Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
"Sarapan pagi merupakan makanan yang setiap hari kita konsumsi pada pagi hari dengan menu dan cara saji yang bervariasi dengan tujuan sebagai cadangan energi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana gambaran tingkat pengetahuan orang tua tentang pentingnya pemberian sarapan pagi pada anak usia sekolah di Kelurahan Kemiri Muka, Depok. Desain yang digunakan adalah deskriptif sederhana, dengari sampel berjumlah 30 responden. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa kuesioner. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang pentingnya pemberian sarapan pagi pada anak usia sekolah adalah baik, karena dari 30 responden 19 (63.3 %) di antaranya mempunyai sikap yang positif sedangkan 11 (36.7 %) dengan sikap yang negatif. Berdasarkan hasil pengolahan data didapatkan bahwa lebih dari 60 % responden di Kelurahan Kemiri Muka Depok tahun 2005, memiliki sikap, alasan, opini yang baik tentang pentingnya pemberian sarapan pagi bagi anak mereka di usia sekolah. Sedangkan (40 %) memiliki pengetahuan yang kurang. Bagi ibu yang mempunyai anak usia sekolah sebaiknya tidak mengenyampingkan pemberian sarapan pagi karena selain untuk mempertahankan ketahanan tubuh juga untuk meningkatkan prestasi di sekolah, bagi instansi sekolah agar memasukkan ke salah satu sub pokok bahasan program gizi bagi usia sekolah, dan tidak terlupakan bagi petugas kesehatan komunitas untuk program pembangunan non fisik menuju Indonesia sehat 2010."
Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2006
TA5494
UI - Tugas Akhir  Universitas Indonesia Library
cover
Kurniasih
"ABSTRAK
Anak usia sekolah rentan mengkonsumsi makanan tidak sehat padahal mereka
membutuhkan makanan sehat. Hal ini tergantung dari persepsi mereka karena
persepsi mempengaruhi pilihan jenis makanan yang akan dikonsumsi. Penelitian ini
bertujuan untuk menggambarkan persepsi tentang makanan sehat pada anak usia
sekolah di SDN 02 Duren Sawit. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif
dengan metode deskriptif. Jumlah sampel berjumlah 77 anak yang diambil secara
acak. Hasil penelitian ini yaitu 54,5% anak berpersepsi baik tentang gizi seimbang,
66,3% anak berpersepsi baik tentang kebutuhan gizi, dan 72,7% berpersepsi baik
tentang keamanan makanan. Ada hubungan antara terpaparnya informasi dengan
persepsi tentang gizi seimbang dan kebutuhan gizi namun tidak berhubungan dengan
persepsi tentang keamanan makanan.

ABSTRACT
School age children have susceptible to eat unhealthy food whereas they need healthy
food. It depend on their perception because perception will affect their choice of food.
This study aims to describe the perception of school age children about healthy food
at SDN 02 Duren Sawit. This study used quantitative research with descriptive
methods. The number of samples amounted to 77 children taken at random. The
results showed that 54,5% of children have good perception about balanced nutrition,
66,3% of children have good perception about nutritional needs, and 72,7% have
good perception about food safety. There was relationship between get of information
about healthy food with perception about balanced nutrition and nutritional needs, but
not related of perception about food safety.
"
Depok: Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, 2012
S43693
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Joan Nita Diati
"Gizi yang baik berperan penting dalam kesehatan dan perkembangan kognitif individu, terutama pada usia anak-anak dan remaja. Permasalahan gizi masih menjadi tantangan utama di Indonesia sehingga pemerintah meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan status gizi pada kelompok rentan, dengan jumlah penerima manfaat terbesar yaitu peserta didik. Program ini dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia, dengan salah satu wilayah yang sudah mendapatkan manfaat program tersebut di tahapan awal program tersebut diresmikan adalah Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat. Namun, implementasi program ini menghadapi tantangan seperti ditemukan keluhan terkait makanan bergizi gratis yang disajikan yang mana dapat mempengaruhi kepuasan siswa. Kepuasan dapat digunakan sebagai alat ukur untuk melihat keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan siswa yang dilihat dari keempat aspek pelaksanaan program MBG dan karakteristik siswa. Variabel independen yang diteliti meliputi empat aspek program MBG: kualitas makanan, kuantitas makanan, proses penyajian, dan pengaturan waktu serta dua karakteristik siswa: usia, dan jenis kelamin. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas makanan (p=0,000), kuantitas makanan (p=0,018), proses penyajian (p=0,000), dan pengaturan waktu (p=0,018) memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa sedangkan pada variabel usia (p=0,434) dan jenis kelamin (p=1,000) tidak memiliki hubungan signifikan dengan kepuasan siswa. Penelitian ini memberikan beberapa rekomendasi pada komponen yang memerlukan perbaikan untuk meningkatkan efektivitas program sehingga tujuan dari program dapat tercapai.

