Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 405 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Balch, James F
New york: M. Evans and Company, Inc, 1998
613.28 BAL s
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Yunita
"ABSTRAK
Antioksidan memiliki peranan penting dalam mencegah atau menunda waktu
timbulnya penyakit degeneratif melalui mekanisme penghambatan proses oksidasi
yang menyebabkan penyakit kronik dan menunda waktu terjadinya aging. Reaksi
antara antioksidan dengan radikal bebas dapat menghentikan reaksi berantai
radikal bebas sehingga mencegah pembentukan senyawa radikal baru. Buah cabe
rawit (Capsicum frutescens L.) telah diketahui aktivitas antioksidannya melalui
penelitian-penelitian ilmiah. Senyawa beraktivitas antioksidan pada buah cabe
rawit dapat tersebar pula di bagian daun. Tujuan penelitian ini adalah menguji
aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi ekstrak daun cabe rawit (Capsicum
frutescens L.) dan mengidentifikasi golongan senyawa dari fraksi teraktif.
Ekstraksi daun Capsicum frutescens L. dilakukan dengan metode maserasi
bertingkat menggunakan pelarut n-heksana, etil asetat, dan metanol. Aktivitas
antioksidan daun Capsicum frutescens L. diuji dengan metode 1,1-difenil-2-
pikrilhidrazil (DPPH). Hasil uji aktivitas antioksidan pada ekstrak n-heksana, etil
asetat, dan metanol menunjukkan nilai IC50 berturut-turut 160,81; 105,08 dan
48,28 μg/mL. Ekstrak metanol sebagai ekstrak teraktif kemudian difraksinasi
dengan kromatografi kolom dipercepat. Fraksi teraktif dari ekstrak metanol adalah
fraksi keenam (CM6) dengan nilai IC50 sebesar 72,07 μg/mL. Golongan senyawa
yang terdapat dalam fraksi teraktif ini adalah flavonoid dan glikon.

ABSTRACT
Antioxidant has important role in preventing or delaying degenerative disease by
ihibiting oxidation that causes chronic disease and delaying aging. Reaction of
antioxidant and free radicals stop the chain reaction of free radicals so it prevents
formation of new radicals. Antioxidant activity of hot short pepper fruit
(Capsicum frutescens L.) has been known by scientific research. Antioxidant
compounds of hot short pepper fruit may be found in its leaves. This research
aims to test the antioxidant activity of hot short pepper leaves (Capsicum
frutescens L.) extracts and extract fractions and identify compounds group of the
most active fraction. Extraction method of Capsicum frutescens L. leaves is
maseration using n-hexane, ethyl acetate, and methanol solvent. Antioxidant
activity of Capsicum frutescens L. leaves tested by 1,1-diphenyl-2-picrylhidrazyl
(DPPH) method. Result of antioxidant activity test in extract of n-hexane, ethyl
acetate, and methanol show that IC50 value are 160,81; 105,08 and 48,28 μg/mL.
Most active extract or methanol extract then fractionized by accelerated column
chromatography. The most active fraction of methanol extract is sixth fraction
(CM6) which has IC50 value 72,07 μg/mL. Groups of compounds contained in the
most active fraction are flavonoid and glycon.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
S43777
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library
cover
Muncieto Andreas
"Stres oksidatif merupakan keadaan penumpukan radikal bebas yang dapat menyebabkan kerusakan sel terjadi sampai munculnya berbagai penyakit, seperti penuaan, kanker, dan neurodegeneratif. Antioksidan berperan mencegah stress oksidatif dengan mereduksi radikal bebas menjadi bentuk yang lebih stabil. Antioksidan dimiliki secara natural dalam tubuh manusia dan juga didapatkan melalui diet, termasuk buah jeruk Bali. Buah jeruk Bali memiliki kandungan antioksidan, seperti vitamin C, karotenoid, tokoferol, dan fenol. Namun, buah jeruk Bali produksi dalam negeri masih belum diketahui aktivitas antioksidannya. Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada air perasan, ekstrak daging buah, dan ekstrak kulit buah jeruk Bali produksi dalam negeri. Desain penelitian yang digunakan adalah studi deskriptif eksploratif di Laboratorium Departemen Farmasi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia selama Mei sampai Juni 2013. Daging buah dan kulit buah diekstraksi dengan methanol. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan pengukuran DPPH dan ditampilkan dalam nilai EC50. Nilai EC50 ditentukan berdasarkan analisis regresi linear nilai absorbansi masing-masing bagian buah menggunakan Microsoft Office Excell 2007. Hasil penelitian pada air perasan, ekstrak daging, dan kulit buah jeruk Bali adalah nilai EC50 DPPH masing-masing secara berurutan adalah 7.25 % v/v, 11.12 % v/v, dan 9.54 % v/v. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat aktivitas antioksidan pada masing-masing bagian buah jeruk Bali.

