Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 14 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Yuniarto
"Geothermal Power Plant Gothermal power plant is one of the green energy which produces low waste, including wastewater. The wastewater come from geothermal fluids that is not reinjected into the reservoir. its contains Arsenic (As), a dangerous chemical. Ulumbu geothermal Power Plant wastewater is discharged to the river nearby, Waekokor river. Arsenic (As) concentration in The wastewater has not been measures. The purpose of this research is to identify Arsenic (As) concentration in the geothermal wastewater. The result of this research shows that geothermal wastewater Arsenic (As) concentration is still below the regulation, that is 0,0365 mg/l. Geothermal wastewater discharge has no effect to the Arsenic (As) concentration in the river.

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Panas Bumi (PLTP) merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan karena menghasilkan limbah yang rendah, salah satunya adalah limbah cair. Limbah cair ini berasal dari fluida panas bumi. Fluida panas bumi yang tidak diinjeksikan kembali akan menjadi limbah cair. Salah satu zat kimia yang terkandung dalam limbah cair adalah Arsen (As). Pada lapangan panas bumi Ulumbu, limbah cair yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga panas bumi dibuang kesungai Waekokor. Konsentrasi Arsen (As) pada limbah cair tersebut sampai dengan saat ini belum pernah diukur dan diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya konsentrasi Arsen (As)pada limbah cair yang dibuang ke Sungai Waekokor dan dampaknya terhadap lingkungan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi Arsen (As) pada limbah cair PLTP Ulumbu yang dibuang ke sungai Waekoor masih dibawah baku mutu yang ditetapkan oleh pemerintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan juga bahwa pembuangan limbah cair ini tidak memberikan dampak terhadap lingkungan."
Depok: Universitas Indonesia, 2016
502 JMSTUT 17:2 (2016)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
New Jersey: John Wiley & Sons, 2008
628.16 ARS
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tiny Agustini Koesmawati
"ABSTRACT
Mercury and arsenic are considered to be among the most toxic metals and have been associated with serious adverse health effects. These two trace metals and other contaminants that are found in fish products are therefore of public concern for food safety reasons. Hence, we selected three marine species to study i.e., yellow fin tuna, marlin and green mussels because of their economic values in the international and local markets. The objective of our study was to determine the arsenic and mercury content in these three marine species as a first step in monitoring metal content in seafood products. The tissue samples of tuna and marlin were collected from the Jakarta Fishing Port, while the green mussels was collected from aqua culture sites in Jakarta Bay. The metal content was determined by ICP MS and validated using CRM DORM Z and DORM 3. The speciation of arsenic (organic and inorganic forms) was determined using HPLC ICPMS. All measurements were based on dry weight samples. The result showed that the mercury concentration in yellow fin tuna, marlin and green mussel samples was 0.68 :1: 0.08 mg kg", 0.56 :1: 0.06 mg kg"and 1.51 :t 0.10 mg kg, respectively. The total arsenic concentration in yellow fin tuna, marlin and green mussel samples was 3.47 i 0.21 mg kg, 2.71 i 0.18 mg kg, and 6.77 :t 0.32 mg kg, respectively. The mercury content in the fish tissue was below the maximum allowable concentration (National Standard of Indonesia 1.0 mg kg), except for the green mussels. For total arsenic concentration, all the samples were above the national standard concentration (1.0 mg kg). The organic arsenic species arsentobetaine (AB) found in tuna and marlin fish samples was not toxic. Inorganic and organic arsenic was found in the green mussel samples. Our results suggest that there is a need to establish a national program to regularly monitor the content of selected trace metals in fishery products."
