Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 10 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Catur Widi Jurgen Mucharom
"ABSTRACT
Penelitian ini dibuat untuk menganalisis perbandingan antara pengakuan akun Ventura Bersama dengan akun Operasi Bersama pada PT FML. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi kesesuaian pengakuan yang telah dilakukan oleh PT FML atas transaksi Perikatan Bersama dengan PSAK 66: Perikatan Bersama. Hasil analisis ini menyimpulkan bahwa pengakuan yang dilakukan oleh PT FML belum sesuai dengan PSAK 66: Perikatan Bersama.

ABSTRACT
This research was made to analyze the comparison between the recognition of a Joint Venture account with a Joint Operation account at PT FML. The analysis is carried out by identifying the compatibility of the recognition that has been made by PT FML on Joint Arrangement transactions with PSAK 66: Joint Arrangement. The results of this analysis concluded that the recognition made by PT FML was not in compliance with PSAK 66: Joint Arrangement."
2019
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Riza Gaffar
Universitas Indonesia, 1988
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Handowo Dipo
Jakarta: Pustaka Utama Grafiti , 1995
332 HAN s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Bambang Irawan
"Lahirnya perusahaan modal ventura di Indonesia sejak dekade tahun 1973 tidak mengalami banyak perubahan. Dalam perkembangannya, ternyata kebijakan pemerintah mengenai pembiayaan dengan modal ventura ini sejak tahun 1988 sampai saat ini, tidak pernah dirubah, berbeda dengan kebijakan mengenai perbankan yang selalui mengalami penyempurnaan pengaturannya. Hal ini antara lain mengakibatkan ditutupnya 10 perusahaan modal ventura dalam kurun waktu tahun 1995 sampai 2004. Padahal, realisasi pembiayaan melalui modal ventura meningkat tajam dari total 858 juta rupiah tahun 1997 menjadi 2,438 triliun pada tahun 2004. Adanya perberdaan antara kebijakan pemerintah dan realisasi permintaan pembiayaan modal ventura dari masyarakat ini menimbulkan pertanyaan pokok dalam penelitian ini yaitu: (1) sejauh mana manfaat modal ventura bagi perusahaan yang dibiayai, (2) bagaimana kebijakan pemerintah dalam rangka pengembangan usaha modal ventura di Indonesia, (3) kendala apa saja yang ditemui dalam usaha modal ventura bagi perusahaan PPU dan PMV. Dalam menjawab pertanyaan ini, dilakukan penelitian terhadap tiga PPU yang berdomisili di Yogyakarta, Bandung dan Banten, serta terhadap PNM-VC sebagai perusahaan PMV yang diteliti. Penelitian ini dilakukan melalui metode pengumpulan data kepustakaan dan studi wawancara dengan nara sumber sebanyak 12 orang.
Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: modal ventura ternyata menjadi salah satu alternatif terbesar dalam pembiayaan terhadap perusahaan UKM di Indonesia, peranan modal ventura ternyata telah dapat menyelamatkan ekonomi bangsa, ketika krisis ekonomi dan moneter terjadi tahun 1998. Pengaturan kebijakan yang memayungi lembaga pembiayaan ini belum cukup kuat. Sehubungan dengan pembiayaan perusahaan PPU terdapat banyak kendala yang ditemui, baik kendala bagi PPU sendiri maupun kendala bagi PMV. Saran-saran yang dapat dikemukakan adalah perlu memasyarakatkan informasi mengenai usaha modal ventura sebagai sarana pembiayaan yang dapat mengembangkan iklim kewirausahaan. Dalam meningkatkan peranan modal ventura, PMV jangan hanya mengharapkan dukungan dari pemerintah, tetapi bersama-sama dengan pemerintah membuat produk perundang-undangan modal ventura yang sesuai dengan iklim usaha di Indonesia."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T36884
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Fathia Noor Rahma
"Modal ventura merupakan salah satu alternatif sumber pembiayaan selain pembiayaan berupa perolehan kredit dari bank. Salah satu kegiatan usaha modal ventura adalah penyertaan saham yang dilakukan untuk jangka waktu tertentu. Sebelum menjalankan kegiatan usaha nya, perusahaan modal ventura harus mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan. Namun, pada praktiknya terdapat badan usaha asing yang melakukan penyertaan saham di Indonesia yang diduga dilakukan dalam rangka pembiayaan dengan sistem modal ventura. Penelitian ini bermaksud untuk mengkaji bagaimana pengaturan hukum Indonesia terkait penanaman modal asing pada bidang usaha modal ventura dan apakah badan usaha asing dapat melakukan penyertaan saham dalam rangka pembiayaan dengan sistem modal ventura di Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan yang bersifat Yuridis-Normatif.

