Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Maria Dian Patriani
"Novel berjudul Hong Lou Meng (Impian Kamar Merah) adalah salah sate novel besar yang ditulis oleh Cao Xueqin pada masar dinasti Qing. Dalam novel sepanjang 120 bab ini, tokoh 'utamanya, Jia Baoyu, disertai. tokoh-tokoh andalan, Lin Taiyu dan Xue Bao_zhai serta tokoh-tok.oh bawahan yang banyak ditampilkan oleh Cao berturut-turut melalui keanekaragaman cerita dan rangkaian-rangkaiann peristiwa. Can Xuegin sendiri berasal dari kalangan keluarga elit. Ia diperkirakan lahir antara, tahun 1716 dan 1718. Ke1uarga Cao yang memiliki latar belakang sastra yang kuat menjadikan Can seoranq penulis prosa yang handal. Novel karya Cao Xuegin .ini mencerita_kan tentang keadaan sebuah keluarga bangsawan elit Jia yang meliputi berbagai segi, tenutama dalam hal sosial, religi dan moral. Keluarga Jia dalam novel. Hong Lou Meng adalah gambaran tentang keluarga-keluarga Cina tardisional yang ada dalam masya_rakatnya, yaitu keluarga yang menganut sisstern Patriarkhat dan mernakai konfusius sabagai dasar moral dalam kehidupan sehari-_hari. Skripsi ini bertuj uan untuk memperlihatkan sikap--sik.ap Xueqin terhadap Kon fusianisme. Cap Xuegin mangambil konfusianisme sebagai titik tolak untuk rnengembangkan ceritanya. Tetapi apa yang digambarkan Cao tidak sepenuhnya mendukung Konfusianisme karena pada banyak peristiwa, dia menampilkan ketidaksetujuan terhadap Konfusianisme. Analisis antariq Hong Lou Meng ini akan berkisar pada aspek moral konfusius yang barhubungan dengan sikap pro dan kontra yang menyangkut perkawinan dan moral."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1993
S13048
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Tsao, Hsueh Chin
Jakarta: Bhuana Ilmu Populer, 1989
895.13 TSA i
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Changsha: Hunan People Publishing House, 2009
SIN 181.11 MEN
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Laras Lauditta Hersanto
"[ABSTRAK
Jurnal ini akan memaparkan penyelenggaraan tradisi ritual Qing Ming yang dilaksanakan di Tangerang, Banten
yang jatuh pada tanggal 5 April tahun 2015. Qing Ming di Indonesia lebih dikenal dengan Ceng Beng (bahasa
Hokkian). Perayaan ini merupakan salah satu dari sekian banyak perayaan hari raya Tiongkok yang tetap
dilestarikan perayaannya di Indonesia. Dari makna harafiahnya Qing berarti jernih dan Ming berarti terang. Di
Tiongkok biasanya Qing Ming jatuh pada musim semi, di mana merupakan saat yang paling tepat untuk
mengunjungi makam para leluhur (ziarah). Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan apa yang dilaksanakan
oleh masyarakat peranakan Tionghoa di Tangerang pada perayaan Qing Ming dan makna dari pelaksanaan
perayaan Qing Ming itu sendiri.ABSTRACT This journal will explain about the traditional Qing Ming ceremony held in Tangerang, Banten, on April 5th
2015. In Indonesia, Qing Ming is better known as Ceng Beng (the name in Hokkian dialect). This festival is one
of many Chinese traditional festivals that are still celebrated in Indonesia these days. The word "Qing" itself
literally means clear while the word "Ming" means bright. In China, Qing Ming is usually held in the middle of
spring, which is the perfect time to visit family's graveyard. This research aims to explain what the Qing Ming
celebration entails in Tangerang?s Chinese-Indonesian community, and also the meaning of Qing Ming ceremony
in itself., This journal will explain about the traditional Qing Ming ceremony held in Tangerang, Banten, on April 5th
2015. In Indonesia, Qing Ming is better known as Ceng Beng (the name in Hokkian dialect). This festival is one
of many Chinese traditional festivals that are still celebrated in Indonesia these days. The word "Qing" itself
literally means clear while the word "Ming" means bright. In China, Qing Ming is usually held in the middle of
spring, which is the perfect time to visit family's graveyard. This research aims to explain what the Qing Ming
celebration entails in Tangerang’s Chinese-Indonesian community, and also the meaning of Qing Ming ceremony
in itself.]"
Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2015
MK-PDF
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library