Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 4 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Budi Sampurna
Jakarta: UI-Press, 2007
PGB 0190
UI - Pidato  Universitas Indonesia Library
cover
Parintosa Atmodiwirjo
"Pendahuluan: Operasi penutupan sumbing langit-langit merupakan bagian dari proses tatalaksana penderita sumbing bibir dan langit-langit. Proses palatoplasti biasanya menurunkan kadar hemoglobin karena perdarahan yang terjadi. Dengan diketahuinya rerata penurunan kadar hemoglobin diharapkan operator dapat melakukan seleksi pasien dengan kadar hemoglobin yang tidak adekuat, sehingga penyulit pascabedah dapat dihindari terutama pada kegiatan bakti sosial di daerah yang kondisi umum pasien sulit diprediksi.
Metode: Dilakukan penelitian untuk mengetahui berkurangnya kadar hemoglobin pada pasien yang menjalani operasi palatoplasti. Diambil data kadar hemoglobin sebelum dan segera setelah palatoplasti serta dicatat data operator, lama operasi serta evaluasi keadaan luka operasi satu minggu pascaoperasi. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil: Dari 14 sampel yang diteliti didapat hasil 8 pasien mengalami penurunan kadar hemoglobin rata rata sebesar 0,5 ± 0,36 gr/dl. Lima pasien mengalami peningkatan kadar hemoglobin pascaoperasi rata rata sebesar 0,32 ± 0,28 gr/dl. Satu pasien tidak mengalami penibahan. Hanya satu pasien mengalami dehisensi seminggu pascaoperasi, walaupun kadar hemoglobin baik.
Simpulan: Agaknya pasien yang direncanakan operasi palatoplasti sebaiknya memiliki kadar hemoglobin yang lebih atau sama dengan 8,5 gr/dl untuk memenuhi keadaan yang optimal pascaoperasi."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T18157
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Sungkar, Amru
"Latar belakang :Angka kekerapan rekonstruksi payudara pascamastektomi di Indonesia lebih kecil dibandingkan dengan angka kekerapan mastektomi, banyak faktor yang menyebabkan rendahnya angka kekerapan rekonstruksi antara lain faktor tingkat pengetahuan rekonstruksi payudara dan sikap terhadap rekonstruksi yang dimiliki oleh penderita kanker payudara.
Tujuan : Untuk mendapatkan hubungan antara faktor demografik dan jenis spesialis bedah dengan tingkat pengetahuan dan sikap subyek terhadap rekonstruksi payudara.
Metodologi : suatu studi potong lintang (cross sectional) yang melibatkan 96 subyek pasien kanker payudara yang sudah menjalani mastektomi (71 subyek) dan yang belum menjalani mastektomi (25 subyek) di divisi bedah onkologi RSCM,RS Dharma Nugraha dan RS Kanker Dharmais dalam kurun waktu Agustus sampai Desember 2005. Instrumen yang digunakan didalam penelitian adalah kuesioner yang dibuat sendiri untuk mengetahui tingkat pengetahuan rekonstruksi dan sikap terhadap rekonstruksi. Data yang terkumpul dilakukan analisa dan uji statistik bivariat dan multivariat dengan komputer menggunakan program SPSS 11,5 Windows.
Hasil : Hanya satu subyek yang memiliki tingkat pengetahuan baik, sebagian besar subyek (92%) memberikan sikap positif terhadap rekonstruksi payudaraVariabel yang memiliki hubungan dengan tingkat pengetahuar. adalah jenis spesialis bedah yang melakukan operasi (p = 0,016). Faktor demografik dan jenis spesialis bedah tidak memengaruhi sikap terhadap rekonstruksi.
Simpulan : Pasien yang mendapat pelayanan spesialis bedah tumor memiliki pengetahuan lebih baik bila dibandingkan dengan subyek yang mendapat pelayanan dari spesialis bedah atau fellow bedah tumor.
Kata kunci : Kanker payudara, rekonstruksi payudara, spesialis bedah tumor, pengetahuan , sikap.

Back ground: The prevalence of breast reconstruction post mastectomy in Indonesia is very rare (underreported) comparing with the prevalence of mastectomy alone, Many factors were reported had responsible for the low incidence breast reconstruction such as breast reconstruction knowledge level or attitude toward breast reconstruction.
Purpose: To search for correlation between demographic factors and type of surgeon who did the surgery with the patient's breast reconstruction knowledge level and patient's attitude toward breast reconstruction.
Methodology: A cross sectional study was done from October through December 2005, a total of 96 subjects who had breast cancer, 71 subjects underwent mastectomy and 25 subjects who did not. The research was done at RSCM, Dharma Nugraha hospital and Dharmais hospital.Self made questionnaire was used to establish the knowledge level and attitude toward breast reconstruction. Analysis of variables was done by bivariate analysis and multivariate analysis with logistic regression using SPSS 11, 5 Windows program. Result: There was the only one subject had a good knowledge level about breast reconstruction but most of the subjects had positive attitude toward breast reconstruction. The only significant variable for the patient's knowledge level is the type of surgeon who did the surgery (p = 0,016).
Conclusion: The subjects whom were taken care by oncology surgeon had breast reconstruction knowledge level better than the subjects whom were taken care by general surgeon or fellow oncology surgeon.
Keywords: Breast cancer, breast reconstruction, oncology surgeon, knowledge, attitude.
"
Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, 2006
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
IGB Bambang Sutarto
"Program swadana yang sedang digalakkan di Indonesia bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan kemandirian rumah sakit. RSCM adalah rumah sakit rujukan nasional yang telah dikembangkan menjadi unit swadana. Perencanaan merupakan elemen awal dan penting dalam siklus manajemen, mengingat perencanaan merupakan persyaratan penting bagi keberhasilan perencanaan program. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem perencanaan penerimaan di RSCM, dalam upaya mendapatkan informasi yang berguna bagi pengembangan program swadana di RSCM. Penelitian studi kasus ini dilakukan di IBP. Hasil utama dari penelitian ini adalah, bahwa pengembangan perencanaan di RSCM telah berjalan tetapi bagian penerimaan sebagai sub sistem belum menjadi sub sistem tersendiri. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan untuk mengembangkan suatu model sistem perencanaan anggaran penerimaan di RSCM.

The objective of self financing program which has been done implemented since 1984 is to improve the independence and efficiency of the hospital in Indonesia. RSCM is a top of national referral system in Indonesia which will be developed to be self financial hospital unit. Planning is a primary and important step in cycle of management system. It can be one of essential key in every implementing program or activity. Based on the reason that a good planning could be one of the prerequisite for successful of organization. The objective of this study is to evaluate the system of income budgeting planning in RSCM in order to get the useful information for the development of self financing program in RSCM. A case study design was conducted at center of surgery installation in RSCM. The main result of the study is that the planning development in RSCM has been implemented, but it has not been existed yet as a sprite sub system. Considering these results, it was recommended to develop a model of income budget planning system in RSCM.
"
Depok: Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 1996
T-Pdf
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library