Nowadays, venture capital company has appear as one of the alternative source of financing other than bank loans. Equity participation is one of the business activities which carried out by venture capital company in certain period of times. Before performing its business in Indonesia, such venture capital company must obtain a business license from Financial Service Authority OJK . However, in practice there are foreign business entities which conduct an equity participation in Indonesia, which may be considered as using a venture capital system. The purposes of this research are to examine the regulation of Indonesian law regarding equity participation by foreign business entities in the sector of venture capital business, and whether such foreign business entities may conduct an equity participation for the purpose of financing by using venture capital system. The method used in this research is literature research that is juridical normative.
"
Depok: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2016
S66469
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Widi Senalasari
"Tesis ini membahas mengenai analisis pembiayaan secara bertahap staged financing yang diberikan oleh perusahaan modal ventura VCF kepada perusahaan startup di Indonesia, apakah benar pemberian pendanaan dilakukan secara bertahap atau tidak, termasuk persyaratan dari VCF ke perusahaan startup untuk dapat memperoleh pendanaan tahap berikutnya. Seiring kesadaran akan pentingnya teknologi meningkat, banyak perusahaan startup di Indonesia yang didirikan. Kebutuhan pendanaan perusahaan ini bukanlah sesuatu yang mudah untuk dipenuhi. Berdasarkan literatur, pendanaan secara bertahap umum dilakukan oleh VCF. Pendanaan pada startup dihadapkan pada adanya informasi asimetris yang tinggi baik terkait dengan masalah seleksi yang berpotensi merugikan maupun masalah moral hazard. VCF yang melakukan investasi pada startup yang potensial perlu mengurangi risiko ini dengan menginvestasikan dana secara bertahap.
Penelitian kualitatif ini dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam. Unit analisis penelitian ini adalah startup Indonesia yang didanai oleh VCF atau private equity. Objek penelitian berjumlah 6 startup di Indonesia. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa perusahaan startup di Indonesia yang dibiayai oleh VCF atau investor lainnya diberikan pendanaan secara bertahap, atau dikenal dengan istilah staged financing. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa untuk mendapatkan pembiayaan tahap selanjutnya, VCF menetapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh perusahaan startup yang mereka danai. Persyaratan ini bahkan melibatkan proses audit.

This thesis concerns analysis of the staged financing given by Venture Capital firms VCFs to the Indonesian start ups they financed, whether or not the staging exists, including the requirement from VCFs to the start ups in order to get the next stage of financing. As awareness of the importance of technology increased, many Indonesian start ups was established, most of them are technology based companies. These companies needs of funding are not something very easy to met. Funding on start ups encounter high information asymmetric both adverse selection problem as well as moral hazard problem. VCFs investing in potential start ups need to mitigate this risk by gradually invest its fund. Based on the literature, staged financing is widely used by VCFs.
This qualitative research run by conducting in depth interviews. The unit of analysis are Indonesian start ups funded by VCFs or private equity fund. Object of analysis are 6 Indonesian startups. We found that Indonesian start ups financed by VCFs or private equity funds are given the fund in stages, or also known as staged financing. We also found that to get the next stage of financing, VCFs set some requirements for start ups they financed to fulfil. These requirements even involve audit process followed strictly.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
T49874
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Salvatore Yitro
"Industri kelapa sawit nasional merupakan salah satu industri yang menghasilkan devisa tertinggi dari sektor nonmigas. Selama periode tahun 2016 hingga Oktober 2022, devisa Indonesia dari kelapa sawit (CPO dan turunannya) berkisar antara USD 18,2 miliar (pada tahun 2016) hingga USD 28,95 miliar (pada tahun 2021). Peningkatan pendapatan ekspor pada tahun 2021 didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk sabun dan pembersih tangan yang terkait dengan pandemi COVID-19, serta tingginya harga produk kelapa sawit. Ketergantungan Indonesia pada pasar global CPO menyebabkan industri kelapa sawit nasional rentan terhadap manipulasi pasar, karena sektor hilir industri kelapa sawit masih dikuasai oleh negara lain. Selain itu, Indonesia belum mampu memperoleh nilai tambah dari sektor hilir tersebut. Dalam penelitian ini, penulis berupaya menganalisis investasi modal ventura untuk pembiayaan pengembangan industri kelapa sawit di Indonesia guna membantu perusahaan swasta dalam memperluas usahanya, khususnya di sektor hilir, dengan menggunakan metode Discounted Cash Flow (DCF) untuk menganalisis kelayakan finansial investasi modal ventura di industri ini. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan bahwa investasi modal ventura dengan periode investasi selama 10 tahun pada proyek industri hilir kelapa sawit terintegrasi dinyatakan layak secara finansial, dengan Nilai Bersih Sekarang (Net Present Value/NPV) sebesar Rp238.154.411.444 dan Tingkat Pengembalian Internal (Internal Rate of Return/IRR) sebesar 12,07%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan Biaya Modal Rata-Rata Tertimbang (Weighted Average Cost of Capital/WACC) sebesar 10,59%.

