Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 2 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Irzal Azhar
"Dalam 1 tahun ikan arwana diperdagangkan ke luar negeri rata-rata dapat mencapai 30.000 ekor untuk semua varian. Angka-angka ekspor itu cukup besar dan bertolak belakang dengan status perlindungan arwana dan statusnya dalam CITES. Idealnya, jika penangkaran arwana berhasil mengembangbiakan arwana di luar habitatnya dan adanya kewajiban restoking hasil penangkaran maka seharusnya populasi arwana di alam naik. Akan tetapi, sampai saat ini belum ada penelitian tentang hal ini. Perlu dikaji ulang status perlindungan dan CITES jenis arwana dengan cara melakukan inventarisasi populasi ikan arwana di habitatnya dan di penangkaran.
Penelitian dilakukan di Danau Empangau salah satu habitat alami ikan arwana varian super red dengan ytujuan penelitian (1) Mengetahui status populasi ikan arwana varian super red di salah satu habitat alaminya (in-situ) yaitu di Danau Empangau ? Kalimantan Barat; (2) Mengetahui status populasi ikan arwana varian super red di luar habitat aslinya (ex-situ) yaitu di penangkaran arwana yang terdaftar resmi di Kementerian Kehutanan, (3) Mengetahui kontribusi keberhasilan konservasi ikan arwana secara ex-situ terhadap populasi ikan arwana in-situ.
Hasil inventarisasi ikan arwana di Danau Empangau, memberikan hasil perkiraan populasi sebanyak 18 ekor pada daerah penelitian seluas 97,3 ha. Ikan arwana di Danau Empangau dikelola menggunakan hukum adat setempat agar dapat memanfaatkan ikan arwana secara lestari.

Arowana fish traded abroad average to reach 30,000 pieces for all the variants in a year. Export figures were quite large and opposite to the status and protection status within CITES. Ideally, if successful arowana captive breeding outside their habitat and the obligations of restocking from captive breeding, then the arowana population should increase in the wild. However, until now there has been no research on this. Need to review the CITES status and protection of Arowana species by conducting an inventory of arowana populations in their habitat and in captive breeding.
Research conducted on Empangau lake, one of the natural habitat of super red arowana with the aim of the study (1) Knowing the population status of variant super red arowana in one of their natural habitat (in-situ) in Empangau lake - West Kalimantan; (2) Knowing the population status of variant super red arowana outside their natural habitat (ex-situ) in captive breeding officially registered at the Ministry of Forestry, (3) Knowing the contribution of captive breeder to arowana populations in-situ.
The result of inventory arowana in Empangau lake, gives the results of population estimates as many as 18 fishes in the study area 97.3 ha. Arowana in Empangau lake managed using the local customary law in order to take advantage of Arowana fish sustainability.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2010
T43457
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Medina Moesa
"Sumber dana perusahaan dapat berasal dari sumber internal perusahaan dan sumber external perusahaan. Dana dari luar perusahaan dapat dipenuhi dari hutang dan dari emisi saham baru. Banyak Perusahaan Tercatat memanfaatkan emisi saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) untuk memperoleh tambahan modal yang akan dipergunakan untuk melakukan ekspansi Perusahaan. HMETD ini ditujukan agar pemegang saham lama memiliki kesempatan untuk mempertahankan komposisi kepemilikannya pada Perusahaan sehingga tetap dapat mempertahankan porsi suaranya dalam Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Tercatat.
Penerbitan saham baru dalam jumlah yang demikian besar tanpa memperhatikan kemampuan publik seolah-olah melegalisasi pengambialihan perusahaan oleh pihak lain melalui mekanisme pemberian Hak kepada pemegang saham lama. Di bidang Pasar Modal Pengambilalihan Perusahaan Terbuka harus dilakukan melalui suatu mekanisme tertentu yang mewajibkan Pengendali Perusahaan Terbuka melakukan Penawaran Tender untuk mengambil seluruh sisa saham Perusahaan Terbuka. Diperbolehkannya penggunaan stand by buyer dalam rencana penerbitan saham baru melalui penerbitan HMETD yang akan bertindak sebagai pihak yang akan mengambil seluruh bagian apabila pemegang saham lama tidak memiliki kemampuan untuk ikut ambil bagian dalam penambahan modal tersebut, berpotensi untuk dimanfaatkan bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan pengambilalihan perusahaan terbuka tanpa melalui proses penawaran tender. Kondisi tersebut sebenarnya bertentangan dengan semangat perlindungan bagi pemegang saham. Dalam hal pihak yang menjadi stand by buyer adalah merupakan pihak terafiliasi maka seharusnya proses persetujuan penerbitan HMETD juga mengikuti ketentuan terkait dengan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu yang mewajibkan transaksi dilakukan dengan persetujuan pemegang saham independen.
Tesis ini mencoba melihat praktek yang dilakukan oleh salah satu Perusahaan Tercatat yaitu PT Inti Kapuas Arowana Tbk yang melakukan penambahan modal dengan HMETD yang mengakibatkan perubahan pengendalian dengan masuknya satu pengendali baru yang masih memiliki hubungan afiliasi dengan Perseroan namun proses pelaksanaan penambahan modal dengan HMETD tersebut tidak dilakukan dengan memperhatikan ketentuan mengenai pengambilalihan Perusahaan Terbuka, ketentuan mengenai Tender Offer dan ketentuan menganai Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu. Selama ini pelakanaan penambahan modal dengan HMETD hanya semata-mata mengacu pada ketentuan yang mengatur mengenai penambahan modal dengan HMETD."
Depok: Universitas Indonesia, 2006
T18760
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library