Jakarta: Pusat Penelitian Oseanografi - LIPI, 2015
550 MRI 40:1 (2015)
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Mariyah Ulfah
"Penelitian untuk memeriksa kandungan arsen (As) dan timbal (Pb) dalam daun teh segar dan minuman teh kemasan telah dilakukan dengan menggunakan daun teh segar yang diambil dari pekebunan teh di Puncak, Bogor berdasarkan jarak, yaitu 0-5, 20-40, dan 60-80 m dari jalan raya dan tiga jenis minuman teh kemasan dari pabrik yang berbeda. Daun teh segar yang telah dikeringkan dengan oven (analisis Pb) maupun yang tidak (analisis As), kemudian didestruksi dengan cara basah. Sampel yang akan dianalisis arsen, didestruksi dengan H2SO4 pekat dan H2O2 30%, sedangkan yang akan dianalisis timbal didestruksi dengan HNO3 pekat, H2SO4 pekat dan H2O2 30%. Kemudian sampel minuman teh kemasan didestruksi dengan H2SO4 pekat dan HNO3 pekat. Sampel yang telah didestruksi dianalisis dengan menggunakan spektrofotometri serapan atom (SSA), sedangkan untuk analisis arsen dilengkapi dengan hydride vapor generator (HVG). Diperoleh hasil bahwa jarak mempengaruhi kadar timbal dalam daun teh segar yaitu 0-5 m sebesar 0,5542 ppm, 20-40 m sebesar 0,3995 ppm, dan 60-80 m sebesar 0,2092 ppm, sedangkan jarak tidak mempengaruhi kadar arsen karena arsen hanya terdeteksi pada 60-80 m yaitu 2,7867 ppb. Pada minuman teh kemasan terdeteksi timbal yaitu paling besar 0,2449 ppm dan terkecil 0,1676 ppm dan arsen tidak terdeteksi pada semua sampel."
Depok: Universitas Indonesia, 2009
S32915
UI - Skripsi Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Boston: Elsevier, 2016
622.342 GOL
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
"A study at several geothermal systems in West Java,Indonesia shows that thermal waters could naturally contain up to 2.6 ppm As and 6.5 ppb Hg,and the survace hydrothermal alteration could contribute up to 50 ppm As and 800 ppb Hg...."
ITJOSCI
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
cover
Meharg, Andrew A.
"This book explains the sources of arsenic to paddy soils and the biogeochemical processes and plant physiological attributes of paddy soil-rice ecosystems that lead to high concentrations of arsenic in rice grain. It presents the global pattern of arsenic concentration and speciation in rice, discusses human exposures to inorganic arsenic from rice and the resulting health risks. It also highlights particular populations that have the highest rice consumptions, which include Southern and South East Asians, weaning babies, gluten intolerance sufferers and those consuming rice milk. The book also presents the information of arsenic concentration and speciation in other major crops and outlines approaches for lowering arsenic in rice grain and in the human diet through agronomic management."
Dordrecht: Springer, 2012
e20417520
eBooks  Universitas Indonesia Library
cover
Sitorus, Paulus Pardamean Rinaldo
"Preparasi elektroda boron-doped diamond (BDD) termodifikasi platina (Pt) berhasil dilakukan menggunakan teknik wet seeding yang diikut oleh elektrodeposisi. Pt yang terdeposisi pada permukaan BDD dikarakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) yang menunjukkan %Pt pada permukaan BDD sebesar 1.54 %. Elektroda ini digunakan untuk sensor As3+ dan As5+ menggunakan teknik Anodic Stripping Voltammetry (ASV).
Hasil deteksi As3+ yang diperoleh pada kondisi optimum pada potensial deposisi -500 mV, waktu deposisi 150 detik dan laju deteksi 200 mV/s menunjukkan bahwa linieritas tinggi (R2 = 0.9797) pada rentang konsentrasi 0 sampai 100 ppb dengan limit deteksi (LOD) sebesar 16.50 ppb, sementara hasil deteksi As5+ dengan pre-treatment menggunakan NaBH4 0.1 M pada kondisi optimum yang sama menunjukkan linieritas yang tinggi (R2 = 0.9903) pada rentang konsentrasi 0 sampai 100 ppb memiliki linearitas yang tinggi dengan LOD sebesar 8.19 ppb.