The national palm oil industry is one of the industries that generates the highest foreign exchange revenue from the non-oil and gas sector. During the period from 2016 to 2022 (October), Indonesia's foreign exchange earnings from palm oil (CPO and its derivatives) ranged from USD 18.2 billion (in 2016) to USD 28.95 billion (in 2021). The increase in export revenue in 2021 was driven by the rising demand for soap and sanitizer products related to the COVID-19 pandemic, and the high prices of palm oil products. Indonesia's dependence on the global CPO market can make the national palm oil industry vulnerable to market manipulation, as the downstream palm oil sector is still under the control of other countries. In addition, Indonesia is unable to benefit from the added value of the downstream industry. In this research, the author attempts to analyze venture capital investment for financing the development of the palm oil industry in Indonesia to assist private companies in Indonesia on expanding their palm oil industry, particularly in the downstream sector by using Discounted Cash Flow method to analyze the financial feasible of venture capital investment in this industry. The results of the financial feasibility analysis indicate that a venture capital investment with a 10-year investment period in a integrated downstream palm oil industry project is financially feasible, with a Net Present Value (NPV) of 238,154,411,444 rupiah and an Internal Rate of Return (IRR) of 12.07%, which is higher than the Weighted Average Cost of Capital (WACC) of 10.59%."
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia, 2025
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Dedi Riyanto Mahmud
"Penelitian mengenai tingkat inovasi pada level regional telah banyak dilakukan di beberapa negara, namun untuk kasus Indonesia penelitian serupa masih sangat jarang untuk ditemui. Penelitian ini menganalisis bagaimana persebaran inovasi di Indonesia serta ingin mengetahui apakah terjadi spilover inovasi atau tidak. Selain itu penelitian ini juga melihat faktor apa saja yang membuat suatu provinsi cenderung memiliki tingkat inovasi yang lebih tinggi dibanding dengan provinsi lainnya di Indonesia.
Tingkat inovasi dalam penelitian ini diukur dengan menggunakan jumlah paten yang terdaftar. Dengan Data paten 33 provinsi dari tahun 2005 hingga 2015 yang dianalisis menggunakan Moran's I test dan spatial durbin model didapati bahwa inovasi di Indonesia terpusat di Pulau Jawa dan cenderung mengelompok.
Provinsi yang memiliki tingkat inovasi yang tinggi cenderung berkelompok dengan provinsi yang memiliki tingkat inovasi tinggi dan sebaliknya. Selain itu penelitian ini juga menemukan bahwa terdapat Spilover inovasi yang terjadi baik secara lokal maupun global. Penelitian ini juga menemukan bahwa tingkat inovasi di suatu provinsi dipengaruhi oleh input inovasi, adanya aglomerasi, akumulasi human capital, adanya industri yang memiliki skill intensive, infrastruktur, akses informasi serta mobilitas penduduk.

Research about level of innovation at the regional has been widely practiced in some countries, but in Indonesia the case of similar research is still very rare to find. This study analyzes how the distribution of innovation in Indonesia and want to know does Spillovers Innovation occur or not. In addition, this study also looks at what factors make a province tend to have a higher level of innovation compared to other provinces in Indonesia.
The level of innovation in this study was measured using the number of registered patents. With 33 provincial patent data from 2005 to 2015 analyzed using Moran 39 s I test and spatial durbin model it was found that innovation in Indonesia was centered on Java and tended to clustering.
The Provinces with high level of innovation tend to group with provinces with high levels of innovation and vice versa. In addition, this study also found that Spillovers innovation occurs both locally and globally. The study also found that the level of innovation in a province is influenced by innovation input, agglomeration, accumulation of human capital, the existence of skill intensive industry, infrastructure, access of information and population mobility.
"
Depok: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, 2017
S69217
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Khotibul Umam
Yogyakarta: Fakultas Ekonomi Bisnis UGM, 2010
332.041 KHO m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library