Tujuan dari praktek kerja ini adalah untuk mengetahui peran dan tanggung jawab apoteker di industri farmasi, khususnya di corporate business development, mengerti peran pengembangan bisnis dalam kelangsungan pertumbuhan perusahaan farmasi, dan mempelajari tahapan pengembangan bisnis dalam sebuah industri farmasi. Di tempat ini akan menciptakan dan mengembangkan produk-produk baru dari PT Kalbe Farma, Tbk., kemudian mengevaluasi dan mengeksplorasi potensi bisnis tersebut. Tugas khusus yang diberikan adalah mengenai pengembangan database padanan kata symptoms checker portal kesehatan Kalcare. Tugas ni bertujuan utuk memahami peran seorang apoteker dalam sebuah proyek bisnis di industri farmasi, sebagai contoh adalah website kesehatan Kalcare.

Pharmacist Internship Programme was held in Corporate Business Development PT. Kalbe Farma, Tbk. in Cempaka Putih. The objective of this internship was to know the role and responsibility of pharmacist in pharmaceutical industry, particularly in coorporate business development, understand the business development role in the sustainability of the growth of pharmaceutical companies, and learn the business development stage in a pharmaceutical company. This section will create and develop new products of PT Kalbe Farma, Tbk, then evaluate and explore the potension of the business. The specific assignment was about the development of a database of equivalent words of symptoms checker in Kalcare health website. This assignment aimed to understand the role of a pharmacist on a business project in pharmaceutical industry, for the example was Kalcare health website.
"
Depok: Fakultas Farmasi Universitas Indonesia, 2013
PR-Pdf
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>