Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 17 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Herman Darmawi
Jakarta: Bumi Aksara, 2008
658.155 HER m
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Letizia Prima
"Penelitian ini bertujuan menganalisis peran internal internal auditor dalam pengendalian internal dan manajemen risiko PT. Reasuransi ABC, serta memberikan saran perbaikan untuk meningkatkan peran internal audit dalam manajemen risiko sehingga dapat meningkatkan pengendalian internal PT. Reasuransi ABC. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode tersebut menjelaskan peran audit internal PT. Reasuransi ABC dalam pengendalian internal dan manajemen risiko yang dinilai berdasarkan ISO 31000:2009, COSO-ERM Integrated Framework dan standar internasional praktik profesional audit internal (IPPF) oleh Institut Auditor Internal (IIA). Hasil analisis menunjukkan audit internal telah melakukan perannya dalam membantu manajemen mencapai tujuan, visi, dan misinya dengan aktivitasnya yaitu melakukan penilaian atau asurans dan konsultasi terhadap pengendalian internal dan manajemen risiko perusahaan. Namun, Teknis penilaian atau asurans dan konsultasi audit internal PT. Reasuransi ABC saat ini masih perlu ditingkatkan mulai dari perencanaan audit sampai tindak lanjut hasil audit. Peran audit internal dalam pengendalian internal juga perlu ditingkatkan terutama dalam aktivitas operasional PT. Reasuransi ABC. Audit internal juga melakukan perannya dalam manajemen risiko perusahaan yaitu menilai dan memberikan evaluasi serta rekomendasi proses manajemen risiko namun perlu ditingkatkan komunikasi, konsultasi, dan koordinasi serta implementasi proses implementasi manajemen risiko PT. Reasuransi. Sehingga, diharapkan audit internal berperan sebagai lini pertahanan ketiga. Audit internal PT. Reasuransi ABC nantinya hanya melakukan pemeriksaan terhadap risiko-risiko signifikan dan proses manajemen risiko menjadi dasar pelaksanaan audit dalam Risk Based Internal Audit (RBIA).

This study aims to analyze role of internal audit in internal control and risk management of PT. Reinsurance ABC, as well as provide suggestions for improvement the role of internal audit in risk management. This study used descriptive qualitative method. The method explains role of internal audit in internal control and risk management is assessed based on ISO 31000:2009, COSO-ERM Integrated Framework and International Standards of Internal Audit Professional Practice (IPPF) by Institute of Internal Auditors (IIA). The results of the analysis show that the internal audit has carried out their role in helping management achieve company's goals, vision and mission with their activities that conduct an assessment or assurance and do consulting on internal control and risk management of the company. However, the technical assessment or assurance and internal audit's consultation of PT. Reinsurance ABC currently still needs to be improved starting from audit planning to follow-up the audit results. The role of internal audit in internal control also needs to be improved, especially in the operational activities of PT. Reinsurance ABC. Internal audit also carries out their role in corporate risk management, they asses and provide evaluations and recommendations on risk management processes, but their role needs to be improved in communication, consultation and coordination regarding the process and implementation of risk management at PT. Reinsurance ABC. Thus, internal audit will be expected to act as the third line of defense. PT. Reinsurance ABC will only examine significant risks and use the risk management process as the basis for conducting audit in Risk Based Internal Audit (RBIA)."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
A. Abbas Salim
Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2005
368 ABB a
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Fitri Rahmasari
"ABSTRAK
Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan teknologi XBRL dalam pelaporan keuangan terhadap asimetri informasi yang terjadi di pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan terhadap perusahaan-perusahaan non keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan telah menerapkan XBRL baik sejak tahun 2015 maupun sejak tahun 2016. Penelitian ini mengacu pada penelitian sebelumnya yang telah dilakukan oleh Liu 2017 , yang menggunakan proksi pengukuran asimetri informasi dengan multiple low-frequency liquidity serta memperluas lingkup penelitian dengan menggunakan ukuran perusahaan dan intensitas teknologi sebagai variabel moderasi pada hipotesis kedua dan ketiga. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penerapan XBRL berpengaruh secara signifikan terhadap proksi likuiditas tersebut dengan mengurangi asimetri informasi. Selain itu ditemukan juga bahwa intensitas teknologi suatu industri berpengaruh signifikan dalam mengurangi pengaruh negatif antara penerapan teknologi ini terhadap asimetri informasi.

