Hasil Pencarian  ::  Simpan CSV :: Kembali

Hasil Pencarian

Ditemukan 6 dokumen yang sesuai dengan query
cover
Pelletier, Gerard
New York: Facts on File, 1984
971.404 PEL y
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Tai, Sung An
Indianapolis: Pegasus, 1972
320.951 TAI m
Buku Teks SO  Universitas Indonesia Library
cover
Triana Noermalia
"ABSTRAK
Cerpen Musik di Malam Hari (Wan Chang 晚唱) adalah karya yang dihasilkan oleh Jia Pingwa pada tahun 1987, sepuluh tahun lebih setelah Revolusi Kebudayaan di Cina (1966-1976) berakhir. Wan Chang menceritakan tentang seorang pria berusia 40 tahun lebih bernama Mu Renwen, yang hidup menyendiri di rumah kayunya dan memiliki kebiasaan hidup yang sangat berbeda dengan orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan hidupnya antara lain adalah selalu bermain musik di malam hari, hidup menyendiri, melakukan refleksi diri di malam hari dan menerapkan prinsip-prinsip hidup keras atas dirinya. Dari dulu, kondisi hidupnya ini nyaris tak pernah berubah dan ia juga tidak menyadari bahwa kondisi masyarakat sudah berubah. Mengapa pola hidupnya bisa terbentuk seperti itu, dan apa penyebab pola hidup tokoh Mu
Renwen akan menjadi materi yang akan diulas dalam artikel ini. Melalui analisis atas tokoh dan penokohan Mu Renwen, sifat, pemikiran, pola hidup, kondisi sosial yang tergambar dalam cerita serta sumber rujukan di luar sastra, akan ditemukan bahwa penyebab dari pola hidup Mu Renwen adalah kebijakan yang
diterapkan semasa Revolusi Kebudayaan yang diikuti dengan taat oleh Mu Renwen.

ABSTRACT
Music in the Night short story is the work of Jia Pingwa in 1987, over 10 years after the China Cultural Revolution ended. Wan Chang tells a story about a 40 years old man named Mu Renwen who lives alone in his wooden house and has a unique habits of living compared to the people around him. One of his habits is to play music during nighttime, living solitarily, self-reflecting, and enforcing a tough standard of living upon himself. His living condition barely changes over time and he also never realized that the society has changed. Why his lifestyle took that particular path and what is the cause of Mu Renwen s lifestyle will the the focus of this article. Analyzing the characterization of Mu Renwen s traits, lifestyle choices, way of thinking, and social condition on which pictured in the story and also the non-literature sources, will explain
the cause of Mu Renwen s lifestyle which consists of the policies enacted during the Cultural revolution that Mu Renwen so religiously follows."
Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2019
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Zhou, Aiming
Beijing: China Intercontinental Press, 2004
SIN 371.9051 ZHO t (1)
Buku Teks  Universitas Indonesia Library
cover
Ervina Noviyanti
"ABSTRAK
Dazibao telah mengukuhkan posisinya sebagai sebuah sarana komunikasi dan propaganda politik utama pada era Revolusi Kebudayaan. Hal ini terlihat dari antusiasme masyarakat terhadap dazibao dan upaya pemerintah dalam menjadikan dazibao sebagai sarana untuk memobilisasi massa. Dampak pemanfaatan dazibao sebagai sarana untuk memobilisasi massa terlihat paling signifikan pada perkembangan salah satu elemen paling penting dalam Revolusi Kebudayaan, yaitu Pengawal Merah. Berangkat dari hal tersebut, artikel ini berupaya menganalisis dua dazibao yang berhasil meningkatkan jumlah dan gerakan Pengawal Merah secara signifikan. Analisis terhadap dua dazibao tersebut dilakukan untuk mendeskripsikan dazibao sebagai sarana penggalangan Pengawal Merah, yang disertai dengan analisis pengaruh Mao Zedong dan perkembangan sosial-politik saat itu. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan sejarah yang mencakup tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Hasil analisis menunjukkan bahwa dazibao memiliki peran yang sangat signifikan sebagai sarana dalam penggalangan Pengawal Merah pada Revolusi Kebudayaan.

ABSTRACT
Dazibao has confirmed its position as the main political communication and propaganda medium during the Cultural Revolution. This can be seen from the enthusiasm of the mass towards dazibao and the government's attempt to make it as a mass mobilizing medium. The impact of the utilization of dazibao was seen to be the most significant on the development of one of the most important elements in the Cultural Revolution, the Red Guards. Based on that point, this article analyzed the two dazibao that emerged at the beginning of the Cultural Revolution and significantly increased the number and movement of the Red Guards. Analysis of the two dazibao conducted to describe dazibao as a Red Guards mobilizing medium, which followed by an analysis of the influence of Mao Zedong and socio-political developments at that time. This article was carried out through historical approach that contains heuristic, verification, interpretation, and historiography steps. The analysis showed that dazibao has a very significant role as a Red Guards mobilizing medium during the Cultural Revolution.
"
2020
MK-Pdf
UI - Makalah dan Kertas Kerja  Universitas Indonesia Library
cover
Meidy Widiastuti Sangkianti
"Skripsi ini membahas tentang pengaruh kondisi sosial politik negara Cina terhadap penokohannya. Kondisi sosial politik yang menjadi latar belakang novel Dengdai karya H? J?n terjadi mulai dari awal tahun 1960 sampai akhir tahun 1980. Jalinan unsur intrinsik dengan unsur ekstrinsik karya sastra adalah kerangka dari analisa skripsi ini. Hasil yang ditemukan menyatakan bahwa latar sosial politik dalam novel yang dekat dengan latar sosial politik pada kondisi nyata kehidupan masyarakat Cina, ternyata memiliki pengaruh kuat terhadap jalannya penokohan. Kehidupan cinta tokoh K?ng L_n, sebagai tokoh utama, sangat terintervensi oleh kondisi sosial politik Revolusi Kebudayaan Cina yang tengah berlangsung dalam kehidupannya."
Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya Universitas Indonesia, 2008
S13047
UI - Skripsi Open  Universitas Indonesia Library