Oxidative stress is condition which free radicals is accumulated in body. This condition could cause cellular damage and take a role in mechanism of various diseases, such as cancer, neurodegenerative disease, and aging. Antioxidant reduces free radicals and converts into stable molecule. Antioxidant naturally found in human body but also in diet, such as Pomelo fruit. Pomelo fruit has antioxidant content, such as vitamin C, carotenoid, tocopherol, and phenol. However, domestic pomelo fruit have not been researched for its antioxidant activity. Therefore, research to find the antioxidant activity of pomelo fruit?s juice, pulp extract, and peel extract of pomelo fruit. Research design of this research is explorative descriptive study in Medical Pharmacy Laboratory during 2013 May until June. Peel and pulp were extracted by methanol. Antioxidant activity was determined by DPPH measurement and showed in EC50 value. EC50 values were based on the absorbance from each sample from the equation of linear regression with Microsoft Office Excell 2007. The result from the juice, pulp extract, and peel extract shown in DPPH EC50 value is 7.25 % v/v, 11.12 % v/v, and 9.54 % v/v, respectively. The result showed that there is different antioxidant activity from different parts of pomelo fruit."
Depok: Universitas Indonesia, 2013
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
cover
"Senyawa organik yang terdapat di dalam rimpang kunyit (Curcuma longa) mempunyai akttvitas antioksidan, Isolasi senyawa dilakukan dengan ekstraksi menggunakan dua pelarut berbeda yaitu n-heksana dan etano]. Senyawa dari kedua diuji aktivitasnya menggunakan metode radikal scavenger, Senyawa Fraksi n-heksana, mempunyai nilai aktivitas ICSo=264,392 figfail, Sedangkan senyawa fraksi etanol mempunyai nilai aktivitas = ICso 9,878 ug/ml. Senyawa fraksi etanol diidentifikasi kualitatif dengan KLT, titik leleh UV-Vis dan FT-1R.. Hasil identifikasi kualitatif menunjukkan bahwa fraksi etanot adalah senyawa kurkumin."
2006
SAIN-11-1-2006-24
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
"The specimens of caulerpa recemosa,codium edule, halimeda tuna,ulva reticulata
."
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Anni Mulyani Wulandari
"ABSTRAK
Telah dilakukan penelitian pengaruh penyimpanan terhadap kadar vitamin E dalam sediaan cream. K tokoferol dan K tokoferil asetat adalah antioksidan sejati yang banyak digunakan dalam sediaan kosmetik misalnya cream, lotion, shampoo, minyak perawat rambut, dan sebagainya. Dalam cream kulit vitamin E mempunyai efek mempertahankan keseimbangan kadar lemak sehingga dapat memperlambat proses penuaan sel - sel kulit. Dari beberapa pustaka dan survai ke pabrik pembuat, tidak ditemukan adanya antioksidan lain dalam formulasi-formulasi sediaan cream, sehingga timbul keraguan apakah kadarnya tidak turun selama penyimpanannya. Metoda penetapan kadar yang digunakan adalah " Gas Liquid Chromatography 11 yang dilengkapi dengan kolom kaca borosilikat;, panjang 2 in, diameter 3mm, diisi dengan fasa diam SE 30 3% pada chromosorb W - HP 80 - 100 mesh. Suhu detektor dan injektor = 290° C , suhu kolom 20°C, kecepatan aliran gas N2 60 m1/menit. Dotriakontana digunakan sebagai baku dalam. Pada penyimpanan suhu kamar selama 8 minggu tidak ditemukan adanya penurunan kadar ( 103,87 - 102 9 65% ), sedangkan pada penjemuran dengan sinar matahari kadar tokoferil asetat berkurang sampai. 62,77% ( 101 9,14 - 62,77% )"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 1984
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Universitas Indonesia, 2007
S30442
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Gina Rose Sinta Maya
"ABSTRAK
Polimer telah menjadi bagian yang panting dalam teknologi kimla dan
bahan palimer mempunyai peranan panting dalam kahidupan sahari-hari.
Untuk mamparluas aplikasi produk polimar yang talah ada, maka dilakukan
usaha untuk mandapatkan polimar dangan sifat-sifat yang labih baik. Salah
satu usaha itu adalah dangan manambahkan bahan aditif. Bahan aditif yang
ditambahkan disini adalah antioksidan dangan tujuan agar bahan polimar
yang diparolah akan mampunyai daya tahan tarhadap dagradasi yang
disababkan olah radikal babas yang tarbantuk akibat pamanasan, radiasi,
akibat pangaruh logam ataupun oksidasi.