ABSTRACT
This study aims to discover wether the implementation of XBRL on financial reporting towards information asymmetry which occured in Indonesian Capital Market. Therefore, the object of this study are non financial firms which have listed on Indonesia Stock Exchange and have implemented XBRL both since 2015 and since 2016. This study refers to prior research conducted by Liu 2017 , which used multiple low frequency liquidity as information asymmetry proxies and extend the scope by adding firm size and technology intensity as moderating variabels on the second and third hypotesis. The result of this study evidences that the implementation of XBRL influenced those liquidity significantly by reducing information asymmetry. Futhermore have been found as well that the industry rsquo s technology intensity significantly reduced the negative effect between the application of this technology on information asymmetry."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Manurung, Boston Hatorangan
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel makro dan mikro ekonomi yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi, menganalisis profil kesehatan dan ketahanan keuangan BUMN sektor konstruksi dalam skenario optimis, moderat, dan pesimis, serta untuk mengetahui besaran dampak perubahan variabel makro ekonomi terhadap proyeksi kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi melalui model macro stress test. Tujuan model macro stress testing adalah mengkuantifikasikan dampak potensial dari suatu perubahan variabel-variabel ekonomi terhadap kinerja keuangan empat perusahaan BUMN sektor konstruksi yang telah go public. Penelitian ini merupakan jenis penelitian terapan applied research dengan mengombinasikan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif dilakukan melalui wawancara langsung kepada informan, hasil wawancara akan dikuantifikasikan dengan model keuangan macro stress test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel makro ekonomi yang memiliki pengaruh terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi adalah pertumbuhan ekonomi, nilai tukar, dan suku bunga SBI. Tingkat kesehatan dan ketahanan keuangan BUMN sektor konstruksi dalam skenario optimis, moderat, dan pesimis berada dalam posisi aman untuk ketiga skenario tersebut. Dampak perubahan variabel makro ekonomi terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi secara agregat sebagaimana hasil dari simulasi macro stress testing memiliki pengaruh yang relatif kecil terhadap kinerja keuangan BUMN sektor konstruksi. Hasil penilitian ini diharapkan dapat menjadi input data bagi Kementerian Keuangan dalam implementasi model macro stress test untuk mengetahui potensi risiko fiskal BUMN sektor konstruksi.

ABSTRACT<>br>
This study aims to analyze macro and micro economic variables affecting the financial performance of SOEs construction sector, to analyze the health profile and financial sustainability of SOEs construction sector in an optimistic, moderate and pessimistic scenario, and to determine the magnitude of the impact of macroeconomic variables changes on the projected financial performance of SOEs construction sector through macro stress test model. The purpose of the macro stress test model is to quantify the potential impact of a change of economic variables on the financial performance of four SOEs construction sector companies that have gone public. This research is a type of applied research by combining qualitative and quantitative research methods. Qualitative method is done through direct interview to informants, interview result will be quantified with financial model of macro stress test. The results of this study indicate that macroeconomic variables that have an influence on the financial performance of SOEs construction sector are economic growth, exchange rate, and SBI rate. The level of health and financial sustainability of SOEs construction sector in an optimistic, moderate, and pessimistic scenario is in a safe position for all three scenarios. The impact of macroeconomic variables changes on the financial performance of SOEs construction sector in aggregate as a result of simulation of macro stress test has a relatively small effect on the financial performance of SOEs construction sector. The result of this study is expected to be the data input for the Ministry of Finance in the implementation of macro stress test model to determine the potential fiscal risks SOEs construction sector."
2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Margaretha Thaliharjanti
"Kegiatan eksplorasi produksi minyak dan gas bumi (migas) di Lapangan Arjuna milik PT XYZ dimulai sejak tahun 1970an. Sejumlah 192 pipa penyalur bawah laut di lapangan ini masih aktif beroperasi sebagai alat transportasi migas dan 75% diantaranya sudah berumur lebih dari 25 tahun. Sekitar 17 kasus kebocoran pipa bawah laut di Lapangan Arjuna terjadi setiap tahunnya dan sebagian besar kasus terjadi pada pipa-pipa tua. Kejadian ini memberikan dampak yang cukup signifikan baik dari sisi keselamatan, lingkungan maupun bagi kegiatan operasi dan produksi migas. Program pemeliharaan pipa-pipa bawah laut ini membutuhkan biaya dan sumber daya cukup besar. Oleh karena itu, prioritisasi program ini harus diberikan pada pipa-pipa berisiko tinggi agar risiko kebocoran pipa dapat segera diturunkan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat profil risiko 10 pipa penyalur utama minyak dan gas bawah laut di Laut Jawa yang sudah tua dan membuat program pemeliharaannya. Konsep manajemen risiko ISO 31000: 2009 digunakan dalam penelitian ini fokus pada tahapan kajian risiko (risk assessment) dan penanganan risiko (risk treatment). Pada tahapan kajian risiko, metode yang digunakan adalah metode indeks Kent Muhlbauer dikombinasikan dengan metode kajian risiko PT. XYZ dengan matriks. Metode indeks Ken Muhlbauer menggunakan empat indeks untuk menghitung potensi kegagalan sistem pipa bawah laut yaitu indeks kerusakan pihak ketiga, indeks korosi, indeks desain, dan indeks kesalahan operasi, dilanjutkan dengan analisis dampak kebocoran (Leak Impact Factor). Kemudian dilakukan perhitungan probability of failure dan consequence of failure yang dimapping pada matriks penilaian risiko perusahaan. Kajian risiko dengan kedua metode ini menghasilkan peringkat risiko (risk rangking) dan nilai risiko relatif untuk kemudian digunakan sebagai basis penentuan tingkat risiko dan prioritisasi program pemeliharaan kesepuluh pipa penyalur. Hasil akhir kajian risiko 10 pipa bawah laut utama di Laut Jawa menunjukkan ada enam pipa berisiko tinggi yang perlu diturunkan risikonya ke tingkat yang dapat diterima. Tahapan penanganan risiko dimulai dengan membuat program pemeliharaan enam pipa berisiko tinggi berdasarkan indeks paling kritikal yang dihasilkan dari penilaian risiko, yaitu korosi. Ada 10 tindakan pencegahan dan 2 tindakan mitigasi sebagai usulan program yang harus dikomunikasikan kepada pihak yang berkepentingan agar risiko kebocoran pipa penyalur utama dapat dikurangi. Salah satu tindakan pencegahan kebocoran yang diusulkan adalah penggantian pipa penyalur 16 MOL M-J sebagai prioritas utama.

