Konflik di Yaman yang pada dasarnya merupakan persaingan antara kelompok-kelompok lokal dan pemerintah untuk mendapatkan kendali atas negara telah bertransformasi menjadi isu internasional dengan terlibatnya pihak-pihak eksternal. Hal itu diawali dengan terlibatnya Arab Saudi dan koalisinya pada tahun 2015 yang bertujuan untuk menghilangkan pengaruh Houthi. Di samping itu, konflik di Yaman juga telah menjadi medan proxy antara Saudi dan Iran. Fenomena keterlibatan Iran di Yaman akan dianalisis menggunakan konsep identitas dan kepentingan dari teori konstruktivisme yang dikemukakan oleh Alexander Wendt, dengan tujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang melatar belakangi ketertarikan Iran untuk mendukung Houthi dengan memberikan bantuan berupa senjata dan bantuan militer lainnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif analitis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelian ini menyimpulkan bahwa Syiahisme, anti imperialisme, baik terhadap AS maupun Israel, serta anti-Wahabisme merupakan faktor-faktor yang menarik Iran untuk mendukung Houthi. Di samping itu, keterlibatan Iran di Yaman juga dalam rangka mencapai kepentingan nasional berupa kepentingan politik dan ideologi.
Kata kunci : Houthi, Iran, Kepentingan, Konflik, Yaman
Keywords : Conflict, Houthi, Interest, Iran, Yemen