Panalitian ini dilakukan untuk mambandingkan aktivitas antioksidan
Anox® 20 dan Vanox® GT tarhadap dagradasi polipropilan. Hasil pangukuran
OIT dangan DSC manunjukkan bahwa formulasi dangan Anox® 20
mambarikan katahanan labih panjang dangan kisaran antara 1.08 - 2.41
manit dibandingkan formulasi dangan Vanox® GT hanya mambari katahanan
dangan kisaran 1.42 - 1.90 manit. Hasil uji aging formulasi dangan Anox® 20
tahan hingga 48 jam sadangkan formulasi dangan Vanox® GT tahan hanya
24 jam. Uji MFR formulasi dangan Anox® 20 mambarikan nilai yang labih
kacil dibandingkan dangan Vanox® GT. Untuk uji optis warna formulasi
dangan Vanox® GT mambarikan nilai Yellowness Index yang labih kacil dan
nilai Whiteness Index yang labih basar dibandingkan formulasi dangan Anox® 20. Pada formulasi dengan Anox® 20 setelah aging memberikan
penurunan nilai kuat tarik yang stabil dengan kisaran nilal antara 298 - 203
kg/cm2, sedangkan untuk formulasi dengan konsentrasi Vanox® GT dengan
waktu aging yang sangat pendek mengalami penurunan yang sangat tajam.
Dari setiap pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini diperoleh bahwa
antioksidan Anox® 20 dengan jenis tetrakispropionat mempunyai
kemampuan inhibisi terhadap oksidasi yang lebih baik dibanding dengan
antioksidan Vanox® GT yang berjenis isosianurat. Tetapi Vanox® GT memiliki
satu keunggulan yaitu memberikan transparansi yang lebih baik ditinjau dari
4
uji warna. Dari analisis struktur dengan FTIR menunjukkan adanya proses
oksidasi yang ditunjukkan dari timbulnya spektrum gugus karbonii pada
bilangan gelombang v sebesar 1716.5 Cm""
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2005
S-Pdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Elba Rahma Zulhadidjah
"Penelitian telah dilakukan pada oosit domba garut dengan menambahkan α-tokoferol ke dalam media vitrifikasi oosit dengan tujuan mengevaluasi penambahan α-tokoferol di dalam media vitrifikasi terhadap kualitas oosit domba garut. Oosit dikumpulkan & dimatangkan in vitro selama 24 jam pada suhu 38,5 ° C dan 5% CO2 kemudian di vitrifikasi menggunakan 15% EG, 15% DMSO dan sukrosa 0,5 M dan dibagi menjadi 4 kelompok: kelompok tanpa penambahan α- tokoferol (KK); dan tiga kelompok dengan penambahan berbagai konsentrasi α-tokoferol: 100 μM (KP1); 150 μM (KP2) dan 200 μM (KP3). Oosit disimpan dalam LN2 (-196 ° C) selama 7 hari dan dicairkan kembali setelahnya untuk mengevaluasi mereka menggunakan fluoresensi mikroskop dengan pewarna Hoechst & PI. Oosit normal jika mereka bulat, memiliki zona pelusida utuh, sitoplasma homogen; dan layak jika mereka memiliki warna biru pendaran. Evaluasi morfologi menunjukkan bahwa 69,40% (KK); 70.28% (KP1); 76,19% (KP2); dan 74,72% (KP3) dari total oosit vitrifikasi normal. Viabilitasnya evaluasi menunjukkan bahwa 75,52% (KK); 79,44% (KP1); 80,75% (KP2); 83,61% (KP3) dari total oosit vitrifikasi dapat hidup. Hasil statistik menunjukkan bahwa penambahan α- tokoferol dalam media vitrifikasi tidak memberikan perbedaan yang signifikan kelompok perlakuan (P> 0,05). Berdasarkan persentase, oosit normal tertinggi adalah diperoleh di KP2 dan oosit tertinggi di KP3. Hasil ini menunjukkan bahwa penambahan α-tokoferol dalam media vitrifikasi tidak berpengaruh terhadap kualitas oosit domba garut (P> 0,05).

Research has been carried out on arrowroot oocytes by adding α-tocopherol to the oocyte vitrification media with the aim of increasing α-tocopherol funds in vitrification media on the quality of arrowroot sheep oocytes. Oocytes were collected & matured in vitro for 24 hours at 38.5 ° C and 5% CO2 then vitrified using 15% EG, 15% DMSO and 0.5 M sucrose and divided into 4 groups: groups without α-tocopherol changes (KK); and three groups contributing various α-tocopherol concentrations: 100 μM (KP1); 150 μM (KP2) and 200 μM (KP3). Oocytes are stored in LN2 (-196° C) for 7 days and thawed afterwards to return they used a fluorescence microscope with Hoechst & PI coloring. Oocytes are normal if they are round, have intact zona pellucida, homogeneous cytoplasm; and feasible if they have blue luminescence. Morphological evaluation showed that 69.40% (KK); 70.28% (KP1); 76.19% (KP2); and 74.72% (KP3) of total normal vitrified oocytes. Viability Assessment shows 75.52% (KK); 79.44% (KP1); 80.75% (KP2); 83.61% (KP3) of total vitrified oocytes can live. Statistical results showed that administration of α-tocopherol in vitrified media did not provide a significant difference in the treatment group (P> 0.05). Based on the percentage, the highest normal oocyte is obtained at KP2 and the highest oocyte is at KP3. These results indicate that opposing α-tocopherol in vitrified media has no effect on the quality of arrowroot sheep oocytes (P> 0.05).
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2019
Spdf
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10   >>