Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 13 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Lusmini Larasati
"Penulis telah melakukan penelitian mengenai penempat_an buku di Toko Buku Grafiti cabang Slipi, Jakarta, selama dua minggu dari tanggal 26 Juli sampai dengan 8 Agustus 1992. Tujuannya adalah untuk mencari sejauh mans kesesuai_an antara subjek hasil pengkatalogan dan penempatan buku diukur dari jumlah judul buku yang sesuai dan jumlah buku yang tidak sesuai. Pengumpulan data dilakukan.melalui pengamatan oleh penulis pribadi. Cara pengamatan dilakukan, pembentukan kerangka sampel dan pemilihan sampel dijelaskan. Hasilnya menunjukkan bahwa 77.65 % penempatan buku sudah sesuai dengan subjek hasil pengkatalogan dan 22.65 % penempatan buku tidak sesuai dengan subjek hasil pengkata_logan. Faktor-faktor penyebab adanya penempatan buku yang tidak sesuai dengan subjek hasil pengkatalogan adalah ma_sih awamnya pengertian klasifikasi atau subjek yang dimi-liki pegawai toko buku, penempatan buku yang lebih menu_ruti keinginan pribadi manajer toko, judul buku yang dija_dikan pedoman dalam menempatkan buku,tidak tersedianya raft subjek yang sesuai dengan subjek yang dikandung buku dan pengutamaan nilai komersial buku. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penempatan buku di Toko Buku Grafiti sudah sesuai dengan subjek hasil pengkatalogan, namun masih ditemui penempatan buku yang tidak sesuai dengan subjek basil pengkatalogan. Untuk mengurangi, bahkan meniadakan penempatan buku yang tidak sesuai tersebut, diperlukan usaha-usaha sebagai berikut: Calon pegawai yang terutama akan menangani buku dibekali pengetahuan dasar klasifikasi atau subjek buku sebaik-baiknya. Manajer toko agar jangan terlalu berkeras menuruti keinginan pribadi dalam menempatkan buku dan bisa menerima saran atau pendapat pegawai toko lainnya. Judul jangan dijadikan satu-satunya cara dalam menentukan klasifikasi atau subjek buku."
Depok: Universitas Indonesia, 1992
S15534
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Jakarta: Badan Pembinaan Hukum Nasional, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, 1990
340 IND l
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Retno Prabandari
Jakarta: UKKP Proyek PS2-PT, 1992
R 620.001 6 RET d
Buku Referensi  Universitas Indonesia Library
cover
Michaell Yose Andersen
"Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) merupakan badan usaha yang seluruh atau sebagian modalnya dimiliki oleh desa melalui penyertaan langsung yang berasal dari kekayaan desa yang dipisahkan yang bertujuan untuk kesejahteraan masyarakat. Keberadaan BUM Desa tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa, Namun terdapat kekurangan atau kekosongan hukum dalam pengaturan tentang BUM Desa dalam Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tersebut yakni terkait dengan konstruksi yuridis dari BUM Desa sebagai suatu subyek hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dikarenakan dikarenakan penelitian ini mencoba untuk mengkaji norma hukum yang terdapat dalam peraturan-peraturan perundangan yang berlaku terkait dengan BUM Desa serta terkait dengan kepailitan badan usaha yaitu Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa dan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Hasil penelitian yang telah dilakukan dapat diperoleh kesimpulan bahwa: Pertama, BUM Desa merupakan badan usaha yang tidak berbadan hukum, namun dalam perkembangannya BUM Desa dapat menjadi badan usaha yang berbadan Hukum. Kedua, BUM Desa dapat diajukan Pailit berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU Kepalitian dan PKPU.

Village Owned Enterprises (BUM Desa) are business entities whose capital is wholly or partly owned by the village through direct investment originating from separated village assets aimed at the welfare of the community. The existence of BUM Desa is regulated in Law Number 6 of 2014 concerning Villages. However, there is a legal deficiency or vacuum in the regulation regarding BUM Desa in Law Number 6 of 2014 which is related to the juridical construction of BUM Desa as a legal subject in Indonesia. . This study uses a normative juridical research method because this research tries to examine the legal norms contained in the applicable laws and regulations related to BUM Desa and related to bankruptcy of business entities, namely Law Number 6 of 2014 concerning Villages and Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations. The results of the research that has been carried out can be concluded that: First, BUM Desa is a business entity that is not a legal entity, but in its development BUM Desa can become a legal entity. Second, BUM Desa can be filed for bankruptcy based on Law Number 37 of 2004 concerning Bankruptcy and Postponement of Debt Payment Obligations (Bankruptcy Law and PKPU.)"
