Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Putri Lahu Selena Maufti
"Moringa oleifera Lam. merupakan tanaman dengan kandungan senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak daun M. oleifera menggunakan pelarut air. Ekstraksi dilakukan dengan metode infusa, yaitu menyeduh serbuk daun kering pada suhu 85°C selama 30 menit. Fermentasi dilakukan dengan variasi konsentrasi substrat (1%, 3% dan 5%) menggunakan Lactobacillus casei InaCC B75 dengan konsentrasi inokulum 10% selama 24 jam. Supernatan dari hasil fermentasi dilakukan uji antibakteri dengan bakteri uji Escherichia coli InaCC B5 dan Staphylococcus aureus InaCC B4 menggunakan metode Kirby-Bauer disk diffusion. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa fermentasi infusa daun M. oleifera konsentrasi 1%, 3%, dan 5% dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dengan nilai indeks aktivitas (IA) berturut-turut, yaitu 0,35±0,037, 0,23±0,042, dan 0,43±0,038, sedangkan pada E. coli tidak menunjukkan adanya aktivitas antibakteri. Fermentasi infusa daun M. oleifera oleh L. casei tidak berpengaruh pada aktivitas antibakteri, namun berpengaruh pada peningkatan total fenol dan total asam laktat. Peningkatan total fenol tertinggi terdapat pada infusa konsentrasi 5%, yaitu 0,42±0,022 mg GAE/g (kontrol) menjadi 0,54±0,010 mg GAE/g (fermentasi). Peningkatan total asam laktat tertinggi terdapat pada infusa konsentrasi 1%, yaitu 0,04%±0 (kontrol) menjadi 0,33%±0,00012 (fermentasi). Penurunan Nilai pH hasil fermentasi infusa daun M. oleifera konsentrasi 1%, 3%, dan 5% berturut-turut adalah 5,93±0,012 menjadi 4,03±0,003, 5,38±0 menjadi 4,16±0,003, dan 5,22±0,006 menjadi 4,26±0,002.

Moringa oleifera Lam. is a plant with phytochemical compounds that have the potential to be antibacterial. This research was conducted to study the antibacterial activity of M. oleifera leaf extracts using aqueous solvents. The extraction of leaves was carried out by infusion method which was brewing leaf powder at 85°C for 30 minutes. Fermentation was carried out with variations in substrate concentration (1%, 3% and 5%), using Lactobacillus casei InaCC B75 with 10% inoculum concentration for 24 hours. The supernatant of fermented leaves assayed antibacterial tests on Escherichia coli InaCC B5 and Staphylococcus aureus InaCC B4 using Kirby-Bauer disk diffusion method. Antibacterial test revealed that fermentation of M. oleifera leaf infusion concentrations of 1%, 3%, and 5% could inhibit the growth of S. aureus with activity index (IA) is 0.35±0.037, 0.23±0.042 and 0.43±0.038, respectively, whereas E. coli did not show antibacterial activity. Fermentation of M. oleifera leaf infusion using L. casei has no effect on antibacterial activity, but has an effect on increasing total phenol and total lactic acid. The highest increase in total phenol was at 5% infusion concentration, that is 0.42±0.022 mg GAE/g (control) to 0.54±0.010 mg GAE/g (fermentation). The highest increase in total lactic acid was at 1% infusion concentration, that is 0.04%±0 (control) to 0.33%±0.00012 (fermentation). Decrease in pH of fermented M. oleifera leaf infusion concentration of 1%, 3%, and 5% is 5.93±0.012 to 4.03±0.003, 5.38±0 to 4.16±0.003, and 5.22±0.006 to 4.26±0.002, respectively.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Arestiara Shaquelliniesa
"ABSTRAK
