Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 15 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Mohammad Iskandar
"Suksesi sebenarnya merupakan kejadian yang lumrah, tanpa dapat dicegah, sebab merupakan proses alami yang manusiawi. Namun untuk sebagian orang atau kelompok, tertentu, terutama yang berkepentingan dengan kedudukan, jabatan dan kekuasaan, seringkali suksesi dianggap sebagal suatu yang tidak lumrah. Apalagi jika mereka tidak kebagian kedudukan atau kekuasaan, maka segala upaya diusahakan agar suksesi itu tidak terjadi, jikalau proses itu merugikan mereka. Sebaliknya suksesi dianggap harus terjadi jika proses itu menguntungkannya. Karena ada usaha semacam itulah maka tidak jarang dalam proses suksesi itu disertai pula oleh munculnya keresahan sosial. Dan kejadian semacam itu tidak hanya terjadi dalam skala nasional, melainkan juga terjadi dalam tingkat lokal, sebagai contoh soal adalah peristiwa "huru-hara" di kota bandung pada tahun 1893.
Pada pertengahan 1893, bupati Bandung Raden Demang Koesoemadilaga meninggal dunia karena sakit, tanpa meninggalkan 'pewaris' untuk menggantikannya. Kekosongan ini telah memancing impian dan harapan pada beberapa priyayi Bandung untuk dapat mengisinya. Salah seorang yang berambisi untuk menggantikan kedudukan Koesoemadilaga adalah Raden Rangga Soemanagara yang pada waktu itu menjabat sebagai Patih Bandung. Untuk memenuhi ambisinya itu ia berusaha 'menyingkirkan' orang-orang yang dianggap akan menghalangi niatnya itu, antara lain dengan cara menyebar isu-isu negatif tentang tokoh-tokoh yang dianggap rivalnya itu. Di samping itu dia pun menyebar isu yang isinya seakan-akan masyarakat Bandung hanya mau mnerima bupati keturunan Bandung. Jelas isu yang terakhir ini lebih banyak ditujukan untuk mempengaruni opini para pejabat Belanda yang ikut menentukan diangkat-tidaknya seseorang menjadi bupati.
Meskipun menurut perhitungan Seomanagara dia pasti akan diangkat menjadi bupati Bandung, karena orang-orang yang dianggap saingannya mempunyai banyak cacat; namun apa yang kemudian terjadi justru berada di luar perhitungannya. Yang diangkat oleh pemerintah kolonial belanda sebagai bupati Bandung yang baru adalah orang dari luar kabupaten Bandung, yaitu Raden Arya Martanagara, keturunan Sumedang yang pada waktu itu menjabat sebagal patih di Mangunreja, Sukapura Kolot.
Soemanaga yang merasa kecewa kemudian mencoba menggagalkan usaha pelantikan martanagara sebagai bupati dengan cara melakukan sabotase, dan membuat kekacauan. Namun sekali lagi perhitungan Soemanagara meleset. Apa yang direncanakannya ternyata telah diketahui aleh Resien Priangan. Oleh karena itu usaha sabotase yang direncakannya itu mengalami kegagalan. Lalu ia beserta pengikutnya diajukan ke pengadilan dan dihukum buang, antara lain ke Kalimantan dan Sulawesi. Soemanagara sendiri yang dituduh sebagai biangkeladinya dibuang ke Manado."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 1994
LP-Pdf
UI - Laporan Penelitian  Universitas Indonesia Library
cover
Fulmer, Robert M.
""Within the next few years, "baby boomer" leaders and managers will be retiring in huge numbers. From the executive suite on down, the challenge to put the right person in place for every job is becoming acute. The potential shortfall means organizations must put succession planning at the top of their priority lists. Growing Your Company's Leaders offers the results of a study of five global leaders in succession strategy: Dow Chemical, Dell Computer, Eli Lilly, Pan Canadian Petroleum, and Sonoco. Readers will learn what these and sixteen other high-profile organizations are doing to identify, secure, and prepare the next generation of leaders. This book examines: * the link between succession management and business strategy * the architecture of good plans and how technology can make them better * the importance of individual employee development * why senior management support is crucial * how to monitor the effectiveness of the succession management system.""
New York: [American Management Association, ], 2004
e20438533
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Peranginangin, Effendi
Jakarta: RadjaGrafindo Persada, 2007
346.05 PER h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Yenny Widjaja
"Hukum Pewarisan menurut Kitab Undang-undang Perdata menentukan bahwa yang berhak menjadi ahli waris adalah keluarga sedarah, baik yang sah menurut Undang-undang maupun yang di luar perkawinan serta suami atau istri yang hidup terlama. Jika suami meninggal, istri mendapat bagian sebesar setengah harta campur ditambah bagian warisannya menurut Undang-undang. Namun kedudukan istri dalam perkawinan kedua tidak sama dengan kedudukan istri dalam perkawinan pertama, dalam hal ada anak dari perkawinan pewaris yang pertama. Bagian istri dalam perkawinan kedua dibatasi oleh Undang-undang dengan tujuan untuk melindungi kepentingan anak-anak dari perkawinan pertama. Manfaat istri dalam perkawinan kedua dibatasi sebesar bagian terkecil seorang anak perkawinan pertama dengan maksimum seperempat harta peninggalan baik berasal dari harta campur, warisan menurut Undang-undang maupun dari wasiat.