Good nutrition plays an important role in the health and cognitive development of individuals, especially in children and adolescents. Nutritional problems are still a major challenge in Indonesia, prompting the government launched the Free Nutritious Meal Program (MBG) to improve the nutritional status of vulnerable groups, with students being the largest group of beneficiaries. This program is being implemented in stages throughout Indonesia, with one of the areas that has benefited from the program in the early stages is Palmerah District, West Jakarta. However, the implementation of this program faces challenges such as complaints regarding the free nutritious food served which can affect student satisfaction. Satisfaction can be used as a measuring tool to see the success of the program. This study aims to determine student satisfaction seen from the four aspects of the implementation of the MBG program and student characteristics. The independent variables studied include four aspects of the MBG program: food quality, food quantity, serving process, and time management and two student characteristics: age and gender. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The results showed that the variables of food quality (p = 0.000), food quantity (p = 0.018), serving process (p = 0.000), and time management (p = 0.018) had a significant relationship with student satisfaction while the variables of age (p = 0.434) and gender (p = 1.000) did not have a significant relationship with student satisfaction. This study provides several recommendations on components that require improvement to increase program effectiveness so that program objectives can be achieved."
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2025
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Yuni Amalia
"Prevalensi kegemukan pada anak usia sekolah di Jakarta Barat telah melebihi angka nasional yakni sebesar 34,1. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dominan yang berhubungan dengan kegemukan pada siswa-siswi kelas 6 SD di Jakarta Barat. Desain studi yang digunakan adalah cross sectional yang melibatkan 193 sampel yang tersebar di 6 sekolah dasar di Jakarta Barat pada tanggal 23-27 April 2018. Pengambilan data dilakukan melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengisian kuesioner serta wawancara 24-hour food recall. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi kegemukan pada siswa-siswi kelas 6 SD di Jakarta Barat tahun 2018 sebesar 31,1.
Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa durasi menggunakan handphone sebagai faktor dominan yang berhubungan dengan kegemukan pada siswa-siswi kelas 6 SD di Jakarta Barat tahaun 2018. Siswa-siswi yang menggunakan handphone lebih dari 2 jam per hari memiliki risiko 3,275 kali lebih besar mengalami kegemukan dibandingkan dengan siswa-siswi yang menggunakan handphone le; 2 jam per hari.
Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan upaya edukasi mengenai gizi seimbang serta pencegahan kegemukan anak melalui pengukuran antropometri, penyuluhan, poster, buku cerita maupun pembentukan duta gizi. Selain itu perlu dilakukan pembatasan penggunaan handphone dalam kehidupan sehari ndash; hari dan menggantinya dengan kegiatan lain seperti beraktivitas fisik, senam pagi atau bermain aktif ketika di sekolah maupaun di luar rumah.

Prevalence of overweight among elementary school aged children in West Jakarta was higher than Indonesia rsquo s national prevalence 34,1. The aim of this study is to determine the dominant factor associated with overweight among sixth grade students in West Jakarta 2018. A cross sectional study was used on 193 participants in 6 elementary schools in West Jakarta during April, 23rd ndash 27th 2018. Data were collected by measurement of body weight and height, self administered questionnaire and 24 hour food recall interview. The analysis used in this study are univariate, bivariate and multivariate.
The result of this study showed that prevalence of overweight among sixth grade elementary school students at West Jakarta 2018 is 31,1. The result of multivariate analysis showed duration of using mobile phone as dominant factor associated sith overweight among sixth grade students in West Jakarta 2018. Students who use mobile phone more than 2 hours per day are 3,275 times more like to be overweight than students who use mobile phone le 2 hours per day.
Based on the results of this study, the researcher suggests to provide health and nutrition education and prevention of overweight school aged children by antropometry measurements, councelling, poster, story book and nutrition ambassador. Besides that, duration of using mobile phone should be limited or changed by physical activity, aerobics and active playing when at school and their house.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2018
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library