Pemanfaatan tanaman obat sebagai sumber senyawa yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan terus berkembang. Salah satu tanaman obat yang memiliki berbagai manfaat kesehatan adalah Moringa oleifera Lam. Tanaman tersebut dikenal sebagai kelor dan daunnya banyak digunakan sebagai sumber makanan di Indonesia. Daun tanaman tersebut dilaporkan berpotensi sebagai agen antibakteri alami. Aktivitas antibakteri daun mungkin ditingkatkan melalui proses fermentasi. Penelitian dilakukan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri dari hasil fermentasi infusa daun M. oleifera Lam. menggunakan metode agar well diffusion terhadap Staphylococcus aureus InaCC B4 dan Escherichia coli InaCC B5. Proses fermentasi dilakukan oleh Lactobacillus pentosus InaCC B149 selama 24 jam dengan berbagai konsentrasi infusa daun (2,5%, 5,0% dan 10,0%). Infusa tidak difermentasi digunakan sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan infusa daun M. oleifera Lam. difermentasi dengan konsentrasi 5,0% dan 10,0% menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap kedua bakteri uji. Indeks aktivitas (IA) infusa 5,0% dan 10,0% tersebut terhadap S.aureus InaCC B4 berturut-turut adalah 0,45±0,006 dan 0,56±0,04; dan IA terhadap E.coli InaCC B5 berturut-turut adalah 0,59±0,053 dan 0,77±0,119. Asam organik (asam laktat dan asam asetat) yang diproduksi melalui fermentasi gula oleh L. pentosus diduga sebagai agen antibakteri utama dalam penelitian. Kadar total asam yang dinyatakan sebagai asam laktat dalam infusa difermentasi yaitu 0,64%±0,007 (infusa 5,0%) dan 0,89%±0,000 (infusa 10,0%). Sementara itu, aktivitas antibakteri dari infusa daun difermentasi dengan konsentrasi 2,5% dan kelompok kontrol tidak terdeteksi terhadap kedua bakteri uji. Penelitian menunjukkan bahwa proses fermentasi oleh Lactobacillus pentosus InaCC B149 meningkatkan aktivitas antibakteri dari infusa daun M. oleifera Lam. pada konsentrasi infusa 5,0% dan 10,0%.

ABSTRACT
Utilization of medicinal plants as a source of compounds that can improve the quality of health continues to develop. One of the medicinal plants which has various health benefits is Moringa oleifera Lam. The plant is known as Kelor and its leaves are widely used as a food source in Indonesia. The leaves are reported to have potential as a natural antibacterial agent. The antibacterial activity of the leaf possibly to be enhanced through the fermentation process. This study was conducted to evaluate the antibacterial activity of fermented M. oleifera Lam. leaf infusion using the well diffusion method against Staphylococcus aureus InaCC B4 and Escherichia coli InaCC B5. The fermentation process was carried out by Lactobacillus pentosus InaCC B149 for 24 hours with various concentrations of the leaf infusion (2.5 %, 5.0% and 10.0 %). The non-fermented leaf infusion used as control. The result reveals that fermented M. oleifera Lam. leaf infusion at 5.0% and 10.0% concentration exhibited antibacterial activity against both bacterial test. The activity index (IA) of fermented 5.0% and 10.0% against S.aureus InaCC B4 were 0.45 ± 0.006 and 0.56 ± 0.04, respectively; and IA against E.coli InaCC B5 were 0.59 ± 0.053 and 0.77 ± 0.119, respectively. Organic acids (lactic acid and acetic acid) produced from fermentation sugar by L. pentosus are assumed to be the primary antibacterial agents in the study. Total acid levels expressed as lactic acid in fermented infusions were 0.64% ± 0.007 (5.0% infusion) and 0.89% ± 0.000 (10.0% infusion). On the other hand, the antibacterial activity of the fermented leaf infusion with a concentration of 2.5% and the control group not detected against both bacterial test. This study shows that the fermentation process by Lactobacillus pentosus InaCC B149 increased the antibacterial activity of M. oleifera Lam. leaf infusion at a concentration of 5.0% and 10.0%."
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2020
S-pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library