Ada dua pendapat mengenai cara perhitungan manfaat yang didapat istri dalam perkawinan kedua. Pendapat pertama menyatakan bahwa harta campur tidak dibagi dua melainkan semuanya menjadi harta peninggalan pewaris. Istri dalam perkawinan kedua mendapat satu kali saja harta campur atau warisan atau wasiat. Pendapat kedua menyatakan bahwa istri dalam perkawinan kedua mendapat setengah harta campur ditambah warisan menurut Undang-undang seperti halnya istri dalam perkawinan pertama, yang kemudian dikurangi kelebihan manfaatnya.
Penulis lebih setuju dengan pendapat kedua karena lebih mendukung rasa keadilan bagi istri dalam perkawinan kedua dan pendapat ini juga tidak merugikan anak-anak dari perkawinan pertama. Istri dalam perkawinan kedua juga dibatasi manfaatnya dari wasiat. Suatu ketetapan wasiat untuk istri dalam perkawinan kedua tidak mempengaruhi besarnya bagian warisannya karena selalu dibatasi dengan maksimum sebesar bagian ab intestatonya. Penulisan ini menggunakan penelitian kepustakaan yang bersifat yuridis normatif."
Depok: Universitas Indonesia, 2005
T14511
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Muhamad Syauqillah
"Kemenangan Kelompok Islam di Aljazair dalam demokrasi melalui pemilihan umum putaran pertama pads 1991 menjadi suatu fenomena menarik di tengah situasi Timur Tengah. Sebagaimana diketahui bahwa Timur Tengah merupakan kawasan yang memiliki karakteristik negara monarkhi absolut dan republik sosialis. Front Islamique du Salut (FIS) di Aljazair merupakan kelompok Islam kedua setelah Syiah yang banyak mendapatkan dukungan dari masyarakatnya. Dalam situasi masyarakat yang tengah mengalami kesulitan, FIS menawarkan pembaharuan kepada rakyat kecil. Hal tersebut memberikan nilai positif bagi FIS untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakat Aljazair.
Namun, menjelang pemilu putaran kedua, Presiden Aljazair, Chadli Benjedid mengundurkan diri dan Dewan Keamanan Nasional yang merupakan kepanjangan tangan dari militer. Pihak militer melakukan pembatalan atas hasil pemilu yang dimenangkan oleh FIS dan membuat kebijakan bahwa FIS merupakan partai terlarang. Pembatalan yang dilakukan militer tersebut dalam dunia perpolitikan disebut sebagai Military Putcsh.
FIS dituduh sebagai kelompok fundamentalis yang jika berkuasa akan memberangus nilai-nilai demokrasi, tuduhan tersebut dilayangkan bukan saja oleh kalangan dalam negeri saja, melainkan juga negara barat seperti Amerika Serikat dan Perancis. Kedua negara tersebut mengkampanyekan bahwa fundamentalisme merupakan ancaman baru setelah keruntuhan komunisme.

The winning of Islamic Group in Algeria on democratic first round election in 1991 became an amazing phenomenon in Middle East which has particular characteristic as the absolute monarchy and socialist republic country. Front Islamique du Salut (FIS) in Algeria is the second Group of Islam after Shi'ite which gets supports from the Algerian molested society. FIS coming, order to give the new concept for making condition of Algeria become better than before. Besides that, FIS also already seized the attention of Algerian common people because of it fight orientation.
But, toward the second circle election, the President of Algeria, Chadli Benjedid retreat from his position and National Security Council as the military subordinate, canceled the election result that is won by FIS. The council makes a new policy and announces that FIS is forbidden party. The military's cancellation is a new concept of Military Putcsh in political sector. That cancellation is also considered as Military Putcsh many country of the world.
FIS is pointed as the fundamentalist group. In the government perspective, FIS is predicted become the dictator government if its party dominates the Algerian power. It is also predicted that FIS will eliminate the democratic values. It's prediction not only given by the domestic administrator, but also foreign country such as America and French. They campaign about the dangerous of fundamentalism after communist debacle.
"
Jakarta: Program Pascasarjana Universitas Indonesia, 2006
T18137
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Emeliana Krisnawati
Bandung: Utomo, 2006
346.05 EME h
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Irma Amalia
"Pembahasan dalam penulisan tugas akhir ini difokuskan pada implementasi program perencanaan suksesi di PT. XYZ melalui pemilihan pendekatan perencanaan suksesi yang sesuai dengan kondisi perusahaan. Penulis mengambil contoh implementasi perencanaan suksesi di Divisi General Affair, khususnya posisi Junior Manager (General Support Sub Department Head).