Oil and gas exploration and production activities in the Arjuna Field, Java Sea, owned by PT XYZ began in the 1970s. A total of 192 subsea pipelines in this field are still being operated to transport oil and gas product and 75% of them are over 25 years old. There are around 17 cases of subsea pipeline incident at Arjuna Field per year which occur mainly in the 25`s year old pipelines. The incident has a significant impact in terms of safety, environment and oil and gas bussiness. Maintenance program for these pipelines require expensive cost and resources thus need prioritization. The aims of this research is to assess risk profile of aging 10 subsea oil and gas pipelines in PT. XYZ and provide risk mitigation action plan. The Kent Muhlbauers index method is used combined with companys risk matrix method. The index method uses four indexes related to the failure of the subsea pipeline system: the third-party damage index, corrosion index, design index, and incorrect operations index for probability assessment, continue with consequence assessment using leak impact factor. Then its converted to probability of failure (PoF) and consequence of failure (CoF). The calculations and mapping results risk ranking and relative risk which is used as a basis of pipeline maintenance program prioritization. The final risk assessment result of subsea pipeline in PT. XYZ shows six high risk pipelines which require risk reduction action plan to reduce the risk into acceptable level. The pipeline maintenance program is made based the most critical index, corrosion, resulting from the assessment. The program proposes 10 preventive and 2 mitigation measures that must be communicated to each responsible parties so that risk of hydrocarbon leak can be minimized. The replacement of 16 MOL M-J is proposed as a top priority of pipeline replacement program."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2019
T54331
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Michelle Claudia
"Penelitian ini untuk mengevaluasi Rancangan Undang-Undang Pelaporan Keuangan Indonesia (selanjutnya: RUU PK RI) dan memberi rekomendasi terhadap RUU PK RI. Berdasarkan teori pemangku kepentingan, studi banding dilakukan dengan membandingkan RUU PK RI dengan UU Pelaporan Keuangan dan peraturan perundangan terkait yang dipublikasikan oleh Amerika Serikat, Inggris, dan dua puluh tujuh anggota Asian-Oceanian Standard-Setters Group (AOSSG). Dari total 24 negara tersebut ditemukan 60 dokumen yang kemudian dianalisis secara manual konten dan temanya. Berdasarkan hasil kajian, direkomendasikan dua aspek untuk ditambahkan dalam RUU PK RI, yaitu: (1) asosiasi profesi beserta perannya dalam penyusunan standar laporan keuangan, penyelenggaraan sertifikasi akuntan, dan penjaminan kualitas jasa akuntan; serta (2) aspek hukum yang terdiri dari perihal banding dan perlindungan hukum.

This study evaluates the Indonesian Financial Reporting Bill (hereinafter: RUU PK RI, Rancangan Undang-Undang Pelaporan Keuangan Republik Indonesia) and provides recommendation to RUU PK RI. Based on stakeholder theory, a comparative study was carried out by comparing the RUU PK RI with Financial Reporting Acts and other related statutory from the United States of America, the United Kingdom, and twenty-seven members of the Asian-Oceanian Standard-Setters Group (AOSSG). From a total of 24 countries, 60 documents were found which were then manually analyzed for content and themes. Based on the results of the study, two aspects are recommended to be included in the RUU PK RI, namely: (1) professional association, including their role in preparing financial reporting standards, organizing accountant certification, and ensuring the quality of accountant services; as well as (2) legal aspects which consist of appeal and legal protection"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2021
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Wandri Maiyuanda
"ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan apa saja yang mempengaruhi perubahan Return On assets perbankan umum konvensional yang terdaftar di Bank Indonesia periode tahun 2006 hingga 2015. Sampeldalam penelitian ini seluruhnya berjumlah 102 perusahaan. Penelitian ini mengunakan random effect model yang diolah dalam program eviews 8. Dalam penelitian ini ditemukan bahwa variabel non performing loan , capital adequacy ratio dan total assets mempengaruhi perubahan return on assets secara posit if kecuali non performing loan yang mempengaruhi secara negatif. Sedangkan untuk perubahan dana pihak ketiga , produk domestic bruto dan tingkat suku bunga kredit perbankan tidak terlalu berpengaruh positif.