Jakarta: Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2023
T-pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Mohammad Aries
"Evaluasi Daftar Tajuk Subyek TEMPO sebagai pedoman pengindeksan artikel/berita majalah TEMPO dilakukan pada bulan Februari dan Maret 1967. Tujuannya untuk mengetahui daya guna Daftar Tajuk Subyek TEMPO diukur dari keberhasilan pengindeks dalam menentukan istilah-istilah sebagai titik carian. Penelitian dilakukan dengan mengevaluasi istilah yang dipilih oleh delapan pengindeks dari empat artikel/berita majalah TEMPO 27 Oktober 1986. Cara pengambilan sampel dan tabulasi istilah dijelaskan.
Hasi1 evaluasi menunjukkan bahwa, rata-rata persentase ketaatasasan istilah sebesar 35,6%, di bawah 50% Sedangkan rata-rata persentase ketuntasan istilah sebesar 79%. Faktor-faktor yang mempengaruhinya, antara lain faktor pengindeks dan isi Daftar Tajuk Subyek. Dan segi praktis Daftar Tajuk Subyek TEMPO telah berfungsi dengan baik, tapi Untuk meningkatkan daya gunanya perlu diperhatikan usaha-usaha, antara lain (1) meninjau kembali istilah yang diqunakan sebagai tajuk mengenai sinonim, homonim, polisemi, acuan dan sebagainya. (2) Menyempurnakan kembali Pedoman Kerja Pengindeksan."
1987
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Steffi Magdalena Jayanti
"Penulisan skripsi ini berawal dari ketidakjelasan konsep subyek, fantasi, dan emansipasi dalam keadaan kapitalisme-globalisasi. Subyek yang bersifat void ini selalu berupaya menutupi lackness alamiahnya. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui fantasi. Prinsip dasar fantasi adalah 'Che vuoi' (What do you want from me?). Hasrat pihak lainlah yang secara tidak sadar membentuk hasrat seseorang, contohnya pada kasus fantasi rasis. Problematika ini memampukan subyek untuk melampaui sisi tergelapnya, sehingga terkait dengan emansipasi. Kondisi emansipasi merupakan tujuan perjuangan subyek. Perjuangan tersebut membutuhkan subyek yang mempunyai kemampuan mengatasi lackness alamiahnya melalui tindakan radikal. Tindakan radikal ini dapat terjadi dengan adanya pematahan struktur the Big Other, serta pelepasan diri dari tatanan the Symbolic yang ada. Tindakan radikal ini menghasilkan kebaruan dan subyek 'kosong'. Situasi inilah yang memungkinkan tercapainya emansipasi. Perlu diingat bahwa emansipasi tidak bisa berhenti, tidak mempunyai syarat-syarat legal, serta bukanlah sebuah fantasi (karena bukan bentukan hasrat pihak lain).

This thesis begins with the vagueness concept of subject, fantasy, and emancipation in capitalist-globalization. Subject, whose characteristic is void, always try to cover this natural lackness. One of the efforts is through fantasy. The basic principle of fantasy is 'Che vuoi' (What do you want from me?). Other party desire unconsciously forms one's desires, for example in the case of racist fantasy. This problematic enabling the subject to pass over the darkest side of his/her life, which associated with emancipation. Emancipation is a condition that being the goal of subject's struggle. This struggle requires a subject that has the ability to overcome his/her natural lackness through radical action. This radical action may occur by the breaking the structure of the Big Other, as well as the self-release from the existing the Symbolic order. This radical action produces novelty (new form) and the an "empty" subject. This situation allows the possibility of emancipation. Some things that we should keep in our mind that emancipation won't have finished, it doesn't have any legal terms, and it's not a fantasy (as it's not formed by the other party's desire)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 2012
S42232
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Virra Wirdhiningsih
"Tesis ini membahas tentang faktor-faktor yang menjadi pertimbangan subyek dan kewarganegaraan ganda terbatas dalam menentukan status kcwarganegamannya pada saat yang telah ditentukan itu telah tiba berdasarkan pasal 6 UU No. 12 Tahun 2006 tcntang kewarganegaraan.
Undang-Undang No 12 Tahun 2006 dibuat dan diundangkan tmtuk mcmfasilitasi keinginan dari pelaku pernikahan beda bangsa untuk mendapatkan hak terhadap anak. Pemerintah Indonesia memperjclasnya dalam Peraturan Pemerintah No. 2 Tahun 2007 untuk pelaksanaanya.