PT. XYZ merupakan salah satu anak perusahaan PT. RI Tbk. yang bergerak dalam bidang manufaktur dan penjualan sepeda motor "X". PT. XYZ inenjalankan aktivitas produksi, penjualan Berta pelayanan puma jual sepeda motor "X". PT. XYZ berdiri sejak 1971 dengan jumlah produksi pada tahun 2005 mencapai 2.652 000 unit. Saat ini PT. XYZ merupakan market leader bisnis sepeda motor di Indonesia. Total jumlah sumber Jaya manusia (SDM) saat ini sekitar 12.324 (Maret 2006). Ulasan permasalahan ini kami rinci dalam Bab I.
Saat ini terjadi kondisi yang cukup kritis dimana SDM yang potensial banyak yang memasuki usia pensiun dan bahkan telah meninggalkan PT. XYZ. Half tersebut mengakibatkan cukup banyaknya posisi Junior Manager yang kosong. Dari I50 posisi Junior Manager; ada 39 jabatan yang kosong dan 18 orang yang akan pensiun sehingga kebutuhannya mencapai 57 orang (38%). Data-data pendukung secara rinci tercantum dalam Lampiran 3.
Kondisi tersebut menunjukkan permasalahan yang dihadapi PT. XYZ adalah perencanaan suksesi (succession planning) yang belum berjalan secara efektif. Salah satu indikator dari keberhasilan perencanaan suksesi adalah kelancaran transisi di organisasi dan keleluasaan pilihan dengan tersedianya banyak orang yang bisa dipilih untuk menduduki posisi penting. Hal ini sangat peg ting karena perencanaan suksesi yang efektif akan mendukung terlaksananya strategi perusahaan. Menurut Rothwell (2001) ada 3 alternatif model pendekatan perencanaan suksesi yaitu succession planning by position, creating succession planning "pools", dan top-down/bottom-up succession planning. Tinjauan literatur ini penulis bahas secara rinci dalam Bab II.
Dengan mempertimbangkan keuntungan dan resiko dari 3 altematif model pendekatan perencanaan suksesi tersebut di atas, maka pendekatan "creating succession planning pools" lebih sesuai untuk diimplementasi di PT. XYZ, sebagai model percontohan penulis gunakan Divisi General Affair. Kandidat suksesi untuk Divisi General Affair dapat dipilih dari "pool" di lingkup perusahaan yang memenuhi standar Baku prasyarat posisi Junior Manager, karena tuntutan pekerjaan di bagian ini bersifat umum, dalam arti tidak membutuhkan keahiian/ketrampilan khusus (ulasan rinci dalam Bab Ill).
Agar perencanaan suksesi dapat berjalan secara efektif, maka manajemen PT. XYZ perlu menjalankan langkah kunci yang dikemukakan Rothwell (1994) "The Seven-pointed-star model for systematic succession planning ". Dengan melaksanakan Iangkah-langkah dari model tersebut, penulis mengajukan rekomendasi (selengkapnya dalam Bab IV) agar Manajemen PT. XYZ:
- Secepatnya memulai impelementasi Succession Plan dengan model tersebut agar dapat mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan suksesi.
- Mengembangkan sistem dokumentasi dalam bentuk suatu buku Succession Plan yang berintikan, sebagai berikut:
1. Narasi dari Tatar belakang perencanaan suksesi pada PT XYZ
2. Replacement Plan Table - suatu tabel yang menggambarkan kerangka pergantian berdasarkan ranking kandidat
3. Personal History and Individual Development Plan - penjelasan dan gambaran historis individu (riwayat hidup, pengalaman dan riwayat kerja) dan kerangka perencanaan pengembangan individu.
4. Cm-rent Organization Chart - bagan organisasi yang ada sekarang.
5. Leaders of the Future - daftar kandidat pimpinan di masa depan
6. Executives Resource: High Potential Individuals - dollar individu yang berpotensi sebagai executive di masa depan."
Depok: Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, 2006
T18080
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
Rothwell, William J., 1951-
"Organizations that don't take steps to plan for future talent needs at all levels, will face certain disruptions, and even disasters, when key employees leave. Still the most comprehensive and authoritative book on the subject, this new edition of Effective Succession Planning presents strategies for creating a complete, systematic succession planning program. Updated and expanded to reflect the latest trends and best practices in succession management, the book contains 20 per cent new material, including chapters on recruitment and retention as part of succession planning, as well as updated references and research. The book also includes a CD-Rom filled with worksheets, assessment tools, and training guides...everything readers need to help lead their organizations into the future."
New York: American Management Association;, 2010
e20440388
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Hastings, Sandra
"Without well-thought out succession plans, organizations face the real possibility of severe productivity losses and competitive disadvantage in the marketplace. This issue presents a four-phase succession planning program to create a fully prepared frontline and management staff that can take over leadership positions. The plan enables your organization to determine priorities; anticipate gaps; and establish development, recruitment, and retention strategies; and stay on track with their strategic plans."
Alexandria, VA: American Society for Training and Development Press, 2005
e20438800
eBooks  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>