ABSTRACT
This study aims to analyze the determinants that influence changes in return on assets conventional commercial banks registered in Bank Indonesia period 2006 to 2015. The sample in this study totaled 102 companies. This study uses a random effect model that is processed in the program eviews 8. In this study it was found that the variables of non-performing loans, capital adequacy ratio and total assets affect change in a positive return on assets except non-performing loans which affect negatively. As for changes in third party funds, gross domestic product and the level of bank lending rates does not significantly positive.;"
2016
S64675
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Aya Sofia
"ABSTRAK
Tesis ini menganalisis tentang mitigasi risiko nilai tukar menggunakan emas dan PUAS untuk dana Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji BPIH di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa jumlah setoran dana awal BPIH oleh calon jemaah Haji, kurs Rupiah terhadap dolar AS Nilai Tengah Rupiah , rate PUAS, dan harga emas dunia per ons dengan teknik simulasi kuantitatif dengan metode simulasi matematik. Periode dibagi menjadi 2 dua , disaat keadaan ekonomi sedang krisis Januari 2004 sampai dengan Agustus 2011 dan keadaan ekonomi sedang stabil September 2011 sampai dengan Desember 2017 . Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan jumlah bulan yang mengalami excess dan deficit antara lindung nilai dengan emas dan PUAS baik untuk semua tenor maupun semua periode. Untuk periode pertama di saat krisis, baik lindung nilai dengan emas maupun PUAS, semakin panjang tenor maka semakin besar jumlah bulan yang mengalami excess. Dari sisi nilai manfaat, terdapat perbedaan pula antara lindung nilai dengan emas dan PUAS untuk semua tenor dan semua periode. Pada periode pertama, emas memiliki rata-rata nilai manfaat monthly rate lebih tinggi dibandingkan dengan PUAS, sedangkan pada periode kedua, rata-rata nilai manfaat PUAS lebih tinggi. Banyaknya jumlah bulan yang mengalami excess dan deficit tidak berpengaruh pada nilai manfaat yang dihasilkan pada masing-masing lindung nilai emas dan PUAS . Berdasarkan hasil simulasi dari penelitian ini, emas merupakan aset lindung nilai terhadap pergerakan USD/IDR pada keadaan sedang krisis. Waktu yang tepat untuk melakukan lindung nilai dengan penempatan pada emas adalah pada keadaan ekonomi sedang krisis dan tenor yang digunakan merupakan tenor panjang yaitu 12 bulan yang memiliki rata-rata nilai manfaat cukup tinggi namun risiko volatilitas nilai manfaat lebih rendah dibandingkan dengan tenor lainnya dan probabilitas bulan yang mengalami excess lebih besar.

ABSTRACT
This thesis analyzes the mitigation of exchange rate risk using gold and PUAS for Hajj fund in Indonesia. This study uses secondary data such as amount of initial fund deposit of BPIH by Hajj pilgrims, Rupiah exchange rate against US dollar Nilai Tengah Rupiah , PUAS rate, and world gold price per ounce by quantitative simulation technique with mathematical simulation method. Period is divided into 2 two , while the economic situation is in crisis January 2004 until August 2011 and the economic condition is stable September 2011 until December 2017 . The results show that there are differences in the number of months experiencing excess and deficit between hedging with gold and PUAS for all tenors and all periods. For the first period in times of crisis, whether hedging with gold or PUAS, the longer the tenor, the greater the number of months experiencing excess. In terms of yield, there are also differences between hedging with gold and PUAS for all tenors and all periods. First period, gold had an average monthly rate higher than PUAS, while in the second period, the average monthly rate of PUAS was higher. The number of months experiencing excess and deficit does not affect the monthly rate yield generated on each hedge gold and PUAS . Based on the simulation result from this research, gold is a hedging asset against the movement of USD IDR in a state of crisis. The right time to hedge with placement in gold is in the state of the crisis economy and the tenor used is long tenor of 12 months, which has the high average yield but the risk volatility of yield is lower than the other tenors and the probability of months experiencing greater excess."
Jakarta: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2018
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Antonius Alijoyo
Jakarta: PT Ray Indonesia, 2006
658.15 ANT e
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>