Pengcrtian mcngeuai fungsi keluarga yang diutarakan oleh Abu Ahmadi dan tangga hierarki motivasi manusia dad Abraham Maslow tentang kebuluhan akan aktualisasi diri yang akan digunakan dalam mcneliti persoalan tersebut_ Penelitian ini bersifat kualilalif dan metode yang digunakan adalah wawancara dan studi pustaka.
Dari analisis terhadap data dan hasil wawancaxa, disimpulkan bahwa Undang-Undang No. I2 tahun 2006 telah dibuat untuk memberikan hak kcpada anak dari pcrnikahan beda ncgara orang tuanya, akan tetapi hal ini perlu diimbangi dengan peran orang tua dalam keluarga dalam membantu anak dalam fungsinya membantu anak menemukan status sosialnya (kewarganegaraan) dan kejelasan rlari kebijakan yang ditctapkan oleh negara dalam hal batas waktu yang tclah ditetapkan bagi anak untuk memilih dan konsekucnsi yang harus dilerima secara hukum yang berlaku.

This thesis discusses the factors into consideration the subject of limited dual citizenship in determining the citizenship status at the time that has been determined that has come under article 6 of Law no. 12 of 2006 concerning citizenship.
Act No. 12 of 2006 created and enacted to facilitate the desire of the perpetrators of marriage different from nation to gain the rights of children. Indonesian government to clarify the Government Regulation no. 2 Year 2007 for its implementation.
Understanding of family function expressed by Abu Ahmad and staircase hierarchy of human motivation from Abraham Maslow's about self-actualization needs to be used in researching the issue. This study is qualitative and the methods used are interviews and literature study.
From the analysis of the data and interviews, concluded that the Act. I2 in 2006 was created to give rights to the child from phisher parents' marriage different countries, but this needs to be balanced with the role of parents in families in helping children in its function of helping children find their social status (citizenship) and the clarity ofa policy set by the state in terms ofa predetermined time limit for children to choose and the consequences that must be accepted laws.
"
Depok: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2011
T29149
UI - Tesis Open  Universitas Indonesia Library
cover
Yuniarti
"Di suatu perpustakaan yang mencakup sejumlah besar koleksi, penggunaan nomor-nomor klasifikasi dan tajuk subjek-tajuk subjek yang sama secara berulang, mengakibat_kan terjadinya korelasi antara pasangan nomor klasifikasi_tajuk subjek yang bersesuaian dengan satu atau lebih pasangan lain yang sama persis. Penelitian ini bertujuan menghitung besarnya korelasi yang terjadi antara nomor klasifikasi HLM (National Library of Medicine), dan tajuk subjek MeSH (Medical Subject Head_ings), dalam sistem pengkatalogan yang telah dilaksanakan di perpustakaan FKUI. Analisis hasil penghitungan berguna untuk menentukan metode alternatif penggunaan indeks kore_lasi yang terbaik. Hasil penghitungan memperlihatkan adanya korelasi sebesar 31,46% antara nomor klasifikasi-tajuk subjek yang terdapat dalam 3284 entri yang diteliti. Hasil analisis terhadap perbandingan antara besarnya korelasi dengan jumlah total pasangan dalam kelompok nomor klasifikasi atau kelompok tajuk subjek yang menunjukkan korelasi, memperlihatkan bahwa metode penelusuran melalui indeks korelasi berdasarkan tajuk subjek untuk memperoleh nomor klasifikasi yang sesuai merupakan metode terbaik, karena lebih akurat (72,96 %), dibandingkan menelusur melalui indeks korelasi berdasarkan tajuk subjek untuk memperoleh nomor klasifikasi yang sesuai (tingkat keakurat_annya hanya 52,61 %)."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1994
S15620
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Seno Gumira Ajidarma, 1958-
"Tujuan dari tesis ini adalah menggali dan membuktikan secara filosofis, bahwa fotografi adalah wacana pengetahuan yang mungkin menjadi kajian ilmu pengetahuan. Dalam tesis ini fotografi menjadi bahan kajian ontologi, yakni ilmu pengetahuan mengenai yang-ada pada dasarnya bisa dicerap dan ditangkap pancaindra. Pengertian ada dalam perbincangan tentang fotografi ini mengacu kepada ontologi Heidegger, yang menolak ontologi tradisional : ada selalu berarti berada dalam dunia yang berkesadaran Da-sein. Tujuan tesis ini menunjukkan bagaimana fotografi ada dalam pendekatan Da-sein sebagai subyek yang memotret dan subyek yang memandang agar dari perbincangan ontologis ini tergambarkan kesadaran manusia dalam caranya melukiskan hubungan yang tidak terpisahkan antara jiwa dan raga"
Depok: Universitas Indonesia, 2000
T819
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elly Yulida
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, 1987
S14216
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>