Boron-doped diamond electrode modified by platinum was successfully prepared using wet seeding technique followed by electrodeposition. Pt deposited on the surface of BDD characterized using Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive Spectroscopy (SEM-EDS) which shows %Pt on BDD surface are 1.54%.These modified electrode are used for As3+ and As5+ sensors using the Anodic Stripping Voltammetry (ASV) technique.
As3+ and As5+ detection results obtained using the same deposition potential of -500 mV, deposition time of 150 s and detection rate of 200 mV/s, with addition of 0.1 M NaBH4 for As5+ solution, shows that the calibration in the concentration range 0 to 100 ppb has high linearity (R2 = 0.9797 and 0.9903, respectively) with LOD at 16.50 and 8.19 ppb, respectively.
"
Depok: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2018
T51884
UI - Tesis Membership  Universitas Indonesia Library
cover
Rychlo, M.A.
Cobalt: Highway Book Shop, 1977
614.5 RYC a
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Ivandini Tribidasari Anggraningrum
"Modifikasi elektroda karbon, glassy carbon (GC) dan boron-doped diamond (BDD), menggunakan nanopartikel emas (AuNP) dilakukan dengan menggunakan teknik self-assembly. Teknik ini dipilih berdasarkan interaksi elektrostatik antara AuNP yang terperangkap ion sitrat dengan gugus amina yang dimodifikasikan pada BDD dan GC. Material yang diperoleh, AuNP-GC dan AuNP-BDD, kemudian digunakan sebagai elektroda pendeteksi As 3+ menggunakan teknik anodic stripping voltammetry (ASV). Anodic stripping voltammograms dari kedua elektroda menunjukkan puncak potensial oksidasi As °pada ~0.21 V (vs. Ag/AgCl) pada kondisi optimum potensial deposisi -500 mV, waktu deposisi 180 s, dan scan rate 100 mV/s. AuNP-BDD memiliki daerah pengukuran yang lebih luas (0-20 mM) dan limit deteksi yang lebih rendah (0.39 μ M atau 4.64 ppb), sedangkan AuNP-GC linier pada daerah konsentrasi 0-10 mM dengan limit deteksi 0.14 μ M (13.12 ppb). Keberulangan yang baik ditunjukkan dengan RSDs (n=20) 2.93% pada AuNP-BDD dan 4.54% pada AUNP-BDD. Meskipun demikian penurunan yang lebih banyak pada pengukuran 6 hari berturut-turut ditemukan pada AuNP-BDD (~20.1%) daripada pada AuNP-GC (~2.8%).

Modification of carbon, including boron-doped diamond (BDD) and glassy carbon (GC), using gold nanoparticle (AuNP) was developed by self-assembly technique. This technique is based on electrostatic interaction between citrate-capped AuNP to amine terminal groups after surface modification of BDD and GC. The fabricated materials, AuNP-BDD and AuNP-GC, were then utilized as electrodes for As 3+ detection using anodic stripping voltammetry (ASV) technique. Anodic stripping voltammograms of both Au NP-BDD and AuNP-GC electrodes showed similar peak potentials of As ° oxidation at ~0.21 V (vs. Ag/AgCl) in optimum conditions of -500 mV, 180 s, and 100 mV/s for deposition potential, deposition time, and scan rate, respectively. AuNP-BDD shows better performances in the case of wide linear concentration range (0-20 mM) and low limit of detection (0.39μM or 4.64 ppb), whereas those of AuNP-GC were linear in the concentration range of 0-10mM with a detection limit of 0.14μ M (13.12 ppb). Excellent reproducibility was shown with RSDs (n=20) of 2.93% and 4.54% at AuNP-BDD and AuNP-GC, respectively. However, decreasing of current responses in 6-concecutive days was found more at AuNP-BDD (~20.1%) than that at AuNP-GC (~2.8%)."
Depok: Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat UI; Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia, 2012
J-Pdf
Artikel Jurnal  Universitas Indonesia Library
<<   1 2   >>