Ditemukan 3 dokumen yang sesuai dengan query
Bainton, Roland H.
New York: New American Library, 1950
922.4 BAI h
Buku Teks SO Universitas Indonesia Library
Kusrin
"
ABSTRAKAmerika Serikat yang merupakan negara adikuasa di dunia mempunyai penduduk terbesar dunia setelah China dan India dengan kekayaan alam berupa tambang, flora dan fauna adalah negara modern abad ini. Pertanian dan industri yang menggunakan teknologi canggih menghasilkan kemakmuran yang melimpah bagi rakyatnya.
Semua itu mempunyai sejarah yang panjang agar dapat sampai pada keadaan seperti sekarang ini. Amerika Serikat membutuhkan pemerintah yang kuat untuk dapat mengatur rakyatnya. Menurut estimasi Juli 1993 penduduk Amerika Serikat sebanyak 258.103.721 orang yang terletak di area seluas 9.372.610 km2 darat. Rakyat yang sudah menjadi warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang dijamin oleh Deklarasi Kemerdekaan dan Konstitusi.
Warga negara Amerika Serikat sebagian besar lebih dari 90% adalah imigran dari berbagai bangsa di seluruh dunia. Oleh karena itu warga kulit merupakan masalah bagi bangsa Amerika. Mereka semua datang ke Amerika tanpa hak, kemudian mereka semua merasa berhak. Sebagian dari mereka telah merumuskan hak-haknya sebelum sampai Amerika di atas kapal Mayflower yang dikenal sebagai Mayflower Compact"
1995
T-Pdf
UI - Tesis Membership Universitas Indonesia Library
Parhusip, Junyor
"Martin Luther King, Jr tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan Afro-Amerika dalam menuntut kebebasan (hak-hak sipil). Perlakuan segregasi dan diskriminasi yang dialami Afro-Amerika mulai akhir abad 19 (setelah berakhirnya perbudakan) sampai tahun 1950-an oleh kelomok Eropa-Amerika yang berlangsung dengan keras, telah menimbulkan kebangkitan tokoh-tokoh Afro-Amerika yang mulai memperjuangkan kebebasan (hak-hak sipil) bagi Afro-Amerika. Perlawanan tanpa kekerasan (nonviolence resistance) yang dicetuskan oleh King sebagai prinsip/cara baru memperjuangkan hak-hak sipil bagi Afro-Amerika ternyata terbukti mampu mewujudkan cita-cita Afro-Amerika, yaitu melalui cara ini telah menyebabkan integarasi dan memperoleh kebebasan bagi Afro-Amerika. King sendiri dalam pencapaian prinsip ini melalui proses panjang yang dilalui sewaktu ia menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi mendapat pengaruh dari tokoh-tokoh teolog, sosiolog, sejarawan. Tetapi berkat faktor ketekunan yang luar biasa, ia mampu mewujudkan cita-citanya untuk memperjuangkan kebebasan bagi Afro-Amerika. Masyarakat Afro-Amerika percaya bahwa King sebagai symbol perjuangan untuk keberhasilan. Selain itu kalangan Eropa-Amerika juga simpati terhadap perjuangan yang dilakukan oleh King. Hal ini karena kesetiaannya terhadap prinsip perlawanan tanpa kekerasan berdasarkan ajaran cinta kasih. Dalam perjuangan King bersama masyarakat Afro-Amerika tentu saja mendapat rintangan yang tidak sedikit, akan tetapi sekali lagi perjuangan melalui pendekatan tanpa kekerasan akhimya mampu melahirkan Undang-undang Hak-hak sipil 1964 yang membebaskan Afro-Amerika dari diskriminasi dan segregasi."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1997
S12475
UI - Skripsi Membership Universitas Indonesia Library